Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 20 Mei 2019 22:48
Tanpa Perlawanan, Tim Yustisi Kampar Segel Lima Titik Lokasi Galian C di Koto Kampar Hulu

Senin, 20 Mei 2019 22:44
Dipadati Warga, Wabup Inhil Taja Syukuran dan Buka Puasa Bersama di Kediaman Dinas

Senin, 20 Mei 2019 22:37
DPRD Riau Apresiasi Pemprov Riau Raih Opino WTP dari BPK RI

Senin, 20 Mei 2019 22:32
Safari Ramadhan, GM PLN UIW Riau Kepri Resmikan Kantor ULPLTD Bagan Besar Bengkalis

Senin, 20 Mei 2019 20:42
KPU Riau Sampaikan Rekapnas

Senin, 20 Mei 2019 18:12
Kejari Bengkalis Sita Rumah Tersangka Korupsi Kapal Roro di Pekanbaru

Senin, 20 Mei 2019 18:06
RAPP Bukber Bersama Stakeholders dan Insan Media di Riau

Senin, 20 Mei 2019 18:03
Raup Suara Terbanyak di Riau, Jon Elrizal Kembali Lolos ke Senayan

Senin, 20 Mei 2019 16:57
Halal dan Berkualitas,
Bulog Siapkan 2 Ton Daging untuk Lebaran Masyarakat Bengkalis


Senin, 20 Mei 2019 16:51
Pimpin Upacara Harkitnas, Bupati Kampar Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kesatuan

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 13 Maret 2019 20:16
Ketua MPW PP Riau, Minta Maaf Terkait Video Editan Yang Beredar

Ketua MPW PP Arsadianto Rahman menegaskan video yang bredar tentang dirinya adalah editan dan tidak benar. Ia sampaikan permintamaan maaf kepada FPI dan Habib Rizik Shihab.

Riauterkini - PEKANBARU - Arsadianto Rahman selaku Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Riau sampaikan permintaan maaf kepada FPI dan Habib Rizik Shihab terkait video editan yang beredar. Hal ini dilakukan agar hubungan baik tetap terjaga dan mengantisipasi terjadinya perpecahan.

Permintaan maaf tersebut disampaikan langsung oleh Arsadianto Rahman selaku Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) dalam gelaran konfrensi persnya, Rabu (13/03/19).

"Saya sebagai ketua MPW PP Riau, menyatakan apa yang ada di video itu diedit dan tidak benar. Yang disampaikan pada saat pembekalan kalau ada yang tersebut di situ salah satu organisasi ataupun nama, saya minta maaf kepada Habib Rizieq Shihab dan FPI secara pribadi," terangnya.

Dalam video yang berdurasi sekitar satu menit tersebut terdapat berbagai kalimat yang telah diedit. Sehingga dikhawatirkan Anto begitu sapaan akrabnya, dapat memicu perpecahan dan keretakan hibungan baik itu kepada FPI maupun HRS sendiri. "Kita hanya menyampaikan islam garis keras dan radikal. Ke depannya dengan kesatuan NKRI dan ideologi kita Pancasila, PP salah satu benteng ikut mengamankan," paparnya.

Tambahnya, Ia juga tidak ada menybutkan perang terhadap umat idlan. Sebab, dirinya juga beragama islam. "Gak mungkin saya sebagai umat muslim membenturkan keyakinan saya sendiri," tuturnya.

Dia berharap, umat islam tidak terpancing dengan isu dan video hoax tersebut. "Kami seluruh anggota organisasi minta maaf, sekali lagi kami minta maaf kepada umat Islam seluruhnya. Jangan sampai kita terpecah akibat video hoax. Begitu juga dengan Habib Rizieq dan FPI," tegasnya.

Tambah penasehat PP Riau, Doyok Wardoyo yang juga hadir dalam konfrensi pers tersebut, acara yang diadakan oleh keluarga besar MPW PP Riau pada Minggu (10/3) lalu itu, merupakan sebagai relawan untuk dukungan terhadap capres 01, dan tidak bermaksud apapun dengan pihak lain.

"Tidak ada sepatah kata pun seperti yang ada di video itu. Kita menghormati kaidah Islam. Intinya kata dipelintir yang sengaja memecah belah antar umat, antar suku dan antar kelompok, PP jangan terjebak dan jangan terpancing," terangnya.

Selain secara lisan, permintaan maaf Ketua MPW PP Riau itu, disampaikan secara tertulis kepada FPI dan HRS, selanjutkan diteruskan kepada Kapolda Riau, Gubernur, dan Kajati.

Dirincinya, permasalahan yang menyeret namanya ini berawal dari tersebarnya video dalam sebuah grub Whatsapp fungsionaris MPW PP Selasa (12/03/19). Dimana grub tersebut beranggotakan sekitar 117 anggota.

Awalnya video ini dikirim oleh salah satu anggota grub yang berinisial J. Dimana Anto menduga video telah diedit. Dimana narasi perpecahan tersebut dijelaskannya tidak pernah ada dan tidak dibuat pada saat acara berlangsung.***(rul)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Dua Ditembak, BNN Riau Tangkap Empat Bandar Narkoba di Dumai
- Operasi Keselamatan Muara Takus,
Satlantas Polres Bengkalis Amankan Sejumlah Motor Balapan di Duri

- Hari ke-18, Operasi Keselamatan Muara Takus 2019 di Kampar Nihil Laka Lantas
- Didatangi Polisi, Balapan Liar di Bengkalis Langsung Ngacir
- 7 Jam Polair Bengkalis Kawal Ketat Pengiriman Kotak Suara Pemilu 
- Gagal Nyalip, Satu Unit Mobil Ringsek Tabrak Rumah Warga di Bengkalis
- Dituntut 4 Tahun, Hakim PN Pelalawan Vonis Aheng Dua Tahun Penjara
- Dua Terdakwa Korupsi Dana Operasional Kapal Roro, Bengkalis Disidang Pekan Depan
- Sempat Tiga Kali Penundaan Sidang,
Kades dan Sekdes di Pelalawan Selamat dari Hukuman Seumur Hidup

- Dilarikan ke RS, Dua Orang Luka Parah Saat Bentrokan di Jembatan Siak IV Pekanbaru
- Bawa Sajam dan Kayu, Puluhan Pemuda Terlibat Bentrok di Jembatan Siak IV Pekanbaru
- Perusahaan Penyuap Bupati Bengkalis Masuk Daftar Hitam Bank Dunia
- Diduga Terima Suap Rp5,6 Miliar, KPK Jadikan Bupati Bengkalis Tersangka
- Lanjutkan Pemeriksaan, KPK Geledah Rumah Kontraktor di Duri
- Tersambar Petir Saat Menjala Ikan, Nelayan di Inhil Ditemukan Tak Bernyawa
- Ekspos Tertutup, Kapolres Bengkalis Ungkap Motif Pembunuhan Berencana di Duri
- Hanyut Dua Hari, Pelajar di Rohul Ditemukan Tewas
- Ramai di Medsos, Polisi Masih Bungkam Soal Pembunuh Karyawan PT SI di Duri
- Tiga Petak Ruko di Desa Bukit Sembilan, Kampar Ludes Terbakar Saat Berbuka Puasa
- Tawuran di Pekanbaru Tewaskan 1 Orang, 4 Pelaku Peragakan 11 Adegan Habisi Nyawa Korban


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com