Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 22 Agustus 2019 17:40
Juara 1 Rayon III, Sang Ratu Helmina Hari Pertama FPJ Sudah Pulang Kandang

Kamis, 22 Agustus 2019 17:32
Pemprov Riau Optimis APBD-P Tuntas Akhir Bulan Ini

Kamis, 22 Agustus 2019 16:37
Matangkan Persiapan Gelar Layanan 5G,
XL Axiata Kembali Uji Coba Teknologi 5G dan Gencarkan Fiberisasi Jaringan


Kamis, 22 Agustus 2019 16:34
Mahasiswa Dua PT di Bengkalis Wakili Riau Lomba Mengelas Nasional

Kamis, 22 Agustus 2019 16:05
Terbukti Diminati dan Berkualitas, Rabbani Sabet Tiga Award Top Brand 2019

Kamis, 22 Agustus 2019 15:28
558 Mahasiswa UPP Rohul Diwisuda, Irsadul Halim Sebagai Pemuncak

Kamis, 22 Agustus 2019 15:04
Dianggarkan 10,6 Miliar, Pengadaan Meubelair Kantor Polda Mulai Dilelang

Kamis, 22 Agustus 2019 15:00
Rio Akbar Bersama Tim Persembahkan Medali Emas Untuk Negara

Kamis, 22 Agustus 2019 14:57
Kunker ke Bengkalis, Ini Pesan Danrem 031/WB ke Prajurit Kodim 0303

Kamis, 22 Agustus 2019 14:54
Terjerat Korupsi Dana Pendamping Desa di BPMD, Tiga PNS Pemkab Inhu Diadili

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 15 Mei 2019 10:37
Sebulan, Perkembangan Kasus Warga Jake Tewas Diduga Dianaiaya Polisi Belun Jelas

Kematian warga Jake, Kuansing yang diduga akibat dianaiaya sejumlah polisi sudah sebulan, namun kasusnya belum jelas.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Hingga kini kepastian hukum kematian Andri Arisko, warga Jake Kecamatan Kuantan Tengah, belum jelas, sehingga menimbulkan spekulasi beragam dan penanganannya terkesan lamban.

Padahal Kasus kematian Andri Arisko, ini sudah hampir berjalan satu bulan, sejak ia ditangkap, namun belum ada titik terangnya.

Andri Arisko, korban dugaan salah tangkap ini, diduga mengalami penganiayaan oknum pihak kepolisian ketika dilakukan pengaman terhadap dirinya, hingga menyebabkan ia meregang nyawa.

Ia diamankan, atas dugaan laporan pencurian buah kelapa sawit, padahal dirinya hanya merupakan penyedia jasa angkutan TBS, ketika itu diminta untuk mengangkut buah yang siap panen.

Sementara pelapor sejak kejadian telah kabur dan tidak tau kabarnya, apakah ada tindakan yang dilakukan terhadapnya, info ini juga tak jelas dan masih kabur.

Pelapor ini, dari dirangkuman yang berhasil riauterkini.comkumpulkan, merupakan pengurus KUD lama, yang kisruh dengan pengurus baru. Sementara Andri Arisko, ketika itu diminta datang oleh pengurus baru.

Sehingga atas kekisruhan ini, Andri Arisko, selaku penyedia jasa angkutan menjadi korban. Dari informasi diterima sebelumnya, saat korban ditangkap ia tidak lagi di mobil mebawa buah kelapa sawit.

Diketahui ketika itu, ia usai memarkir mobil dibarak, keesokan hari rencananya, ia baru akan membawa ke pabrik, karena hari saat itu sudah senja. Pada saat pulang ia dicegat bersama mertuanya, sementara mertuanya ini bisa kabur.

Sedangkan Andri Arisko, diamankan saat itu ia diduga mengalami penganiyaan dari poto yang beredar di medsos, tubuhnya terlihat memar-memar, terutama bagian muka dan mata bengkak.

