Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 23 Mei 2019 22:26
Pekerja PT RIA di Kecamatan Pelangiran Diduga Tewas Diterkam Harimau

Kamis, 23 Mei 2019 22:13
Ajukan Proposal Pembangunan Stadion Baru, Bupati Kampar Temui Sesmenpora RI

Kamis, 23 Mei 2019 21:25
Gubri Sampaikan Program Zakat Komitmen Prioritasnya

Kamis, 23 Mei 2019 20:41
Melanjutkan Tradisi Baik,
Riauterkinicom Gelar Buka Puasa Bersama dan Bagi-bagi THR


Kamis, 23 Mei 2019 20:35
10 Tahun Terbengkalai, Pemkab Siak Kembali Lanjutkan Pembangunan SDN 01 di 2020

Kamis, 23 Mei 2019 20:17
‎Korupsi Proyek Cetak Sawah, Kejari Pelalawan Tahan Dua Tersangka Baru

Kamis, 23 Mei 2019 20:12
PT MASS Santuni Anak Yatim dan Keluarga Pra Sejahtera

Kamis, 23 Mei 2019 17:09
Di Laut, Polair Bengkalis Razia Puasa Nelayan dan Bagi Takjil Gratis

Kamis, 23 Mei 2019 17:07
Jalan Sei Pakning-Dumai Rusak Parah, Usulan Perbaikan PUPR Bengkalis Belum Direspon Pemprov Riau

Kamis, 23 Mei 2019 16:59
DPPPA Dukung Rencana Kegiatan FW KLA Buka Puasa Bersama Anak Yatim 

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 5 Desember 2018 14:39
Gauli Anak Kandung, Ayah Berumur 47 Tahun di Bengkalis Ini Divonis 19 Tahun Penjara

Ayah bejat yang tega menggauli anak kandungnya sendiri, akhirnya divonis hakim hukuman 19 tahun penjara. Selain itu, ia juga didenda sebesar Rp1 miliar.

Riauterkini-BENGKALIS- Na'udzubillah..!, JA berumur 47 tahun, pekerja harian lepas, warga Parit I, Desa Selatbaru, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis divonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis dengan hukuman 19 tahun penjara denda Rp1 miliar subsider kurungan enam bulan penjara.

Menurut majelis hakim selama itulah hukuman yang harus diterima terdakwa JA karena melampiaskan nafsu syhawat yang melenceng ke anak kandungnya sendiri sebut saja Kenanga (15).

Amoral seorang ayah dan sangat 'menghinakan' itu, dilakukan JA sejak Kenanga anak pertamanya tersebut di sekolah menengah pertama (SMP) kelas satu sampai dengan kelas tiga atau kurang lebih sejak tiga tahun silam.

Vonis JA dibacakan majelis hakim, Selasa (4/12/18) kemarin, Ketua Mohd. Rizky Sumar, SH didampingi dua hakim anggota Wimmi D. Simarmata, SH dan Aulia Fhatma Widhola, SH. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bengkalis, Irvan Prayogo, SH.

JA terbukti secara sah dan meyakinkan melawan dan melanggar hukum sebagaimana Pasal 81 ayat (3) Jo pasal 76d UU Nomor 35/2014 tentang Perubahan UU Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

Atas putusan majelis hakim tersebut, JPU Kejari Bengkalis menyatakan pikir-pikir. "Terhadap keputusan ini, kita masih pikir-pikir," ungkap JPU Irvan kepada riauterkini.com di Bengkalis, Rabu (5/12/18).

Vonis majelis hakim terhadap terdakwa JA lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan JPU sebelumnya, meminta agar majelis hakim memvonis dengan hukuman 20 tahun penjara.

Seperti diinformasikan sebelumnya, kasus hubungan haram sedarah ini terungkap, setelah korban Kenanga, sudah merasa sangat sakit hati dan tidak tahan atas perbuatan yang dilakukan oleh ayahnya sendiri dan tidak berakal itu.

Korban melaporkan apa yang dialaminya itu ke ibu kandungnya yang sudah bercerai dengan pelaku sejak 2007 silam. Ibu kandung korban memperoleh kabar menimpa anaknya itu langsung melaporkan ke Polres Bengkalis.

Sementara itu, tersangka JA kepada wartawan mengaku, sejak perceraian dengan istrinya berlangsung lama, dia merasa sangat kecewa karena ditinggalkan.

JA menyebutkan, perbuatan maksiat terhadap anaknya sendiri itu juga tidak pernah mengancam anaknya dan agar aman dari kehamilan, JA menggunakan kondom.

"Saya lakukan di rumah malam hari, seminggu satu kali ada sebulan sekali sejak 2015, saya sadar itu anak sendiri, kadang saya lakukan ketika sedang pengaruh minuman (mabok). Anak saya juga sempat meminta agar tidak melakukan hal itu namun tetap saya lakukan," katanya waktu itu.***(dik)

Foto : JA (paling kiri) ketika dilimpahkan ke JPU sebelum jalani sidang beberapa waktu lalu.

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Pekerja PT RIA di Kecamatan Pelangiran Diduga Tewas Diterkam Harimau
- ‎Korupsi Proyek Cetak Sawah, Kejari Pelalawan Tahan Dua Tersangka Baru
- Tiga Ditunda Besok, Dua Terdakwa Kotupsi Drainase Pekanbatu Divonis Sesuai Tuntutan
- Delapan Jabatan Perwira Disertijab, Kasat Lantas dan Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Diganti
- Lokasi di Tikungan, SPBU 13.294.624 di Sei Dawu Inhu Rawan Lakalantas
- Satres Narkoba Polres Pelalawan Tangkap Bandar Sabu
- Razia Hotel dan Kos-Kosan, Satpol PP Pekanbaru Jaring 58 Pasangan Mesum
- Tahan Seorang Tersangka, BC Bengkalis Sita 700 Kampit Bawang Merah Selundupan
- Korupsi Pengadaan Pipa Transmisi PDAM Tembilahan, Inhil, PNS dan Kontraktor Dituntut Berbeda
- Cek Jalur Mudik Lintas Barat di Kampar, Kapolda Riau Minta Pihak Kontraktor Gesa Perbaikan Jalan
- Dua Terdakwa Korupsi Dana Operasional Kapal Roro Bengkalis Diadili
- PPID Pemprov Riau Digugat Sengketa Informasi YLBI ke KI Riau
- Dua Ditembak, BNN Riau Tangkap Empat Bandar Narkoba di Dumai
- Operasi Keselamatan Muara Takus,
Satlantas Polres Bengkalis Amankan Sejumlah Motor Balapan di Duri

- Hari ke-18, Operasi Keselamatan Muara Takus 2019 di Kampar Nihil Laka Lantas
- Didatangi Polisi, Balapan Liar di Bengkalis Langsung Ngacir
- 7 Jam Polair Bengkalis Kawal Ketat Pengiriman Kotak Suara Pemilu 
- Gagal Nyalip, Satu Unit Mobil Ringsek Tabrak Rumah Warga di Bengkalis
- Dituntut 4 Tahun, Hakim PN Pelalawan Vonis Aheng Dua Tahun Penjara
- Dua Terdakwa Korupsi Dana Operasional Kapal Roro, Bengkalis Disidang Pekan Depan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com