Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 23 Pebruari 2019 17:37
4.000 an Peserta Bakal Banjiri Iven Millennial Road Safety Festival 2019 di Taman Kota Bangkinang Besok Pagi

Sabtu, 23 Pebruari 2019 17:17
Ilham Muhammad Yasir Didapuk Jadi Ketua KPU Riau

Sabtu, 23 Pebruari 2019 16:52
Bersama Korsupgah KPK RI.
Dirut Bank Riau Kepri Menjadi Narasumber Seminar Nasional di Solo


Sabtu, 23 Pebruari 2019 15:43
Banyak Kursi Kosong,
Deklarasi Sahabat Jokowi-Amin Riau Sepi


Sabtu, 23 Pebruari 2019 14:39
Jelang Pembukaan TMMD, Pabung Kasdim 0302 Inhu-Kuansing Tinjau Lokasi

Sabtu, 23 Pebruari 2019 13:48
Diserahterimakan, Drg Sri Sandono Mulyanto Resmi Jabat Plt RSUD Mandau

Sabtu, 23 Pebruari 2019 13:44
Sepanjang Beroperasi di Riau, 60 Persen Target BRG Tercapai

Sabtu, 23 Pebruari 2019 10:02
Penggerebekan Sindikat Narkoba di Bengkalis, Seorang Tewas dan Empat Ditangkap

Sabtu, 23 Pebruari 2019 07:30
Bupati Kuansing Minta OPD Tingkatkan Kinerja Demi Dongkrak Nilai SAKIP

Sabtu, 23 Pebruari 2019 07:24
Bupati Inhil Buka Perkemahan Pramuka Terpadu di Kempas

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 11 Pebruari 2019 19:03
Desak Penuntasan Perkara Penganiayaan Keluarga di Rohil, 1000 Advokat Kunjungi Polda Riau

Puluhan pengacara "Gerakan 1000 advokat untuk kemanusiaan" datangi Polda Riau. Mereka mendesak penuntasan perkara penganiayaan yang dialami keluarga di Rokan Hilir.

Riauterkini - PEKANBARU - Dalam kunjungan yang juga mempertanyakan tindak lanjut perkara dugaan penganiayaan yang dialami keluarga di Rohil yakni, Suami Istri dan seorang anak pada 2013 lalu, selain puluhan advokat turut hadir pula keluarga korban.

Salah satu Kuasa Hukum Korban, Suroto mengatakan perkara ini sejatinya telah berjalan sejak 2013 laku. Bahkan sudah tiga kali Kapolda Riau berganti namun tidak ada perkembangan. "Ini adalah perkara penganiayaan yang terberat yang terjadi di Riau. Namun, penanganan justru paling minim dan malah seperti disepelakan," tuturnya.

Korban dalam perkara ini diketahui yakni Rajiman (55) dan Maryatun (45) yang berdomisili di Dusun Sera, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Rokan Hilir, Riau. Bahkan bukan hanya suami istri tersebut yang mendapatkan perlakukan penganiayaan, tapi juga Arazaqul anak mereka yang baru berusia 11 tahun.

Bahkan, akibat perlakukan tersebut, dikatakan Suroto hingga saat ini Arazaqul harus dipasangi alat khusus di perutnya karena mengalami penyumbatan pencernaan. Sedangkan ayahnya, Rajiman, mengalami luka tusuk hingga 25 tusukan di sekujur tubuhnya. Meski selamat, namun kondisi saat ini membuat Rajiman tidak dapat beraktivitas seperti sebelumnya.

Dijelaskan Suroto, penganiayaan ini dilakukan oleh sejumlah pria yang diduga dibayar oleh AB yang merupakan anggota DPRD di wilayah Sumatera Utara, sekaligus Ketua DPC partai tertentu.

"Keluarga ini sering mendapatkan intimidasi dari pelaku yang menyuruh korban untuk mengosongkan lahan karena kata mereka lahan ini milik AB. Bahkan diancam kalau tak dikosongkan rumah akan dibakar," paparnya.

"Dan benar, rumah korban habis dibakar. Bahkan juga kendaraan yang dimilikinya. Namun tidak ada tindakan dari kepolisian. Datang hanya memfoto-foto saja," tambahnya.

