Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 22 April 2019 07:05
Gandeng Sejumlah Komunitas, Sahabat Sungai Pekanbaru Kompak Bersihkan Sungai

Senin, 22 April 2019 06:58
Bupati Inhil Hadiri Kegiatan IKGTKI PGRI Peringati Hari Kartini 

Ahad, 21 April 2019 20:09
Bawaslu : Otak atik Suara Peserta Pemilu, Bisa Dipidana

Ahad, 21 April 2019 19:46
Petugas Pemilu yang Berkorban

Ahad, 21 April 2019 16:59
Bakal Ditinjau Bupati,
6.086 Siswa SMP Sederajat di Pelalawan Besok Ikuti UN


Ahad, 21 April 2019 16:55
HUT ke-22, Iwara Buat Acara Meriah

Ahad, 21 April 2019 16:06
Lomba Burung Berkicau KNPI Rohul Cup 1 Diramaikan Pecinta Burung dari Tiga Provinsi

Ahad, 21 April 2019 14:47
Terkait Kematian Andri Arisko,
5 Personel Polres Kuansing Diperiksa Propam Polda Riau


Ahad, 21 April 2019 10:54
Asia Farm Resmi Dibuka, Destinasi Wisata Penuh Edukasi di Pekanbaru

Ahad, 21 April 2019 10:12
Diduga Tewas Dianiaya Polisi, POSPERA Tuntut Pengusutan Kematian Warga Jake, Kuansing

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 17 Oktober 2018 16:47
‎Usai Nabrak Polisi di Tambusai,
Pemilik Senpi Rakitan dan Softgun Ditangkap Polsek Rambah Hilir


Polisi Rohul menangkap seorang pria yang sebelumya menabrak anggota Polsek Tambusai. Pria itu diketahui juga memiliki senjata api rakitan jenis air softgun.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Pasca menabrak anggota Polsek Tambusai, seorang pengendara mobil pick up L300, yang membawa senjata api (Senpi) rakitan dan air softgun ditangkap anggota Polsek Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Sedangkan seorang lagi berhasil melarikan diri.

‎Salah seorang pemilik Senpi rakitan dan air softgun bernama Dwi Manunggal Sawiji (37 tahun), ditangkap anggota Polsek Rambah Hilir saat razia, Senin (15/10/2018). Dwi dan temannya sempat kabur di kebun karet milik warga Dusun Kumu Baru Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir.

Dari pria kelahiran Solo yang tinggal di‎ RT 001/ RW 006 Desa Pinang Sebatang Timur, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, polisi sita barang bukti, seperti 1 tas sandang warna hitam merk Zegari, 1 pucuk Senpi rakitan jenis revolver, 1 pucuk air softgun.

‎Polisi juga sita 1 tang potong dengan tangkai warna orange, 4 butir peluru aktif, 3 obeng, 4 kunci T, 2 kuncil L, 10 butir peluru air softgun, 1 helai masker hitam, dan lainnya.

Kapolres Rohul AKBP M. Hasyim Risahondua, melalui Paur Humas Polres Rohul Ipda Nanang Pujiono mengatakan pemilik Senpi rakitan dan air softgun ditangkap berawal informasi dari anggota Satuan Lantas Polres Rohul bahwa seorang anggota Polsek Tambusai menjadi korban tabrak lari, Senin pagi sekira pukul 07.47 WIB.

"Mendapatkan informasi tersebut, personel Polsek Rambah Hilir melakukan giat razia di depan Polsek Rambah Hilir," jelas Ipda Nanang, Rabu (17/10/2018).

Saat razia, sekira‎ pukul 07.50 WIB, datang sebuah mobil pick up L300 warna hitam berhenti mendadak berjarak sekira 100 meter, sebelum melewati Polsek Rambah Hilir.

Melihat mobil pick up berhenti mendadak, personil Polsek Rambah Hilir mendekati mobil bak terbuka tersebut, namun 2 laki-laki di dalam mobil melarikan diri ke arah kebun karet milik warga Dusun Kumu Baru Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir.

