Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 16 Januari 2019 22:17
Pertanyakan Pengalihan Tahanan, Hakim Minta Tiga Dokter Terjerat Korupsi Pengadaan Alkes RSUD AA, Banyak Berdo'a

Rabu, 16 Januari 2019 21:34
Dipimpin Arsadianto Rachman, Relawan Bravo 5 se-Riau Resmi Dikukuhkan

Rabu, 16 Januari 2019 21:32
Divonis Hakim 7 Tahun, Seorang Terdakwa Kasus Narkoba Meraung-raung di PN Pelalawan

Rabu, 16 Januari 2019 20:42
Pengadilan Tipikor Sidangkan Lima Terdakwa Korupsi Pembangunan Drainase Pekanbaru

Rabu, 16 Januari 2019 20:35
Hakim Tolak Eksepsi Tiga Dokter Terjerat Korupsi Pengadaan Alkes RSUD AA

Rabu, 16 Januari 2019 19:20
Menko Maritim RI Panen Raya di Kampung Bungaraya, Siak

Rabu, 16 Januari 2019 19:12
Berkunjung Ke Teknopolitan, Bupati Harris Serahkan Proposal ke Menteri Luhut

Rabu, 16 Januari 2019 19:01
Begini Euforia Masyarakat Kampar Sambut Piala Adipura

Rabu, 16 Januari 2019 18:57
BPS: Kesejahteraan Petani Riau Menurun

Rabu, 16 Januari 2019 18:55
Luhut Panjaitan: Pelantikan Syamsuar 19 Februari

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 10 Desember 2018 12:52
Demo, Warga Kunto Darussalam Tuntut PT SJI Coy Kembalikan 625 Hektar Lahat Adat

PKS PT SJI Coy didemo warga Kunto Darussalam, Rohul. Mereka menuntut pengembalian lahan adat seluas 625 hektar.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Ribuan masyarakat adat suku Caniago Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) demo Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Sumber Jaya Indahnusa Coy (SJI) Kotalama, Senin (10/12/2018). Aksi masyarakat ini melumpuhkan aktivitas perusahaan cukup lama.

Pada aksi demo yang dikawal ketat belasan polisi dari Polsek Kunto Darussalam dan personel TNI tersebut, ribuan masyarakat adat menuntut manajemen PT. SJI Coy menyerahkan kembali tanah adat suku Caniago Kelurahan Kotalama seluas sekira 625 hektar di Divisi A.

Ratusan hektar tanah masyarakat adat di Divisi A tersebut, diakui masyarakat saat ini telah dijadikan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. SJI Coy, perumahan karyawan, dan areal kebun perusahaan.

Masyarakat claim, ratusan hektar tanah tersebut adalah milik masyarakat adat suku Caniago, dan merupakan peninggalan dari Kerajaan Kunto Darussalam. Tanah ini sudah dikuasai oleh perusahaan sekira 30 tahun silam.

Masyarakat adat suku Caniago mengaku mereka tidak pernah mengganggu perusahaan selama ini, namun manajemen PT. SJI Coy dinilai tidak berkomitmen duduk bersama dengan masyarakat adat.

"Ini adalah tanah kami, ini hak kami, tanah leluhur kami, tanah nenek moyang kami, dan tanah adat Kerajaan Kunto Darussalam untuk pertanahan dan kehidupan anak cucunya di Kunto Darussalam," kata Panglima Hery dalam orasinya di depan pintu masuk PKS PT. SJI Coy, Senin.

Ada empat pernyataan sikap masyarakat adat suku Caniago disampaikan di aksi demonya. Pertama, mendesak PT. SJI Coy Kotalama mengembalikan tanah masyarakat adat suku Caniago Kota Lama, dan mengukur ulang kembali luas lahan HGU PT. SJI Coy dengan ketetapan pemerintah.

Kedua, mendesak PT. SJI Coy Kota Lama untuk menghentikan seluruh aktivitas PKS dan kebun perusahaan yang berdiri di atas tanah masyarakat adat suku Caniago Kotalama.

