Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Selasa, 18 Juni 2019 10:47
Sudah Jatuh Korban Jiwa, Harus Ada Jalan Alternatif Delima ke Soekarno-Hatta Saat Banjir

Selasa, 18 Juni 2019 09:50
Luapan Parit Jalan Lobak Pekanbaru Tewaskan Pengantin Baru

Selasa, 18 Juni 2019 09:36
Syahril, Caleg Terpilih PKS untuk DPRD Pekanbaru Meninggal

Selasa, 18 Juni 2019 07:41
24 Pemenang LKJ PWI Riau- KLHK Kantongi Hadiah Rp115 Juta

Senin, 17 Juni 2019 23:07
Bupati "Tegur" Dishub Bengkalis, Penyeberangan Air Putih-Pakning Dikeluhkan Masyarakat

Senin, 17 Juni 2019 21:21
Satu Ditembak, Polres Bengkalis Tangkap Tiga Napi Kabur dari Rutan Sungai Penuh, Jambi

Senin, 17 Juni 2019 20:21
Polres Dumai Tangkap Dua Bandar Sabu 1 Kilogram Asal Bengkalis

Senin, 17 Juni 2019 20:16
Pertamina RU II Dumai Produksi Green Diesel Berkualitas

Senin, 17 Juni 2019 19:17
Laga Kambing Travel Vs Truk, Sejumlah Penumpang Terluka

Senin, 17 Juni 2019 18:11
Ini Persyaratan Lengkapnya,
Pendaftaran Calon Dirut dan Dewan Pengawas Perusda Rokan Hulu Jaya Dibuka 18 Juni 2019


loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 16 April 2019 12:05
Korupsi Dana KUR, Pegawai BRI Teluk Belitung, Meranti Dituntut 7 Tahun Penjara

Pegawai BRI Teluk Belitung, Meranti dituntut hukuman 7 tahun penjara. Ia dianggap bersalah dalam perkara korupsi.

Riauterkini-PEKANBARU-Delvi Hartanto, terdakwa korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) fiktif di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Teluk Belitung, Kecamatan Merbau, Kepulauan Meranti. Tampak pasrah begitu dijatuhi tuntutan hukuman tinggi kepada dirinya.

Delvi yang merupakan seorang mantri (surveyor)‎ di bank milik pemerintah itu, dituntut hukuman 7 tahun penjara oleh jaksa penuntut Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Meranti.

Dalam amar tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muhammad Ulinnuha SH pada sidang tipikor di Pengadikan Negeri (PN) Pekanbaru, Selasa (16/4/19) pagi itu. Delvi terbukti melanggar pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 UU RI n 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tipikor sebagaimana diubah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang tipikor.

" Menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 7 tahun dan hukuman denda sebesar Rp 300 juta, atau subsider selama 6 bulan kurungan," tegas Ulinnuha, dalam sidang yang dipimpin majelis hakim Dahlia Panjaitan SH.

Selain hukuman penjara, terdakwa juga diwajibkan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 800 juta lebih. Jika tidak dibayar dalam waktu 1 bulan, maka harta bendanya disita atau dapat diganti (subsider) dengan kurungan badan selama 3 tahun 6 bulan," jelasnya.

Tuntutan jaksa tersebut, terdakwa akan mengajukan pledoi pada sidang pekan depan.

Perbuatan tindak pidana korupsi penyaluran kredit yang dilakukan terdakwa Delvi Hartanto itu, terjadi tahun 2015-2016 lalu, saat terdakwa memberikan atau menyalurkan pinjaman kredit usaha kepada warga masyarakat.

Perbuatan yang dilakukan terdakwa secara bersama sama dengan rekan kerjanya FD (DPO). Diketahui telah menyalahgunakan kewenangan dalam menganalisa permohonan kredit.

Dalam permohonan kredit nasabah. terdakwa bersama FD, membuat dokumen anggunan palsu. Surat Keterangan Usaha, KTP nasabah dibuat seakan akan asli. Selain itu, permohonan dokumen itu tanpa diketahui nasabah itu sendiri.

KTP nasabah digunakan sebagai pengaju kredit, namun setelah cair dinikmati oleh terdakwa dan FD.

Selain penerimanya fiktif, ada juga yang benar-benar menjadi nasabah dan menerima KUR. Tetapi angsuran tiap bulan tidak disetorkan tersangka ke Bank tempat ia bekerja.

Berdasarkan hasil audit, terdakwa menikmati kredit nasabah sekitar Rp 926,782,543, dan tersangka FD menerima sekitar Rp 842,267,378. Sehingga total kerugian negara sebesar Rp 1,782,062,261.***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Satu Ditembak, Polres Bengkalis Tangkap Tiga Napi Kabur dari Rutan Sungai Penuh, Jambi
- Polres Dumai Tangkap Dua Bandar Sabu 1 Kilogram Asal Bengkalis
- Laga Kambing Travel Vs Truk, Sejumlah Penumpang Terluka
- Diduga Cabuli Gadis 16 Tahun,
Pelajar SD dan SMK di Bengkalis Berurusan dengan Hukum

- Sepekan Menghilang, Remaja KHS Kuansing Ditemukan Selamat
- ‎Perkosa Korban di Depan Pacarnya, 2 Begal Sadis di Ujung Batu Ditangkap Polisi Rohul
- Diduga Cbuli Adik Ipar Berusia 13 Tahun,
Tukang Panen Sawit di Kepenuhan Diciduk Polisi Rohul

- Nasib 5 Komisioner KPU Kuansing Menunggu Pleno DKPP RI
- Ops K2YD, Polsek Mandau Amankan Sejumlah Motor Balap Liar di Duri
- Termasuk Seorang ASN Dishub Bengkalis,
Polisi Tangkap Empat Tersangka Penyalahgunaan Narkotika

- Polres Kuansing Amankan 20 Paket Sabu di Sako Pangean
- Gerebek Rumah di Delima Pekanbaru, Polisi Ringkus Kurir Sabu dan Ekstasi Jaringan Malaysia
- Sepekan Menghilang, Remaja Asal KHS Kuansing Terus Dicari
- Bareskrim Polri Gelar Perkara Dugaan Korupsi Pipa PDAM Indragiri Hilir
- Lebaran Diduga 'Bisnis' Sabu, Dua Pemuda di Bengkalis Diringkus Polisi
- Polda Riau Bantah Wakil Bupati Bengkalis Muhammad Berstatus Tersangka
-
- Simpan Sabu di Tempat Beras, Pria di Duri Ini Ditangkap Polisi
- Kurang dari 24 Jam, 11 Pelaku Penyalahgunaan Narkoba Digulung Resnarkoba Polres Kampar
- Diduga Mencoba Bunuh Diri, Pria di Pekanbaru ini Ditemukan Berlumuran Muntah di Kamar Hotel


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com