Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 23 Januari 2019 21:07
Dugaan Perselingkuhan Oknm DPRD Kuansing,
Keluarga Terlapor Sempat Minta Mencabut Pengaduan


Rabu, 23 Januari 2019 20:58
Berbagai Gelaran Disiapkan Panitia Imlek Bersama Sambut Perayaan Imlek 2019

Rabu, 23 Januari 2019 20:53
Polsek Ukui Gagalkan Mobil Truk Pengangkut 'Illog'

Rabu, 23 Januari 2019 19:32
Sinergitas TNI-Polri, Polres Inhu Sosialisasi Bahaya Narkoba di Kodim 0302

Rabu, 23 Januari 2019 19:13
Yowan Terpilih Menjadi Ketua LPM Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru

Rabu, 23 Januari 2019 17:04
Ratusan Prajurit Kodim 0313/KPR se-Rohul‎ Jalani Minggu Militer di Pasirpangaraian

Rabu, 23 Januari 2019 16:53
Kadis PUPR Rohul Turun Tangan,
‎Jalan Provinsi di Rambah Hilir Rusak tarena tak Ada Drainese


Rabu, 23 Januari 2019 16:48
Peredaran Narkoba di LP Kelas II B Bangkinang Kembali Terungkap

Rabu, 23 Januari 2019 16:44
Bandara Sepi, Porter Andalkan Penerbangan Internasional

Rabu, 23 Januari 2019 16:34
Gubri Ingin Jembatan Siak IV Diberi Nama Pendiri Kota Pekanbaru

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 6 Nopember 2018 16:59
Oknum Polisi Terjerat TPPU Penyelundupan Trenggiling Divonis Dua Tahun Penjara

Hakim Tipikor PN Pekanbaru nyatakan oknum polisipenyelundupan trenggiling terbukti sah melakukan TPPU. Muhammad Ali Honopoiah di jatuhi hukuman dua tahun penjara.

Riauterkini-PEKANBARU -Majelis hakim tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, tetap menyatakan perbuatan Muhammad Ali Honopoiah, terbukti secara sah melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) atas penjualan, penyelundupan satwa yang dilindungi yaitu trenggiling.

Atas perbuatannya, M Ali pun diganjar dengan hukuman pidana penjara selama 2 tahun.

Berdasarkan amar putusan vonis yag dibacakan majelis hakim yang diketuai Dahlia Panjaitan SH pada Selasa (6/11/18) sore. Majelis hakim juga menjatuhkan hukuman denda sebesar Rp 800 juta subsider 3 bulan.

Selain itu, barang bukti berupa uang sebesar Rp 320 juta dirampas untuk negara.

Menurut majelis hakim, perbuatan M Ali Honopoiah terbukti melanggar Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU jo Pasal 5 ayat (1) UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU,

Atas putusan majelis hakim tersebut. M Ali Honopiah yang merupakan seorang oknum polisi berpangkat Brigadir Kepala (Bripka) yang bertugas di Polres Indragiri Hilir (Inhil). Menyatakan pikir pikir. Begitu juga dengan jaksa penuntut.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hamiko SH, menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 3 tahun denda sebesar Rp 800 juta subsider 6 bulan, dan barang bukti sebesar Rp 320 juta dirampas untuk negara.

Seperti diketahui, kasus penyelundupan M Ali ini, diungkapkan Ditreskrimsus Polda Riau pada Oktober 2017 lalu. Dimana terdakwa menyelundupkan satwa yang dilindungi negara.

Berawal, terdakwa Ali Honopoiah menghubungi temannya bernama Ali dan Jupri untuk berangkat ke Lubuk Jambi Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) menjemput 70 ekor trenggiliing dari pengepul.

Terdakwa mengirimkan uang sebesar Rp2 juta kepada Ali untuk biaya operasional serta merental mobil. Selanjutnya satwa yang memiliki nama latin Manis Javanica itu diangkut menggunakan lima kotak berwarna orange dalam keadaan hidup dengan berat 300 kilogram lebih. Dimana harga satu kilogramnya mencapai Rp350 ribu.

Selanjutnya satwa-satwa itu dibawa menuju Sungai Pakning, Kabupaten Bengkalis dengan melintasi Kota Pangkalan Kerinci, Pelalawan.

Di tempat lain, tim Ditreskrimsus Polda Riau menerima informasi terkait ada penyeludupan hewan yang diliindungi dan akan melintasi daerah Pangkalan Kerinci. Tim buru sergap diterjunkan ke lokasi untuk menangkap dan menggagalkan penyeludupan. Setelah posisinya diketahui, barulah dilakukan pencegatan tepat di jembatan Pangkalan Kerinci. Dan kasus ini kemudian dkembangkan yang berujung TPPU.***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Dugaan Perselingkuhan Oknm DPRD Kuansing,
Keluarga Terlapor Sempat Minta Mencabut Pengaduan

- Polsek Ukui Gagalkan Mobil Truk Pengangkut 'Illog'
- Peredaran Narkoba di LP Kelas II B Bangkinang Kembali Terungkap
- Anggota DPRD Kuansing Bantah Tudingan Tertangkap Basah Selingkuh
- Korupsi KUR BRI Meranti Segera Disidangkan di Pekanbaru
- Seret Nama Wabup Bengkalis, Pendemo Tuntut Polda Riau Tuntaska Dugaan Korupsi PDAM Inhil
- Desak Dalami dan Proses Dugaan Korupsi,
Puluhan Mahasiswa Gelar Aksi di Ditreskrimsus Polda Riau

- Dipolisikan Atas Kasus Selingkuh, Anggota DPRD Kuansing Ini Tak Ngantor
- Pungli Baju Sekolah, Kepsek SMP 5 Mandau, Bengkalis Diadili
- Terkait Dugaan Kasus Mesum Anggota DPRD,
Dua Praktisi Hukum Kuansing Siap Dampingi Keluarga Pelapor

- 3.000 Peserta Ditargetkan Ambil Bagian di Millenial Road Safety Festival di Bengkalis
- Selingkuhi Istri Orang, Oknum Dewan Kuansing Ini Dilaporkan ke BK Dewan
- Bermotor Tabrak Dump Truk Parkir, Anggota Polres Pelalawan Tewas di Pekanbaru
- Ketangkap Basah Gauli Istri Orang, Anggota DPRD Kuansing Dipolisikan
- Polres Rohil Tangkap Tiga Tersangka Pemilik 15 Kg Sabu Jaringan Malaysia
- Perkosa Siswi SMP, Remaja 14 Tahun di Kampar Ditangkap
- Fitnah PWI Bengkalis Lewat Medsos, Simon Parlaungan Ditangkap di Duri
- Hakim Ingatkan PNS dan Dokter RSUD AA Beri Keterangan Jujur Untuk Rekannya Terjerat Korupsi
- ‎Polisi Rohul Tangkap 7 Pelaku Narkoba di Tambusai Utara, 10 Paket Diduga Sabu Disita
- Coba Perkosa Ibu Rumah Tangga, Remaja Asal Sumut Ditangkap Polres Rohul


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com