Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 19 Agustus 2019 17:24
Dituduh Menista Agama, LAM Riau Tetap Dampingi UAS

Senin, 19 Agustus 2019 16:44
RAPP Turut Sukseskan Iven Pacu Jalur 2019

Senin, 19 Agustus 2019 16:32
BI Riau Launching QRIS

Senin, 19 Agustus 2019 16:29
FIFGroup Grebeg Pekanbaru Tebar Promo di Perumahan Permata Bukit Raya

Senin, 19 Agustus 2019 15:46
Niat Tampil Siswa SD Benai di Pembukaan FPJ Batal

Senin, 19 Agustus 2019 15:38
Ini Penjelasan MPW PP Riau Terkait Kisruh Dualisme di MPC PP Rohul

Senin, 19 Agustus 2019 15:31
RUPS BRK Bahas Pengesahan Pejabat Komut dan Seleksi Calon Direksi

Senin, 19 Agustus 2019 15:14
Meriahkan HUT ke-74 RI, DPC IPK Rohul Gelar Hiburan Rakyat dan Santuni Anak Yatim

Senin, 19 Agustus 2019 14:45
48 Pejabat Eselon III Dilantik Bupati Bengkalis

Senin, 19 Agustus 2019 14:15
DPRD Kuansing Minta Kemenag Lebih Tanggap Terkait Kisruh Murid MAN 1 Telukkuantan

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 1 Juni 2019 11:41
Jika Terindikasi Korupsi, Kampemary Minta Proyek MY DIC Diusut Tuntas

Merebak desas-desus terjadi dugaan korupsi Priyek MY DIC. Kampemary minta diusut tuntas.

Riauterkini - DURI - Polemik standar kualitas tiang pancang proyek Multi Years (MY) Duri Islamic Centre (DIC) sepekan terakhir tengah menjadi perbincangan hangat ditengah tengah masyarakat disejumlah perkumpulan maupun melalui media sosial. Guna mencairkan suasana dan memberi pencerahan ke masyarakat, Keluarga Alumni Pelajar dan Mahasiswa Riau Yogyakarta (Kapemary) di Duri angkat bicara. Boy Anas, mewakili Kapemary mengatakan jika kontraktor dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) semestinya sejalan guna mewujudkan impian masyarakat Bengkalis memiliki icon baru bangunan wisata religi termegah di wilayah pesisir dan bukan saling menyalahkan.

"Semestinya saling mendukung dari segi positif. Ini malah saling buka aib. Yang satunya dituding ngerjakan proyek tidak sesuai standar dan yang satunya menuding dikarenakan tidak kebagian kue makanya ribut,"ujarnya.

Dikatakan Boy, meski tidak pantas di pertontonkan ditengah tengah masyarakat, sisi positifnya juga tampak dengan bergulirnya isu seksi dikalangan masyarakat. Masyarakat dapat mengetahui dengan jelas bsgaimana proyek proyek yang menggunakan dana Anggaran Pembelanjaan Daerah (APBD) acap dijadikan permainan elite yang ada di Bengkalis, baik itu dari pihak Kontraktor, Dewan dan Pemerintah.

"Bagi kontraktor yang mendapatkan proyek sesuai dengan aturan main dan bestek RAB semestinya tidak akan kebakara jenggot disaat ada dewan ataupun masyarakat yang datang menanyakan spek, dikarenakan mereka punya hak pengawasan sebagai pengguna fasilitas tersebut nantinya. Begitu juga dengan anggota dewan, boleh melakukan pengawasan namun jangan ada bahasa karena tidak kebagian kue. Kan miris juga kita mendengarnya dengan artiN sama sama punya kepentingan,"ungkapnya.

Dengan momen kedatangan KPK yang masih berseliweran di Kabupaten berjuluk Sri Junjungan ini tambah Boy, diharapkan masyarakat bisa mengetahui pihak pihak mana saja yang diuntungkan pada saat berjalannya proyek di Bengkalis, baik itu Pelaksana, Eksekutif atau pun Legislatif.

"Bongkar saja indikasinya, biar semuanya jelas dan kami sebagai masyarakat selaku penggun dari proyek tersebut tidak sudi menjadi korban dengan keterlambatan pembangunan dan kualitas yang asal asalan. DIC yang akan menjadi kebanggaan masyarakat Duri nanti sangat di harapkan menjadi pusat pengembangan islam di kota Duri. Selain itu juga diharapkan menjadi icon wisata religi yang akan mengangkat nama daerah untuk skala nasional serta menjadi potensi sumber pendapatan daerah dari kunjungan wisatawan,"harap Boy mengakhiri.*(hen)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Enam Personil Polda Riau di Berhentikan Secara Tidak Hormat
- Pintu Masuk Diblokir, PT Adei Plantation di Pelalawan Didemo Sekelompok Warga
- Sadis, Gadis 14 Tahun di Kandis Dicangkul lalu Diperkosa Saat Sekarat
- Digelar Sertijab Posisi Kasat Lantas Polres Bengkalis
- Praktisi Hukum Menduga Ada Kejanggalan Dokumen Pemenang Proyek Perpustakaan Kuansing
- Dugaan Suap Anggota DPRD Riau,
Polresta Pekanbaru Periksa Saksi Kunci Ar

- Seorang Guru SD di Pekanbaru Ditemukan Tewas Tergantung di Kos-kosan
- Polda Riau gagalkan penyelundupan 95.000 Ekor Baby Lobster
- 647 Napi Lapas Bengkalis Terima Remisi Kemerdekaan
- Diungkap Pengacara Pemko di Sidang KIP, Seluruh Billboard, Neonbox dan Bando di Pekanbaru Illegal
- Miliki Lahan 300 Hektar di TNTN,
Kasat Teddy: Belum Bisa Kita Pastikan Cirus Sinaga adalah Mantan Jaksa

- 6.109 Napi Riau Dapat Remisi HUT RI
- Dapat Ide dari Menonton TV,
Dua Pria di Pekanbaru ini Nekat Jadi Polisi Gadungan dan Peras Warga

- Dilaporkan Hilang, Bunaren Calon Pengantin di Bengkalis Ditemukan di Tenggayun
- Prihatin Jaksa Tuntut Mati, Kuasa Hukum Terdakwa 37 Kg Sabu Fokus Siapkan Pledoi
- Korupsi Pembangunan Gedung Fisipol Unri, Oknum Dosen dan Kontraktor Divonis 2 Tahun Penjara
- Berbuat Asusila dengan Pacar,
Remaja 16 Tahun di Bengkalis Berurusan dengan Polisi

- Tambah Empat Orang, Tersangka Karhutla di Riau Jadi 35
- Avanza Terjun ke Jurang di Kampar, Dua Korban Tewas
- Anggota DPRD Pekanbaru Terpilih,
Diduga Gunakan Ijazah Palsu, LAMI Adukan KH ke Polda Riau



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com