Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 26 Juni 2019 16:37
Korupsi, Tiga ASN Pemkab Inhu Ditahan Kejari

Rabu, 26 Juni 2019 15:38
Bertema "Kampanye Akbar Stop Narkoba", BNNP Riau Taja Peringatan HANI 2019

Rabu, 26 Juni 2019 15:06
5 Bulan Lalu Lintas Warga Asing ke Bengkalis 1.537 Orang

Rabu, 26 Juni 2019 14:49
Polres Kuansing Bagikan Bantuan ke Panti Asuhan dalam Rangka HUT Bhyangkara

Rabu, 26 Juni 2019 14:28
‎Kembali Gulirkan Program Desa Bebas Api, PT RAPP Bertekad 'Zonk-kan' Karhutla

Rabu, 26 Juni 2019 13:58
Puluhan ASN dan Honorer PN Bengkalis Mendadak Ikuti Tes Urine

Rabu, 26 Juni 2019 13:47
LAMR Sokong Langkah Hukum Pemprov Riau Laporkan Penghina Gubri

Rabu, 26 Juni 2019 13:33
Diikuti 564 JCH , Bupati Inhil Buka Kegiatan Manasik Haji 2019

Rabu, 26 Juni 2019 13:26
Bupati Inhil Pimpin Rapat Pematangan Konsep dan Pemodelan Program 1 Desa 1 Rumah Tahfidz

Rabu, 26 Juni 2019 13:23
Dalam Upaya Pembangunan SDM, Pemkab Inhil Titik Beratkan Peningkatan Mutu dan Kualitas Pendidikan

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 21 Maret 2019 17:55
Kerjasama Dinilai tak Menguntungkan, Anggota Koperasi Sawit Timur Jaya Kepenuhan Timur Gugat Perdata PT. AMR Rohul

Masyarakat Desa Kepenuhan Timur, Rohul anggota Koperasi Sawit Timur Jaya mengajukan gugatan perdata terhadap PT. AMR. Petani meminta pembatalan perjanjian kerjasama yang dinilai tidak menguntungkan.

Riau‎terkini-PASIRPANGARAIAN- Masyarakat petani Desa Kepenuhan Timur, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) tergabung sebagai anggota Koperasi Sawit Timur Jaya mengajukan gugatan perdata terhadap PT. Agro Mitra Rokan (AMR).

Masyarakat petani meminta akta perjanjian yang lama untuk dibatalkan, dan dibuat perjanjian baru. Pihak PT. AMR bersama Koperasi Sawit Timur‎ Jaya Desa Kepenuhan Timur juga harus duduk bersama seperti sebelumnya.

Kuasa Hukum Masyarakat Desa Kepenuhan Timur, Andi Nofrianto, mengatakan secara garis besar isi gugatan yang dilayangkan melalui Koperasi Sawit Timur Jaya pada 2018 ke Pengadilan Negeri (PN) Pasirpangaraian, meminta pembatalan perjanjian kerjasama di muka notaris antara Koperasi Sawit Timur Jaya dengan PT. AMR tahun 2007.

Dalam perjanjian kerjasama pola kemitraan Kredit Kepada Koperasi Primer untuk Anggota‎ (KKPA) tersebut, ungkap Andi, terdapat hal-hal yang memberatkan ataupun menguntungkan PT. AMR, sehingga menghilangkan makna hakikat kerjasama yang baik, yaitu menguntungkan satu lain.

Menurut Andi, semestinya perjanjian yang dilatarbelakangi nota kesepaktan awal kebun kelapa sawit yang akan dibangun dan dibiayai oleh perusahaan dihitung sebagai hutang yang mana baru diperhitungkan atau dibayar setelah kebun menghasilkan.

Sesuai perjanjian awaln dari luas kebun sawit secara keseluruhan yang dikelola PT. AMR sekira 4.215 hektare, seharusnya sekira 1.600‎ hektar lahan merupakan milik masyarakat yang harus dibangun oleh perusahaan. Namun diakui Andi, hingga kini baru terealisasi sekira 1.000 hektar.

"Tetapi di dalam perjanjian yang dibuat di notaris yang beracuan kepada nota kesepakatan 10 Juni 2006‎, memaparkan bahwa kebun masyarakat dibangun oleh biaya pinjaman masyarakat ke Bank BRI," ungkap Andi, usai sidang menghadirkan saksi di PN Pasirpangaraian yang dikawal ratusan masyarakat, Kamis (21/3/2019).

‎Andi mengatakan pada 2013 telah cair pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) satu dan KUR dua di Bank BRI sebesar Rp8,5 miliar, dan diduga pinjaman tidak melibatkan nasabah yang mengajukan kredit.

Namun hingga saat ini‎, sambung Andi, uang miliaran yang telah diambil langsung, dan atau digunakan pihak perusahaan untuk pembangunan kebun kelapa sawit anggota, khususnya Koperasi Timur Jaya belum diketahui. Bahkan masyarakat tidak mengetahui dimana lokasi kebun sawitnya.

‎"Kebun yang katanya sudah dibangun, sampai sekarang alhamdulillah biji batang sawit satu pun tidak tahu dimana posisinya," kata Andi kepada wartawan.

‎Masih di tempat sama, Kades Kepenuhan Timur, Azhar AS, mengatakan gugatan perdata diajukan bertujuan agar kerjasama kemitraan awal dengan PT. AMR bisa mensejahterakan masyarakat di desanya.

