Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 19 Juli 2019 09:51
Diangkut Mabes Polri, Lapas Bengkalis Belum Pastikan Napi Terlibat Temuan Sabu 18,8 Kg

Jum’at, 19 Juli 2019 09:42
AHM Luncurkan Si Penjelajah Jalanan, Honda Skutik ADV150

Jum’at, 19 Juli 2019 08:06
Tersangka Korupsi Reatribusi, Dua ASN Dishub Meranti Ditahan Jaksa

Kamis, 18 Juli 2019 21:35
Rasa Haru Warnai Pembukaan KIDBF 2019, 11 Bendera Negara Peserta Berkibar di Danau Rusa

Kamis, 18 Juli 2019 20:52
Sidang Lanjutan Sengketa Pileg, Rusidi Minta MK Hadirkan Bawaslu Bengkalis

Kamis, 18 Juli 2019 20:50
Berbagai Kegiatan Warnai HUT Adyaksa ke-59 Digelar Kejari Pelalawan

Kamis, 18 Juli 2019 19:47
Dua Prodi UIN Suska Riau Dapat Nilai A

Kamis, 18 Juli 2019 19:45
Selama Tiga Jam, Polisi Periksa Ketua KPU Pekanbaru Terkait Dugaan Suap Anggota DPRD

Kamis, 18 Juli 2019 18:56
Mampir di Pasirpangaraian, Istri Wagubri: Masjid Agung Terasa Masjid Madinah

Kamis, 18 Juli 2019 18:24
Dinastan Holtikultura dan Perkebunan Riau Targetkan Produksi Kebutuhan Beras Meningkat

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 15 Mei 2019 10:37
Sebulan, Perkembangan Kasus Warga Jake Tewas Diduga Dianaiaya Polisi Belun Jelas

Kematian warga Jake, Kuansing yang diduga akibat dianaiaya sejumlah polisi sudah sebulan, namun kasusnya belum jelas.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Hingga kini kepastian hukum kematian Andri Arisko, warga Jake Kecamatan Kuantan Tengah, belum jelas, sehingga menimbulkan spekulasi beragam dan penanganannya terkesan lamban.

Padahal Kasus kematian Andri Arisko, ini sudah hampir berjalan satu bulan, sejak ia ditangkap, namun belum ada titik terangnya.

Andri Arisko, korban dugaan salah tangkap ini, diduga mengalami penganiayaan oknum pihak kepolisian ketika dilakukan pengaman terhadap dirinya, hingga menyebabkan ia meregang nyawa.

Ia diamankan, atas dugaan laporan pencurian buah kelapa sawit, padahal dirinya hanya merupakan penyedia jasa angkutan TBS, ketika itu diminta untuk mengangkut buah yang siap panen.

Sementara pelapor sejak kejadian telah kabur dan tidak tau kabarnya, apakah ada tindakan yang dilakukan terhadapnya, info ini juga tak jelas dan masih kabur.

Pelapor ini, dari dirangkuman yang berhasil riauterkini.comkumpulkan, merupakan pengurus KUD lama, yang kisruh dengan pengurus baru. Sementara Andri Arisko, ketika itu diminta datang oleh pengurus baru.

Sehingga atas kekisruhan ini, Andri Arisko, selaku penyedia jasa angkutan menjadi korban. Dari informasi diterima sebelumnya, saat korban ditangkap ia tidak lagi di mobil mebawa buah kelapa sawit.

Diketahui ketika itu, ia usai memarkir mobil dibarak, keesokan hari rencananya, ia baru akan membawa ke pabrik, karena hari saat itu sudah senja. Pada saat pulang ia dicegat bersama mertuanya, sementara mertuanya ini bisa kabur.

Sedangkan Andri Arisko, diamankan saat itu ia diduga mengalami penganiyaan dari poto yang beredar di medsos, tubuhnya terlihat memar-memar, terutama bagian muka dan mata bengkak.

