Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 16 September 2019 10:36
Bentrok dengan Aparat di Depan Kantor Gubri, Seorang Mahasiswa UIN Pingsan

Senin, 16 September 2019 10:33
Balai Bahasa Riau Gelar Penyuluhan Bahasa Indonesia

Senin, 16 September 2019 09:59
Pasukan Gabungan Apel, Pendemo Bakar Ban di Depan Kantor Gubri

Senin, 16 September 2019 09:25
Ketua APEGTI Riau Minta Pemerintah Bentuk Tim Monitoring Gula Rafinasi

Senin, 16 September 2019 08:47
Baleho Dipasang, Presiden Dijadwalkan Sore Hari Tiba di Pekanbaru

Senin, 16 September 2019 08:19
Asap Masih Pekat, Jarak Pandang di Tiga Wilayah di Riau di Bawah 1000 Meter

Senin, 16 September 2019 07:09
Kemarau Berlanjut, Bupati Kuansing Himbau Masyarakat Sholat Istisqa

Ahad, 15 September 2019 21:37
Udara Pekanbaru Tidak Sehat, TRCI Chapter Riau Bagikan 1500

Ahad, 15 September 2019 21:29
Tunggu Arahan Pemegang Saham, Seleksi Empat Jabatan Tinggi BRK Belum Juga Dimulai

Ahad, 15 September 2019 19:25
Beri Motivasi Penerima Beasiswa,
Direktur RAPP: Percaya Diri dan Pantang Menyerah Kunci Suksesnya


loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 23 Mei 2019 20:17
‎Korupsi Proyek Cetak Sawah, Kejari Pelalawan Tahan Dua Tersangka Baru

Kejari Pelalawan kembali tetapkan dua tersangka atas pengembangan perkara korupsi cetak sawah. Adalah M.Yunus dan Sutrisno yang langsung ditahan setelah menjalani pemeriksaan marathon.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Ditangan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan, Nophy T South, SH, MH dan Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Andre Antonius, SH, yang sama-sama baru menjabat, akhirnya, Kamis (23/5/19) menahan dua tersangka tambahan terhadap dugaan korupsi cetak sawah dinas Pertanian.

Kedua tersangka baru kasus ini yang bakal dititip di Lembaga Permasyarakatan (LP) di Pekanbaru, adalah M.Yunus dan Sutrisno.

M.Yunus dalam kasus ini, waktu itu menjabat sebagai Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Sedangkan Sutrisno menjabat sebagai kepala UPTD kecamatan Teluk Meranti, dan selaku koordinator lapangan.

Keduanya, datang ke kantor Kejari Pelalawan yang berlokasi di SP 6 desa Makmur kecamatan Pangkalan Kerinci, Kamis pagi. Setelah menjalani pemeriksaan marathon di ruangan , Pidsus dan menjelang sore, keduanya, ditahan. Untuk sementara kedua tersangka dititip di LP Pekanbaru.

Kasipidsus, Andre Antonius bercakap, bahwa kedua tersangka ini, merupakan tersangka tambanan, atas pengembangan kasus menjerat Jumaling, sebelumnya dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman di PN Tipikor Pekanbaru.

Jumaling dan Kaharudin sambung Kasipidsus sudah dijatuhi hukuman enam bulan penjara dan denda Rp 300 juta. Keduanya, terbukti melakukan penyelewengan kegiatan bantuan cetak sawah di desa Gambut Mutiara kecamatan Teluk Meranti tahun anggaran 2012.

"Nah, berdasarkan, keterangan Jumaling dan Kaharudin, dua tersangka tambahan, Yunus dan Sutrisno, disebut-sebut ikut terlibat menikmati anggraran bersumber dari APBN senilai Rp 1 milyar," tandasnya.***(feb)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Bentrok dengan Aparat di Depan Kantor Gubri, Seorang Mahasiswa UIN Pingsan
- Pasukan Gabungan Apel, Pendemo Bakar Ban di Depan Kantor Gubri
- Dua Hari Hilang, Warga Inhil Ditemukan Tewas Dalam Pompong
- Dua Hari Berlalu, Kapal Bermuatan Sayur Belum Ditemukan
- Lanal Dumai Amankan 15 Kg Sabu, Tapi Pelaku Berhasil Kabur
- Lahan Sering Terbakar, MPC PP Pelalawan Desak Izin PT Adei Dicabut
- Menolak Mati Karena Asap, Seribuan Mahasiswa Geruduk Kantor Gubri
- Ke Thailand Saat Riau Dikepung Asap, Pendemo Sebut Gubri Kelayapan
- Lengkapi Gugatan, Posko Pengaduan KorbanAsap Dibuka IKA FH Unri
- Termasuk ‎190,63 Gram Sabu dan 5 Pucuk Senjata,
Kejari Rohul Musnahkan BB dari 159 Perkara‎ 2018-2019

- Satu Kapal Maling Ikan di Perairan Indonesia Dibakar dan Ditenggelamkan di Selat Bengkalis
- Overstay dan tak Berduit, WN Inggris Diamankan Imigrasi Bengkalis
- Menjelang Berakhir Operasi Patuh 2019, 1.338 Ranmor di Bengkalis Ditilang
- Dugaan Fiktif UED SP Rp1,8 M,
Kades dan Bendahara Bukit Batu, Bengkalis Dimintai Keterangan

- Sempat Kabur Saat Sidang,
Pelaku Perampokan Pembunuhan di Rumbai Pekanbaru Dituntut 20 Tahun Penjara

- Polres Dumai Turunkan Tim Usut Proyek Gedung Tenis Pertamina Roboh
- Dinilai Cemarkan Nama Baik,
Kadis PU Siak Laporkan Korlap Aksi BEM Unilak ke Polda Riau

- Divonis 7 Tahun Atas Korupsi Jalan di Bengkalis, Mantan Sekda Dumai Ajukan Banding
- Warga Tiga Desa Demo Kantor PT HKI di Bhatin Solapan, Bengkalis
- Kerap Beroperasi di Bengkalis, Polisi Ringkus Jambret Setelah Buron 5 Bulan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com