Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 22 Mei 2019 22:37
PT RAPP Salurkan Bantuan Untuk Anak Yatim, Dhuafa dan Mesjid di Siak

Rabu, 22 Mei 2019 22:31
Sehari Gubri di Siak, Rp 880 Juta Lebih Zakat Terkumpul

Rabu, 22 Mei 2019 20:05
Delapan Jabatan Perwira Disertijab, Kasat Lantas dan Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Diganti

Rabu, 22 Mei 2019 18:58
Antisipasi Lonjakan Traffic, Smartfren Tingkatkan Beragam Layanan

Rabu, 22 Mei 2019 18:08
PBSI Dinilai Teledor, Pemberian Bonus Atlet Bulutangkis Dituding Tidak Tepat Sasaran

Rabu, 22 Mei 2019 17:35
Datangi Polda Riau, Puluhan Massa HMI-MPO Pertanyakan Buruknya Komitmen Penegakan Hukum

Rabu, 22 Mei 2019 17:28
Gubri Serahkan Zakat Sebesar Rp25 Juta di Siak

Rabu, 22 Mei 2019 16:35
Pemprov Riau Segera Perbaiki Kerusakan Ruas Jalan Provinsi di Rohul Jelang Idul Fitri

Rabu, 22 Mei 2019 16:30
Sebelum Berubah BPNT, Bulog Bengkalis Salurkan Beras Otonom 700 Ton

Rabu, 22 Mei 2019 16:12
Dinas PU-PR Pelalawan Segera Lelang 67 Paket Proyek

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 15 Mei 2019 10:37
Sebulan, Perkembangan Kasus Warga Jake Tewas Diduga Dianaiaya Polisi Belun Jelas

Kematian warga Jake, Kuansing yang diduga akibat dianaiaya sejumlah polisi sudah sebulan, namun kasusnya belum jelas.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Hingga kini kepastian hukum kematian Andri Arisko, warga Jake Kecamatan Kuantan Tengah, belum jelas, sehingga menimbulkan spekulasi beragam dan penanganannya terkesan lamban.

Padahal Kasus kematian Andri Arisko, ini sudah hampir berjalan satu bulan, sejak ia ditangkap, namun belum ada titik terangnya.

Andri Arisko, korban dugaan salah tangkap ini, diduga mengalami penganiayaan oknum pihak kepolisian ketika dilakukan pengaman terhadap dirinya, hingga menyebabkan ia meregang nyawa.

Ia diamankan, atas dugaan laporan pencurian buah kelapa sawit, padahal dirinya hanya merupakan penyedia jasa angkutan TBS, ketika itu diminta untuk mengangkut buah yang siap panen.

Sementara pelapor sejak kejadian telah kabur dan tidak tau kabarnya, apakah ada tindakan yang dilakukan terhadapnya, info ini juga tak jelas dan masih kabur.

Pelapor ini, dari dirangkuman yang berhasil riauterkini.comkumpulkan, merupakan pengurus KUD lama, yang kisruh dengan pengurus baru. Sementara Andri Arisko, ketika itu diminta datang oleh pengurus baru.

Sehingga atas kekisruhan ini, Andri Arisko, selaku penyedia jasa angkutan menjadi korban. Dari informasi diterima sebelumnya, saat korban ditangkap ia tidak lagi di mobil mebawa buah kelapa sawit.

Diketahui ketika itu, ia usai memarkir mobil dibarak, keesokan hari rencananya, ia baru akan membawa ke pabrik, karena hari saat itu sudah senja. Pada saat pulang ia dicegat bersama mertuanya, sementara mertuanya ini bisa kabur.

Sedangkan Andri Arisko, diamankan saat itu ia diduga mengalami penganiyaan dari poto yang beredar di medsos, tubuhnya terlihat memar-memar, terutama bagian muka dan mata bengkak.

