Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 22 Agustus 2019 21:37
Resah dengan Konflik di Perbatasan,
Nelayan Panipahan Rencanakan Pertemuan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI


Kamis, 22 Agustus 2019 21:32
Sah, AMSI Wilayah Riau Terverifikasi Faktual!

Kamis, 22 Agustus 2019 21:06
Terjerat Korupsi Pengadaan Alkes,
Banding Dikabulkan, Pengadilan Tinggi Riau Bebaskan Tiga Dokter RSUD Arifin Achmad


Kamis, 22 Agustus 2019 18:17
Walau Titik Api Bertambah Jumlah Penderita ISPA di Inhu Justru Menurun

Kamis, 22 Agustus 2019 17:40
Juara 1 Rayon III, Sang Ratu Helmina Hari Pertama FPJ Sudah Pulang Kandang

Kamis, 22 Agustus 2019 17:32
Pemprov Riau Optimis APBD-P Tuntas Akhir Bulan Ini

Kamis, 22 Agustus 2019 16:37
Matangkan Persiapan Gelar Layanan 5G,
XL Axiata Kembali Uji Coba Teknologi 5G dan Gencarkan Fiberisasi Jaringan


Kamis, 22 Agustus 2019 16:34
Mahasiswa Dua PT di Bengkalis Wakili Riau Lomba Mengelas Nasional

Kamis, 22 Agustus 2019 16:05
Terbukti Diminati dan Berkualitas, Rabbani Sabet Tiga Award Top Brand 2019

Kamis, 22 Agustus 2019 15:28
558 Mahasiswa UPP Rohul Diwisuda, Irsadul Halim Sebagai Pemuncak

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 11 Pebruari 2019 19:03
Desak Penuntasan Perkara Penganiayaan Keluarga di Rohil, 1000 Advokat Kunjungi Polda Riau

Puluhan pengacara "Gerakan 1000 advokat untuk kemanusiaan" datangi Polda Riau. Mereka mendesak penuntasan perkara penganiayaan yang dialami keluarga di Rokan Hilir.

Riauterkini - PEKANBARU - Dalam kunjungan yang juga mempertanyakan tindak lanjut perkara dugaan penganiayaan yang dialami keluarga di Rohil yakni, Suami Istri dan seorang anak pada 2013 lalu, selain puluhan advokat turut hadir pula keluarga korban.

Salah satu Kuasa Hukum Korban, Suroto mengatakan perkara ini sejatinya telah berjalan sejak 2013 laku. Bahkan sudah tiga kali Kapolda Riau berganti namun tidak ada perkembangan. "Ini adalah perkara penganiayaan yang terberat yang terjadi di Riau. Namun, penanganan justru paling minim dan malah seperti disepelakan," tuturnya.

Korban dalam perkara ini diketahui yakni Rajiman (55) dan Maryatun (45) yang berdomisili di Dusun Sera, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Rokan Hilir, Riau. Bahkan bukan hanya suami istri tersebut yang mendapatkan perlakukan penganiayaan, tapi juga Arazaqul anak mereka yang baru berusia 11 tahun.

Bahkan, akibat perlakukan tersebut, dikatakan Suroto hingga saat ini Arazaqul harus dipasangi alat khusus di perutnya karena mengalami penyumbatan pencernaan. Sedangkan ayahnya, Rajiman, mengalami luka tusuk hingga 25 tusukan di sekujur tubuhnya. Meski selamat, namun kondisi saat ini membuat Rajiman tidak dapat beraktivitas seperti sebelumnya.

Dijelaskan Suroto, penganiayaan ini dilakukan oleh sejumlah pria yang diduga dibayar oleh AB yang merupakan anggota DPRD di wilayah Sumatera Utara, sekaligus Ketua DPC partai tertentu.

"Keluarga ini sering mendapatkan intimidasi dari pelaku yang menyuruh korban untuk mengosongkan lahan karena kata mereka lahan ini milik AB. Bahkan diancam kalau tak dikosongkan rumah akan dibakar," paparnya.

"Dan benar, rumah korban habis dibakar. Bahkan juga kendaraan yang dimilikinya. Namun tidak ada tindakan dari kepolisian. Datang hanya memfoto-foto saja," tambahnya.