Melihat 2 pengemudi turun, dan salah seorang‎ memegang tas sandang warna hitam, anggota Polsek Rambah Hilir melakukan pengejaran ke dalam kebun karet milik warga, dibantu masyarakat setempat.

Melalui pengejaran cuku‎p lama, sekira pukul 08.30 WIB, salah seorang pelaku bernama Dwi Manunggal Sawiji berhasil diamankan dan dibawa ke Mapolsek Rambah Hilir.

Kapolsek Rambah Hilir Iptu Budi Ikhsani SH, bersama anggota, diback up Tim Opsnal Satuan Reskrim Polres Rohul terus melakukan pencarian terhadap seorang lagi yang melarikan diri, namun tidak membuahkan hasil.‎

Dari penyisiran‎ kembali di tempat sewaktu tersangka lari, polisi menemukan sebuah tas sandang warna hitam di kebun karet warga. Setelah dibuka, dalam tas berisikan 1 pucuk Senpi rakitan jenis revolver, dan 1 pucuk senjata air softgun, dan beberapa kunci T.

Ipda Nanang mengatakan pelaku Dwi dijerat Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman 20 tahun kurungan.

"Tersangka dan barang bukti langsung digiring dan diamankan di Polsek Rambah Hilir untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut," pungkas Paur Humas Polres Rohul Ipda Nanang Pujiono.***(zal)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Terkait Kematian Andri Arisko,
5 Personel Polres Kuansing Diperiksa Propam Polda Riau

- Diduga Tewas Dianiaya Polisi, POSPERA Tuntut Pengusutan Kematian Warga Jake, Kuansing
- Bawaslu Ingatkan Pidana Setahun Penjara tak Umumkan C1 di TPS
- Empat ABK Kapal BG Maju Tewas Terjebak di Bunker
- Bawa Sabu 20 Gram, Pengunjung Rutan Sialang Bungkuk Diamankan Petugas Rutan
- Selesai Pemilu, Polres Kuansing Akan Gelar Perkara Kasus Alfitra Salam
- Korupsi Dana KUR, Pegawai BRI Teluk Belitung, Meranti Dituntut 7 Tahun Penjara
- Bikin Keluarga Berantakan, Dugaan Selingkuh Oknum DPRD Kuansing Diharap Cepat Tuntas
- Irwasda Polda Riau Pimpin Apel Serpas Personel BKO dan Polres Kampar untuk Pam TPS
- Polda Riau Tetapkan 15 Tersangka Pelaku Pembakar Lahan
- PUPR Buat Laporan ke Polsek Bukit Raya,
Baut dan Penangkal Petir Jembatan Siak IV Dicuri OTK

- Gondol Rokok.Rp1.5 M, Polda Riau Buru Otak Rampok Mobil Box Sampoerna
- Polres Kuansing Pastikan Penyelidikan Kasus Dugaan Perselingkuhan Oknum Dewan Berlanjut
- Diterkam Buaya Jasad Bocah 5 Tahun di Temukan Utuh Sejauh 30 Kilometer
- Picu Lakalantas 3 Tewas, Forul LLAJ Kampar Ingatkan Bahaya U-Turn Ilegal
- ‎Terduga Pengedar Sabu di Desa Sejati Ditangkap Polisi Rohul
- Sepekan Hilang, Bocah Perempuan 5 Tahun di Bonai Rohul Ditemukan Membusuk dalam Parit
- Aparat Hukum Diminta Tindak Tegas Jual Beli Penambangan Pasir Ilegal di Bengkalis
- Dua Kaki Pelaku Dilumpuhkan,
Pelaku Curas di Rumah Janda Bertambah Jadi 5 Orang, Begini Kronologinya

- Tiga Dokter RSUD Arifin Achmad dan Dua Rekanan Terjerat Korupsi Pengadaan Alkes Dituntut Hukuman Berbeda


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com