Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 14 Nopember 2018 22:34
PT CPI Taja Pelatihan Pemanfaatan Sampah Rumah Tangga di Pinggir, Bengkalis

Rabu, 14 Nopember 2018 21:34
Realisasi DAK Riau Masih 52,78 Persen

Rabu, 14 Nopember 2018 20:48
Banjir di Inhu Kembali Telan Korban Jiwa

Rabu, 14 Nopember 2018 19:52
Besok, UAS Beri Tausiah di Dinas Dalduk KB Pekanbaru

Rabu, 14 Nopember 2018 19:09
Sekda: Pemko Pekanbaru Turut Berduka Atas Insiden Pagar Rubuh di SDN 141

Rabu, 14 Nopember 2018 18:39
Tuntas Lakukan Perbaikan Panel Terbakar, PLN ULP Bengkalis Gelar Syukuran

Rabu, 14 Nopember 2018 18:34
Makan dan Minum SMA Plus Dihentikan, Waka DPRD Riau Tak Yakin Karena Anggaran

Rabu, 14 Nopember 2018 17:35
Dinsos Serahkan Bantuan Rp263 Juta untuk Korban Gempa dan Tsunami di Palu, Sigi, Donggala

Rabu, 14 Nopember 2018 16:42
3 Lagi Kabur,
Dua Sindikat Pencuri Pakaian Antar Provinsi Ditangkap Warga Pasirpangaraian


Rabu, 14 Nopember 2018 16:39
Rakor Sehari,
DPMP Rohul Harapkan Panwas Bisa Selesaikan Sengketa Pilkades Serentak 2018


loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 17 Oktober 2018 18:00
Terungkap Dipersidangan, Oknum Polisi Penganiaya Pacar Hingga Patah Rahang Tak Ditahan

PN Pekanbaru gelar sidang penganiayaan yang dilakukan oknum polisi terhadap paacarnya. Hakim mengaku geram karena tidak dilakukan penahanan terhadap terdakwa.

Riauterkini-PEKANBARU-Ungkapan Ariyati Ningsing, korban penganiayaan oleh pacarnya dipersidangan Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, pada Selasa (16/10/18) malam, sontak menyentakan pengunjung dan majelis hakim yang menyidangkannya.

Pengakuan Ariyati yang mengalami patah rahang, kepala bocor dan luka memar dibadan, akibat dianiaya oleh sang pacarnya, Aditya Pratama, seorang oknum polisi yang bertugas di Bid Propam Polda Riau. Membuat majelis hakim geram kepada Aditya Pratama, yang menjadi terdakwa dalam kasus ini. Apalagi, terdakwa tidak ditahan sejak mulai penyidikan hingga tahap dua dikejaksaan.

Tindak penganiayaan yang dialami saksi korban berawal pada bulan Mei 2017, dan puncaknya pada tanggal 26 November 2017 itu. membuat majelis hakim yang diketuai Martin Ginting SH, terus melontarkan pertanyaan yang membuat saksi mengungkapkan keterangan yang mengejutkan.

" Kenapa saudara saksi masih saja mau jadi pacarnya. Padahal, pada bulan Mei, saudara saksi sudah mengalami penganiayaan oleh terdakwa hingga terjadi lagi tindak penganiayaan pada bulan November," kata Hakim.

Saksi mengatakan masih berharap, karena terdakwa berjanji akan menikahinya.

" Saya masih berharap akan janjinya untuk menikahi saya, pak hakim," kata saksi.

Kok masih berharap, saudara sudah babak belur begini dibuatnya. Apalagi saudara saksi seorang dokter, kan masih bisa mencari lelaki lain," kata hakim anggota Asep Koswara.

Dengan menangis saksi mengatakan jika kegadisannya telah direnggut terdakwa.

" Virgin (kegadisan) sudah direnggutnya, dan saya juga hamil oleh dia, dan kemudian anak dalam kandungan saya digugurkan," aku saksi

Ungkapan saksi yang juga mengejutkan jaksa penuntut Wilsa SH tersebut, akhirnya ditunda hakim dan dilanjutkan pekan depan.

Terdakwa yang tidak dilakukan penahanan kurungan badan, langsung melenggang pulang.

Berdasarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wilds SH. Aditya Pratama dihadirkan kepersidangan atas perbuatan tindak penganiayaan terhadap kasasinya Ariyati Ningsing.

Perbuatan tindak penganiayaan yang dilakukan terdakwa tersebut terjadi pada hari Minggu tanggal 26 November 2017 pukul 22.15 WIB dirumah terdakwa di Jalan Datuk Setia Maharaja, Tangkerang Pekanbaru.

Atas tindakan terdakwa tersebut, korban Ariyati Ningsih, mengalami rahamg patah, kepala bocor, badan memar memar. Dan atas perbuatannya itu, JPU menjerat terdakwa dengan Pasal 251 ayat 2 KUHP, tentang penganiayaan.***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- 3 Lagi Kabur,
Dua Sindikat Pencuri Pakaian Antar Provinsi Ditangkap Warga Pasirpangaraian

- Terjerat Korupsi Penanggulangan Karlahut,
Jaksa Batal Tuntut Mantan Kepala BPBD Dumai dan Dua Stafnya

- Hina Bupati Kuansing, Pemilik Akun Wandi Ajo Nye Dilaporkan ke Polisi
- Tiga Pelaku Diringkus dalam Penggrebekan Narkoba di Pelalawan
- Seorang lagi Meninggal, Korban Jiwa Tembok SDN 141 Bukitraya Roboh Dua Jiwa
- Disaksikan Puluhan Warga, BNNP Riau Tangkap Bandar Ribuan Butir Ekstasi di Pelalawan
- Sudah Dipasang Peringatan, Tembok SDN 141 Pekanbaru Miring Sebelum Roboh
- Korban Jiwa Tembok SDN 141 Runtuh Hanya Satu, Seorang Korban Kritis
- Dua Korban Tewas, Berikut ini Penuturan Saksi Ambruknya Tembok SDN 141 Bukitraya, Pekanbaru
- Kabarnya Ada Mrninggal Tembok Pembatas SD di Pekanbaru Ambruk Timpa Murid dan Warga
- Pelanggaran Ops Zebra Muara Takus Didominasi Pengendara Roda Dua
- Operasi Zebra Muara Takus 2018 Polres Inhu Tilang 616 Ranmor
- Bunuh Pacar karena Handphone, Andre Divonis 12 Tahun Penjara
- Ops Zebra Muara Takus 2018 Berakhir, Pelanggar Lalu Lintas di Rohul Meningkat 14,35 Persen
- Ratusan Pengendara di Kuansing Ditilang Selama Operasi Zebra 2018
- Terbukti Menurut Jaksa,
Tiga Terdakwa Korupsi Danau Buatan, Rohil Dituntut 5 Tahun Penjara

- Operasi Zebra Siak Muara Takus 2018 di Bengkalis Usai, 1201 Tilang di Dominasi Roda Dua
- Terlindas Bus PT ASP, Seorang Murid SD di Pelalawan Tewas Menggenaskan
- Bertengkar Masalah Kerjaan, Warga Bima, NTB Tewas Dipukul Rekan Kerjanya
- Dititipkan di Lapas, Kurir Sabu 5 Kg Tahanan Kejari Bengkalis Meninggal Dunia


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com