Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 23 Agustus 2019 08:47
Pedayung Asal Kuansing Bersama Tim Indonesia Juara Dunia di Thailand

Kamis, 22 Agustus 2019 21:37
Resah dengan Konflik di Perbatasan,
Nelayan Panipahan Rencanakan Pertemuan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI


Kamis, 22 Agustus 2019 21:32
Sah, AMSI Wilayah Riau Terverifikasi Faktual!

Kamis, 22 Agustus 2019 21:06
Terjerat Korupsi Pengadaan Alkes,
Banding Dikabulkan, Pengadilan Tinggi Riau Bebaskan Tiga Dokter RSUD Arifin Achmad


Kamis, 22 Agustus 2019 18:17
Walau Titik Api Bertambah Jumlah Penderita ISPA di Inhu Justru Menurun

Kamis, 22 Agustus 2019 17:40
Juara 1 Rayon III, Sang Ratu Helmina Hari Pertama FPJ Sudah Pulang Kandang

Kamis, 22 Agustus 2019 17:32
Pemprov Riau Optimis APBD-P Tuntas Akhir Bulan Ini

Kamis, 22 Agustus 2019 16:37
Matangkan Persiapan Gelar Layanan 5G,
XL Axiata Kembali Uji Coba Teknologi 5G dan Gencarkan Fiberisasi Jaringan


Kamis, 22 Agustus 2019 16:34
Mahasiswa Dua PT di Bengkalis Wakili Riau Lomba Mengelas Nasional

Kamis, 22 Agustus 2019 16:05
Terbukti Diminati dan Berkualitas, Rabbani Sabet Tiga Award Top Brand 2019

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 12 Pebruari 2019 14:25
Gelapkan Dana Desa, Mantan Kades dan Staf di Meranti Ini Diadili

Seorang kepala desa di Meranti beserta stafnya harus duduk di kursi pesakitan sebagai terdakwa kasus duggan tipikor berupa penggelapan dana desa.

Riauterkini-PEKANBARU -Perkara penggelapan anggaran dana desa (ADD) dan dana bantuan desa, yang menjerat empat aparat Desa Citra Damai Kecamatan Rangsang Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (12/2/19) siang, mulai disidangkan di pengadilan tipikor Pekanbaru.

Dalam perkara yang merugikan keuangan negara Rp1 miliar lebih itu, duduk empat orang terdakwa yakni, M Munib (41), mantan Kepala Desa Citra Damai, serta tiga staffnya, Wagino, Heri Handoko dan Deni Irawan.

Sidang yang dipimpin majelis hakim, Dahlia Panjaitan SH di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Aditya SH dan M Ulinnuha menjerat terdakwa dengan pasal 2 juncto Pasal 3, Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi.

Dikatakan Aditya, perbuatan para terdakwa itu terjadi pada Juli hingga Desember 2016 lalu, saat M Munib menjabat sebagai Kepala Desa Citra Damai. Saat itu, desa tersebut mendapatkan dana desa sebesar Rp300 juta.

"Selain ADD yang bersumber dari anggaran keuangan negara, terdakwa juga menggelapkan uang bantuan desa dari PT Sumatera Riang Lestari," terang Aditya.

Dana bantuan dari perusahaan PT SRL sebesar Rp700 juta lebih. Namun, dana tersebut tidak keseluruhannya digunakan terdakwa untuk kepentingan desa.

"Dana ADD dan bantuan dari perusahaan PT SRL tersebut, terdakwa tidak dapat mempertanggung jawabkan penggunaannya. Sehingga total kerugian dana desa dan keuangan negara mencapai Rp260 juta,'' jelas JPU.

Usai dakwaan dibacakan, majelis hakim menunda sidang selama sepekan, dengan agenda eksepsi.***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Terjerat Korupsi Pengadaan Alkes,
Banding Dikabulkan, Pengadilan Tinggi Riau Bebaskan Tiga Dokter RSUD Arifin Achmad

- Terjerat Korupsi Dana Pendamping Desa di BPMD, Tiga PNS Pemkab Inhu Diadili
- Ludeskan 300-an Kios, Kebakaran Pasar Tembilahan Bakal Diteliti Puslabfor
- Rumahnya Terbakar, Seorang PNS Pengadilan Agama Pasirpangaraian Tewas
- Puluhan Kios di Pasar Tembilahan, Inhil Ludes Terbakar
- Diduga Tewas Dibunuh,
Sosok Mayat Pria di Kebun Sawit Lahan Pemko Pekanbaru Gegerkan Warga

- Seorang Pelaku Tersangka,
Tim Satgas Karlahut Rohul Amankan 2 Terduga Pembakar Lahan di Rambah Hilir

- Mahfud MD Sebut Kasus Ustadz Abdul Somad Sudah Kadaluarsa
- Penikaman Kanit Reskrim, Diawali Keributan Pelaku dengan Warga
- Dilantik Wakapolda Riau, AKBP Andri Sudarmadi Jabat Direktur Reskrim
- Rok Terlilit Rantai Motor, Seorang Ibu di Perawang Terhempas ke Aspal
- Tikam Kanit Reskrim, Warga Inhil Tewas Ditembak
- Korupsi Pembangunan Gedung Fisipol Unri,
Jaksa Nyatakan Banding Atas Vonis Dosen dan Kontraktor

- BNNP Riau Sita 8 Kilogram Sabu Dari Jaringan Internasional
- Enam Personil Polda Riau di Berhentikan Secara Tidak Hormat
- Pintu Masuk Diblokir, PT Adei Plantation di Pelalawan Didemo Sekelompok Warga
- Sadis, Gadis 14 Tahun di Kandis Dicangkul lalu Diperkosa Saat Sekarat
- Digelar Sertijab Posisi Kasat Lantas Polres Bengkalis
- Praktisi Hukum Menduga Ada Kejanggalan Dokumen Pemenang Proyek Perpustakaan Kuansing
- Dugaan Suap Anggota DPRD Riau,
Polresta Pekanbaru Periksa Saksi Kunci Ar



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com