Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 16 Juni 2019 13:48
Merujuk ke RAB,
Tim Independen UIR Rekomendasikan Bangunan DIC Gunakan Tiang Pabrikan


Ahad, 16 Juni 2019 11:13
Guru MDA Penderita Kanker Usus Dirujuk Dinkes Kampar ke Jakarta

Ahad, 16 Juni 2019 11:05
Nasib 5 Komisioner KPU Kuansing Menunggu Pleno DKPP RI

Ahad, 16 Juni 2019 11:00
Silaturahmi dengan Gubernur Riau, Apkasindo Keluhkan Harga Sawit

Ahad, 16 Juni 2019 04:26
Ops K2YD, Polsek Mandau Amankan Sejumlah Motor Balap Liar di Duri

Sabtu, 15 Juni 2019 21:53
Event Bakar Tongkang, Rohil Kedatangan Bule Perancis

Sabtu, 15 Juni 2019 20:44
Perduli Masyarakat, Polisi Bengkalis Bersih-bersih Rumah Ibadah dan Bantu Sembako

Sabtu, 15 Juni 2019 17:31
Mantap, Perpusdes Jangkang, Bengkalis Wakili Riau Lomba Tingkat Nasional

Sabtu, 15 Juni 2019 15:48
Pemkab Inhil Gelar Malam Resepsi Syukuran Milad ke-54 Tahun 2019

Sabtu, 15 Juni 2019 15:46
BLSDA Riau-Pemkab Kampar Teken MoU RPP Wisata Alam

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 9 Januari 2019 16:56
Terjerat Korupsi Pengadaan Alkes,Hakim Masih Tahan Tiga Dokter RSUD Arifin Achmad

Terlibat perkara dugaan tipikor pengadaan alat kesehatan, tiga dokter di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru hingga saat ini masih menjalani penahanan.

Riauterkini- PEKANBARU- Upaya pengalihan penahanan yang diajukan tiga dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad, yang terjerat perkara korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) belum dapat dikabulkan hakim.

Ketiga dokter yang saat ini masih ditahan di Rutan Sialang Bungkuk, tampaknya belum dapat pengalihan status menjadi tahanan kota atau tahanan rumah.

Hanya saja, pada persidangan lanjutan di pengadilan tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Rabu (9/1/19) sore, Majelis hakim yang diketuai Saut Maruli Tua Pasaribu SH MH, hanya memberi izin berobat kepada terdakwa Yuni Efrianti, Direktur CV Prima Mustika Raya (PMR) selaku kontraktor.

"Pengalihan penahanan yang saudara terdakwa ajukan, kami majelis hakim masih mempertimbangkan, dan untuk ketiga dokter masih tetap kita lakukan penahanan," jelas Saut.

Sebelum menyampaikan pertimbangan kepada dokter, Majelis hakim juga belum dapat mengabulkan pengajuan yang diajukan terdakwa Yuni. Hanya saja terdakwa Yuni diberi izin berobat atas sakit kanker yang dideritanya.

Usai majelis hakim menyampaikan pertimbangannya belum dikabulkannya pengalihan penahanan ketiga dokter tersebut. Tampak pihak keluarga dr Welly Zulfikar, dr Kuswan Ambar Pamungkas, drg Masrizal, didampingi puluhan dokter yang mengikuti jalannya persidangan, saling bertangisan mengingat ketiga dokter masih meringkuk dalam sel tahanan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oka Regina SH, Nuraini SH dan Amin SH, mendakwa dr Welly Zulfikar, dr Kuswan Ambar Pamungkas, drg Masrizal, serta dua rekanan, Yuni Efrianti, Direktur CV Prima Mustika Raya (PMR) serta Muklis, staff CV PMR atas perkara korupsi pengadaan alat krsehatan (Alkes) yang merugikan negara sebesar Rp 420 juta.

Dimana tahun 2012 dan 2013, RSUD Arifin Achmad mendapat pagu anggaran sebesar Rp5 miliar untuk pengadaan lakes. Dalam prosesnya, disinyalir tidak sesuai prosedur.

Dimana pihak rumah sakit menggunakan nama rekanan CV PMR untuk pengadaan alat bedah senilai Rp1,5 miliar. Namun dalam prosesnya, justru pihak dokterlah yang membeli langsung alat-alat tersebut kepada distributor melalui PT Orion Tama, PT Pro-Health dan PT Atra Widya Agung.

Nama CV PMR diketahui hanya digunakan untuk proses pencairan, dan dijanjikan mendapat keuntungan sebesar lima persen dari nilai kegiatan.

Hasil audit BPKP Riau, tindakan kelima terdakwa telah menyebabkan terjadinya kerugian negara sebesar Rp 420.205.222.

Atas perbuatannya kelima terdakwa dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal (3), jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 30 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dalam UU Nomor 20 tahun 2001, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.****(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Nasib 5 Komisioner KPU Kuansing Menunggu Pleno DKPP RI
- Ops K2YD, Polsek Mandau Amankan Sejumlah Motor Balap Liar di Duri
- Termasuk Seorang ASN Dishub Bengkalis,
Polisi Tangkap Empat Tersangka Penyalahgunaan Narkotika

- Polres Kuansing Amankan 20 Paket Sabu di Sako Pangean
- Gerebek Rumah di Delima Pekanbaru, Polisi Ringkus Kurir Sabu dan Ekstasi Jaringan Malaysia
- Sepekan Menghilang, Remaja Asal KHS Kuansing Terus Dicari
- Bareskrim Polri Gelar Perkara Dugaan Korupsi Pipa PDAM Indragiri Hilir
- Lebaran Diduga 'Bisnis' Sabu, Dua Pemuda di Bengkalis Diringkus Polisi
- Polda Riau Bantah Wakil Bupati Bengkalis Muhammad Berstatus Tersangka
-
- Simpan Sabu di Tempat Beras, Pria di Duri Ini Ditangkap Polisi
- Kurang dari 24 Jam, 11 Pelaku Penyalahgunaan Narkoba Digulung Resnarkoba Polres Kampar
- Diduga Mencoba Bunuh Diri, Pria di Pekanbaru ini Ditemukan Berlumuran Muntah di Kamar Hotel
- Aksi Kejar-Kerjaran Warnai Penangkapan Pemilik Sabu 2 Kg di Pelalawan
- Diduga Cabuli ABG, Kades Pedekik Segera Jalani Sidang di PN Bengkalis
- Kapolda Riau Puas Operasi Ketupat Muara Takus 2019 Berjalan Kondusif
- Diduga Korban Tabrak Lari, Jenazah Pria Mr X Terlantar di RSUD Duri
- Hendak Transaksi, Buruh Pengedar Shabu di BS, Bengkalis Diamankan Polisi
- Diduga Rem Blong, Truck Box Bermuatan Air Kemasan Terguling di Kuansing
- 'Panen' Besar, Polres Pelalawan Amankan 2 Kg Sabu


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com