Mertua Andri yang sempat kabur, melaporkan kejadian ini kepada warga, oleh warga ketika mobil yang diduga membawa korban sempat dihadang dan dilempari warga hingga mengalami pecah kaca. Namun keberadaan korban saat itu belum diketahui.

Hingga akhirnya warga menyusul ke Polres Kuansing, menanyai keberdaan korban, pihak kepolisian ketika itu mengatakan bahwa korban dalam kondisi baik, karena terus didesak tantang keberadaan korban akhir polisi menanyakan korban di dalam mobil.

Ketika ditemui di dalam mobil ini, korban didapati sudah dalam kondisi lemas, lalu dibawa ke RSUD. Sempat menjalani perawatan, namun akhirnya korban meninggal dunia, hingga kasus ini bergulir sampai ke ranah hukum dan belum ada kepastiannya sejak kejadian berlangsung.

Kapolres Kuansing, AKBP Muhammad Mustofah, Sik ketika dikonfirmasi Selasa (14/5/2019) kemarin, mengatakan kasus ini masih proses penyidikan pihak Polda.

"Sedang dalam proses penyidikan Polda, Anggota dalam pengawasan di polda. Perkembangannya masih dalam proses, kami di Polres juga menunggu hasilnya," jelas Kaolres.

Melalui keterangan jumpa pers bersama media sebelumnya, Kapolres mengatakan jumlah personil yang diperiksa ini sebanyak 13 orang.

5 personil dari Satreskrim yang melakukan penangkapan dan 8 personil dari Shabara yang ikut mem back up, karena pihak reskrim minta bantu.*** (Jok

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Terjerat Korupsi Dana Pendamping Desa di BPMD, Tiga PNS Pemkab Inhu Diadili
- Ludeskan 300-an Kios, Kebakaran Pasar Tembilahan Bakal Diteliti Puslabfor
- Rumahnya Terbakar, Seorang PNS Pengadilan Agama Pasirpangaraian Tewas
- Puluhan Kios di Pasar Tembilahan, Inhil Ludes Terbakar
- Diduga Tewas Dibunuh,
Sosok Mayat Pria di Kebun Sawit Lahan Pemko Pekanbaru Gegerkan Warga

- Seorang Pelaku Tersangka,
Tim Satgas Karlahut Rohul Amankan 2 Terduga Pembakar Lahan di Rambah Hilir

- Mahfud MD Sebut Kasus Ustadz Abdul Somad Sudah Kadaluarsa
- Penikaman Kanit Reskrim, Diawali Keributan Pelaku dengan Warga
- Dilantik Wakapolda Riau, AKBP Andri Sudarmadi Jabat Direktur Reskrim
- Rok Terlilit Rantai Motor, Seorang Ibu di Perawang Terhempas ke Aspal
- Tikam Kanit Reskrim, Warga Inhil Tewas Ditembak
- Korupsi Pembangunan Gedung Fisipol Unri,
Jaksa Nyatakan Banding Atas Vonis Dosen dan Kontraktor

- BNNP Riau Sita 8 Kilogram Sabu Dari Jaringan Internasional
- Enam Personil Polda Riau di Berhentikan Secara Tidak Hormat
- Pintu Masuk Diblokir, PT Adei Plantation di Pelalawan Didemo Sekelompok Warga
- Sadis, Gadis 14 Tahun di Kandis Dicangkul lalu Diperkosa Saat Sekarat
- Digelar Sertijab Posisi Kasat Lantas Polres Bengkalis
- Praktisi Hukum Menduga Ada Kejanggalan Dokumen Pemenang Proyek Perpustakaan Kuansing
- Dugaan Suap Anggota DPRD Riau,
Polresta Pekanbaru Periksa Saksi Kunci Ar

- Seorang Guru SD di Pekanbaru Ditemukan Tewas Tergantung di Kos-kosan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com