Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 24 Mei 2019 19:29
Mahasiswa UR Taja Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa di SMA Negeri Pintar Provinsi Riau

Jum’at, 24 Mei 2019 19:15
Buka Bersama Pengurus, Apindo Gandeng ACI NUS Gelar Survey Daya Saing Usaha 2019

Jum’at, 24 Mei 2019 19:11
Kutuk Tindakan Represif, HMI Pekanbaru Minta Kapolri Dicopot

Jum’at, 24 Mei 2019 17:24
Berbagi Berkah Ramadan, Alumni Unri RAPP Santuni Anak Yatim

Jum’at, 24 Mei 2019 17:08
Tanggapi Pendemo, Waka DPRD Riau Janji Akan Sampaikan Tuntutan Hingga ke Pusat

Jum’at, 24 Mei 2019 17:05
Cegah Barang Haram Masuk, Dermaga BSL Bengkalis Bakal Dipasang X-Ray

Jum’at, 24 Mei 2019 16:35
Terkesan Sengaja Dibiarkan Terbengkalai,
Warga Meskom, Bengkalis Pertanyakan Lampu Jalan Setahun Tak Nyala


Jum’at, 24 Mei 2019 16:21
Protes Kecurangan Pemilu, Pendemo Kepung DPRD Riau

Jum’at, 24 Mei 2019 15:44
Perbup Sudah Diteken Bupati,
Pemkab Rohul Alokasikan Rp25 Miliar untuk THR ASN dan 45 Anggota DPRD


Jum’at, 24 Mei 2019 15:40
‎Begini Cara Lapas Kelas IIB Pasirpangaraian Membina Warga Binaan di Bulan Suci Ramadhan

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 22 April 2019 11:19
Tewas Diduga Akibat Dianiaya Oknum Polisi, Empat Anak Warga Jake, Kuansing Kini Yatim

Warga Jake, Kuansing yang tewas diduga akibat dianiaya oknum polisi meningalkan cerita nestapa. Istrinya janda dan empat anaknya kini yatim.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Empat orang anak amarhum Andri Arisko, kini mesti menjalani hari-harinya tanpa ayahnya lagi, setelah meninggal akibat dugaan penganiayaan oknum Satreskrim Polres Kuansing, Jum'at (19/4/2019) lalu.

Meninggalnya Andri Arisko, tidak hanya menimbulkan duka cukup mendalam bagi pihak keluarga yang ditinggalkan, tapi juga bagi kalangan masyarakat luas.

Bahkan kejadian ini, mendapat simpati dari semua kalangan di Kuansing, seperti para aktivis, LSM, tokoh masyarakat dan masyarakat umum.

Simpati itu datang tidak hanya atas apa yang dialami Andri Arisko, akan tetapi ketika masyarakat melihat empat orang anak korban yang masih kecil-kecil. Anaknya yang masih belia ini, tidak tau apa-apa mesti harus kehilangan ayahnya disaat mereka masih membutuhkan kasih sayang.

Salah satu simpati itu, diutarakan Ketua Ikatan Pemuda dan Mahasiswa Kuantan Singingi (Ipmakusi) Pekanbaru, Wirianto Aswir, pada kesempatan konferensi pers di Polres Kuansing, Ahad (21/4/2019) siang kemarin.

Wirianto Aswir, bercerita sambil menenteskan air mata, ketika ia berkunjung ke kediaman korban, dirinya berjumpa dengan istri dan anak-anaknya, ia begitu terharu melihat anak korban yang masih kecil-kecil.

Anak-anaknya ini, menurut Wirianto Aswir tidak banyak bicara, mereka hanya terdiam, bahkan Wirianto, sempat mengusap kepala anak korban paling tua yang masih duduk di kelas 3 SD.

"Kasihan saya melihat pak Polres, ketika saya berjumpa dengan keluarga mereka jam 23.00 malam. Kami minta kasus ini agar secepatnya bisa diusut," ungkap Wirianto Aswir.

