Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 16 Juni 2019 23:22
Isu Mutasi dan Rotasi Jajaran Pemkab Inhil, Bupati: Itu Hal yang Biasa, Tunggu Saja

Ahad, 16 Juni 2019 23:14
Milad Ke - 54 Inhil, Wakil Bupati Melepas Peserta Funbike

Ahad, 16 Juni 2019 19:44
‎Perkosa Korban di Depan Pacarnya, 2 Begal Sadis di Ujung Batu Ditangkap Polisi Rohul

Ahad, 16 Juni 2019 18:57
Diduga Cbuli Adik Ipar Berusia 13 Tahun,
Tukang Panen Sawit di Kepenuhan Diciduk Polisi Rohul


Ahad, 16 Juni 2019 17:00
Dekat dan Berdampak Positif Besar,
Akademisi Sarankan Pulau Bengkalis ke Pulau Padang Dibangun Jembatan


Ahad, 16 Juni 2019 15:16
Diduga Akibat Api Kayu Bakar,
Satu Rumah Papan di Bengkalis Ludes Terbakar


Ahad, 16 Juni 2019 15:12
Besok, PWI Riau Gelar Halal Bi Halal

Ahad, 16 Juni 2019 13:48
Merujuk ke RAB,
Tim Independen UIR Rekomendasikan Bangunan DIC Gunakan Tiang Pabrikan


Ahad, 16 Juni 2019 11:13
Guru MDA Penderita Kanker Usus Dirujuk Dinkes Kampar ke Jakarta

Ahad, 16 Juni 2019 11:05
Nasib 5 Komisioner KPU Kuansing Menunggu Pleno DKPP RI

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 16 April 2019 12:05
Korupsi Dana KUR, Pegawai BRI Teluk Belitung, Meranti Dituntut 7 Tahun Penjara

Pegawai BRI Teluk Belitung, Meranti dituntut hukuman 7 tahun penjara. Ia dianggap bersalah dalam perkara korupsi.

Riauterkini-PEKANBARU-Delvi Hartanto, terdakwa korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) fiktif di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Teluk Belitung, Kecamatan Merbau, Kepulauan Meranti. Tampak pasrah begitu dijatuhi tuntutan hukuman tinggi kepada dirinya.

Delvi yang merupakan seorang mantri (surveyor)‎ di bank milik pemerintah itu, dituntut hukuman 7 tahun penjara oleh jaksa penuntut Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Meranti.

Dalam amar tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muhammad Ulinnuha SH pada sidang tipikor di Pengadikan Negeri (PN) Pekanbaru, Selasa (16/4/19) pagi itu. Delvi terbukti melanggar pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 UU RI n 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tipikor sebagaimana diubah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang tipikor.

" Menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 7 tahun dan hukuman denda sebesar Rp 300 juta, atau subsider selama 6 bulan kurungan," tegas Ulinnuha, dalam sidang yang dipimpin majelis hakim Dahlia Panjaitan SH.

Selain hukuman penjara, terdakwa juga diwajibkan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 800 juta lebih. Jika tidak dibayar dalam waktu 1 bulan, maka harta bendanya disita atau dapat diganti (subsider) dengan kurungan badan selama 3 tahun 6 bulan," jelasnya.

Tuntutan jaksa tersebut, terdakwa akan mengajukan pledoi pada sidang pekan depan.

Perbuatan tindak pidana korupsi penyaluran kredit yang dilakukan terdakwa Delvi Hartanto itu, terjadi tahun 2015-2016 lalu, saat terdakwa memberikan atau menyalurkan pinjaman kredit usaha kepada warga masyarakat.

Perbuatan yang dilakukan terdakwa secara bersama sama dengan rekan kerjanya FD (DPO). Diketahui telah menyalahgunakan kewenangan dalam menganalisa permohonan kredit.

Dalam permohonan kredit nasabah. terdakwa bersama FD, membuat dokumen anggunan palsu. Surat Keterangan Usaha, KTP nasabah dibuat seakan akan asli. Selain itu, permohonan dokumen itu tanpa diketahui nasabah itu sendiri.

KTP nasabah digunakan sebagai pengaju kredit, namun setelah cair dinikmati oleh terdakwa dan FD.

Selain penerimanya fiktif, ada juga yang benar-benar menjadi nasabah dan menerima KUR. Tetapi angsuran tiap bulan tidak disetorkan tersangka ke Bank tempat ia bekerja.

Berdasarkan hasil audit, terdakwa menikmati kredit nasabah sekitar Rp 926,782,543, dan tersangka FD menerima sekitar Rp 842,267,378. Sehingga total kerugian negara sebesar Rp 1,782,062,261.***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- ‎Perkosa Korban di Depan Pacarnya, 2 Begal Sadis di Ujung Batu Ditangkap Polisi Rohul
- Diduga Cbuli Adik Ipar Berusia 13 Tahun,
Tukang Panen Sawit di Kepenuhan Diciduk Polisi Rohul

- Nasib 5 Komisioner KPU Kuansing Menunggu Pleno DKPP RI
- Ops K2YD, Polsek Mandau Amankan Sejumlah Motor Balap Liar di Duri
- Termasuk Seorang ASN Dishub Bengkalis,
Polisi Tangkap Empat Tersangka Penyalahgunaan Narkotika

- Polres Kuansing Amankan 20 Paket Sabu di Sako Pangean
- Gerebek Rumah di Delima Pekanbaru, Polisi Ringkus Kurir Sabu dan Ekstasi Jaringan Malaysia
- Sepekan Menghilang, Remaja Asal KHS Kuansing Terus Dicari
- Bareskrim Polri Gelar Perkara Dugaan Korupsi Pipa PDAM Indragiri Hilir
- Lebaran Diduga 'Bisnis' Sabu, Dua Pemuda di Bengkalis Diringkus Polisi
- Polda Riau Bantah Wakil Bupati Bengkalis Muhammad Berstatus Tersangka
-
- Simpan Sabu di Tempat Beras, Pria di Duri Ini Ditangkap Polisi
- Kurang dari 24 Jam, 11 Pelaku Penyalahgunaan Narkoba Digulung Resnarkoba Polres Kampar
- Diduga Mencoba Bunuh Diri, Pria di Pekanbaru ini Ditemukan Berlumuran Muntah di Kamar Hotel
- Aksi Kejar-Kerjaran Warnai Penangkapan Pemilik Sabu 2 Kg di Pelalawan
- Diduga Cabuli ABG, Kades Pedekik Segera Jalani Sidang di PN Bengkalis
- Kapolda Riau Puas Operasi Ketupat Muara Takus 2019 Berjalan Kondusif
- Diduga Korban Tabrak Lari, Jenazah Pria Mr X Terlantar di RSUD Duri
- Hendak Transaksi, Buruh Pengedar Shabu di BS, Bengkalis Diamankan Polisi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com