Ketiga, mendesak PT. SJI Coy untuk duduk bersama guna penyelesaian sengketa tanah masyarakat adat suku Caniago Kotalama yang dihadiri langsung oleh pihak PT. SJI Coy yang bisa mengambil keputusan atau direksi perusahaan.

Ke empat, masyarakat adat suku Caniago Kotalama akan tetap melakukan claim terhadap tanah mereka, dan mengancam akan menghentikan seluruh aktivitas diatas tanah masyarakat suku adat.

Kelima, mendesak pemerintah untuk menunda proses pemohon perpanjangan izin HGU PT. SJI Coy sebelum adanya penyelesaian sengketa tanah masyarakat adat suku Caniago Kotalama dengan PT. SJI Coy.

"Perjuangan masyarakat adat suku Caniago Kotalama tidak akan pernah berhenti sampai kapanpun, selagi mengalir darah Caniago pada anak cucunya," pungkas Laksamana Hery, dan mengaku jika tidak ada solusi, maka mereka akan menghambat perpanjangan izin HGU PT. SJI Coy.

Aksi masyarakat adat suku Caniago yang turut membawa serta anak-anak ini mendapatkan respon dari manajemen PT. SJI Coy. Sejumlah Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat diajak duduk bersama di kantor PKS, disaksikan sejumlah awak media.

Pada mediasi tersebut, masyarakat adat suku Caniago memberikan waktu paling lambat 20 Desember 2018 agar PT. SJI Coy mengirimkan orang yang bisa mengambil keputusan saat duduk bersama nanti, baik itu pemilik atau direksi perusahaan.***(zal)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Pertanyakan Pengalihan Tahanan, Hakim Minta Tiga Dokter Terjerat Korupsi Pengadaan Alkes RSUD AA, Banyak Berdo'a
- Divonis Hakim 7 Tahun, Seorang Terdakwa Kasus Narkoba Meraung-raung di PN Pelalawan
- Pengadilan Tipikor Sidangkan Lima Terdakwa Korupsi Pembangunan Drainase Pekanbaru
- Pengadilan Tipikor Sidangkan Lima Terdakwa Korupsi Pembangunan Drainase Pekanbaru
- 2 Tersangka Diburu, Polda Riau Musnahkan 37 Kilogram Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi
- Ditinggal Pekerja Sarapan, Bengkel Las di BS,  Bengkalis Ludes  Terbakar
- Polres Kuansing Amankan Tiga Tersangka Narkoba
- Kembali Muncul Penistaan Agama Lewat Medsos di Mandau
- Mantan Kadis PUPR Riau dan juga Terpidana Korupsi RTH Dihadirkan Kepersidangan
- Sedang Asik Pesta Sabu di Kandang Ayam, 4 Warga Kepenuhan Digerebek Polisi Rohul
- Lagi, Duet Jambret Spesialis Handphone di Pekanbaru Diringkus Polisi
- Meresahkan, Warga Pekanbaru Tutup Paksa Sekretariat Ormas Diduga LGBT
- Tuntut Sejumlah Hak, Ratusan Securiti DMG di Duri,  Bengkalis Mogok Kerja
- ‎Dorong Istri Sampai Kepala Robek, Seorang Suami di Desa Payung Sekaki Rohul Dipolisikan
- Perkosa Bocah 7 Tahun, Buruh di Bonai Darussalam Rohul Ini Nyaris Dikeroyok Warga
- Warga Setempat Merasa Kecolongan Ada Pabrik Rumahan Miras di Pekanbaru
- Pabrik Miras Rumahan di Tangkerang Selatan Beromset Rp1 Miliar Sebulan
- Amankan 6 Tersangka, Polresta Pekanbaru Gerebek Pabrik Rumahan Miras
- Patok Harga Mahal, Calo SIM Mandau, Bengkalis Bergentayangan di Medsos
- Terpidana Bersaksi Untuk Pengusaha Sawit Terjerat Kasus Pemalsuan Surat Tanah


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com