Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 23 September 2019 18:17
Launching Keterbukaan Informasi Publik, Fitra Riau Nilai 3 Kabupaten Ini Tertutup

Senin, 23 September 2019 18:17
Launching Keterbukaan Informasi Publik, Fitra Riau Nilai 3 Kabupaten Ini Tertutup

Senin, 23 September 2019 17:33
Bupati Rohul Keluarkan Surat Edaran Sholat Istisqo Serentak di Islamic Center Selasa Besok

Senin, 23 September 2019 17:25
‎Simpati Asap Karlahut, DPD PKS Rohul Buka Posko Siaga Korban Asap

Senin, 23 September 2019 16:46
Alhamdulillah, Sejumlah Wilayah di Riau Diguyur Hujan

Senin, 23 September 2019 15:17
Peduli Kabut Asap, PPMR Bengkalis Bagikan Ribuan Masker Gratis

Senin, 23 September 2019 15:13
Dua Perusahaan di Riau Ditetapkan Tersangka Karhutla

Senin, 23 September 2019 15:11
‎Asap Dampak Karlahut di Rohul Semakin Pekat, Penderita ISPA Terus Meningkat

Senin, 23 September 2019 13:55
Kabut Asap Tebal, Ketua DPRD Riau Sebut Pelaku Karlahut Sama Levelnya Teroris

Senin, 23 September 2019 13:25
Poskes dan Rumah Singgah di PUPR Riau,
Warga Nginap Dapat Obat dan Makan Gratis


loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 23 Mei 2019 22:26
Pekerja PT RIA di Kecamatan Pelangiran Diduga Tewas Diterkam Harimau

Seorang pekerja PT RIA di Pelangiran, Inhil ditemukan tewas telungkup dengan luka di leher dan tengkuk. Korban diduga tewas diterkam harimau.

Riauterkini-PELANGIRAN-Seorang pekerja PT Riau Indo Agropalma (PT RIA), Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kamis (23/5/19) sekira pukul 12.00 WIB diduga tewas diterkam harimau.

Pekerja yang tewas tersebut diketahui bernama M Amri (32) yang berasal dari Dusun Perasak Desa Gapura, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Korban ditemukan tewas setelah diserang harimau di Kanal Sekunder 41 PT RIA Desa Tanjung Simpang.

Berdasarkan informasi dari lapangan, kronologis kejadian, bermula ketika sekira pukul 06.30 WIB, korban bersama dengan 8 orang rekannya, Satria, Adi Yansyah, Adi, Wandi, Edi Wahyudi, Heri, Andi dan Mayadi berangkat bekerja untuk melakukan pemanenan tanaman Akasia di Kanal Sekunder 41 PT RIA Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran.

Selanjutnya sekira pukul 10.30 WIB, teman-teman korban telah kembali ke camp untuk beristirahat, namun korban tidak kunjung kembali. Selanjutnya setelah menunggu sekira 30 menit, teman-teman korban berupaya mencari korban dengan menggunakan eksavator.

Seteleh lebih kurang 1 jam melakukan pencarian korban ditemukan di area perkebunan Akasia Kanal Sekunder 41 PT RIA dan di sekitar lokasi dijumpai seekor harimau, tidak jauh dari lokasi tersebut ditemukan korban dalam keadaan telungkup dengan beberapa luka yang diduga akibat diterkam oleh harimau.

Selanjutnya korban langsung dievakuasi, ketika dilakukan evakuasi korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dan mengalami luka yang diduga akibat serangan harimau di bagian tengkuk dan leher.

Selanjutnya korban dibawa ke Pelabuhan PT RIA dengan menggunakan speed boad 15 PK. sesampainya di Pelabuhan langsung dilakukan pemeriksaan medis oleh dr Palupi di UPT Puskesmas Pelangiran.

Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa korban mengalami luka pada bagian tengkuk, leher, kepala bagian belakang, nata sebelah kanan yang diduga akibat serangan harimau.

Selanjutnya jenazah korban dibawa ke Tembilahan dengan menggunakan speed boat. Jenazah atas permintaan keluarga akan dibawa ke Dusun Perasak Desa Gapura, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat.

Petugas telah melakukan koordinasi dengan BKSDA Provinsi Riau.***(mar).

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Dua Perusahaan di Riau Ditetapkan Tersangka Karhutla
- Terduga Pembakar Lahan Gambut di Bonai Darussalam Diamankan Tim Satgas Karlahut Rohul
- Diduga Diperkosa dan Dibunuh, Mayat Gadis 14 Tergeletak di Kebun Karet di Rohil
- Diduga Edar Barang Haram Sabu 1 Kg, Dua Oknum Polisi di Bengkalis Dijebloskan ke Penjara
- Bareskrim Polri, Turun Tangan Sikat Lahan Gambut PT Adei Terbakar di Pelalawan
- Jaksa Kasasi, Tiga Dokter RSUD Arifin Achmad Terjerat Korupsi Pengadaan Alkes Bebas di Pengadilan Tinggi
- Polres Siak Ekspos Oknum Wartawan Tersangka Kurir Narkoba Seharga Milliaran Rupiah
- Skandal Suap DAK, Dua Anggota DPRD Dumai Dipanggil KPK
- Terus Bertambah, Polda Riau Tetapkan 56 Tersangka Karhutla
- Kades Sako Pangean Ditangkap Tim Tipikor Polres Kuansing Tadi Malam
- Serukan 4 Tuntutan Terkait Asap, Ratusan Mahasiswa UPP Demo Bupati Rohul
- Berduaan dengan Istri Orang, Presdir PT KLK di Dumai Digerebek dan Dibawa Warga ke Polisi
- Tersangka TPPU, Terpidana Narkoba Praperadilankan Polres Bengkalis
- Inspektorat Pelalawan Nyatakan Tak Ada Temuan Realisasi DD Tambun TA 2018
- Tak Mau Dihukum Dua Kali, Dirut Travel JPW Minta Air Asia Kembalikan Dana Tiket Jamaah Umrah
- Persiapkan Jaga Desa, Linmas 13 Desa di Bathin Solapan, Bengkalis Dilatih Ketat
- Inspektorat Pelalawan Nyatakan tak Ada Temuan Realisasi Dana Desa Tambun 2018
- Stop PETI Dekat Tiang Jembatan Lubuk Ambacang, Polres Kuansing Pasang Garis Polisi
- Pembakar Lahan Ditangkap Polisi di Rohil
- Korban Dermaga Roro Buton Ambruk Ditemukan Tewas


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com