Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 20 Maret 2019 22:08
Lahan Gambut di Kawasan 7 Kecamatan Kembali Terbakar

Rabu, 20 Maret 2019 22:04
Bupati Kampar Tandatangani Zona Integritas di BPN Kampar

Rabu, 20 Maret 2019 21:15
Jelang Kampanye Terbuka, Bawaslu Bengkalis Ajak Kawal Pemilu

Rabu, 20 Maret 2019 20:48
Bupati Kuansing Berharap Sejumlah Usulan Musrenbang Bisa Menjadi Skala Prioritas Provinsi

Rabu, 20 Maret 2019 19:10
Paska Tujuh Tahanan Kabur, Proses Sidang di PN Pelalawan Berjalan Normal

Rabu, 20 Maret 2019 19:07
Peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut se-Dunia 2019, Ribuan Murid SD di Rohul Sikat Gigi Massal

Rabu, 20 Maret 2019 19:02
DPTb Diplenokan, Bawaslu Bengkalis Sampaikan 5 Poin Rekomendasi ke KPU

Rabu, 20 Maret 2019 18:57
Musrenbang 2020, Bupati Bengkalis Sebut Capaian RPJMD 2016-2021 Akan Dievaluasi

Rabu, 20 Maret 2019 18:32
PN Pasirpangaraian Canangkan Zona Integritas untuk Mewujudkan WBK WBBM

Rabu, 20 Maret 2019 18:26
Penyalaan Belum Normal, PLN Bengkalis Gesa Perbaikan Mesin Rusak

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 10 Januari 2019 20:43
Investasi Berujung Pidana, Dirut PT SSS Jalani Sidang

Perkara penggelapan yang menjerat Direktur PT SSS mulai disidangkan. Terdakwa berencana mengajukan eksepsi pada sidang pekan depan.

Riauterkini-PEKANBARU- Anton Khasdi (49) warga Jalan Siak, Kecamatan Payung Sekaki, dan juga selaku Direktur Utama PT Surya Satria Sentosa (SSS). Kamis (10/1/19) sore, mulai menjalani sidang tindak pidana penggelapan yang menjeratnya.

Anton yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Erik SH, kepersidangan di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, dijerat jaksa dengan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan.

Dalam persidangan yang dipimpin majelis hakim Martin Ginting SH. Perbuatan terdakwa ini terjadi tahun 2014 lalu. Saat terdakwa menjalin kerjasama dalam hal investasi perminyakan dengan Susanto, serta pihak PT Pelita Lautan Sejahtera (PLS).

Atas perbuatan terdakwa. Susanto selaku investor telah merasa dirugikan," ucap Erik.

Atas dakwaan JPU tersebut, terdakwa berencana akan mengajukan eksepsi pada sidang pekan depan.

Usai sidang, Anton Khasdi melalui kuasa hukumnya, Dwipa Dalius SH menjelaskan awal mula permasalahan perkara ini. Dimana pada tahun 2014 itu. Susanto datang menemui Anton dengan maksud ingin berinvestasi bisnis minyak di perusahaan (PT SSS) yang dipimpin Anton Khasdi.

Mengingat di PT SSS, tidak ada peluang untuk berinvestasi tersebut. Maka Anton Khasdi menyarankan kepada Susanto agar berinvestasi di PT PLS," kata Dwipa kepada riauterkini.com di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Selanjutnya, setelah adanya kesepakatan. Susanto menginvestasikan dana ke PT PLS sebesar dengan total keseluruhannya Rp 3,5 Miliar, dan Investasi dana ini tercatat dalam buku daftar Notaris Nurhayati SH.

" Pada tanggal 19 Agustus 2014 sebesar Rp 1 Miliar. Kemudian pada tanggal 28 Agustus 2015 sebesar Rp 1 Miliar. Tanggal 1 September 2015 sebesar Rp 300 juta, dan tambah lagi pada tanggal 2 Oktober 2015 sebesar Rp 700 juta. Selanjutnya tanggal 2 Februari 2016 diinveskan lagi sebesar Rp 500 juta oleh Susanto ke PT PLS," terang Dwipa.

Dengan Investasi dana milik Susanto kepihak PT PLS. Susanto sendiri pun sudah sering atau sudah berulang ulang menerima fee dari PT PLS. Dan itu tercatat dalam bukti kas keluar PT PLS," sambung Dwipa.

Ditegaskan Dwipa bahwa, Dalam investasi dana antara Susanto dengan PT PLS. Kliennya Anton Khasdi tidak pernah bertindak secara hukum mewakili PT PLS. Selain itu, Susanto tidak pernah mengadakan investasi dana di PT SSS, perusahaan yang dipimpin Anton Khasdi. Tetapi Susanto hanya mengadakan perjanjian investasi dengan PT PLS.

" Jadi hubungan bisnis Susanto ini dengan pihak PT PLS, dan tidak ada berhubungan dengan perusahaan Anton. Jika Susanto merasa dirugikan, maka Susanto dapat mengajukan upaya hukum kepada PT PLS, dan bukan kepada klien saya Anton Khasdi," jelas Dwipa.***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- PN Pasirpangaraian Canangkan Zona Integritas untuk Mewujudkan WBK WBBM
- Dua Kali Mangkir, Jaksa Tunggu Perintah Hakim Panggil Wagub Bengkalis
- Panik Ketahuan Mencuri Mobil,
Pria Apes di Pekanbaru Ini Tabrak Trotoar dan Tertangkap Warga

- Ini Identitas Tiga Tahanan PN Pelalawan yang Ditangkap
- Omset Rp5 Juta Sehari, BBPOM Sita 150 Kg Mie Berformalin dari Pabrik Rumahan di Tampan
- Tiga Tertangkap, Polisi Buru Empat lagi Tahanan Kabur dari PN Pelalawan
- 7 Tahanan Kejari Kabur di PN Pelalawan
- Curi Besi Tower Sutet, Dua Pemuda Desa Koto Perambahan Kampar Diamankan Polisi
- Kepala SMPN 5 Mandau, OTT Pungli Seragam Sekolah Dituntut Lima Tahun Penjara.
- Asik Main Judi Leng, 5 Pekerja PT. Torganda Rantau Kasai Diringkus Polisi Rohul
- Tabrakan di Pelalawan, Ketua KPU Inhil Alami Patah Kaki
- Frustasi Dilarang Ikut Ujian Pemicu Siswa Pukul Kepsek di Inhu
- Wanita Pengedar Sabu di Gunung Sahilan, Kampar Ditangkap Piolisi
- Seorang Kepala Sekolah di Inhu Dianiaya Muridnya Sendiri
- Jadi Tersangka Proyek Jembatan WFC Bangkinang, ADN Diminta Terbuka Jangan Pasang Badan
- Memukat Ikan tak Kembali, Dua Pria di Ujung Batu Rohul Diduga Hanyut di Sungai Rokan
- Diduga Hasil Curian,
Warga Bengkalis Temukan Sepeda Motor Disimpan di Kebun

- Dua Terdakwa Korupsi Sarpras Dispora Riau Segera Disidang
- Kerugian Rp39,2 Miliar, KPK Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Jembatan Bangkinang
- Video Polisi Gadungan Berpistol Hebohkan Masyarakat, Polresta Pekanbaru Lakukan Penyelidikan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com