Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 19 Juni 2019 13:44
Seorang Warga Temukan Belasan Bungkus Diduga Sabu dan Pil Ekstasi di Pinggir Jalan Batang Duku, Bengkalis

Rabu, 19 Juni 2019 13:40
Bina Lingkungan Pertamina Dumai dan Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Rabu, 19 Juni 2019 12:59
Sempena HUT Kodam I BB ke-69, Kodim 0314/Inhil Tanam Pohon Ekonomis

Rabu, 19 Juni 2019 12:53
Satreskrim Polres Pelalawan Serahkan Tersangka Ketua PPK ke Jaksa

Rabu, 19 Juni 2019 12:51
Terjerat OTT, Dua Pegawai BPN Siak Dituntut Hukuman 14 Bulan Penjara

Rabu, 19 Juni 2019 12:02
Indro dan Rahman, Dua Gajah Terlatih Bertugas Tarik Simpati Kawanannya di TNTN

Rabu, 19 Juni 2019 11:52
Perusahaan Migas Thailand Gelar Seminar dan Workshop di Pekanbaru

Rabu, 19 Juni 2019 11:01
Dibuka Perdana, Beasiswa 3T Kurang Diminati Tamatan SMA di Bengkalis

Rabu, 19 Juni 2019 10:56
Jadwal Pacu Jalur untuk Setiap Rayon 2019

Rabu, 19 Juni 2019 10:11
F-PDI Perjuangan Kritisi Pejabat Pelalawan Ogah Tinggal di Rumdis

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 21 Maret 2019 17:55
Kerjasama Dinilai tak Menguntungkan, Anggota Koperasi Sawit Timur Jaya Kepenuhan Timur Gugat Perdata PT. AMR Rohul

Masyarakat Desa Kepenuhan Timur, Rohul anggota Koperasi Sawit Timur Jaya mengajukan gugatan perdata terhadap PT. AMR. Petani meminta pembatalan perjanjian kerjasama yang dinilai tidak menguntungkan.

Riau‎terkini-PASIRPANGARAIAN- Masyarakat petani Desa Kepenuhan Timur, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) tergabung sebagai anggota Koperasi Sawit Timur Jaya mengajukan gugatan perdata terhadap PT. Agro Mitra Rokan (AMR).

Masyarakat petani meminta akta perjanjian yang lama untuk dibatalkan, dan dibuat perjanjian baru. Pihak PT. AMR bersama Koperasi Sawit Timur‎ Jaya Desa Kepenuhan Timur juga harus duduk bersama seperti sebelumnya.

Kuasa Hukum Masyarakat Desa Kepenuhan Timur, Andi Nofrianto, mengatakan secara garis besar isi gugatan yang dilayangkan melalui Koperasi Sawit Timur Jaya pada 2018 ke Pengadilan Negeri (PN) Pasirpangaraian, meminta pembatalan perjanjian kerjasama di muka notaris antara Koperasi Sawit Timur Jaya dengan PT. AMR tahun 2007.

Dalam perjanjian kerjasama pola kemitraan Kredit Kepada Koperasi Primer untuk Anggota‎ (KKPA) tersebut, ungkap Andi, terdapat hal-hal yang memberatkan ataupun menguntungkan PT. AMR, sehingga menghilangkan makna hakikat kerjasama yang baik, yaitu menguntungkan satu lain.

Menurut Andi, semestinya perjanjian yang dilatarbelakangi nota kesepaktan awal kebun kelapa sawit yang akan dibangun dan dibiayai oleh perusahaan dihitung sebagai hutang yang mana baru diperhitungkan atau dibayar setelah kebun menghasilkan.

Sesuai perjanjian awaln dari luas kebun sawit secara keseluruhan yang dikelola PT. AMR sekira 4.215 hektare, seharusnya sekira 1.600‎ hektar lahan merupakan milik masyarakat yang harus dibangun oleh perusahaan. Namun diakui Andi, hingga kini baru terealisasi sekira 1.000 hektar.

"Tetapi di dalam perjanjian yang dibuat di notaris yang beracuan kepada nota kesepakatan 10 Juni 2006‎, memaparkan bahwa kebun masyarakat dibangun oleh biaya pinjaman masyarakat ke Bank BRI," ungkap Andi, usai sidang menghadirkan saksi di PN Pasirpangaraian yang dikawal ratusan masyarakat, Kamis (21/3/2019).

‎Andi mengatakan pada 2013 telah cair pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) satu dan KUR dua di Bank BRI sebesar Rp8,5 miliar, dan diduga pinjaman tidak melibatkan nasabah yang mengajukan kredit.

Namun hingga saat ini‎, sambung Andi, uang miliaran yang telah diambil langsung, dan atau digunakan pihak perusahaan untuk pembangunan kebun kelapa sawit anggota, khususnya Koperasi Timur Jaya belum diketahui. Bahkan masyarakat tidak mengetahui dimana lokasi kebun sawitnya.

‎"Kebun yang katanya sudah dibangun, sampai sekarang alhamdulillah biji batang sawit satu pun tidak tahu dimana posisinya," kata Andi kepada wartawan.

‎Masih di tempat sama, Kades Kepenuhan Timur, Azhar AS, mengatakan gugatan perdata diajukan bertujuan agar kerjasama kemitraan awal dengan PT. AMR bisa mensejahterakan masyarakat di desanya.

Azhar mengungkapkan KUR satu dan KUR dua tahapannya berbeda. Dua tahun setelah jatuh tempo atau jatuh utang ke bank, petani sepeserpun tidak menerima gaji.