Mertua Andri yang sempat kabur, melaporkan kejadian ini kepada warga, oleh warga ketika mobil yang diduga membawa korban sempat dihadang dan dilempari warga hingga mengalami pecah kaca. Namun keberadaan korban saat itu belum diketahui.

Hingga akhirnya warga menyusul ke Polres Kuansing, menanyai keberdaan korban, pihak kepolisian ketika itu mengatakan bahwa korban dalam kondisi baik, karena terus didesak tantang keberadaan korban akhir polisi menanyakan korban di dalam mobil.

Ketika ditemui di dalam mobil ini, korban didapati sudah dalam kondisi lemas, lalu dibawa ke RSUD. Sempat menjalani perawatan, namun akhirnya korban meninggal dunia, hingga kasus ini bergulir sampai ke ranah hukum dan belum ada kepastiannya sejak kejadian berlangsung.

Kapolres Kuansing, AKBP Muhammad Mustofah, Sik ketika dikonfirmasi Selasa (14/5/2019) kemarin, mengatakan kasus ini masih proses penyidikan pihak Polda.

"Sedang dalam proses penyidikan Polda, Anggota dalam pengawasan di polda. Perkembangannya masih dalam proses, kami di Polres juga menunggu hasilnya," jelas Kaolres.

Melalui keterangan jumpa pers bersama media sebelumnya, Kapolres mengatakan jumlah personil yang diperiksa ini sebanyak 13 orang.

5 personil dari Satreskrim yang melakukan penangkapan dan 8 personil dari Shabara yang ikut mem back up, karena pihak reskrim minta bantu.*** (Jok

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Delapan Jabatan Perwira Disertijab, Kasat Lantas dan Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Diganti
- Lokasi di Tikungan, SPBU 13.294.624 di Sei Dawu Inhu Rawan Lakalantas
- Satres Narkoba Polres Pelalawan Tangkap Bandar Sabu
- Razia Hotel dan Kos-Kosan, Satpol PP Pekanbaru Jaring 58 Pasangan Mesum
- Tahan Seorang Tersangka, BC Bengkalis Sita 700 Kampit Bawang Merah Selundupan
- Korupsi Pengadaan Pipa Transmisi PDAM Tembilahan, Inhil, PNS dan Kontraktor Dituntut Berbeda
- Cek Jalur Mudik Lintas Barat di Kampar, Kapolda Riau Minta Pihak Kontraktor Gesa Perbaikan Jalan
- Dua Terdakwa Korupsi Dana Operasional Kapal Roro Bengkalis Diadili
- PPID Pemprov Riau Digugat Sengketa Informasi YLBI ke KI Riau
- Dua Ditembak, BNN Riau Tangkap Empat Bandar Narkoba di Dumai
- Operasi Keselamatan Muara Takus,
Satlantas Polres Bengkalis Amankan Sejumlah Motor Balapan di Duri

- Hari ke-18, Operasi Keselamatan Muara Takus 2019 di Kampar Nihil Laka Lantas
- Didatangi Polisi, Balapan Liar di Bengkalis Langsung Ngacir
- 7 Jam Polair Bengkalis Kawal Ketat Pengiriman Kotak Suara Pemilu 
- Gagal Nyalip, Satu Unit Mobil Ringsek Tabrak Rumah Warga di Bengkalis
- Dituntut 4 Tahun, Hakim PN Pelalawan Vonis Aheng Dua Tahun Penjara
- Dua Terdakwa Korupsi Dana Operasional Kapal Roro, Bengkalis Disidang Pekan Depan
- Sempat Tiga Kali Penundaan Sidang,
Kades dan Sekdes di Pelalawan Selamat dari Hukuman Seumur Hidup

- Dilarikan ke RS, Dua Orang Luka Parah Saat Bentrokan di Jembatan Siak IV Pekanbaru
- Bawa Sajam dan Kayu, Puluhan Pemuda Terlibat Bentrok di Jembatan Siak IV Pekanbaru


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com