Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 24 Januari 2019 10:11
Menjabat Sampai 19 Februari, Gubri Mulai Bicara Perpisahan

Kamis, 24 Januari 2019 09:37
Terlibat Pembunuhan Sadis, Kades dan Sekdes di Pelalawan Mulai Disidang

Kamis, 24 Januari 2019 09:30
Tanam 202 Pohon, Gubri Berharap Banyak Burung Berumah di Gedung Daerah

Rabu, 23 Januari 2019 22:29
113 Tim Ikutu Turnamen Bola Voli Pakai Kain Sarung HUT Kabupaten Kampar ke-69

Rabu, 23 Januari 2019 22:22
Empat Unit Bus Sekolah Gratis Siap Layani Pelajar di Bangkinang Sekitarnya

Rabu, 23 Januari 2019 22:16
Daya Listrik Berkurang, PLN Bengkalis Terus Gesa Perbaikan Mesin Rusak

Rabu, 23 Januari 2019 21:50
Peluncuran Program DMIJ Plus Terintegrasi, Bupati Inhil Ungkap Telah Siapkan Berbagai Terobosan

Rabu, 23 Januari 2019 21:07
Dugaan Perselingkuhan Oknm DPRD Kuansing,
Keluarga Terlapor Sempat Minta Mencabut Pengaduan


Rabu, 23 Januari 2019 20:58
Berbagai Gelaran Disiapkan Panitia Imlek Bersama Sambut Perayaan Imlek 2019

Rabu, 23 Januari 2019 20:53
Polsek Ukui Gagalkan Mobil Truk Pengangkut 'Illog'

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 17 Oktober 2018 18:00
Terungkap Dipersidangan, Oknum Polisi Penganiaya Pacar Hingga Patah Rahang Tak Ditahan

PN Pekanbaru gelar sidang penganiayaan yang dilakukan oknum polisi terhadap paacarnya. Hakim mengaku geram karena tidak dilakukan penahanan terhadap terdakwa.

Riauterkini-PEKANBARU-Ungkapan Ariyati Ningsing, korban penganiayaan oleh pacarnya dipersidangan Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, pada Selasa (16/10/18) malam, sontak menyentakan pengunjung dan majelis hakim yang menyidangkannya.

Pengakuan Ariyati yang mengalami patah rahang, kepala bocor dan luka memar dibadan, akibat dianiaya oleh sang pacarnya, Aditya Pratama, seorang oknum polisi yang bertugas di Bid Propam Polda Riau. Membuat majelis hakim geram kepada Aditya Pratama, yang menjadi terdakwa dalam kasus ini. Apalagi, terdakwa tidak ditahan sejak mulai penyidikan hingga tahap dua dikejaksaan.

Tindak penganiayaan yang dialami saksi korban berawal pada bulan Mei 2017, dan puncaknya pada tanggal 26 November 2017 itu. membuat majelis hakim yang diketuai Martin Ginting SH, terus melontarkan pertanyaan yang membuat saksi mengungkapkan keterangan yang mengejutkan.

" Kenapa saudara saksi masih saja mau jadi pacarnya. Padahal, pada bulan Mei, saudara saksi sudah mengalami penganiayaan oleh terdakwa hingga terjadi lagi tindak penganiayaan pada bulan November," kata Hakim.

Saksi mengatakan masih berharap, karena terdakwa berjanji akan menikahinya.

" Saya masih berharap akan janjinya untuk menikahi saya, pak hakim," kata saksi.

Kok masih berharap, saudara sudah babak belur begini dibuatnya. Apalagi saudara saksi seorang dokter, kan masih bisa mencari lelaki lain," kata hakim anggota Asep Koswara.

Dengan menangis saksi mengatakan jika kegadisannya telah direnggut terdakwa.

" Virgin (kegadisan) sudah direnggutnya, dan saya juga hamil oleh dia, dan kemudian anak dalam kandungan saya digugurkan," aku saksi

Ungkapan saksi yang juga mengejutkan jaksa penuntut Wilsa SH tersebut, akhirnya ditunda hakim dan dilanjutkan pekan depan.

Terdakwa yang tidak dilakukan penahanan kurungan badan, langsung melenggang pulang.

Berdasarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wilds SH. Aditya Pratama dihadirkan kepersidangan atas perbuatan tindak penganiayaan terhadap kasasinya Ariyati Ningsing.

Perbuatan tindak penganiayaan yang dilakukan terdakwa tersebut terjadi pada hari Minggu tanggal 26 November 2017 pukul 22.15 WIB dirumah terdakwa di Jalan Datuk Setia Maharaja, Tangkerang Pekanbaru.

Atas tindakan terdakwa tersebut, korban Ariyati Ningsih, mengalami rahamg patah, kepala bocor, badan memar memar. Dan atas perbuatannya itu, JPU menjerat terdakwa dengan Pasal 251 ayat 2 KUHP, tentang penganiayaan.***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Terlibat Pembunuhan Sadis, Kades dan Sekdes di Pelalawan Mulai Disidang
- Dugaan Perselingkuhan Oknm DPRD Kuansing,
Keluarga Terlapor Sempat Minta Mencabut Pengaduan

- Polsek Ukui Gagalkan Mobil Truk Pengangkut 'Illog'
- Peredaran Narkoba di LP Kelas II B Bangkinang Kembali Terungkap
- Anggota DPRD Kuansing Bantah Tudingan Tertangkap Basah Selingkuh
- Korupsi KUR BRI Meranti Segera Disidangkan di Pekanbaru
- Seret Nama Wabup Bengkalis, Pendemo Tuntut Polda Riau Tuntaska Dugaan Korupsi PDAM Inhil
- Desak Dalami dan Proses Dugaan Korupsi,
Puluhan Mahasiswa Gelar Aksi di Ditreskrimsus Polda Riau

- Dipolisikan Atas Kasus Selingkuh, Anggota DPRD Kuansing Ini Tak Ngantor
- Pungli Baju Sekolah, Kepsek SMP 5 Mandau, Bengkalis Diadili
- Terkait Dugaan Kasus Mesum Anggota DPRD,
Dua Praktisi Hukum Kuansing Siap Dampingi Keluarga Pelapor

- 3.000 Peserta Ditargetkan Ambil Bagian di Millenial Road Safety Festival di Bengkalis
- Selingkuhi Istri Orang, Oknum Dewan Kuansing Ini Dilaporkan ke BK Dewan
- Bermotor Tabrak Dump Truk Parkir, Anggota Polres Pelalawan Tewas di Pekanbaru
- Ketangkap Basah Gauli Istri Orang, Anggota DPRD Kuansing Dipolisikan
- Polres Rohil Tangkap Tiga Tersangka Pemilik 15 Kg Sabu Jaringan Malaysia
- Perkosa Siswi SMP, Remaja 14 Tahun di Kampar Ditangkap
- Fitnah PWI Bengkalis Lewat Medsos, Simon Parlaungan Ditangkap di Duri
- Hakim Ingatkan PNS dan Dokter RSUD AA Beri Keterangan Jujur Untuk Rekannya Terjerat Korupsi
- ‎Polisi Rohul Tangkap 7 Pelaku Narkoba di Tambusai Utara, 10 Paket Diduga Sabu Disita


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com