Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 15 Desember 2018 11:41
Jokowi Berterima Kasih Diberi Gelar Adat LAM Riau

Sabtu, 15 Desember 2018 11:35
Baleho dan Bendera PD Dirusak, Hinca Tuding untuk Ganggu Kunjungan SBY

Sabtu, 15 Desember 2018 11:26
Dua Tersangka Ditangkap, Polisi Temukan Ekstasi dan Sabu dalam Pajero Kecelakaan di Kuansing

Sabtu, 15 Desember 2018 11:21
Puluhan Kafilah Semarakkan MTQ ke-33 Desa Bantan Tengah, Bengkalis 

Sabtu, 15 Desember 2018 10:43
Andi Arif Sebut Perusak Atribut PD di Pekanbaru Dibayar Partai Penguasa

Sabtu, 15 Desember 2018 10:31
Pelantikan DPC PD se-Riau Disaksikan Langsung SBY dan Istri

Sabtu, 15 Desember 2018 10:28
Pentabalan Adat Tuntas, Jokowi Resmi Bergelar Datuk Seri Setia Amanah

Sabtu, 15 Desember 2018 10:07
Ani Yudhoyono Nangis Saksikan Video Perusakan Balehonya dan Bendera PD

Sabtu, 15 Desember 2018 09:36
Berpeci, Jokowi Tiba di Gedung LAM Riau

Sabtu, 15 Desember 2018 09:24
Ribuan Anak Sekolah Dikerahkan Sambut Presiden Jokowi

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 21 Nopember 2018 20:54
Tak Senang Buah Sawit Sering Dicuri, Petani di Tapung Jaya Aniaya Teman Hingga Tewas

Seorang warga Tapung Jaya, Rohul tewas dianiaya teman sendiri. Pelaku sebut karena korban sering mencuri buah sawitnya.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Warga Desa Tapung Jaya, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) inisial AP alias Selamet (42) ditangkap polisi setempat.

Pria berprofesi petani kelapa sawit ini ditangkap polisi karena diduga melakukan penganiayaan hingga menyebabkan hilangnya nyawa petani bernama Samin (60) yang tidak lain temannya sendiri.

Pengakuan Selamet kepada polisi, dirinya tega menganiaya temannya memakai tojok sawit, lantaran sakit hati karena buah kelapa sawit milik sering dicuri korban Samin.

Kapolres Rohul AKBP Muhammad Hasyim Risahondua, SIK, M. Si, melalui Paur Humas Polres Rohul Ipda Nanang Pujiono, SH, mengatakan pelaku Selamet‎ dan barang bukti berupa tojok sudah diamankan di Mapolres Rohul.

‎ Ipda Nanang mengungkapkan dugaan penganiayaan berakhir kematian bermula pada Selasa (20/11/2018) sekira pukul 09.30 WIB, seorang anak kecil melihat ada sesosok tubuh pria terbaring di semak-semak, di dekat Posyandu Desa Tapung Jaya.

‎ Temuan itu lantas dilaporkan si anak kepada saksi Lasmuri yang sedang berada tidak jauh dari lokasi. Si anak melaporkan, bahwa ada seorang pria yang sedang tiduran di semak-semak.‎

‎ "Setelah dilakukan pengecekan oleh saksi, ernyata orang dimaksud anak kecil itu sudah sekarat," ungkap Ipda Nanang, Rabu (21/11/2018).

Setelah dicek, saksi Lasmuri begitu terkejut melihat korban sudah sekarat. Beberapa bagian tubuh korban juga penuh luka akibat benda tajam.

Saksi melaporkan hal itu ke Polsek Tandun, dan polisi langsung turun ke tempat kejadian perkara atau TKP. Setibanya polisi di TKP, korban sudah tidak berdaya. Korban sempat dilarikan ke salah satu klinik, namun nyawanya tidak tertolong.

"Hasil penyelidikan diketahui pria ini merupakan korban pembunuhan. Hasil pengembangan, polisi mengetahui identitas pelaku yakni inisial AP," ungkap Ipda Nanang.

‎ Berdasarkan perintah Kapolsek Tandun AKP S. Sinaga, Kanit Reskrim Polsek Tandun Ipda Aguswandi dan anggota melakukan mencari Selamet.‎

‎ "Selamet berhasil dibekuk di Simpang Ngaso Ujung Batu pada Selasa malam. Pelaku juga mengakui semua perbuatannya," ujarnya.

‎ Hasil interogasi, sambung Ipda Nanang, pelaku Selamet mengakui telah menganiaya korban Samin lantaran sakit hati, karena buah kelapa sawit miliknya sering dicuri korban.

‎ Pelaku Selamet mengakui sering mengingatkan Samin agar tidak mencuri buah sawit miliknya lagi, namun korban tidak mengindahkan.

"Pelaku mengaku kesal dan tega menghabisi nyawa korban," pungkas Ipda Nanang, dan mengaku pelaku Selamet dijerat Pasal 354 jo Pasal 351 ayat (3) dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.***(zal)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Dua Tersangka Ditangkap, Polisi Temukan Ekstasi dan Sabu dalam Pajero Kecelakaan di Kuansing
- Pengusaha Sawit Terjerat Kasus Pemalsuan Sertifikat Lahan Jalani Sidang Perdana
- Korban Kapal Tenggelam di Perairan Bengkalis,
Satu Jenazah Kembali Teridentifikasi Polda Riau

- Rekanan Pemenang Tender Ungkap Ada Mafia Proyek di RSUD Selasih Pangkalan Kerinci
- Polres Meranti Akan Dirikan Pospam dan Posyan Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru
- Korupsi ADD, Kades di Siak Divonis 18 Bulan Penjara.
- Kesetrum.Listrik Saat Banjir, Jenazah Warga Kampar Sempat Hanyut Dua Hari
- Pelajar di Pinggir, Bengkalis Tewas  Tertabrak Truk
- Polres Pelalawan Sikat Dua Pelaku Judi Togel
- Nihil Syarat Wajib, Pria Ini Malah Bisa Lulus 10 Besar Timsel II KPU Bengkalis
- Lagi Pengedar Sabu diamankan di Kuansing
- Dua Korban Banjir Kampar Ditemukan Tak Bernyawa
- Korupsi Anggaran PJU, Mantan Kadishub dan Bendahara Dishub Rohul Diadili
- Tiga "Penggendong" Sabu 55 Kg dan 46 Ribu Butir Ekstasi Dituntut Hukuman Mati
- Pengamanan Natal dan Tahun Baru,
Polda Riau Buka Latihan Pra Operasi Lilin Muara Takus 2018

- Proyek Sitac Work Smart Phone tak Dibayar, PT RAB Somasi Dua Perusahaan
- Investasi Berujung Pidana, Dirut PT SSS Yakin Kasus yang Menjeratnya Murni Perdata
- Tenggelam di Sungai Air Hitam,
Jasad Bocah SMP di Pekanbaru Ditemukan Tersangkut di Semak

- Dihajar Massa Saat Diduga Menjambret,
Bz Akhirnya Meregang Nyawa di Rumah Sakit

- Mayat 'Berserakan' di Perairan Bengkalis,
Polres Bengkalis Tetapkan Dua Tekong Sebagai Tersangka



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com