Dirincinya, kejadian ini bermula sejak Rajiman membuka lahan yang dulunya hutan dan ditanami sawit melalui izin perangkat desa. Hingga lahan tersebut menjadi kebun sawit dan membuahkan hasil, barulah ada klaim dari AB untuk mengkosongkan lahan tersebut.

Mendapatkan perlakukan penganiayaan yang dialami orang tuanya, Sumardi anak kandung korban membuat laporan ke Polsek Panipahan. Memang setelah laporan tersebut, jajaran kepolisian melakukan pengejaran terhadap pelaku namun tidak tertangkap.

Polisi melihat kondisi para korban yang kala itu dirawat di Rumah Sakit Indah Bagan Batu. "Tapi setelah bertahun-tahun perkaranya tidak pernah ditangani dan terhadap para korban yang sudah sembuh pun tidak pernah diperiksa," terangnya.

Lanjutnya, pada 2017, lanjutnya, Polisi memeriksa korban, saksi dan bukti visum kejadian yang terjadi enam tahun sebelumnya. Polisi akhirnya menetapkan tiga tersangka, yang seluruhnya pelaku pemukulan. Meski sudah ditetapkan sebagai DPO para pelaku tak kunjung tertangkap. Begitu juga AB yang sampai saat ini tak pernah dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan.

"Sudah berkali-kali dilakukan pemanggilan terhadap AB, bahkan juga pemanggilan paksa, namun polisi tak berhasil membawanya. Alasannya tidak diketahui keberadaannya," jelasnya.

Terpisah, Kepala Sub Direktorat III Ditreskrimum Polda Riau AKBP Mohammad Kholiq mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan gelar perkara terkait kasus tersebut. Dia menuturkan gelar perkara itu untuk mengidentifikasi keterlambatan penyidikan.

"Kasus akan kita tindak lanjuti dengan gelar perkara. Apakah ada hambatan atau tidak. Hambatan dari kita atau penyidikan, sehingga kita bisa sampaikan SP2P nya kepada korban," singkatnya.***(rul)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Penggerebekan Sindikat Narkoba di Bengkalis, Seorang Tewas dan Empat Ditangkap
- Sadis, Seorang Istri di Pelalawan Sembelih Suaminya Saat Tidur
- 1 Tewas Ditembak, Polda Riau Grebek Sindikat Narkoba di Bengkalis
- Hotel Tasia Ratu Pekanbaru Terbakar
- Pelajar Kuansing Tewas Dikabarkan Tertabrak Mobil Patwal Bupati Inhu
- Perkara Pemalsuan SKT, Hakim Ancam Saksi Beri Keterangan Palsu
- Polda Riau Tangkap 8 Kilogram Sabu Asal Malaysia
- Korban Dikabarkan Kritis,
Mobil Patwal Bupati Inhu Tabrak Pengandara di Koto Inuman, Kuansing

- Polres Bengkalis Musnahkan Puluhan Bal Pakaian Bekas dan Ratusan Karung Bawang Ilegal
- Tukang Kredit Keliling di Pelalawan Jadi Korban Perampokan Disertai Pembunuhan
- Tim Opsnal Polres Rohul Tangkap 3 Pemain Dadu Adroid di Desa Kepenuhan Jaya
- Terkait Pencemaran Nama Baik,
Wartawan Novrizon Burman Layangkan Somasi ke Kepala SKK Migas Sumbagut

- Pungli Pengurusan Prona, Mantan Pejabat BPN Inhu Dituntut Jaksa Lima Tahun Penjara
- Juru Tulis dan Bandar Togel di Sorek Pelalawan Diciduk
- Terjerat Pemalsuan Sertifikat Lahan,
Pengusaha Sawit Ini Dituntut 3 Tahun Penjara

- Tabrak Truk, Pelajar di Pinggir, Bengkalis Tewas Mengenaskan
- Mendadak Sakit, Tuntutan Hukuman Pengusaha Terjerat Pemalsuan Sertifikat Lahan Ditunda Sehari
- Maling Kotak Infak di Bengkalis di Tangkap Warga
- Diduga Bakar Lahan Sembarangan, Polisi Tangkap Seorang Pekerja Kebun di Pulau Rupat
- Kabur Pakai Bus, Pembunuh Ayu Safitri Tertangkap di Lahat, Sumsel


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com