Wirianto Aswir, dikesempatan itu, juga sempat membacakan maklumat Ipmakusi, mereka siap memperjuangkan kasus ini, kepada polres pihaknya memberi waktu satu minggu, jika tidak ada kejelasan mereka siap menduduki Polres Kuansing.

Meskipun demikian, ia juga memberikan apresiasi terhadap pihak polres yang berjanji akan transparan dalam mengungkap kasus ini. Untuk itu ia menghargai proses yang dilakukan pihak Polres.

Sementara dari jawaban Polres Kuansing, AKBP Muhammad Mustofah, Sik terkait kasus ini, ia tidak main-main dan tidak akan pandang bulu, jika terbukti anggotanya bersalah, sakalipun itu perwira maka akan ditindak tegas.

"Kita berkomitmen menuntaskan kasus ini. Jika terbukti akan kita beri sanksi seberat-beratnya. Kapan perlu akan dilakukan pemecatan," tegas Muhammad Mustofah.

Seperti diberitakan sebelumnya, anggota Polres Kuansing, yang diperiksa Propam Polda Riau ini, sebanyak 13 orang 5 personil dari Satreskrim yang melakukan penangkapan, 8 personil Shabara ikut mem back up setelah Satreskrim ini meminta bantuan.

Dari keterangan yang dihimpun riauterkini.com, Andri Arisko ini, tidak benar melakukan pencurian seperti yang disampaikan pelapor saat ini sudah kabur sejak kejadian.

Diketahui Andri Arisko ini, diminta datang oleh anggota kelampok tani sebagai pengguna jasa angkutan buah sawit KKPA sektor Jake yang merupakan plasma milik KUD. Sehingga tragedi ini bermula dari persolan pengangkutan tersebut.** (Jok)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Protes Kecurangan Pemilu, Pendemo Kepung DPRD Riau
- Korupsi Pembangunan Drainase Pekanbaru, ASN Dihukum 14 dan 16 Bulan
- Pekerja PT RIA di Kecamatan Pelangiran Diduga Tewas Diterkam Harimau
- ‎Korupsi Proyek Cetak Sawah, Kejari Pelalawan Tahan Dua Tersangka Baru
- Tiga Ditunda Besok, Dua Terdakwa Kotupsi Drainase Pekanbatu Divonis Sesuai Tuntutan
- Delapan Jabatan Perwira Disertijab, Kasat Lantas dan Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Diganti
- Lokasi di Tikungan, SPBU 13.294.624 di Sei Dawu Inhu Rawan Lakalantas
- Satres Narkoba Polres Pelalawan Tangkap Bandar Sabu
- Razia Hotel dan Kos-Kosan, Satpol PP Pekanbaru Jaring 58 Pasangan Mesum
- Tahan Seorang Tersangka, BC Bengkalis Sita 700 Kampit Bawang Merah Selundupan
- Korupsi Pengadaan Pipa Transmisi PDAM Tembilahan, Inhil, PNS dan Kontraktor Dituntut Berbeda
- Cek Jalur Mudik Lintas Barat di Kampar, Kapolda Riau Minta Pihak Kontraktor Gesa Perbaikan Jalan
- Dua Terdakwa Korupsi Dana Operasional Kapal Roro Bengkalis Diadili
- PPID Pemprov Riau Digugat Sengketa Informasi YLBI ke KI Riau
- Dua Ditembak, BNN Riau Tangkap Empat Bandar Narkoba di Dumai
- Operasi Keselamatan Muara Takus,
Satlantas Polres Bengkalis Amankan Sejumlah Motor Balapan di Duri

- Hari ke-18, Operasi Keselamatan Muara Takus 2019 di Kampar Nihil Laka Lantas
- Didatangi Polisi, Balapan Liar di Bengkalis Langsung Ngacir
- 7 Jam Polair Bengkalis Kawal Ketat Pengiriman Kotak Suara Pemilu 
- Gagal Nyalip, Satu Unit Mobil Ringsek Tabrak Rumah Warga di Bengkalis


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com