Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Selasa, 19 Pebruari 2019 07:31
Sempat Terhambat, Pembuatan e-KTP di Kuansing Kembali Bisa Dicetak

Selasa, 19 Pebruari 2019 07:28
Jaringan Pulih, Pelayanan Pembuatan KTP El di Kuansing Pulih

Senin, 18 Pebruari 2019 21:32
Tabrak Truk, Pelajar di Pinggir, Bengkalis Tewas Mengenaskan

Senin, 18 Pebruari 2019 21:04
KPU Riau Gelar Pleno DPTb

Senin, 18 Pebruari 2019 20:13
Mendadak Sakit, Tuntutan Hukuman Pengusaha Terjerat Pemalsuan Sertifikat Lahan Ditunda Sehari

Senin, 18 Pebruari 2019 19:34
SK Penetapan Kuansing Tuan Rumah Porprov Diterima Bupati

Senin, 18 Pebruari 2019 19:31
Melalui MoU, Kejati Beri Pendampingan Penyelesaian Kredit Macet di BRK

Senin, 18 Pebruari 2019 18:19
Maling Kotak Infak di Bengkalis di Tangkap Warga

Senin, 18 Pebruari 2019 18:16
Diduga Bakar Lahan Sembarangan, Polisi Tangkap Seorang Pekerja Kebun di Pulau Rupat

Senin, 18 Pebruari 2019 18:10
Pacu Jalur Tak Masuk Kalender Pariwisata, Kader PPP Kritik Pemkab Jangan Hanya Sekedar Kunker

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 7 Desember 2018 13:03
Koruptor Dana Koptan Siaga Makmur,
3 Tahun Buron, GEMA Desak Kejari Rohul Tangkap Basri Lubis


Massa Gema Rohul menggelar aksi damai di depan Kejari setempat. Mereka menuntut kejaksaan menangkap Basri Lubis, kortor dana Koptan Siaga Makmur yang telah buron sejak tiga tahun lalu.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Sejumlah mahasiswa mengatasnamakan dari Gerakan Mahasiswa Rokan Hulu (GEMA Rohul) aksi damai di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Rohul, Jumat pagi (‎7/12/2018).

Koordinator Lapangan Aksi, dalam membacakan pernyataan sikapnya mengatakan aksi damai dilakukan GEMA Rohul dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia Tahun 2018.

"Kami dari Gerakan Mahasiswa Rokan Hulu mendesak Kejari Rokan Hulu segera menangkap H. Basri Lubis," minta massa dalam aksinya.

Rio mengungkapkan, Basri Lubis merupakan mantan Ketua Kelompok Tani (Koptan) Siaga Makmur, kerjasama pola PIR-KKPA dengan PT. Togos Gopas senilai Rp7,2 miliar yang sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejari Rohul sekira 3 tahun terakhir.

Sesuai amar putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor.1315.K/pid/2014, majelis memutuskan mengadili dan mengabulkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum atau JPU dari Kejari Rohul.

Basri Lubis dinilai terbukti bersalah dan meyakinkan menggelapkan gaji anggota Koptan Siaga Makmur selama 13 bulan sekira Rp7,2 miliar, terhitung mulai Juli 2011 sampai Juli 2012 hasil kerjasama pola PIR-KKPA dengan PT. Togos Gopas.

Massa juga menilai Basri Lubis secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 374 Jo Pasal 64 KUHP, yaitu melakukan penggelapan dalam jabatan dan divonis 2 tahun kurungan.

Ada 3 pernyataan sikap disampaikan massa GEMA Rohul, yaitu pertama meminta Kejari Rohul mengeksekusi Basri Lubis karena telah ternyata terbukti bersalah, sesuai dengan UU yang berlaku.

"Kedua, kami Gerakan Mahasiswa Rokan Hulu memberi waktu selama 7 hari untuk Kejari Rohul untuk menangkap H. Basri Lubis," sampai mahasiswa.

"Ketiga, jika Kejari Rohul tidak bisa melakukan penangkapan terhadap H. Basri Lubis, kami meminta Kajari Rohul mundur dari jabatannya," tegas mahasiswa lagi.

Rio mengaku aksi mereka dilakukan karena mengganggap Kejari Rohul tidak mampu dalam melaksanakan tugasnya menangkap Basri Lubis, apalagi mantan Ketua Koptan Siaga Makmur tersebut sudah DPO 3 tahun.

"Kalau bisa secepatnya, karena dia sudah divonis 2 tahun oleh Mahkamah Agung," pungkas Rio.

Di tempat terpisah, Kepala Kejari Rohul Freddy Daniel Simanjuntak, melalui Kasi Intelijen Kejari Rohul Ade Maulana mengaku Kejari Rohul telah berupaya mencari keberadaan Basri Lubis selama ini.

"Yang namanya manusia, bergerak dia kan. Nanti kita dapat informasi di sini dia (Basri Lubis) pindah lagi, di sini pindah lagi," jelas Ade kepada riauterkini.com.

Ade mengaku Kejari Rohul tidak tinggal diam dalam mencari keberadaan Basri Lubis. Pencarian sudah dilakukan di seluruh kawasan Indonesia, apalagi Kejaksaan terus berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung, tentang keberadaan terakhir DPO.

"Jadi kita nunggu hasil dari sana (Kejaksaan Agung) dimana keberadaan dia sekarang," pungkas Ade Maulana, dan meminta masyarakat yang mengetahui untuk memberikan informasi keberadaan Basri Lubis ke Kejari Rohul.***(zal)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Tabrak Truk, Pelajar di Pinggir, Bengkalis Tewas Mengenaskan
- Mendadak Sakit, Tuntutan Hukuman Pengusaha Terjerat Pemalsuan Sertifikat Lahan Ditunda Sehari
- Maling Kotak Infak di Bengkalis di Tangkap Warga
- Diduga Bakar Lahan Sembarangan, Polisi Tangkap Seorang Pekerja Kebun di Pulau Rupat
- Kabur Pakai Bus, Pembunuh Ayu Safitri Tertangkap di Lahat, Sumsel
- Berduaan dengan Pria Lain, Seorang Istri di Pankalankerinci Ini Digrebek Massa
- Tertangkap Tangan Maling Motor, Warga Kusau Makmur Ini Digiring ke Mapolsek Tapung Hulu
- 13 Unit Rumah Terbakar di Kateman, Inhil
- Satu Meninggal Dunia,
Tiga Sekawan di Pekanbaru Dikeroyok Sekelompok Orang

- Warga Okura Temukan Mayat Mr X Mengapung di Sungai Siak
- Satres Narkoba Polres Pelalawan Ungkap Tiga Kasus Narkoba dalam Sehari
- Di Duri, Polisi Tak Berdaya Tertibkan Balapan Liar
- Kejari Bengkalis Tetapkan 4 Tersangka Kasus UEK SP Duri Mandiri Bersatu, Duri Timur
- Tabrak Truk, Pemotor di Duri Tewas Mengenaskan
- Nelayan Myanmar Ditemukan Mengapung di Selat Bengkalis Diserahkan ke KKP Batam, Kepri
- Penyebab Kapal Ratusan Ton Terbakar di Selat Bengkalis
- Karlahut Terjadi di Tengah Kota Duri, Bengkalis
- 7 Awak Kapal Selamat,
Kapal GT Ratusan Ton Tanpa Muatan Terbakar di Selat Bengkalis

- Cabuli Balita, Seorang Duda di Desa Karya Indah Ditahan Polsek Tapung
- Bawa Sabu ke Pengadilan, Seorang Nenek di Tembilahan Ditangkap Polisi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com