Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Selasa, 25 Juni 2019 21:14
10 Tahun Tanpa ADD, 14 Desa di Rohil Segera Diberi Kode Registrasi

Selasa, 25 Juni 2019 21:11
Aliansi Suporter PSPS Usulkan Perombakan Manajemen

Selasa, 25 Juni 2019 21:06
PPDB Kembali Terapkan Sistem Zonasi, Masyarakat Mandau Harap Harap Cemas

Selasa, 25 Juni 2019 21:01
Mesin PKS Alami Kendala Teknis, Sebabkan PT MUP tak Terima TBS Masyarakat

Selasa, 25 Juni 2019 20:58
Pelayanan Hemodialisa di RSUD Rohul Akan Dibuka Juli 2019

Selasa, 25 Juni 2019 20:14
Melawan Arus, Dua Motor "BALAGO" Hebat di Kuansing

Selasa, 25 Juni 2019 18:54
Miliki Shabu Setengah Milliar Lebih, Seorang Pengengguran di BS, Bengkalis 'Dicokok' Polisi

Selasa, 25 Juni 2019 18:24
Kawanan Gajah Rusak Tanaman Warga Cerenti, Kuansing

Selasa, 25 Juni 2019 16:33
Cuci Uang Narkoba,
Bandar di Bengkalis Ini Dituntut 5 Tahun Penjara


Selasa, 25 Juni 2019 16:30
Hingga Akhir Juni,
Smartfren Berikan Bonus Minyak Goreng untuk Pengisian Minimal Rp50 Ribu


loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 10 Desember 2018 12:52
Demo, Warga Kunto Darussalam Tuntut PT SJI Coy Kembalikan 625 Hektar Lahat Adat

PKS PT SJI Coy didemo warga Kunto Darussalam, Rohul. Mereka menuntut pengembalian lahan adat seluas 625 hektar.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Ribuan masyarakat adat suku Caniago Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) demo Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Sumber Jaya Indahnusa Coy (SJI) Kotalama, Senin (10/12/2018). Aksi masyarakat ini melumpuhkan aktivitas perusahaan cukup lama.

Pada aksi demo yang dikawal ketat belasan polisi dari Polsek Kunto Darussalam dan personel TNI tersebut, ribuan masyarakat adat menuntut manajemen PT. SJI Coy menyerahkan kembali tanah adat suku Caniago Kelurahan Kotalama seluas sekira 625 hektar di Divisi A.

Ratusan hektar tanah masyarakat adat di Divisi A tersebut, diakui masyarakat saat ini telah dijadikan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. SJI Coy, perumahan karyawan, dan areal kebun perusahaan.

Masyarakat claim, ratusan hektar tanah tersebut adalah milik masyarakat adat suku Caniago, dan merupakan peninggalan dari Kerajaan Kunto Darussalam. Tanah ini sudah dikuasai oleh perusahaan sekira 30 tahun silam.

Masyarakat adat suku Caniago mengaku mereka tidak pernah mengganggu perusahaan selama ini, namun manajemen PT. SJI Coy dinilai tidak berkomitmen duduk bersama dengan masyarakat adat.

"Ini adalah tanah kami, ini hak kami, tanah leluhur kami, tanah nenek moyang kami, dan tanah adat Kerajaan Kunto Darussalam untuk pertanahan dan kehidupan anak cucunya di Kunto Darussalam," kata Panglima Hery dalam orasinya di depan pintu masuk PKS PT. SJI Coy, Senin.

Ada empat pernyataan sikap masyarakat adat suku Caniago disampaikan di aksi demonya. Pertama, mendesak PT. SJI Coy Kotalama mengembalikan tanah masyarakat adat suku Caniago Kota Lama, dan mengukur ulang kembali luas lahan HGU PT. SJI Coy dengan ketetapan pemerintah.

Kedua, mendesak PT. SJI Coy Kota Lama untuk menghentikan seluruh aktivitas PKS dan kebun perusahaan yang berdiri di atas tanah masyarakat adat suku Caniago Kotalama.