Azhar mengungkapkan KUR satu dan KUR dua tahapannya berbeda. Dua tahun setelah jatuh tempo atau jatuh utang ke bank, petani sepeserpun tidak menerima gaji.

Diakuinya, telah dilakukan berkali-kali mediasi dengan Dinas Koperasi Rokan Hulu, termasuk mediasi di rumah dinas Bupati Rokan Hulu, perihal petani meminta gaji.

"Simpel sebenarnya persoalannya, tapi karena pekanya dan pekak tulinya perusahaan terhadap permintaan masyarakat itu, ya maka terjadi sampai ke pengadilan ini," jelas Azhar.

"Semestinya nggak perlu ke pengadilan, musyawarah mufakat kan ada MoU mereka," ungkap Azhar.

Sementara, Direktur PT. AMR,‎ Hj Katriana Nur, didampingi Kuasa Hukumnya Desi Handayani, mengatakan‎ penyerahan kebun dan tanah belum bisa dilakukan saat ini, karena 503 kepala keluarga (KK) belum semua memiliki.

"Jadi kami dari perusahaan tidak mungkin memberikan‎ hanya 100 orang. Ini yang menuntut 100, padahal ini ada 503 KK yang harus saya perjuangkan dan saya bangun," jelas Katriana.

Direktur mengaku kebun KUR pertama untuk 100 KK sudah dibangun, sedangkan kebun KUR kedua sudah dibangun namun dana dari Bank BRI dihentikan oleh Iskandar yang saat itu menjabat Ketua Koperasi Sawit Timur Jaya pada 2016‎.

"Jadi tugas saya adalah membangun kebun 503 (KK) jadi tidak mungkin ada penyerahan," ujarnya.

Katriana mengaku sementara untuk membangun yang berikutnya, nama anggota belum diberikan oleh pihak Koperasi Sawit Timur Jaya ke pihak perusahaan.

Ia menuturkan‎ sesuai pasal perjanjian, perusahaan yang mengusahakan kredit atau KUR satu dan KUR dua ke Bank BRI, namun KUR satu ada refinancing dengan jaminan kebun inti PT. AMR.

Katriana mengaku satu tahun kemudian, perusahaan telah membayar utang ke Perbankan, meski kebun masyarakat saat itu baru dibangun.

"Tapi di sini mereka banyak tidak memahami saya lihat. Makanya tanggapan saya di awal sebenarnya bahwa mereka banyak tidak memahami bagaimana kerjasama ini, yaitu dari segi perjanjian tidak dipahami, lebih-lebih lagi kepada kredit mereka," terangnya.

Katriana mengaku akibat tunggakan KUR satu tidak dibayar, dan saat ini kredit tunggakan di Bank BRI sudah mencapai sekira Rp 1,2 miliar, sejak Koperasi Sawit Timur Jaya diketuai Iskandar AS, pada Februari 2016.

Perempuan ini mengaku kredit KUR satu yang dimulai 2013, dan telah membayar utang kebun KUR satu sejak 2014 dengan dananya.

Dan pada 2016, 2017, dan 2018‎, tambah Katriana, kebun dikuasai koperasi sehingga masalah tersebut diselesaikan melalui mediasi di Dinas Koperasi Rokan Hulu. Hasinya, disepakati untuk pengelolaan kebun kembali diserahkan ke perusahaan.***(zal)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Korupsi, Tiga ASN Pemkab Inhu Ditahan Kejari
- Bertema "Kampanye Akbar Stop Narkoba", BNNP Riau Taja Peringatan HANI 2019
- Kebakaran Paksa 30 KK di Panipahan, Rohil Mengungsi
- Kebakaran di Panipahan, Rohil Ludeskan Puluhan Rumah dan Kios
- Melawan Arus, Dua Motor "BALAGO" Hebat di Kuansing
- Miliki Shabu Setengah Milliar Lebih, Seorang Pengengguran di BS, Bengkalis 'Dicokok' Polisi
- Cuci Uang Narkoba,
Bandar di Bengkalis Ini Dituntut 5 Tahun Penjara

- Pemprov Riau Laporkan Koordinator Suporter PSPS Atas Penghinaan Gubernur Riau
- Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Siak
- Penahanan Dialihkan Hakim,
Usai Sidang, Dosen Unri Terjerat Korupsi Gedung Fisipol Melenggang Pulang

- Warga Jalan Gerilya Bengkalis Temukan Ribuan Butir Diduga Permen Ekstasi Senilai Miliaran Rupiah
- Polda Riau Bantah Adanya Laporan AMPM Terkait Kasus Penghinaan Gubernur Riau
- Jaksa Akan Tempuh In Absentia, Tersangka Kasus Dugaan Korupsi ADD Jangkang, Bengkalis Melarikan Diri
- Suporter PSPS Mau Demo, Pasukan Anti Huru-hara Bersiap di Kantor Gubri
- Kembali, Polsek Mandau Jaring Motor Balapan Liar di Duri
- Kecelakaan Akibat Lindas Genangan Air di Jalan, Humas PKS PT BIM Tewas
- Satu dari Dua Buronan 'Big Bos' PT MAL Sudah Dieksekusi Kajari Pelalawan
- Bawaslu Riau Hormati Proses Hukum Komisioner Bawaslu Inhu
- Temuan Diduga Sabu Dalam Koper dan Ekstasi di Bengkalis, Polisi Dikabarkan Amankan Pelaku
- Kabur Berhasil Ditangkap, Tiga Napi Diserahkan Polres Bengkalis ke Lapas Kerinci, Jambi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com