Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 25 Mei 2019 07:19
Bupati Kampar Lantik 11 Pejabat Eselon II

Jum’at, 24 Mei 2019 22:02
Imigrasi Bengkalis Santuni Anak Panti Asuhan

Jum’at, 24 Mei 2019 21:49
Pemkab Bengkalis Ingatkan Seluruh Perusahaan Segera Bayarkan THR

Jum’at, 24 Mei 2019 21:41
Buka Puasa Bersama Ramadhan, PT EDI Rohul Salurkan Bantuan dan Berbagi dengan Kaum Dhuafa

Jum’at, 24 Mei 2019 21:38
Safari Ramadan 1440 H, Wagubri Shalat Tarawih dan Serahkan Bantuan di Mesjid Agung Al Huda Tembilahan

Jum’at, 24 Mei 2019 20:15
Serunya Midnight Sale di Mal SKA, Diskon Melimpah Sampai 70 Persen

Jum’at, 24 Mei 2019 19:29
Mahasiswa UR Taja Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa di SMA Negeri Pintar Provinsi Riau

Jum’at, 24 Mei 2019 19:15
Buka Bersama Pengurus, Apindo Gandeng ACI NUS Gelar Survey Daya Saing Usaha 2019

Jum’at, 24 Mei 2019 19:11
Kutuk Tindakan Represif, HMI Pekanbaru Minta Kapolri Dicopot

Jum’at, 24 Mei 2019 17:24
Berbagi Berkah Ramadan, Alumni Unri RAPP Santuni Anak Yatim

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 21 Nopember 2018 20:54
Tak Senang Buah Sawit Sering Dicuri, Petani di Tapung Jaya Aniaya Teman Hingga Tewas

Seorang warga Tapung Jaya, Rohul tewas dianiaya teman sendiri. Pelaku sebut karena korban sering mencuri buah sawitnya.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Warga Desa Tapung Jaya, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) inisial AP alias Selamet (42) ditangkap polisi setempat.

Pria berprofesi petani kelapa sawit ini ditangkap polisi karena diduga melakukan penganiayaan hingga menyebabkan hilangnya nyawa petani bernama Samin (60) yang tidak lain temannya sendiri.

Pengakuan Selamet kepada polisi, dirinya tega menganiaya temannya memakai tojok sawit, lantaran sakit hati karena buah kelapa sawit milik sering dicuri korban Samin.

Kapolres Rohul AKBP Muhammad Hasyim Risahondua, SIK, M. Si, melalui Paur Humas Polres Rohul Ipda Nanang Pujiono, SH, mengatakan pelaku Selamet‎ dan barang bukti berupa tojok sudah diamankan di Mapolres Rohul.

‎ Ipda Nanang mengungkapkan dugaan penganiayaan berakhir kematian bermula pada Selasa (20/11/2018) sekira pukul 09.30 WIB, seorang anak kecil melihat ada sesosok tubuh pria terbaring di semak-semak, di dekat Posyandu Desa Tapung Jaya.

‎ Temuan itu lantas dilaporkan si anak kepada saksi Lasmuri yang sedang berada tidak jauh dari lokasi. Si anak melaporkan, bahwa ada seorang pria yang sedang tiduran di semak-semak.‎

‎ "Setelah dilakukan pengecekan oleh saksi, ernyata orang dimaksud anak kecil itu sudah sekarat," ungkap Ipda Nanang, Rabu (21/11/2018).

Setelah dicek, saksi Lasmuri begitu terkejut melihat korban sudah sekarat. Beberapa bagian tubuh korban juga penuh luka akibat benda tajam.

Saksi melaporkan hal itu ke Polsek Tandun, dan polisi langsung turun ke tempat kejadian perkara atau TKP. Setibanya polisi di TKP, korban sudah tidak berdaya. Korban sempat dilarikan ke salah satu klinik, namun nyawanya tidak tertolong.

"Hasil penyelidikan diketahui pria ini merupakan korban pembunuhan. Hasil pengembangan, polisi mengetahui identitas pelaku yakni inisial AP," ungkap Ipda Nanang.

‎ Berdasarkan perintah Kapolsek Tandun AKP S. Sinaga, Kanit Reskrim Polsek Tandun Ipda Aguswandi dan anggota melakukan mencari Selamet.‎

‎ "Selamet berhasil dibekuk di Simpang Ngaso Ujung Batu pada Selasa malam. Pelaku juga mengakui semua perbuatannya," ujarnya.

‎ Hasil interogasi, sambung Ipda Nanang, pelaku Selamet mengakui telah menganiaya korban Samin lantaran sakit hati, karena buah kelapa sawit miliknya sering dicuri korban.

‎ Pelaku Selamet mengakui sering mengingatkan Samin agar tidak mencuri buah sawit miliknya lagi, namun korban tidak mengindahkan.

"Pelaku mengaku kesal dan tega menghabisi nyawa korban," pungkas Ipda Nanang, dan mengaku pelaku Selamet dijerat Pasal 354 jo Pasal 351 ayat (3) dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.***(zal)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Protes Kecurangan Pemilu, Pendemo Kepung DPRD Riau
- Korupsi Pembangunan Drainase Pekanbaru, ASN Dihukum 14 dan 16 Bulan
- Pekerja PT RIA di Kecamatan Pelangiran Diduga Tewas Diterkam Harimau
- ‎Korupsi Proyek Cetak Sawah, Kejari Pelalawan Tahan Dua Tersangka Baru
- Tiga Ditunda Besok, Dua Terdakwa Kotupsi Drainase Pekanbatu Divonis Sesuai Tuntutan
- Delapan Jabatan Perwira Disertijab, Kasat Lantas dan Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Diganti
- Lokasi di Tikungan, SPBU 13.294.624 di Sei Dawu Inhu Rawan Lakalantas
- Satres Narkoba Polres Pelalawan Tangkap Bandar Sabu
- Razia Hotel dan Kos-Kosan, Satpol PP Pekanbaru Jaring 58 Pasangan Mesum
- Tahan Seorang Tersangka, BC Bengkalis Sita 700 Kampit Bawang Merah Selundupan
- Korupsi Pengadaan Pipa Transmisi PDAM Tembilahan, Inhil, PNS dan Kontraktor Dituntut Berbeda
- Cek Jalur Mudik Lintas Barat di Kampar, Kapolda Riau Minta Pihak Kontraktor Gesa Perbaikan Jalan
- Dua Terdakwa Korupsi Dana Operasional Kapal Roro Bengkalis Diadili
- PPID Pemprov Riau Digugat Sengketa Informasi YLBI ke KI Riau
- Dua Ditembak, BNN Riau Tangkap Empat Bandar Narkoba di Dumai
- Operasi Keselamatan Muara Takus,
Satlantas Polres Bengkalis Amankan Sejumlah Motor Balapan di Duri

- Hari ke-18, Operasi Keselamatan Muara Takus 2019 di Kampar Nihil Laka Lantas
- Didatangi Polisi, Balapan Liar di Bengkalis Langsung Ngacir
- 7 Jam Polair Bengkalis Kawal Ketat Pengiriman Kotak Suara Pemilu 
- Gagal Nyalip, Satu Unit Mobil Ringsek Tabrak Rumah Warga di Bengkalis


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com