Ketiga, mendesak PT. SJI Coy untuk duduk bersama guna penyelesaian sengketa tanah masyarakat adat suku Caniago Kotalama yang dihadiri langsung oleh pihak PT. SJI Coy yang bisa mengambil keputusan atau direksi perusahaan.

Ke empat, masyarakat adat suku Caniago Kotalama akan tetap melakukan claim terhadap tanah mereka, dan mengancam akan menghentikan seluruh aktivitas diatas tanah masyarakat suku adat.

Kelima, mendesak pemerintah untuk menunda proses pemohon perpanjangan izin HGU PT. SJI Coy sebelum adanya penyelesaian sengketa tanah masyarakat adat suku Caniago Kotalama dengan PT. SJI Coy.

"Perjuangan masyarakat adat suku Caniago Kotalama tidak akan pernah berhenti sampai kapanpun, selagi mengalir darah Caniago pada anak cucunya," pungkas Laksamana Hery, dan mengaku jika tidak ada solusi, maka mereka akan menghambat perpanjangan izin HGU PT. SJI Coy.

Aksi masyarakat adat suku Caniago yang turut membawa serta anak-anak ini mendapatkan respon dari manajemen PT. SJI Coy. Sejumlah Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat diajak duduk bersama di kantor PKS, disaksikan sejumlah awak media.

Pada mediasi tersebut, masyarakat adat suku Caniago memberikan waktu paling lambat 20 Desember 2018 agar PT. SJI Coy mengirimkan orang yang bisa mengambil keputusan saat duduk bersama nanti, baik itu pemilik atau direksi perusahaan.***(zal)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Melawan Arus, Dua Motor "BALAGO" Hebat di Kuansing
- Miliki Shabu Setengah Milliar Lebih, Seorang Pengengguran di BS, Bengkalis 'Dicokok' Polisi
- Cuci Uang Narkoba,
Bandar di Bengkalis Ini Dituntut 5 Tahun Penjara

- Pemprov Riau Laporkan Koordinator Suporter PSPS Atas Penghinaan Gubernur Riau
- Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Siak
- Penahanan Dialihkan Hakim,
Usai Sidang, Dosen Unri Terjerat Korupsi Gedung Fisipol Melenggang Pulang

- Warga Jalan Gerilya Bengkalis Temukan Ribuan Butir Diduga Permen Ekstasi Senilai Miliaran Rupiah
- Polda Riau Bantah Adanya Laporan AMPM Terkait Kasus Penghinaan Gubernur Riau
- Jaksa Akan Tempuh In Absentia, Tersangka Kasus Dugaan Korupsi ADD Jangkang, Bengkalis Melarikan Diri
- Suporter PSPS Mau Demo, Pasukan Anti Huru-hara Bersiap di Kantor Gubri
- Kembali, Polsek Mandau Jaring Motor Balapan Liar di Duri
- Kecelakaan Akibat Lindas Genangan Air di Jalan, Humas PKS PT BIM Tewas
- Satu dari Dua Buronan 'Big Bos' PT MAL Sudah Dieksekusi Kajari Pelalawan
- Bawaslu Riau Hormati Proses Hukum Komisioner Bawaslu Inhu
- Temuan Diduga Sabu Dalam Koper dan Ekstasi di Bengkalis, Polisi Dikabarkan Amankan Pelaku
- Kabur Berhasil Ditangkap, Tiga Napi Diserahkan Polres Bengkalis ke Lapas Kerinci, Jambi
- Hakim Sebut Wabup Bengkalis Terlibat Dugaan Korupsi Pipa PDAM
- Seorang Warga Temukan Belasan Bungkus Diduga Sabu dan Pil Ekstasi di Pinggir Jalan Batang Duku, Bengkalis
- Satreskrim Polres Pelalawan Serahkan Tersangka Ketua PPK ke Jaksa
- Terjerat OTT, Dua Pegawai BPN Siak Dituntut Hukuman 14 Bulan Penjara


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com