Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 22 Agustus 2019 18:17
Walau Titik Api Bertambah Jumlah Penderita ISPA di Inhu Justru Menurun

Kamis, 22 Agustus 2019 17:40
Juara 1 Rayon III, Sang Ratu Helmina Hari Pertama FPJ Sudah Pulang Kandang

Kamis, 22 Agustus 2019 17:32
Pemprov Riau Optimis APBD-P Tuntas Akhir Bulan Ini

Kamis, 22 Agustus 2019 16:37
Matangkan Persiapan Gelar Layanan 5G,
XL Axiata Kembali Uji Coba Teknologi 5G dan Gencarkan Fiberisasi Jaringan


Kamis, 22 Agustus 2019 16:34
Mahasiswa Dua PT di Bengkalis Wakili Riau Lomba Mengelas Nasional

Kamis, 22 Agustus 2019 16:05
Terbukti Diminati dan Berkualitas, Rabbani Sabet Tiga Award Top Brand 2019

Kamis, 22 Agustus 2019 15:28
558 Mahasiswa UPP Rohul Diwisuda, Irsadul Halim Sebagai Pemuncak

Kamis, 22 Agustus 2019 15:04
Dianggarkan 10,6 Miliar, Pengadaan Meubelair Kantor Polda Mulai Dilelang

Kamis, 22 Agustus 2019 15:00
Rio Akbar Bersama Tim Persembahkan Medali Emas Untuk Negara

Kamis, 22 Agustus 2019 14:57
Kunker ke Bengkalis, Ini Pesan Danrem 031/WB ke Prajurit Kodim 0303

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 14 Mei 2019 15:32
Gelapkan Dana Desa,
Hakim Vonis Mantan Kades di Meranti dan Tiga Stafnya Sesuai Tuntutan Jaksa


Empat terdakwa kasus penggelapan dana Desa Citra Damai, Kabupaten Kepulauan Meranti, dinyatakan bersalah oleh majelis hakim Tipikor Pekanbaru. Mereka divonis sesuai dengan dakwaan jaksa.

Riauterkini-PEKANBARU -Keringanan hukuman yang diharapkan empat orang perangkat Desa Citra Damai, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, yang menjadi terdakwa dalam perkara tindak pidana korupsi penyelewengan anggaran dana desa (ADD) di pengadilan tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, tak sesuai harapan.

Mereka yang berharap dapat hukuman lebih ringan dari tuntutan jaksa. Justru divonis sama dengan tuntutan jaksa.

Dalam amar putusan majelis hakim yang diketuai Dahlia Panjaitan pada sidang Selasa (14/5/19) siang tadi. Keempat terdakwa terbukti melanggar Pasal 3 UU RI no 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi.

"Menghukum terdakwa Muhammad Munib, selaku kepala desa, dengan pidana penjara selama 5 tahun, denda Rp 200 subsider 3 bulan. Terdakwa Munib juga diwajibkan membayar kerugian negara sebesar Rp 229 juta subsider 3 bulan," terang Dahlia.

Selanjutnya, menghukum terdakwa Wagino, dengan pidana penjara selama 3 tahun denda Rp 50 juta subsider 1 bulan. Dan menghukum terdakwa Heri Handoko dan Deni Irawan, masing masing selama 2 tahun penjara, denda Rp 50 juta subsider 1 bulan," sambung majelis hakim.

Atas putusan tersebut, terdakwa Heri Handoko dan terdakwa Deni Irawan menyatakan menerima. Sedangkan terdakwa Munib dan Wagino menyatakan pikir pikir.

Hal yang sama juga dinyatakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Ulinnuha SH kepada majelis hakim.

Sebelumnya, terdakwa M Munib, mantan Kepala Desa Citra Damai, dituntut jaksa dengan pidana penjara selama 5 tahun dan denda Rp 200 juta, atau subsider selama 6 bulan kurungan, M Munib juga diwajibkan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 299 juta. Jika tidak dibayar maka dapat diganti (subsider) selama 2 tahun 6 bulan penjara.

Sementara tiga perangkat desa yang merupakan bawahan M Munib yakni, Wagino selaku Bendahara Desa, dituntut 3 tahun penjara denda Rp 50 juta subsider 1 bulan. Terdakwa Heri Handoko dan Deni Irawan, dituntut 2 tahun penjara denda Rp50 juta subsider 1 bulan.

Untuk Diketahui, perbuatan para terdakwa ini terjadi pada Juli hingga Desember 2016 lalu. saat M Munib menjabat sebagai Kepala Desa Citra Damai.

Dimana Desa Citra Damai, mendapat kucuran dana ADD sebesar Rp 300 juta, dan dana bantuan desa dari PT Sumatera Riang Lestari sebesar Rp 700 juta. Namun dana tersebut, tidak seluruhannya digunakan terdakwa untuk kepentingan desa. Sehingga total kerugian dana desa dan keuangan negara mencapai Rp 260 juta.***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Terjerat Korupsi Dana Pendamping Desa di BPMD, Tiga PNS Pemkab Inhu Diadili
- Ludeskan 300-an Kios, Kebakaran Pasar Tembilahan Bakal Diteliti Puslabfor
- Rumahnya Terbakar, Seorang PNS Pengadilan Agama Pasirpangaraian Tewas
- Puluhan Kios di Pasar Tembilahan, Inhil Ludes Terbakar
- Diduga Tewas Dibunuh,
Sosok Mayat Pria di Kebun Sawit Lahan Pemko Pekanbaru Gegerkan Warga

- Seorang Pelaku Tersangka,
Tim Satgas Karlahut Rohul Amankan 2 Terduga Pembakar Lahan di Rambah Hilir

- Mahfud MD Sebut Kasus Ustadz Abdul Somad Sudah Kadaluarsa
- Penikaman Kanit Reskrim, Diawali Keributan Pelaku dengan Warga
- Dilantik Wakapolda Riau, AKBP Andri Sudarmadi Jabat Direktur Reskrim
- Rok Terlilit Rantai Motor, Seorang Ibu di Perawang Terhempas ke Aspal
- Tikam Kanit Reskrim, Warga Inhil Tewas Ditembak
- Korupsi Pembangunan Gedung Fisipol Unri,
Jaksa Nyatakan Banding Atas Vonis Dosen dan Kontraktor

- BNNP Riau Sita 8 Kilogram Sabu Dari Jaringan Internasional
- Enam Personil Polda Riau di Berhentikan Secara Tidak Hormat
- Pintu Masuk Diblokir, PT Adei Plantation di Pelalawan Didemo Sekelompok Warga
- Sadis, Gadis 14 Tahun di Kandis Dicangkul lalu Diperkosa Saat Sekarat
- Digelar Sertijab Posisi Kasat Lantas Polres Bengkalis
- Praktisi Hukum Menduga Ada Kejanggalan Dokumen Pemenang Proyek Perpustakaan Kuansing
- Dugaan Suap Anggota DPRD Riau,
Polresta Pekanbaru Periksa Saksi Kunci Ar

- Seorang Guru SD di Pekanbaru Ditemukan Tewas Tergantung di Kos-kosan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com