Mertua Andri yang sempat kabur, melaporkan kejadian ini kepada warga, oleh warga ketika mobil yang diduga membawa korban sempat dihadang dan dilempari warga hingga mengalami pecah kaca. Namun keberadaan korban saat itu belum diketahui.

Hingga akhirnya warga menyusul ke Polres Kuansing, menanyai keberdaan korban, pihak kepolisian ketika itu mengatakan bahwa korban dalam kondisi baik, karena terus didesak tantang keberadaan korban akhir polisi menanyakan korban di dalam mobil.

Ketika ditemui di dalam mobil ini, korban didapati sudah dalam kondisi lemas, lalu dibawa ke RSUD. Sempat menjalani perawatan, namun akhirnya korban meninggal dunia, hingga kasus ini bergulir sampai ke ranah hukum dan belum ada kepastiannya sejak kejadian berlangsung.

Kapolres Kuansing, AKBP Muhammad Mustofah, Sik ketika dikonfirmasi Selasa (14/5/2019) kemarin, mengatakan kasus ini masih proses penyidikan pihak Polda.

"Sedang dalam proses penyidikan Polda, Anggota dalam pengawasan di polda. Perkembangannya masih dalam proses, kami di Polres juga menunggu hasilnya," jelas Kaolres.

Melalui keterangan jumpa pers bersama media sebelumnya, Kapolres mengatakan jumlah personil yang diperiksa ini sebanyak 13 orang.

5 personil dari Satreskrim yang melakukan penangkapan dan 8 personil dari Shabara yang ikut mem back up, karena pihak reskrim minta bantu.*** (Jok

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Diangkut Mabes Polri, Lapas Bengkalis Belum Pastikan Napi Terlibat Temuan Sabu 18,8 Kg
- Tersangka Korupsi Reatribusi, Dua ASN Dishub Meranti Ditahan Jaksa
- Selama Tiga Jam, Polisi Periksa Ketua KPU Pekanbaru Terkait Dugaan Suap Anggota DPRD
- Merasa Tertipu, Nasabah PT RFB Akan Lapor ke Polisi
- Seorqng PNS, Polda Riau Amankan 30 Pengunjung Tempat Hiburan di Pekanbaru
- Kapolda Riau Lepas 100 Personil BKO ke Polda Papua
- Polda Riau Tangkap Amankan Dua Truk Bermuatan Kayu Ilegal
- Kejari Pelalawan Musnahkan Barang Bukti Tindak Pidana
- Dari 271 Perkara, Kejari Bengkalis Musnahkan 1,29 Kg Sabu, Ektstasi dan Senpi
- Polres Siak Tangkap 4 Pencuri Minyak PT Chevron di Minas
- Diambil Alih Mabes Polri, Dikabarkan Seorang Ditangkap Dalam Temuan 18,8 Kilogram Sabu di Bengkalis
- Tangkap 3 Tersangka, Polda Riau Sita 10 Kg Sabu dan 15 Ribu Butir Ekstasi
- Polisi Lakukan Penyelidikan Crash Maut Kejurda Balap Motor di Bengkalis
- Dua Lagi Terdakwa Korupsi Penyelewengan Dana Cetak Sawah di Pelalawan Diadili.
- Lundup Bawang Merah 6,7 Ton,  Tekong di Bengkalis Segera Disidang
- Modal Dua Ribu Rupiah, Penganguran di Pekanbaru Culik dan Gauli Siswi SD
- Total 140 Kios Pasar Sungai Salak, Inhil Ludes Terbakar
- Dua Terdakwa Korupsi Sarpras Dispora Riau Dituntut 7,5 Tahun dan 5,5 Tahun Penjara.
- Puluhan Kios Pasar Sungai Salak, Inhil Ludes Terbakar
- Dugaan Korupsi Cuci Danau, SY Anggota DPRD Kampar tak Bisa Dimintai Pertanggungjawaban Materil


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com