Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 25 April 2019 00:46
Sirine Mampet, Kesiapan Panpel MTQ ke II Kecamatan Bathin Solapan Dipertanyakan

Rabu, 24 April 2019 22:24
Bupati Bengkalis Buka MTQ ke II Kecamatan Bathin Solapan

Rabu, 24 April 2019 19:58
Bekukan MPC PP Kuansing, MPW PP Riau Bentuk Caretaker

Rabu, 24 April 2019 19:54
Gubri Langsung ke Rumah Sakit, Kabag Kesra Kuansing Meninggal Mendadak Saat Ikuti Rakor

Rabu, 24 April 2019 19:00
Tindaklanjuti Surat KPU dan Kemenkes,
Dinkes Rohul Kerahkan Petuas untuk Pemeriksaan Kesehatan Petugas Pemilu 2019


Rabu, 24 April 2019 18:55
Grand Opening Hotel Prime Park Hadirkan Konser Judika

Rabu, 24 April 2019 17:20
Resepsi Pelepasan, 304 Lulusan SMKN 1 Rambah Diharapkan Langsung Bekerja

Rabu, 24 April 2019 17:16
RU II Dumai Hemat Biaya Operasi Hingga 40 Persen,
Pipa Transmisi Pertagas Duri-Dumai Resmi Alirkan Gas


Rabu, 24 April 2019 17:12
116 Siswa dan Siswi MAN 1 Rohul Kelas XII Resmi Dikembalikan ke Orang Tuanya

Rabu, 24 April 2019 15:31
2 Perusahaan Pemenang Lelang Paket Sembako Miliaran di Bengkalis Didesak Melapor

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 6 Desember 2018 13:34
Korupsi Pengadaan Alkes, Tiga Dokter RSUD AA dan Kontraktor Segera Diadili

Tiga dokter di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru akan segera duduk sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor Pekanbaru. Ketiganya diduga terlibat korupsi pengadaan alat-alat kesehatan.

Riauterkini- PEKANBARU-Tiga dokter yang bertugas di RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru, serta dua orang kontraktor selaku rekanan, dalam waktu dekat diadili di Pengadilan Tipikor Pekanbaru. Kelima terdakwa ini diadili atas tindak pidana korupsi pengadaan alat alat kesehatan di rumah sakit milik Pemprov Riau.

Ketiga dokter yang didakwa merugikan negara sebesar Rp 420 juta itu adalah, dr Welly Zulfikar, dr Kuswan Ambar Pamungkas, dan drg Masrizal. Sedangkan dua orang kontraktor yakni Direktur CV Prima Mustika Raya (PMR) Yuni Efrianti SKp dan mantan stafnya, Mukhlis.

"Berkas perkara korupsi pengadaan Alkes sudah kita terima, dan saat ini tengah menunggu penetapan dari ketua pengadilan," ucap Panmud Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru kepada riauterkini.com Kamis (6/11/18) siang

Sebelumnya ketiga dokter ini serta dua rekanan ditahan kurungan badan oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru. Dan penahanan tersebut memicu para dokter di RSUD Arifin Achmad melakukan mogok kerja.

Seperti diketahui, Lima Tersangka korupsi Pengadaan Alkes di RSUD Arifin Achmad dari Tahun Anggaran 2012/2013, didakwa melakukan tindak pidana korupsi pengadaan Alkes di RSUD Arifin Achmad dari Tahun Anggaran 2012/2013 dengan pagu anggaran mencapai Rp5 miliar.

Pengadaan Alkes tersebut tidak sesuai prosedur. Pihak rumah sakit menggunakan nama rekanan CV PMR untuk pengadaan alat bedah senilai Rp1,5 miliar.

Namun dalam prosesnya, justru pihak dokterlah yang membeli langsung alat-alat tersebut kepada distributor melalui PT Orion Tama, PT Pro-Health dan PT Atra Widya Agung, bukan kepada rekanan CV PMR.

Nama CV PMR diketahui hanya digunakan untuk proses pencairan, dan dijanjikan mendapat keuntungan sebesar lima persen dari nilai kegiatan.

Audit BPKP Riau, tindakan itu menyebabkan kerugian negara Rp420.205.222.

Atas perbuatannya para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal (3), jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 30 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dalam UU Nomor 20 tahun 2001, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Gelapkan Dana Desa,
Mantan Kades di Meranti dan Tiga Stafnya Dituntut 2 Hingga 5 Tahun Penjara

- Tak Ditahan, 5 Personil Polres Kuansing Terus Diperiksa Terkait Kematian Warga Jake
- Razia Penginapan Jelang Ramadhan,  3 Pasangan Haram Dicokok Petugas Gabungan di Bengkalis
- Ketika Kapolresta Pekanbaru Rela Nyebur Banjir Demi Lalin Lancar
- Ruko Warga Rumbai Pesisir, Pekanbaru Terbakar
- Palsukan Dokumen, Dua Tahanan Narkoba di Inhu Kabur dari Hotel
- Penusukan Terhadap Pesonel Polda Riau,
Satu dari Empat Tersangka Geng Motor Merupakan Residivis

- Pelaku Penusukan dan Pengeroyokan Terhadap Anggota Polda Riau Ternyata Geng Motor
- Dua Terdakwa Korupsi Jalan Bengkalis Diadili, Miliaran Uang Negara Dibagi-bagi
- Tewas Diduga Akibat Dianiaya Oknum Polisi, Empat Anak Warga Jake, Kuansing Kini Yatim
- Diserang Kelompok Bersenjata, Tiga Personil Polda Riau Luka Tusuk
- Terkait Kematian Andri Arisko,
5 Personel Polres Kuansing Diperiksa Propam Polda Riau

- Diduga Tewas Dianiaya Polisi, POSPERA Tuntut Pengusutan Kematian Warga Jake, Kuansing
- Bawaslu Ingatkan Pidana Setahun Penjara tak Umumkan C1 di TPS
- Empat ABK Kapal BG Maju Tewas Terjebak di Bunker
- Bawa Sabu 20 Gram, Pengunjung Rutan Sialang Bungkuk Diamankan Petugas Rutan
- Selesai Pemilu, Polres Kuansing Akan Gelar Perkara Kasus Alfitra Salam
- Korupsi Dana KUR, Pegawai BRI Teluk Belitung, Meranti Dituntut 7 Tahun Penjara
- Bikin Keluarga Berantakan, Dugaan Selingkuh Oknum DPRD Kuansing Diharap Cepat Tuntas
- Irwasda Polda Riau Pimpin Apel Serpas Personel BKO dan Polres Kampar untuk Pam TPS


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com