Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 23 Mei 2019 22:26
Pekerja PT RIA di Kecamatan Pelangiran Diduga Tewas Diterkam Harimau

Kamis, 23 Mei 2019 22:13
Ajukan Proposal Pembangunan Stadion Baru, Bupati Kampar Temui Sesmenpora RI

Kamis, 23 Mei 2019 21:25
Gubri Sampaikan Program Zakat Komitmen Prioritasnya

Kamis, 23 Mei 2019 20:41
Melanjutkan Tradisi Baik,
Riauterkinicom Gelar Buka Puasa Bersama dan Bagi-bagi THR


Kamis, 23 Mei 2019 20:35
10 Tahun Terbengkalai, Pemkab Siak Kembali Lanjutkan Pembangunan SDN 01 di 2020

Kamis, 23 Mei 2019 20:17
‎Korupsi Proyek Cetak Sawah, Kejari Pelalawan Tahan Dua Tersangka Baru

Kamis, 23 Mei 2019 20:12
PT MASS Santuni Anak Yatim dan Keluarga Pra Sejahtera

Kamis, 23 Mei 2019 17:09
Di Laut, Polair Bengkalis Razia Puasa Nelayan dan Bagi Takjil Gratis

Kamis, 23 Mei 2019 17:07
Jalan Sei Pakning-Dumai Rusak Parah, Usulan Perbaikan PUPR Bengkalis Belum Direspon Pemprov Riau

Kamis, 23 Mei 2019 16:59
DPPPA Dukung Rencana Kegiatan FW KLA Buka Puasa Bersama Anak Yatim 

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 15 Pebruari 2019 21:14
Nelayan Myanmar Ditemukan Mengapung di Selat Bengkalis Diserahkan ke KKP Batam, Kepri

Satpolair Polres Bengkalis serahkan nelayan Myanmar yang ditemukan mengapung di Selat Bengkalis ke KKP Batam. Ia akan ditemukan dengaan empat rekanya untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Riauterkini-BENGKALIS- Seorang nelayan mengaku kewarganegaraan Myanmar jenis kelamin laki-laki, ditemukan mengapung di Perairan Kuala Alam, Selat Bengkalis, Bengkalis dalam keadaan hidup oleh nelayan, Rabu (12/2/19) sekitar pukul 15.00 WIB lalu, Kamis (14/2/19) kemarin malam dilimpahkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Warga negara Myanmar tersebut dilimpahkan Satuan Posisi Perairan (Satpolair) Polres Bengkalis di Markas Polair Sungai Bengkel Bengkalis.

Kyaw Kyaw Mie (dibaca Cocom Bo) (38), mengaku berasal dari Dawi (dibaca Dawei), Myanmar dikirim ke KKP Batam dan akan dipertemukan dengan empat rekannya yang lain untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Demikian disampaikan Kepala Satpolair Polres Bengkalis AKP Yudhi Franata, S.I.K kepada riauterkini.com, Jum'at (15/2/19) petang.

"Sudah kita limpahkan dan serahkan ke KKP Batam malam tadi. Tim KKP yang datang langsung menjemput seorang warga Myanmar yang ditemukan di Bengkalis di Markas Polair," ungkap AKP Yudhi di ruang kerjanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Cocom Bo diselamatkan nelayan Desa Kuala Alam, dalam kondisi mengapung.

Berdasarkan dari identitas yang ditemui merupakan pekerja dari negeri Malaysia.

Cocom Bo ini ditemukan oleh nelayan Desa Kuala Alam mengapung hanya mengenakan celana dalam dan membawa dokumen yang disimpan dalam kantong plastik.

Sementara itu, Cocom Bo ketika ditemui di Markas Polair Bengkalis menyampaikan dengan sedikit-sedikit menggunakan bahasa Melayu, mengaku sebelum hanyut di Selat Bengkalis, dirinya bersama 5 orang lainnya menjaring di Perairan Selat Malaka. Kemudian diamankan menurutnya (polisi laut), dan ditarik ke wilayah Indonesia. Karena alasan takut di penjara tiga tahun, sampai di sekitar Perairan Selat Bengkalis nekad terjun ke laut dan hanyut sampai di Perairan Kuala Alam kemudian diselamatkan nelayan tempatan.

"Tiga jam berenang, sebagai nelayan, kapten kapal bekerja di Hutan Melintang Teluk Intan, Perak Malaysia dan sudah sekitar 7 tahun," katanya.

Kemudian Cocom Bo juga menyebutkan, sebelumnya bersama empat orang rekannya. Empat orang rekan lainnya ditangkap oleh pihak polisi laut.

Kapal motor yang digunakan untuk menangkap ikan oleh warga Myanmar ini, dari pengakuannya diperkirakan lebih dari muatan 6 ton.***(dik)

Foto : Cocom Bo atau Kyaw Kyaw Mie (38). Petugas KKP Batam, Kepri menandatangani berita acara pelimpahan di Markas Polair Polres Bengkalis, Kamis (14/2/19) malam.

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Pekerja PT RIA di Kecamatan Pelangiran Diduga Tewas Diterkam Harimau
- ‎Korupsi Proyek Cetak Sawah, Kejari Pelalawan Tahan Dua Tersangka Baru
- Tiga Ditunda Besok, Dua Terdakwa Kotupsi Drainase Pekanbatu Divonis Sesuai Tuntutan
- Delapan Jabatan Perwira Disertijab, Kasat Lantas dan Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Diganti
- Lokasi di Tikungan, SPBU 13.294.624 di Sei Dawu Inhu Rawan Lakalantas
- Satres Narkoba Polres Pelalawan Tangkap Bandar Sabu
- Razia Hotel dan Kos-Kosan, Satpol PP Pekanbaru Jaring 58 Pasangan Mesum
- Tahan Seorang Tersangka, BC Bengkalis Sita 700 Kampit Bawang Merah Selundupan
- Korupsi Pengadaan Pipa Transmisi PDAM Tembilahan, Inhil, PNS dan Kontraktor Dituntut Berbeda
- Cek Jalur Mudik Lintas Barat di Kampar, Kapolda Riau Minta Pihak Kontraktor Gesa Perbaikan Jalan
- Dua Terdakwa Korupsi Dana Operasional Kapal Roro Bengkalis Diadili
- PPID Pemprov Riau Digugat Sengketa Informasi YLBI ke KI Riau
- Dua Ditembak, BNN Riau Tangkap Empat Bandar Narkoba di Dumai
- Operasi Keselamatan Muara Takus,
Satlantas Polres Bengkalis Amankan Sejumlah Motor Balapan di Duri

- Hari ke-18, Operasi Keselamatan Muara Takus 2019 di Kampar Nihil Laka Lantas
- Didatangi Polisi, Balapan Liar di Bengkalis Langsung Ngacir
- 7 Jam Polair Bengkalis Kawal Ketat Pengiriman Kotak Suara Pemilu 
- Gagal Nyalip, Satu Unit Mobil Ringsek Tabrak Rumah Warga di Bengkalis
- Dituntut 4 Tahun, Hakim PN Pelalawan Vonis Aheng Dua Tahun Penjara
- Dua Terdakwa Korupsi Dana Operasional Kapal Roro, Bengkalis Disidang Pekan Depan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com