Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 17 Nopember 2018 18:16
Diterima Pemkab Siak,
BRK Serahkan CSR Berupa Asrama Tahfidz Al Alim dan 3 RKB SD Sains Tahfizh Islamic Center


Sabtu, 17 Nopember 2018 17:55
Walikota Pekanbaru Panen Pedet dan Luncurkan Agrotec Farm System di Kelurahan Agrowisata

Sabtu, 17 Nopember 2018 17:25
Disnaker Riau Saksikan Penandatangan PKB Serikat Pekerja di Pelalawan

Sabtu, 17 Nopember 2018 16:51
Rusak Sepanduk LGBT, Banci Pemilik Salon Digeruduk FPI dan Jamaah Masjid

Sabtu, 17 Nopember 2018 14:12
Puting Beliung Rusak Dua Unit Rumah di Kuindra, Inhil

Sabtu, 17 Nopember 2018 14:06
‎Pelaku Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi Pernah Pulang ke Rohul

Sabtu, 17 Nopember 2018 13:24
Kenalkan Lebih Mendalam Mengani Media Siber, Riauonline.co.id Taja Seminar NuMedia Cyber

Sabtu, 17 Nopember 2018 11:35
Setelah Kampar, BKD Riau Kembali Gelar Touring Road to Siak

Sabtu, 17 Nopember 2018 11:18
Reuni Perak Alumni SMPN 4 Pekanbaru, Donor Darah dan ke Panti Asuhan

Sabtu, 17 Nopember 2018 10:58
Kejaksaan Negeri Teluk Kuantan Menjadi yang Terbaik di Riau

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 6 Nopember 2018 16:59
Oknum Polisi Terjerat TPPU Penyelundupan Trenggiling Divonis Dua Tahun Penjara

Hakim Tipikor PN Pekanbaru nyatakan oknum polisipenyelundupan trenggiling terbukti sah melakukan TPPU. Muhammad Ali Honopoiah di jatuhi hukuman dua tahun penjara.

Riauterkini-PEKANBARU -Majelis hakim tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, tetap menyatakan perbuatan Muhammad Ali Honopoiah, terbukti secara sah melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) atas penjualan, penyelundupan satwa yang dilindungi yaitu trenggiling.

Atas perbuatannya, M Ali pun diganjar dengan hukuman pidana penjara selama 2 tahun.

Berdasarkan amar putusan vonis yag dibacakan majelis hakim yang diketuai Dahlia Panjaitan SH pada Selasa (6/11/18) sore. Majelis hakim juga menjatuhkan hukuman denda sebesar Rp 800 juta subsider 3 bulan.

Selain itu, barang bukti berupa uang sebesar Rp 320 juta dirampas untuk negara.

Menurut majelis hakim, perbuatan M Ali Honopoiah terbukti melanggar Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU jo Pasal 5 ayat (1) UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU,

Atas putusan majelis hakim tersebut. M Ali Honopiah yang merupakan seorang oknum polisi berpangkat Brigadir Kepala (Bripka) yang bertugas di Polres Indragiri Hilir (Inhil). Menyatakan pikir pikir. Begitu juga dengan jaksa penuntut.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hamiko SH, menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 3 tahun denda sebesar Rp 800 juta subsider 6 bulan, dan barang bukti sebesar Rp 320 juta dirampas untuk negara.

Seperti diketahui, kasus penyelundupan M Ali ini, diungkapkan Ditreskrimsus Polda Riau pada Oktober 2017 lalu. Dimana terdakwa menyelundupkan satwa yang dilindungi negara.

Berawal, terdakwa Ali Honopoiah menghubungi temannya bernama Ali dan Jupri untuk berangkat ke Lubuk Jambi Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) menjemput 70 ekor trenggiliing dari pengepul.

Terdakwa mengirimkan uang sebesar Rp2 juta kepada Ali untuk biaya operasional serta merental mobil. Selanjutnya satwa yang memiliki nama latin Manis Javanica itu diangkut menggunakan lima kotak berwarna orange dalam keadaan hidup dengan berat 300 kilogram lebih. Dimana harga satu kilogramnya mencapai Rp350 ribu.

Selanjutnya satwa-satwa itu dibawa menuju Sungai Pakning, Kabupaten Bengkalis dengan melintasi Kota Pangkalan Kerinci, Pelalawan.

Di tempat lain, tim Ditreskrimsus Polda Riau menerima informasi terkait ada penyeludupan hewan yang diliindungi dan akan melintasi daerah Pangkalan Kerinci. Tim buru sergap diterjunkan ke lokasi untuk menangkap dan menggagalkan penyeludupan. Setelah posisinya diketahui, barulah dilakukan pencegatan tepat di jembatan Pangkalan Kerinci. Dan kasus ini kemudian dkembangkan yang berujung TPPU.***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Rusak Sepanduk LGBT, Banci Pemilik Salon Digeruduk FPI dan Jamaah Masjid
- ‎Pelaku Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi Pernah Pulang ke Rohul
- Hasil Selingkuh, Polsek Minas Tangkap Pasangan Peletak Mayat Bayi di Mobil Innova
- Satpolair Bengkalis Sosialisasi Kambtibmas Perairan
- Polsek Minas Terus Dalami Temuan Mayat Bayi Laki-laki Dalam Mobil Innova
- Termasuk Seorang Caleg dan Seorang PPK,
Penangguhan Penahanan Tersangka Judi di Pangkalan Lesung Ditolak

- Ditinggal Mandi di SPBU, Mobil Innova Ini Dititipi Mayat Bayi Laki-laki
- Lutut Isteri Disenggol,
Seorang Nelayan di Patang Parang, Inhil Bacok Tetangga

- Sidang Oknum Polisi Penganiaya Pacar,
Saksi Ahli Diingatkan Hakim Tak Ikut Tentukan Pasal Dakwaan

- Janjikan Korban Menjadi Atlet,
Pelatih Dayung di Pekanbaru ini Cabuli 2 Pelajar Dibawah Umur

- Satres Narkoba Polres Pelalalwan Amankan Pemilik 30 Kilogram Ganja
- Tangkapan Tiga BNN di Pelalawan, Ringkus Dua Bandar dan Sita Narkoba Miliaran Rupiah
- 3 Lagi Kabur,
Dua Sindikat Pencuri Pakaian Antar Provinsi Ditangkap Warga Pasirpangaraian

- Terjerat Korupsi Penanggulangan Karlahut,
Jaksa Batal Tuntut Mantan Kepala BPBD Dumai dan Dua Stafnya

- Hina Bupati Kuansing, Pemilik Akun Wandi Ajo Nye Dilaporkan ke Polisi
- Tiga Pelaku Diringkus dalam Penggrebekan Narkoba di Pelalawan
- Seorang lagi Meninggal, Korban Jiwa Tembok SDN 141 Bukitraya Roboh Dua Jiwa
- Disaksikan Puluhan Warga, BNNP Riau Tangkap Bandar Ribuan Butir Ekstasi di Pelalawan
- Sudah Dipasang Peringatan, Tembok SDN 141 Pekanbaru Miring Sebelum Roboh
- Korban Jiwa Tembok SDN 141 Runtuh Hanya Satu, Seorang Korban Kritis


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com