Dirincinya, kejadian ini bermula sejak Rajiman membuka lahan yang dulunya hutan dan ditanami sawit melalui izin perangkat desa. Hingga lahan tersebut menjadi kebun sawit dan membuahkan hasil, barulah ada klaim dari AB untuk mengkosongkan lahan tersebut.

Mendapatkan perlakukan penganiayaan yang dialami orang tuanya, Sumardi anak kandung korban membuat laporan ke Polsek Panipahan. Memang setelah laporan tersebut, jajaran kepolisian melakukan pengejaran terhadap pelaku namun tidak tertangkap.

Polisi melihat kondisi para korban yang kala itu dirawat di Rumah Sakit Indah Bagan Batu. "Tapi setelah bertahun-tahun perkaranya tidak pernah ditangani dan terhadap para korban yang sudah sembuh pun tidak pernah diperiksa," terangnya.

Lanjutnya, pada 2017, lanjutnya, Polisi memeriksa korban, saksi dan bukti visum kejadian yang terjadi enam tahun sebelumnya. Polisi akhirnya menetapkan tiga tersangka, yang seluruhnya pelaku pemukulan. Meski sudah ditetapkan sebagai DPO para pelaku tak kunjung tertangkap. Begitu juga AB yang sampai saat ini tak pernah dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan.

"Sudah berkali-kali dilakukan pemanggilan terhadap AB, bahkan juga pemanggilan paksa, namun polisi tak berhasil membawanya. Alasannya tidak diketahui keberadaannya," jelasnya.

Terpisah, Kepala Sub Direktorat III Ditreskrimum Polda Riau AKBP Mohammad Kholiq mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan gelar perkara terkait kasus tersebut. Dia menuturkan gelar perkara itu untuk mengidentifikasi keterlambatan penyidikan.

"Kasus akan kita tindak lanjuti dengan gelar perkara. Apakah ada hambatan atau tidak. Hambatan dari kita atau penyidikan, sehingga kita bisa sampaikan SP2P nya kepada korban," singkatnya.***(rul)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Terjerat Korupsi Pengadaan Alkes,
Banding Dikabulkan, Pengadilan Tinggi Riau Bebaskan Tiga Dokter RSUD Arifin Achmad

- Terjerat Korupsi Dana Pendamping Desa di BPMD, Tiga PNS Pemkab Inhu Diadili
- Ludeskan 300-an Kios, Kebakaran Pasar Tembilahan Bakal Diteliti Puslabfor
- Rumahnya Terbakar, Seorang PNS Pengadilan Agama Pasirpangaraian Tewas
- Puluhan Kios di Pasar Tembilahan, Inhil Ludes Terbakar
- Diduga Tewas Dibunuh,
Sosok Mayat Pria di Kebun Sawit Lahan Pemko Pekanbaru Gegerkan Warga

- Seorang Pelaku Tersangka,
Tim Satgas Karlahut Rohul Amankan 2 Terduga Pembakar Lahan di Rambah Hilir

- Mahfud MD Sebut Kasus Ustadz Abdul Somad Sudah Kadaluarsa
- Penikaman Kanit Reskrim, Diawali Keributan Pelaku dengan Warga
- Dilantik Wakapolda Riau, AKBP Andri Sudarmadi Jabat Direktur Reskrim
- Rok Terlilit Rantai Motor, Seorang Ibu di Perawang Terhempas ke Aspal
- Tikam Kanit Reskrim, Warga Inhil Tewas Ditembak
- Korupsi Pembangunan Gedung Fisipol Unri,
Jaksa Nyatakan Banding Atas Vonis Dosen dan Kontraktor

- BNNP Riau Sita 8 Kilogram Sabu Dari Jaringan Internasional
- Enam Personil Polda Riau di Berhentikan Secara Tidak Hormat
- Pintu Masuk Diblokir, PT Adei Plantation di Pelalawan Didemo Sekelompok Warga
- Sadis, Gadis 14 Tahun di Kandis Dicangkul lalu Diperkosa Saat Sekarat
- Digelar Sertijab Posisi Kasat Lantas Polres Bengkalis
- Praktisi Hukum Menduga Ada Kejanggalan Dokumen Pemenang Proyek Perpustakaan Kuansing
- Dugaan Suap Anggota DPRD Riau,
Polresta Pekanbaru Periksa Saksi Kunci Ar



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com