Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Selasa, 11 Desember 2018 22:00
Pelantikan PWI Bengkalis Bakal Dihadiri Ketum Pusat

Selasa, 11 Desember 2018 21:55
Terseret Arus Banjir, Dua Warga Kampar Belum Ditemukan

Selasa, 11 Desember 2018 21:53
Kabupaten Peduli HAM, Bupati Bengkalis Terima Penghargaan Kemenkum HAM RI

Selasa, 11 Desember 2018 21:42
BNI-KODAM I Bukit Barisan Jalin Kerjasama Pembayaran Tunkin

Selasa, 11 Desember 2018 21:37
Pengacara Tak Datang, Sidang Pemalsuan Sertifikat Lahan Pengusaha Sawit Ditunda

Selasa, 11 Desember 2018 20:03
Pilkades Serentak di Meranti Direncanakan pada Mei - Juni 2019

Selasa, 11 Desember 2018 20:00
Tak Bisa Berenang, Seorang Bocah SMP di Labuh Baru Tenggelam di Sungai Air Hitam

Selasa, 11 Desember 2018 19:24
Dua Terdakwa Korupsi Pembangunan Gedung Fisipol Unri Dituntut 3 Tahun Penjara

Selasa, 11 Desember 2018 19:16
‎Masyarakat Diimbau Untuk Waspada, Banjir di Bantaran Sungai Kampar Pelalawan Berpotensi Lebih Satu Bulan

Selasa, 11 Desember 2018 17:54
DLH Kuansing Serahkan Sebanyak 247 Kartu BPJS Kepada PHL

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 7 Desember 2018 13:03
Koruptor Dana Koptan Siaga Makmur,
3 Tahun Buron, GEMA Desak Kejari Rohul Tangkap Basri Lubis


Massa Gema Rohul menggelar aksi damai di depan Kejari setempat. Mereka menuntut kejaksaan menangkap Basri Lubis, kortor dana Koptan Siaga Makmur yang telah buron sejak tiga tahun lalu.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Sejumlah mahasiswa mengatasnamakan dari Gerakan Mahasiswa Rokan Hulu (GEMA Rohul) aksi damai di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Rohul, Jumat pagi (‎7/12/2018).

Koordinator Lapangan Aksi, dalam membacakan pernyataan sikapnya mengatakan aksi damai dilakukan GEMA Rohul dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia Tahun 2018.

"Kami dari Gerakan Mahasiswa Rokan Hulu mendesak Kejari Rokan Hulu segera menangkap H. Basri Lubis," minta massa dalam aksinya.

Rio mengungkapkan, Basri Lubis merupakan mantan Ketua Kelompok Tani (Koptan) Siaga Makmur, kerjasama pola PIR-KKPA dengan PT. Togos Gopas senilai Rp7,2 miliar yang sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejari Rohul sekira 3 tahun terakhir.

Sesuai amar putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor.1315.K/pid/2014, majelis memutuskan mengadili dan mengabulkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum atau JPU dari Kejari Rohul.

Basri Lubis dinilai terbukti bersalah dan meyakinkan menggelapkan gaji anggota Koptan Siaga Makmur selama 13 bulan sekira Rp7,2 miliar, terhitung mulai Juli 2011 sampai Juli 2012 hasil kerjasama pola PIR-KKPA dengan PT. Togos Gopas.

Massa juga menilai Basri Lubis secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 374 Jo Pasal 64 KUHP, yaitu melakukan penggelapan dalam jabatan dan divonis 2 tahun kurungan.

Ada 3 pernyataan sikap disampaikan massa GEMA Rohul, yaitu pertama meminta Kejari Rohul mengeksekusi Basri Lubis karena telah ternyata terbukti bersalah, sesuai dengan UU yang berlaku.

"Kedua, kami Gerakan Mahasiswa Rokan Hulu memberi waktu selama 7 hari untuk Kejari Rohul untuk menangkap H. Basri Lubis," sampai mahasiswa.

"Ketiga, jika Kejari Rohul tidak bisa melakukan penangkapan terhadap H. Basri Lubis, kami meminta Kajari Rohul mundur dari jabatannya," tegas mahasiswa lagi.

Rio mengaku aksi mereka dilakukan karena mengganggap Kejari Rohul tidak mampu dalam melaksanakan tugasnya menangkap Basri Lubis, apalagi mantan Ketua Koptan Siaga Makmur tersebut sudah DPO 3 tahun.

"Kalau bisa secepatnya, karena dia sudah divonis 2 tahun oleh Mahkamah Agung," pungkas Rio.

Di tempat terpisah, Kepala Kejari Rohul Freddy Daniel Simanjuntak, melalui Kasi Intelijen Kejari Rohul Ade Maulana mengaku Kejari Rohul telah berupaya mencari keberadaan Basri Lubis selama ini.

"Yang namanya manusia, bergerak dia kan. Nanti kita dapat informasi di sini dia (Basri Lubis) pindah lagi, di sini pindah lagi," jelas Ade kepada riauterkini.com.

Ade mengaku Kejari Rohul tidak tinggal diam dalam mencari keberadaan Basri Lubis. Pencarian sudah dilakukan di seluruh kawasan Indonesia, apalagi Kejaksaan terus berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung, tentang keberadaan terakhir DPO.

"Jadi kita nunggu hasil dari sana (Kejaksaan Agung) dimana keberadaan dia sekarang," pungkas Ade Maulana, dan meminta masyarakat yang mengetahui untuk memberikan informasi keberadaan Basri Lubis ke Kejari Rohul.***(zal)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Terseret Arus Banjir, Dua Warga Kampar Belum Ditemukan
- Pengacara Tak Datang, Sidang Pemalsuan Sertifikat Lahan Pengusaha Sawit Ditunda
- Tak Bisa Berenang, Seorang Bocah SMP di Labuh Baru Tenggelam di Sungai Air Hitam
- Dua Terdakwa Korupsi Pembangunan Gedung Fisipol Unri Dituntut 3 Tahun Penjara
- Satu-satunya di Riau,
Polres Bengkalis Raih Penghargaan Zona Integritas Menuju WBK 2018

- Seorang Tersangka, Polres Rohul OTT 4 Pegawai Bapenda
- Penertiban Pasar, BPOM Pekanbaru Amankan Kosmetik Senilai Rp 1 miliar
- Gelapkan Pajak Rp700 Juta, Dirut Asal Dumai Ditahan Kejati Riau
- Sejumlah Personel Polresta Pekanbaru Terima Reward dari Masyarakat
- Kejari Kuansing Gelar Upacara Hari Anti Korupsi Internasional
- Gadis di Meranti Ini Dicabuli Ayah Kandung Selama Belasan Tahun
- Kejari Meranti Gelar Apel Hari Anti Korupsi Internasional 2018
- Polres Meranti Musnahkan Narkoba Hasil Operasi Antik Muara Takus 2018
- Demo, Warga Kunto Darussalam Tuntut PT SJI Coy Kembalikan 625 Hektar Lahat Adat
- Cegah Penyalahgunaan Narkoba, ASN Pemda Pelalawan Jalani Tes Urine
- Sempat Rusuh, Kondisi Rutan Sialang Bungkuk Berangsur Kondusif
- Diduga Melindas Lubang, Cewek Pengendara Motor Beat Tewas Digilas Mobil CPO
- Mengaku TNI, Dukun di Inhu Diamankan
- Miris, Hotel di BS, Bengkalis Ini Beroperasi Tanpa Izin
- Kejari Kuansing Terbaik se Riau Tindak Pidana Umum


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com