Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 21 Maret 2019 17:58
Diguyur Hujan, Karhutla di Bengkalis Nyaris Padam Total

Kamis, 21 Maret 2019 17:55
Kerjasama Dinilai tak Menguntungkan, Anggota Koperasi Sawit Timur Jaya Kepenuhan Timur Gugat Perdata PT. AMR Rohul

Kamis, 21 Maret 2019 17:01
Apresiasi Keberadaan PT RAPP, Bupati Siak Ajak Warganya Dukung Keberadaan Investasi

Kamis, 21 Maret 2019 16:23
Titik Api Kembali Muncul, Dewan Nilai Pemprov Riau Sedang 'Terlena'

Kamis, 21 Maret 2019 16:20
BAZNas Bengkalis Hingga 'Curuk Kampung' Ajak Warga Berzakat

Kamis, 21 Maret 2019 15:46
Usulan Perampingan OPD, BP2D Nilai Tidak Begitu Penting

Kamis, 21 Maret 2019 15:38
Peringati HPSN DLH,
Bupati Kuansing Serta Seluruh OPD Komitmen Gunakan Pemakaian Tombler


Kamis, 21 Maret 2019 15:22
Tak Miliki IMB dan Sertifikat Halal, RM Saoenk Kito Pekanbaru Disegel

Kamis, 21 Maret 2019 15:20
Bhakti Kesehatan di Tambang, Wagubri Ajak Masyarakat Jaga Kekompakan

Kamis, 21 Maret 2019 15:17
Rampingkan OPD, Gubri Minta Dukungan DPRD

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 21 Pebruari 2019 17:55
Perkara Pemalsuan SKT, Hakim Ancam Saksi Beri Keterangan Palsu

PN Pekanbaru kembali sidang perkara pemalsuan SKT Kavlingan Guru Jalan Badak. Hakim ancam saksi yang dianggap memberikan keterangan palsu serta berbelit belit memberikan keterangan.

Riauterkini-PEKANBARU- Imardini, seorang penjaga kebun yang dihadirkan jaksa sebagai saksi untuk Agus Salim. Tampak ketar ketir, begitu majelis hakim yang ketuai Sorta Ria Neva melayangkan ancaman akan memberikan sanksi pidana kepada dirinya.

Imardini yang dianggap memberikan keterangan palsu serta berbelit belit memberikan keterangan, juga membuat jaksa penuntut gusar.

Semula, saksi mengaku jika dirinya hanya sebagai penjaga kebun dilahan Kavlingan Guru Jalan Badak, Kelurahan Tuah Negeri, Tenayan Raya, yang menurutnya milik terdakwa Agus Salim itu, tampak kewalahan ketika ditanya hakim, apakah saksi juga punya tanah atau lahan di Kavlingan Guru

Saksi tidak mengaku jika dirinya memiliki di kavlingan tersebut. Namun, ketika didesak hakim. Bahwasanya, keterangan saksi saksi lain mengatakan jika saksi Imardini juga memiliki sebidang tanah dilahan bersengketa tersebut.

" Saudara saksi, tadi mengatakan jika saudara hanya sebagai penjaga kebun milik terdakwa. Tapi menurut saksi saksi lain, saudara juga memiliki lahan disitu," kata hakim Sorta, pada sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Imardini tampak gugup dan keterangannya berbelit belit Sehingga hakim Sorta meradang.

" Saudara telah disumpah, jika saudara berbohong, Saudara bisa dipidanakan," kata Sorta.

Saksi yang terlihat pucat itu, kemudian mengatakan jika dirinya diwaktu memberi ketarngan di penyidik kepolisian berada dalam tekanan.

" Saya waktu diperiksa, merasa ditekan Bu Hakim," katanya.

Hakim pun kemudian menanyakan langsung kepada penyidik yang turut dihadirkan jaksa.

Saksi penyidik, Maspriyanto kepada majelis hakim mengatakan jika saksi Imardini tidak pernah ditekan atau dipaksa.

" Tidak pemaksaan, dia (Imardini) diperiksa dimintai keterangan dan menjelaskan kepada penyidik apa adamya," kata saksi.

Usai mendengarkan kedua saksi ini. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wilsa kemudian menghadirkan saksi Tumpal Manik.

Seperti diketahui, Agus Salim dihadirkan kepersidangan sebagai terdakwa atas perkara pemalsuan Surat Keterangan Tanah (SKT).

Pemalsuan SKT itu terjadi rentang tahun 2011 hingga tahun 2017. Dimana, tahun 2009 lalu, Saksi Herman Sani membeli tanah kavlingan guru di Jalan Badak RT 04/RW 03, Kelurahan Tuah Negeri Kecamatan Tenayan Raya.

Namun belakangan muncul SKT yang terdiri 3 SKT ditanah tersebut atas nama Zahruzal, Hasan Basri dan Achmad Ali, yang dibuat sendiri oleh Agus Salim.

Selanjutnya, tanah dengan surat SKT itu, dijual Agus Salim kepada Tumpal Manik.***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Kerjasama Dinilai tak Menguntungkan, Anggota Koperasi Sawit Timur Jaya Kepenuhan Timur Gugat Perdata PT. AMR Rohul
- Terjerat Pungli Pengurusan Prona,
Hakim Agendakan Vonis Pejabat BPN Inhu Selasa Depan

- Korban Sempat Baku Hantam,
Begini Kronologis Keributan di Rumah Kades Bangun Jaya

- Ancam Kades Bangun Jaya dan Bawa Senpi Rakitan, Mantan Kades Payung Sekaki Diciduk Polisi
- Dituding Suap dan Dilaporkan ke KPK, Mujahidin Menolak yang Haram dan Fokus Majukan UIN Suska
- Viral, Info KPK Turut Sita Uang Suap Rektor UIN Suska dari Ruang Menag
- PN Pasirpangaraian Canangkan Zona Integritas untuk Mewujudkan WBK WBBM
- Dua Kali Mangkir, Jaksa Tunggu Perintah Hakim Panggil Wabup Bengkalis
- Panik Ketahuan Mencuri Mobil,
Pria Apes di Pekanbaru Ini Tabrak Trotoar dan Tertangkap Warga

- Ini Identitas Tiga Tahanan PN Pelalawan yang Ditangkap
- Omset Rp5 Juta Sehari, BBPOM Sita 150 Kg Mie Berformalin dari Pabrik Rumahan di Tampan
- Tiga Tertangkap, Polisi Buru Empat lagi Tahanan Kabur dari PN Pelalawan
- 7 Tahanan Kejari Kabur di PN Pelalawan
- Curi Besi Tower Sutet, Dua Pemuda Desa Koto Perambahan Kampar Diamankan Polisi
- Kepala SMPN 5 Mandau, OTT Pungli Seragam Sekolah Dituntut Lima Tahun Penjara.
- Asik Main Judi Leng, 5 Pekerja PT. Torganda Rantau Kasai Diringkus Polisi Rohul
- Tabrakan di Pelalawan, Ketua KPU Inhil Alami Patah Kaki
- Frustasi Dilarang Ikut Ujian Pemicu Siswa Pukul Kepsek di Inhu
- Wanita Pengedar Sabu di Gunung Sahilan, Kampar Ditangkap Piolisi
- Seorang Kepala Sekolah di Inhu Dianiaya Muridnya Sendiri


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com