Diakuinya, telah dilakukan berkali-kali mediasi dengan Dinas Koperasi Rokan Hulu, termasuk mediasi di rumah dinas Bupati Rokan Hulu, perihal petani meminta gaji.

"Simpel sebenarnya persoalannya, tapi karena pekanya dan pekak tulinya perusahaan terhadap permintaan masyarakat itu, ya maka terjadi sampai ke pengadilan ini," jelas Azhar.

"Semestinya nggak perlu ke pengadilan, musyawarah mufakat kan ada MoU mereka," ungkap Azhar.

Sementara, Direktur PT. AMR,‎ Hj Katriana Nur, didampingi Kuasa Hukumnya Desi Handayani, mengatakan‎ penyerahan kebun dan tanah belum bisa dilakukan saat ini, karena 503 kepala keluarga (KK) belum semua memiliki.

"Jadi kami dari perusahaan tidak mungkin memberikan‎ hanya 100 orang. Ini yang menuntut 100, padahal ini ada 503 KK yang harus saya perjuangkan dan saya bangun," jelas Katriana.

Direktur mengaku kebun KUR pertama untuk 100 KK sudah dibangun, sedangkan kebun KUR kedua sudah dibangun namun dana dari Bank BRI dihentikan oleh Iskandar yang saat itu menjabat Ketua Koperasi Sawit Timur Jaya pada 2016‎.

"Jadi tugas saya adalah membangun kebun 503 (KK) jadi tidak mungkin ada penyerahan," ujarnya.

Katriana mengaku sementara untuk membangun yang berikutnya, nama anggota belum diberikan oleh pihak Koperasi Sawit Timur Jaya ke pihak perusahaan.

Ia menuturkan‎ sesuai pasal perjanjian, perusahaan yang mengusahakan kredit atau KUR satu dan KUR dua ke Bank BRI, namun KUR satu ada refinancing dengan jaminan kebun inti PT. AMR.

Katriana mengaku satu tahun kemudian, perusahaan telah membayar utang ke Perbankan, meski kebun masyarakat saat itu baru dibangun.

"Tapi di sini mereka banyak tidak memahami saya lihat. Makanya tanggapan saya di awal sebenarnya bahwa mereka banyak tidak memahami bagaimana kerjasama ini, yaitu dari segi perjanjian tidak dipahami, lebih-lebih lagi kepada kredit mereka," terangnya.

Katriana mengaku akibat tunggakan KUR satu tidak dibayar, dan saat ini kredit tunggakan di Bank BRI sudah mencapai sekira Rp 1,2 miliar, sejak Koperasi Sawit Timur Jaya diketuai Iskandar AS, pada Februari 2016.

Perempuan ini mengaku kredit KUR satu yang dimulai 2013, dan telah membayar utang kebun KUR satu sejak 2014 dengan dananya.

Dan pada 2016, 2017, dan 2018‎, tambah Katriana, kebun dikuasai koperasi sehingga masalah tersebut diselesaikan melalui mediasi di Dinas Koperasi Rokan Hulu. Hasinya, disepakati untuk pengelolaan kebun kembali diserahkan ke perusahaan.***(zal)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Seorang Warga Temukan Belasan Bungkus Diduga Sabu dan Pil Ekstasi di Pinggir Jalan Batang Duku, Bengkalis
- Satreskrim Polres Pelalawan Serahkan Tersangka Ketua PPK ke Jaksa
- Terjerat OTT, Dua Pegawai BPN Siak Dituntut Hukuman 14 Bulan Penjara
- BNNP Riau Ringkus Pasangan Kekasih Pemilik 1 Kg Sabu dan Ribuan Butir Ekstasi
- ‎14,26 Gram Sabu Disita,
Pengedar Narkoba di Tambusai Diciduk Polisi Rohul di Rumahnya

- Sunoto Resmi Jabat Ketua PN Pasirpangaraian Gantikan Sarudi
- Polda Riau Musnahkan 26,70 Kilogram Sabu dan 12.513 Butir Ekstasi
- Mobdis Pemkab Bengkalis Ringsek Setelah Tabrak Pagar Besi di Pakning, Bengkalis
- Berkelahi dan Saling Bacok di Riau Foodcourt Pekanbaru, 4 Pria Diborgol Polisi
- Korupsi Pipa Transmisi PDAM Inhil,
Kontraktor Divonis Lebih Rendah, PNS Lebih Tinggi

- Satu Ditembak, Polres Bengkalis Tangkap Tiga Napi Kabur dari Rutan Sungai Penuh, Jambi
- Polres Dumai Tangkap Dua Bandar Sabu 1 Kilogram Asal Bengkalis
- Laga Kambing Travel Vs Truk, Sejumlah Penumpang Terluka
- Diduga Cabuli Gadis 16 Tahun,
Pelajar SD dan SMK di Bengkalis Berurusan dengan Hukum

- Sepekan Menghilang, Remaja KHS Kuansing Ditemukan Selamat
- ‎Perkosa Korban di Depan Pacarnya, 2 Begal Sadis di Ujung Batu Ditangkap Polisi Rohul
- Diduga Cbuli Adik Ipar Berusia 13 Tahun,
Tukang Panen Sawit di Kepenuhan Diciduk Polisi Rohul

- Nasib 5 Komisioner KPU Kuansing Menunggu Pleno DKPP RI
- Ops K2YD, Polsek Mandau Amankan Sejumlah Motor Balap Liar di Duri
- Termasuk Seorang ASN Dishub Bengkalis,
Polisi Tangkap Empat Tersangka Penyalahgunaan Narkotika



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com