Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 20 Maret 2019 22:08
Lahan Gambut di Kawasan 7 Kecamatan Kembali Terbakar

Rabu, 20 Maret 2019 22:04
Bupati Kampar Tandatangani Zona Integritas di BPN Kampar

Rabu, 20 Maret 2019 21:15
Jelang Kampanye Terbuka, Bawaslu Bengkalis Ajak Kawal Pemilu

Rabu, 20 Maret 2019 20:48
Bupati Kuansing Berharap Sejumlah Usulan Musrenbang Bisa Menjadi Skala Prioritas Provinsi

Rabu, 20 Maret 2019 19:10
Paska Tujuh Tahanan Kabur, Proses Sidang di PN Pelalawan Berjalan Normal

Rabu, 20 Maret 2019 19:07
Peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut se-Dunia 2019, Ribuan Murid SD di Rohul Sikat Gigi Massal

Rabu, 20 Maret 2019 19:02
DPTb Diplenokan, Bawaslu Bengkalis Sampaikan 5 Poin Rekomendasi ke KPU

Rabu, 20 Maret 2019 18:57
Musrenbang 2020, Bupati Bengkalis Sebut Capaian RPJMD 2016-2021 Akan Dievaluasi

Rabu, 20 Maret 2019 18:32
PN Pasirpangaraian Canangkan Zona Integritas untuk Mewujudkan WBK WBBM

Rabu, 20 Maret 2019 18:26
Penyalaan Belum Normal, PLN Bengkalis Gesa Perbaikan Mesin Rusak

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 9 Januari 2019 16:56
Terjerat Korupsi Pengadaan Alkes,Hakim Masih Tahan Tiga Dokter RSUD Arifin Achmad

Terlibat perkara dugaan tipikor pengadaan alat kesehatan, tiga dokter di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru hingga saat ini masih menjalani penahanan.

Riauterkini- PEKANBARU- Upaya pengalihan penahanan yang diajukan tiga dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad, yang terjerat perkara korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) belum dapat dikabulkan hakim.

Ketiga dokter yang saat ini masih ditahan di Rutan Sialang Bungkuk, tampaknya belum dapat pengalihan status menjadi tahanan kota atau tahanan rumah.

Hanya saja, pada persidangan lanjutan di pengadilan tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Rabu (9/1/19) sore, Majelis hakim yang diketuai Saut Maruli Tua Pasaribu SH MH, hanya memberi izin berobat kepada terdakwa Yuni Efrianti, Direktur CV Prima Mustika Raya (PMR) selaku kontraktor.

"Pengalihan penahanan yang saudara terdakwa ajukan, kami majelis hakim masih mempertimbangkan, dan untuk ketiga dokter masih tetap kita lakukan penahanan," jelas Saut.

Sebelum menyampaikan pertimbangan kepada dokter, Majelis hakim juga belum dapat mengabulkan pengajuan yang diajukan terdakwa Yuni. Hanya saja terdakwa Yuni diberi izin berobat atas sakit kanker yang dideritanya.

Usai majelis hakim menyampaikan pertimbangannya belum dikabulkannya pengalihan penahanan ketiga dokter tersebut. Tampak pihak keluarga dr Welly Zulfikar, dr Kuswan Ambar Pamungkas, drg Masrizal, didampingi puluhan dokter yang mengikuti jalannya persidangan, saling bertangisan mengingat ketiga dokter masih meringkuk dalam sel tahanan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oka Regina SH, Nuraini SH dan Amin SH, mendakwa dr Welly Zulfikar, dr Kuswan Ambar Pamungkas, drg Masrizal, serta dua rekanan, Yuni Efrianti, Direktur CV Prima Mustika Raya (PMR) serta Muklis, staff CV PMR atas perkara korupsi pengadaan alat krsehatan (Alkes) yang merugikan negara sebesar Rp 420 juta.

Dimana tahun 2012 dan 2013, RSUD Arifin Achmad mendapat pagu anggaran sebesar Rp5 miliar untuk pengadaan lakes. Dalam prosesnya, disinyalir tidak sesuai prosedur.

Dimana pihak rumah sakit menggunakan nama rekanan CV PMR untuk pengadaan alat bedah senilai Rp1,5 miliar. Namun dalam prosesnya, justru pihak dokterlah yang membeli langsung alat-alat tersebut kepada distributor melalui PT Orion Tama, PT Pro-Health dan PT Atra Widya Agung.

Nama CV PMR diketahui hanya digunakan untuk proses pencairan, dan dijanjikan mendapat keuntungan sebesar lima persen dari nilai kegiatan.

Hasil audit BPKP Riau, tindakan kelima terdakwa telah menyebabkan terjadinya kerugian negara sebesar Rp 420.205.222.

Atas perbuatannya kelima terdakwa dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal (3), jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 30 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dalam UU Nomor 20 tahun 2001, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.****(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- PN Pasirpangaraian Canangkan Zona Integritas untuk Mewujudkan WBK WBBM
- Dua Kali Mangkir, Jaksa Tunggu Perintah Hakim Panggil Wagub Bengkalis
- Panik Ketahuan Mencuri Mobil,
Pria Apes di Pekanbaru Ini Tabrak Trotoar dan Tertangkap Warga

- Ini Identitas Tiga Tahanan PN Pelalawan yang Ditangkap
- Omset Rp5 Juta Sehari, BBPOM Sita 150 Kg Mie Berformalin dari Pabrik Rumahan di Tampan
- Tiga Tertangkap, Polisi Buru Empat lagi Tahanan Kabur dari PN Pelalawan
- 7 Tahanan Kejari Kabur di PN Pelalawan
- Curi Besi Tower Sutet, Dua Pemuda Desa Koto Perambahan Kampar Diamankan Polisi
- Kepala SMPN 5 Mandau, OTT Pungli Seragam Sekolah Dituntut Lima Tahun Penjara.
- Asik Main Judi Leng, 5 Pekerja PT. Torganda Rantau Kasai Diringkus Polisi Rohul
- Tabrakan di Pelalawan, Ketua KPU Inhil Alami Patah Kaki
- Frustasi Dilarang Ikut Ujian Pemicu Siswa Pukul Kepsek di Inhu
- Wanita Pengedar Sabu di Gunung Sahilan, Kampar Ditangkap Piolisi
- Seorang Kepala Sekolah di Inhu Dianiaya Muridnya Sendiri
- Jadi Tersangka Proyek Jembatan WFC Bangkinang, ADN Diminta Terbuka Jangan Pasang Badan
- Memukat Ikan tak Kembali, Dua Pria di Ujung Batu Rohul Diduga Hanyut di Sungai Rokan
- Diduga Hasil Curian,
Warga Bengkalis Temukan Sepeda Motor Disimpan di Kebun

- Dua Terdakwa Korupsi Sarpras Dispora Riau Segera Disidang
- Kerugian Rp39,2 Miliar, KPK Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Jembatan Bangkinang
- Video Polisi Gadungan Berpistol Hebohkan Masyarakat, Polresta Pekanbaru Lakukan Penyelidikan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com