Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 25 Mei 2019 07:19
Bupati Kampar Lantik 11 Pejabat Eselon II

Jum’at, 24 Mei 2019 22:02
Imigrasi Bengkalis Santuni Anak Panti Asuhan

Jum’at, 24 Mei 2019 21:49
Pemkab Bengkalis Ingatkan Seluruh Perusahaan Segera Bayarkan THR

Jum’at, 24 Mei 2019 21:41
Buka Puasa Bersama Ramadhan, PT EDI Rohul Salurkan Bantuan dan Berbagi dengan Kaum Dhuafa

Jum’at, 24 Mei 2019 21:38
Safari Ramadan 1440 H, Wagubri Shalat Tarawih dan Serahkan Bantuan di Mesjid Agung Al Huda Tembilahan

Jum’at, 24 Mei 2019 20:15
Serunya Midnight Sale di Mal SKA, Diskon Melimpah Sampai 70 Persen

Jum’at, 24 Mei 2019 19:29
Mahasiswa UR Taja Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa di SMA Negeri Pintar Provinsi Riau

Jum’at, 24 Mei 2019 19:15
Buka Bersama Pengurus, Apindo Gandeng ACI NUS Gelar Survey Daya Saing Usaha 2019

Jum’at, 24 Mei 2019 19:11
Kutuk Tindakan Represif, HMI Pekanbaru Minta Kapolri Dicopot

Jum’at, 24 Mei 2019 17:24
Berbagi Berkah Ramadan, Alumni Unri RAPP Santuni Anak Yatim

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 13 Maret 2019 20:16
Ketua MPW PP Riau, Minta Maaf Terkait Video Editan Yang Beredar

Ketua MPW PP Arsadianto Rahman menegaskan video yang bredar tentang dirinya adalah editan dan tidak benar. Ia sampaikan permintamaan maaf kepada FPI dan Habib Rizik Shihab.

Riauterkini - PEKANBARU - Arsadianto Rahman selaku Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Riau sampaikan permintaan maaf kepada FPI dan Habib Rizik Shihab terkait video editan yang beredar. Hal ini dilakukan agar hubungan baik tetap terjaga dan mengantisipasi terjadinya perpecahan.

Permintaan maaf tersebut disampaikan langsung oleh Arsadianto Rahman selaku Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) dalam gelaran konfrensi persnya, Rabu (13/03/19).

"Saya sebagai ketua MPW PP Riau, menyatakan apa yang ada di video itu diedit dan tidak benar. Yang disampaikan pada saat pembekalan kalau ada yang tersebut di situ salah satu organisasi ataupun nama, saya minta maaf kepada Habib Rizieq Shihab dan FPI secara pribadi," terangnya.

Dalam video yang berdurasi sekitar satu menit tersebut terdapat berbagai kalimat yang telah diedit. Sehingga dikhawatirkan Anto begitu sapaan akrabnya, dapat memicu perpecahan dan keretakan hibungan baik itu kepada FPI maupun HRS sendiri. "Kita hanya menyampaikan islam garis keras dan radikal. Ke depannya dengan kesatuan NKRI dan ideologi kita Pancasila, PP salah satu benteng ikut mengamankan," paparnya.

Tambahnya, Ia juga tidak ada menybutkan perang terhadap umat idlan. Sebab, dirinya juga beragama islam. "Gak mungkin saya sebagai umat muslim membenturkan keyakinan saya sendiri," tuturnya.

Dia berharap, umat islam tidak terpancing dengan isu dan video hoax tersebut. "Kami seluruh anggota organisasi minta maaf, sekali lagi kami minta maaf kepada umat Islam seluruhnya. Jangan sampai kita terpecah akibat video hoax. Begitu juga dengan Habib Rizieq dan FPI," tegasnya.

Tambah penasehat PP Riau, Doyok Wardoyo yang juga hadir dalam konfrensi pers tersebut, acara yang diadakan oleh keluarga besar MPW PP Riau pada Minggu (10/3) lalu itu, merupakan sebagai relawan untuk dukungan terhadap capres 01, dan tidak bermaksud apapun dengan pihak lain.

"Tidak ada sepatah kata pun seperti yang ada di video itu. Kita menghormati kaidah Islam. Intinya kata dipelintir yang sengaja memecah belah antar umat, antar suku dan antar kelompok, PP jangan terjebak dan jangan terpancing," terangnya.

Selain secara lisan, permintaan maaf Ketua MPW PP Riau itu, disampaikan secara tertulis kepada FPI dan HRS, selanjutkan diteruskan kepada Kapolda Riau, Gubernur, dan Kajati.

Dirincinya, permasalahan yang menyeret namanya ini berawal dari tersebarnya video dalam sebuah grub Whatsapp fungsionaris MPW PP Selasa (12/03/19). Dimana grub tersebut beranggotakan sekitar 117 anggota.

Awalnya video ini dikirim oleh salah satu anggota grub yang berinisial J. Dimana Anto menduga video telah diedit. Dimana narasi perpecahan tersebut dijelaskannya tidak pernah ada dan tidak dibuat pada saat acara berlangsung.***(rul)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Protes Kecurangan Pemilu, Pendemo Kepung DPRD Riau
- Korupsi Pembangunan Drainase Pekanbaru, ASN Dihukum 14 dan 16 Bulan
- Pekerja PT RIA di Kecamatan Pelangiran Diduga Tewas Diterkam Harimau
- ‎Korupsi Proyek Cetak Sawah, Kejari Pelalawan Tahan Dua Tersangka Baru
- Tiga Ditunda Besok, Dua Terdakwa Kotupsi Drainase Pekanbatu Divonis Sesuai Tuntutan
- Delapan Jabatan Perwira Disertijab, Kasat Lantas dan Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Diganti
- Lokasi di Tikungan, SPBU 13.294.624 di Sei Dawu Inhu Rawan Lakalantas
- Satres Narkoba Polres Pelalawan Tangkap Bandar Sabu
- Razia Hotel dan Kos-Kosan, Satpol PP Pekanbaru Jaring 58 Pasangan Mesum
- Tahan Seorang Tersangka, BC Bengkalis Sita 700 Kampit Bawang Merah Selundupan
- Korupsi Pengadaan Pipa Transmisi PDAM Tembilahan, Inhil, PNS dan Kontraktor Dituntut Berbeda
- Cek Jalur Mudik Lintas Barat di Kampar, Kapolda Riau Minta Pihak Kontraktor Gesa Perbaikan Jalan
- Dua Terdakwa Korupsi Dana Operasional Kapal Roro Bengkalis Diadili
- PPID Pemprov Riau Digugat Sengketa Informasi YLBI ke KI Riau
- Dua Ditembak, BNN Riau Tangkap Empat Bandar Narkoba di Dumai
- Operasi Keselamatan Muara Takus,
Satlantas Polres Bengkalis Amankan Sejumlah Motor Balapan di Duri

- Hari ke-18, Operasi Keselamatan Muara Takus 2019 di Kampar Nihil Laka Lantas
- Didatangi Polisi, Balapan Liar di Bengkalis Langsung Ngacir
- 7 Jam Polair Bengkalis Kawal Ketat Pengiriman Kotak Suara Pemilu 
- Gagal Nyalip, Satu Unit Mobil Ringsek Tabrak Rumah Warga di Bengkalis


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com