Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Selasa, 20 Agustus 2019 11:43
Forum Diskusi Publik Kemen Kominfo Hadirkan Mahfud MD dan Gun-Gun Siswandi

Selasa, 20 Agustus 2019 11:38
Muncul 44 Titik Panas, Kebakaran Lahan di Riau Kembali Meluas

Selasa, 20 Agustus 2019 11:25
Tikam Kanit Reskrim, Warga Inhil Tewas Ditembak

Selasa, 20 Agustus 2019 11:21
Dijadwalkan Tiba Sore, Menpar Besok Buka Festival Pacu Jalur 2019

Selasa, 20 Agustus 2019 09:11
Sempat Dikabarkan Batal, Murid SDN 002 Telukkuantan Siap Tampil Dipembukaan FPJ 2019

Senin, 19 Agustus 2019 20:28
Korupsi Pembangunan Gedung Fisipol Unri,
Jaksa Nyatakan Banding Atas Vonis Dosen dan Kontraktor


Senin, 19 Agustus 2019 19:31
BNNP Riau Sita 8 Kilogram Sabu Dari Jaringan Internasional

Senin, 19 Agustus 2019 18:16
Hari Jadi ke-74 MA, PN Bengkalis Bertekad Tingkatkan Kualitas Pelayanan Berbasis Teknologi

Senin, 19 Agustus 2019 17:24
Dituduh Menista Agama, LAM Riau Tetap Dampingi UAS

Senin, 19 Agustus 2019 16:44
RAPP Turut Sukseskan Iven Pacu Jalur 2019

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 15 Mei 2019 15:57
Tawuran di Pekanbaru Tewaskan 1 Orang, 4 Pelaku Peragakan 11 Adegan Habisi Nyawa Korban

Empat dari lima pelaku tawuran yang menewaskan seorang pelajar di Jalan Soekarno Hatta, mulai menjalani reka ulang kejadian di Mapolsek Tampan. Mereka memperagakan 11 adegan.

Riauterkini-PEKANBARU-Empat dari lima pelaku yang ditahan atas kasus tawuran yang menewaskan seorang pelajar bernama Angga di Jalan Soekarno Hatta, pada Rabu (08/05/19) dinihari pekan lalu mulai menjalani reka ulang kejadian di Mapolsek Tampan, Rabu (15/05/19) siang. Bemodalkan tiga jenis senjata tajam seperti parang, celurit dan sabit atau egrek, para pelaku yang masih berusia remaja itupun memperagakan 11 adegan saat menghabisi nyawa korban di malam tawuran tersebut.

Para pelaku yakni RG (16), YV (16), KI alias Oji (18), MK (15) dan Su (14). Dari mereka berlima, empat diantaranya terlibat langsung mengeroyok dan menganiaya korban sampai tewas dengan menggunakan senjata tajam. Sedangkan seorang pelaku lagi, Su hanya ikut membantu membuang barang bukti senjata tajam yang dipakai teman-temannya untuk menghabisi nyawa korban.

"Total adegan rekonstruksi ini ada 11 adegan. Pembacokan dan penganiayaan itu dimulai ketika memasuki adegan ke 3 sampai adegan ke 9. Ada lima pelaku, tapi yang melakukan penganiayaan secara langsung hanya empat orang. Satu pelaku lagi (Su) hanya membantu membuang barang bukti sejata tajam milik teman-temannya," ujar Wakapolsek Tampan, AKP R Nababan ketika memimpin jalannya rekonstruksi tersebut.

Dia menjelaskan, rekonstruksi itu sendiri dilakukan pihaknya untuk melengkapi berkas perkara penyidikan sekaligus untuk mengetahui rangkaian kejadian dan peran dari masing-masing para pelaku. Sementara itu, pantauan riauterkini.com di lokasi reka ulang, dalam tawuran berdarah itu, tergambar jelas bagaimana korban bernama Angga meregang nyawa karena dibacok membabi buta oleh 4 pelaku, RG (16), YV (16), KI alias Oji (18), MK (15).

Korban bahkan sampai jatuh bangun masuk ke dalam parit saat berusaha menyelamatkan diri. Namun sayang, usahanya sia-sia karena para pelaku tak membiarkannya kabur dan terus mengayunkan senjata tajam ke arah tubuhnya, mulai kaki, tangan dan punggung. Selain dihadiri para pelaku, rekonstruksi tersebut juga disaksikan oleh tiga orang dari pihak kejaksaan.

"Korban dibacok dibagian kaki, tangan dan punggung. Luka bacokannya juga kena ke kepala dan perut sehingga korban akhirnya meninggal dunia. Para pelaku ini awalnya ditangkap oleh tim Dit Reskrimum (Polda Riau) lalu dilimpahkan ke kita karena tempat kejadian perkaranya berada di wilayah hukum kita (Polsek Tampan)," tutupnya.*(gas)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Tikam Kanit Reskrim, Warga Inhil Tewas Ditembak
- Korupsi Pembangunan Gedung Fisipol Unri,
Jaksa Nyatakan Banding Atas Vonis Dosen dan Kontraktor

- BNNP Riau Sita 8 Kilogram Sabu Dari Jaringan Internasional
- Enam Personil Polda Riau di Berhentikan Secara Tidak Hormat
- Pintu Masuk Diblokir, PT Adei Plantation di Pelalawan Didemo Sekelompok Warga
- Sadis, Gadis 14 Tahun di Kandis Dicangkul lalu Diperkosa Saat Sekarat
- Digelar Sertijab Posisi Kasat Lantas Polres Bengkalis
- Praktisi Hukum Menduga Ada Kejanggalan Dokumen Pemenang Proyek Perpustakaan Kuansing
- Dugaan Suap Anggota DPRD Riau,
Polresta Pekanbaru Periksa Saksi Kunci Ar

- Seorang Guru SD di Pekanbaru Ditemukan Tewas Tergantung di Kos-kosan
- Polda Riau gagalkan penyelundupan 95.000 Ekor Baby Lobster
- 647 Napi Lapas Bengkalis Terima Remisi Kemerdekaan
- Diungkap Pengacara Pemko di Sidang KIP, Seluruh Billboard, Neonbox dan Bando di Pekanbaru Illegal
- Miliki Lahan 300 Hektar di TNTN,
Kasat Teddy: Belum Bisa Kita Pastikan Cirus Sinaga adalah Mantan Jaksa

- 6.109 Napi Riau Dapat Remisi HUT RI
- Dapat Ide dari Menonton TV,
Dua Pria di Pekanbaru ini Nekat Jadi Polisi Gadungan dan Peras Warga

- Dilaporkan Hilang, Bunaren Calon Pengantin di Bengkalis Ditemukan di Tenggayun
- Prihatin Jaksa Tuntut Mati, Kuasa Hukum Terdakwa 37 Kg Sabu Fokus Siapkan Pledoi
- Korupsi Pembangunan Gedung Fisipol Unri, Oknum Dosen dan Kontraktor Divonis 2 Tahun Penjara
- Berbuat Asusila dengan Pacar,
Remaja 16 Tahun di Bengkalis Berurusan dengan Polisi



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com