Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 26 Agustus 2019 11:03
Rumah Panti Asuhan Sayang Omak di Bathin Solapan, Bengkalis Ludes Terbakar

Senin, 26 Agustus 2019 10:20
Kampus Jelang Ditutup, Mahasiswa AKN Bengkalis Juara Nasional Pasang Sepanduk Minta Perhatian Presiden di Pekanbaru

Senin, 26 Agustus 2019 08:22
Jadwal Penerbangan Normal, BMKG Pastikan Kabut Asap Kian Pekat

Senin, 26 Agustus 2019 08:00
Udara tak Sehat, Sekolah di Pekanbaru Diizinkan Liburkan Murid

Ahad, 25 Agustus 2019 21:23
Buat Limbago Tak Berkutik, Pahlawan Kuantan Juara FPJ 2019

Ahad, 25 Agustus 2019 16:49
Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat

Ahad, 25 Agustus 2019 16:46
Lahan di Bengkalis Kembali Terbakar

Ahad, 25 Agustus 2019 16:43
DPO Perkara Narkoba Ditangkap Polisi Rohul di Bengkalis, 300 Gram Ganja‎ Disita

Ahad, 25 Agustus 2019 16:36
Pansus Penyelenggara Pendidikan DPRD Bengkalis Sempurnakan Naskah Akademis

Ahad, 25 Agustus 2019 12:13
Tandingkan 10 Kelas, 108 Pembalap Berpacu Cepat di HDC 2019 Pekanbaru

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 16 Januari 2019 21:32
Divonis Hakim 7 Tahun, Seorang Terdakwa Kasus Narkoba Meraung-raung di PN Pelalawan

Suasana PN Pelalawan dikejutkan dengan tangisan dan raungan seorang terdakwa perkara narkoba. Terdakwa tidak terima dengan vonis hakim yang lebih tinggi dari tuntutan jaksa.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Seorang terdakwa kasus Narkoba di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan meraung dan menangis sejadi-jadinya, setelah divonis hakim tujuh tahun penjara, Rabu (16/1/19).

Sontak saja, tangisan terdakwa diketahui bernama Lia Fita menjadi pusat perhatian bagi para pengunjung. Tidak itu saja, terdakwa tidak mau menanda tangangi berita acara putusan yang disodorkan hakim.

Mengingat, tangisan terdakwa ini sempat menganggu proses persidangan selanjutnya, memaksa protokoler dan pengamanan dari pihak kepolisian menggiring terdakwa di ruangan tahan PN Pelalawan.

Dari ruang sidang utama, menuju keruang tahan berjarak puluhan meter, terdakwa terus meraung dan menangis. Bahkan ketika dimasukkan keruang sel, terdakwa terus meronta-ronta.

Beberapa saat kemudian, ketika suara terdakwa tidak terdengar lagi menangis. Barulah, tampak seorang panitra, menemui terdakwa untuk meminta tanda tangan berita acara putusan.

Kepada wartawan yang sempat menemui terdakwa diruangan tahan PN Pelalawan ini, ia tidak dapat menerima putusan hakim tersebut. "Tidak ada sama sekali pertimbangan hakimnya. Masak dituntut 6,6 tahun dan hakim memutusnya, 7 tahun," kata dia dengan mata masih berkaca-kaca.

Sebagaimana diketahui, sidang tersebut dipimpin hakim ketua Nurrahmi, SH, MH dan didampingi dua hakim anggota Rahmat Hidayat Batu Bara, SH, MH dan Ria Ayu Rosalin, SH, MH, sementara Jaksa Penuntut Umum, Syafrida, SH.***(feb)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Rumah Panti Asuhan Sayang Omak di Bathin Solapan, Bengkalis Ludes Terbakar
- DPO Perkara Narkoba Ditangkap Polisi Rohul di Bengkalis, 300 Gram Ganja‎ Disita
- Sidang Kasus Sabu 37 Kg di Bengkalis,
PH Lima Terdakwa Minta Wartawan Lokal Simpulkan Sendiri Nota Pledoi

- Bacakan Pledoi, Terdakwa Narkotika 37 Kilogram Kupas Tuntas Kelemahan Pembuktian Penuntut Umum
- Info Awal Senpi, Polisi Rohul Justru Tangkap Terduga Pengedar Sabu di Pasar Rabu Rantau Sakti
- 'Mancing', Polisi Berhasil Ringkus Tersangka Pengedar Sabu di Bengkalis
- Hasil.Cek Lapangan, Kapolda Pastikan Kebakaran Lahan Disengaja
- Terjerat Korupsi Pengadaan Alkes,
Banding Dikabulkan, Pengadilan Tinggi Riau Bebaskan Tiga Dokter RSUD Arifin Achmad

- Terjerat Korupsi Dana Pendamping Desa di BPMD, Tiga PNS Pemkab Inhu Diadili
- Ludeskan 300-an Kios, Kebakaran Pasar Tembilahan Bakal Diteliti Puslabfor
- Rumahnya Terbakar, Seorang PNS Pengadilan Agama Pasirpangaraian Tewas
- Puluhan Kios di Pasar Tembilahan, Inhil Ludes Terbakar
- Diduga Tewas Dibunuh,
Sosok Mayat Pria di Kebun Sawit Lahan Pemko Pekanbaru Gegerkan Warga

- Seorang Pelaku Tersangka,
Tim Satgas Karlahut Rohul Amankan 2 Terduga Pembakar Lahan di Rambah Hilir

- Mahfud MD Sebut Kasus Ustadz Abdul Somad Sudah Kadaluarsa
- Penikaman Kanit Reskrim, Diawali Keributan Pelaku dengan Warga
- Dilantik Wakapolda Riau, AKBP Andri Sudarmadi Jabat Direktur Reskrim
- Rok Terlilit Rantai Motor, Seorang Ibu di Perawang Terhempas ke Aspal
- Tikam Kanit Reskrim, Warga Inhil Tewas Ditembak
- Korupsi Pembangunan Gedung Fisipol Unri,
Jaksa Nyatakan Banding Atas Vonis Dosen dan Kontraktor



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com