Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 20 April 2019 19:14
Hilang Sebulan Seorang Kakek di Inhu Ditemukan Tinggal Tulang Belulang

Sabtu, 20 April 2019 18:17
Dua Tahanan Narkoba di Inhu Melarikan Diri

Sabtu, 20 April 2019 16:43
Gebyar Undian Service ke AHASS, Service Honda, Dapet Honda

Sabtu, 20 April 2019 16:42
PKS Riau Panen Kursi di Tiga Parlemen

Sabtu, 20 April 2019 14:21
DPC Partai Demokrat Dumai Dikabarkan Dapat 5 Kursi Legislatif

Sabtu, 20 April 2019 08:50
Bupati Inhil : RA Kartini Pioner Pejuang Kaum Perempuan

Sabtu, 20 April 2019 07:10
Bawaslu Riau Resmi Rokemendasikan 112 TPS PSU dan PSL

Jum’at, 19 April 2019 20:57
Catatan Rahman Rahim,
Riau Hijau, Solusi Permasalahan Lingkungan di Riau


Jum’at, 19 April 2019 20:41
Dari Tokyo ke Pekanbaru, UNIQLO Membuka Toko Pertama di Living World

Jum’at, 19 April 2019 16:31
Empat ABK Kapal BG Maju Tewas Terjebak di Bunker

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 22 Maret 2019 14:34
Tanaman Ditebas Tanpa Izin,
Warga Desa Suka Maju Ancam Laporkan Pelaksana Proyek SUTT‎ di Rohul


Pelaksana proyek tower Sutet di Desa Suka Maju, terancam dilaporkan ke polisi oleh seorang warga setempat yang keberatan tanamannya ditebas tanpa izin.

‎Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Warga Desa Suka Maju, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), bernama Bakri Dayan, ancam laporkan pelaksana proyek tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT).

Bakri mengaku akan melaporkan pelaksana proyek tower SUTT karena tanaman di lahan milik keluarganya ditebas tanpa izin atau pemberitahuan sebelumnya, seperti pohon gaharu dan kayu laban.

Ia mengungkapkan pihaknya pernah menyetop pembangunan tower SUTT, karena ada surat panggilan untuk negosiasi‎ di Kejaksaan Negeri Pasirpangaraian. Namun sebelum negosiasi dilakukan, pihak pelaksana sudah mulai bekerja.

Diakuinya, memang sudah ada mediasi untuk ganti rugi lahan yang terdampak proyek tower SUTT, namun besaran tidak sesuai.

Awalnya, abangnya awalnya minta ganti rugi lahan dan tanah sebesar Rp 1 miliar, dan PLN hanya bisa membayar Rp 24 juta. Ketika abangnya minta Rp 800 juta, PLN juga hanya berani Rp 29 juta.

"Terakhirnya abang kita minta Rp 650 juta, mereka hanya Rp 53 juta," jelas Bakri kepada wartawan.

Meski demikian, Bakri mengaku ganti rugi sebesar itu bukan terkait kompensasi ganti rugi lahan, namun karena‎nya indikasi perusakan tanaman di lahannya.

"‎Ini ceritanya bukan kompensasi, perusakannya. Jadi orang itu ceritanya kompensasi-kompensasi, sementara mereka sudah merusak pekarangan kita," ujar Bakri, dan mengaku secepatnya akan melaporkan dugaan perusakan tanaman di lahannya tersebut ke polisi.

Bakri mengaku pihaknya tidak pernah menghalangi pembangunan tower SUTT, namun mereka hanya menuntut agar tanaman yang dirusak tanpa izin diganti untung.‎

"Yang terdampak radiasi itu kami, bukan pihak PLN‎, aturannya kan ada. Jadi ini bukan kompensasi, tapi perusakan,"‎ pungkas Bakri.‎***(zal)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Empat ABK Kapal BG Maju Tewas Terjebak di Bunker
- Bawa Sabu 20 Gram, Pengunjung Rutan Sialang Bungkuk Diamankan Petugas Rutan
- Selesai Pemilu, Polres Kuansing Akan Gelar Perkara Kasus Alfitra Salam
- Korupsi Dana KUR, Pegawai BRI Teluk Belitung, Meranti Dituntut 7 Tahun Penjara
- Bikin Keluarga Berantakan, Dugaan Selingkuh Oknum DPRD Kuansing Diharap Cepat Tuntas
- Irwasda Polda Riau Pimpin Apel Serpas Personel BKO dan Polres Kampar untuk Pam TPS
- Polda Riau Tetapkan 15 Tersangka Pelaku Pembakar Lahan
- PUPR Buat Laporan ke Polsek Bukit Raya,
Baut dan Penangkal Petir Jembatan Siak IV Dicuri OTK

- Gondol Rokok.Rp1.5 M, Polda Riau Buru Otak Rampok Mobil Box Sampoerna
- Polres Kuansing Pastikan Penyelidikan Kasus Dugaan Perselingkuhan Oknum Dewan Berlanjut
- Diterkam Buaya Jasad Bocah 5 Tahun di Temukan Utuh Sejauh 30 Kilometer
- Picu Lakalantas 3 Tewas, Forul LLAJ Kampar Ingatkan Bahaya U-Turn Ilegal
- ‎Terduga Pengedar Sabu di Desa Sejati Ditangkap Polisi Rohul
- Sepekan Hilang, Bocah Perempuan 5 Tahun di Bonai Rohul Ditemukan Membusuk dalam Parit
- Aparat Hukum Diminta Tindak Tegas Jual Beli Penambangan Pasir Ilegal di Bengkalis
- Dua Kaki Pelaku Dilumpuhkan,
Pelaku Curas di Rumah Janda Bertambah Jadi 5 Orang, Begini Kronologinya

- Tiga Dokter RSUD Arifin Achmad dan Dua Rekanan Terjerat Korupsi Pengadaan Alkes Dituntut Hukuman Berbeda
- Dihadapan Ratusan Pencaker di Duri, Kadisnakertrans Bengkalis Berharap Peserta Serius
- Dua Dilumpuhkan Dengan Timah Panas, Lima Perampok di Rohul Diringkus
- Termasuk Pelajar, Polisi Ringkus Pengedar Ganja dan Sabu Puluhan Paket di Bengkalis


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com