Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 26 Juni 2019 13:47
LAMR Sokong Langkah Hukum Pemprov Riau Laporkan Penghina Gubri

Rabu, 26 Juni 2019 13:33
Diikuti 564 JCH , Bupati Inhil Buka Kegiatan Manasik Haji 2019

Rabu, 26 Juni 2019 13:26
Bupati Inhil Pimpin Rapat Pematangan Konsep dan Pemodelan Program 1 Desa 1 Rumah Tahfidz

Rabu, 26 Juni 2019 13:23
Dalam Upaya Pembangunan SDM, Pemkab Inhil Titik Beratkan Peningkatan Mutu dan Kualitas Pendidikan

Rabu, 26 Juni 2019 13:21
‎Kapolda Riau Resmikan Mako Polres Rohul Senilai Rp13 Miliar

Rabu, 26 Juni 2019 13:03
Kebakaran Paksa 30 KK di Panipahan, Rohil Mengungsi

Rabu, 26 Juni 2019 11:13
Warga Cerenti, Kuansing Resah, Kawanan Gajah Berkeliaran di Ladang

Rabu, 26 Juni 2019 10:13
Bupati Harris Bertekad Bangun Pelabuhan Sokoi di Kuala Kampar

Rabu, 26 Juni 2019 10:03
Kebakaran di Panipahan, Rohil Ludeskan Puluhan Rumah dan Kios

Rabu, 26 Juni 2019 09:13
APBD-P 2019 Terus Digesa, MTQ dan Pelaksanaan Visi Misi Gubri Jadi Prioritas

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 13 Juni 2019 15:33
Diduga Mencoba Bunuh Diri, Pria di Pekanbaru ini Ditemukan Berlumuran Muntah di Kamar Hotel

Seorang pria diduga telah melakukan percobaan bunuh diri. Ia ditemukan berlumuran muntah di kamar Hotel Rainbow di Kelurahan Kampung Dalam, Pekanbaru.

Riauterkini-PEKANBARU-Karyawan di Hotel Rainbow, Jalan khadijah Ali, No 27, Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Senapelan mendadak geger saat mendapati seorang tamu pria yang menginap di kamar 201 dalam keadaan tak sadarkan diri dan berlumuran muntah di atas kasur. Tamu yang diketahui bernama Eka Harry Putra (26) tersebut ditemukan nyaris tewas diduga hendak melakukan bunuh diri.

Menurut Kapolsek Senapelan, Kompol Kari Amsah Ritonga, peristiwa itu sendiri terjadi pada Rabu (12/06/19) pukul 12.00 WIB siang kemarin. Mantan Kapolsek Tampan ini menjelaskan, sebelum ditemukan tak sadarkan diri di kamar, sekitar pukul 11.00 WIB, korban sempat ditelpon oleh saksi mata sekaligus resepsionis hotel, Riza (30). Saat itu, sambung Kapolsek, saksi menanyakan mengenai status kamar yang disewa korban, apakah akan diperpanjang atau tidak.

Dalam percakapan di telpon itu, korban pun menegaskan bahwa sewa kamar yang ditempatinya akan diperpanjang. Begitu korban memberikan kepastian, saksi lalu menyuruh cleaning service hotel, Sahrul (26) untuk mendatangi kamar korban dan meminta deposit atau uang sewa kamar.

"Tapi ketika cleaning service tersebut mengetuk pintu kamar sambil memanggil korban, korban sama sekali tidak menjawab. Selanjutnya, yang bersangkutan pun memberitahukan hal itu pada resepsionis hotel. Tapi tidak berapa lama kemudian, keluarga korban datang ke TKP untuk bertemu dengan korban. Setelah pihak hotel menjelaskan kalau korban tak mau membuka pintu kamar, keluarga korban langsung meminta pihak hotel untuk membuka kamar tersebut menggunakan kunci master atau kunci cadangan," ujarnya kepada riauterkini.com, Kamis (13/06/19).

Ketika pintu kamar terbuka, kata dia lagi, pihak hotel bersama keluarga korban pun kaget karena melihat korban sudah dalam keadaan tergeletak berlumuran muntah di atas tempat tidur dan tidak sadarkan diri. Beruntung saat itu korban masih bernyawa. Tanpa membuang-buang waktu, korban langsung dibawa oleh keluarganya ke RS Bina Kasih di Jalan Samanhudi, Kelurahan Sago dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Sementara itu, dari hasil olah TKP di lokasi kejadian, pihaknya menemukan sejumlah barang bukti satu buah sangkur, satu botol Viksal pembersih lantai, 2 bungkus racun tikus, seprai bekas muntahan korban, satu unit handphone milik korban, jam tangan, buku tabungan dan kartu identitas korban. Dari beberapa barang bukti yang ditemukan tersebut, polisi pun menduga kuat bahwa korban hendak melakukan bunuh diri.

"Saat ini korban masih dirawat di RS Bina Kasih, korban diduga hendak melakukan percobaan bunuh diri. Tapi (penyelidikan) masih kita dalami, termasuk meminta keterangan dari keluarga korban," tutupnya.*(gas)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Kebakaran Paksa 30 KK di Panipahan, Rohil Mengungsi
- Kebakaran di Panipahan, Rohil Ludeskan Puluhan Rumah dan Kios
- Melawan Arus, Dua Motor "BALAGO" Hebat di Kuansing
- Miliki Shabu Setengah Milliar Lebih, Seorang Pengengguran di BS, Bengkalis 'Dicokok' Polisi
- Cuci Uang Narkoba,
Bandar di Bengkalis Ini Dituntut 5 Tahun Penjara

- Pemprov Riau Laporkan Koordinator Suporter PSPS Atas Penghinaan Gubernur Riau
- Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Siak
- Penahanan Dialihkan Hakim,
Usai Sidang, Dosen Unri Terjerat Korupsi Gedung Fisipol Melenggang Pulang

- Warga Jalan Gerilya Bengkalis Temukan Ribuan Butir Diduga Permen Ekstasi Senilai Miliaran Rupiah
- Polda Riau Bantah Adanya Laporan AMPM Terkait Kasus Penghinaan Gubernur Riau
- Jaksa Akan Tempuh In Absentia, Tersangka Kasus Dugaan Korupsi ADD Jangkang, Bengkalis Melarikan Diri
- Suporter PSPS Mau Demo, Pasukan Anti Huru-hara Bersiap di Kantor Gubri
- Kembali, Polsek Mandau Jaring Motor Balapan Liar di Duri
- Kecelakaan Akibat Lindas Genangan Air di Jalan, Humas PKS PT BIM Tewas
- Satu dari Dua Buronan 'Big Bos' PT MAL Sudah Dieksekusi Kajari Pelalawan
- Bawaslu Riau Hormati Proses Hukum Komisioner Bawaslu Inhu
- Temuan Diduga Sabu Dalam Koper dan Ekstasi di Bengkalis, Polisi Dikabarkan Amankan Pelaku
- Kabur Berhasil Ditangkap, Tiga Napi Diserahkan Polres Bengkalis ke Lapas Kerinci, Jambi
- Hakim Sebut Wabup Bengkalis Terlibat Dugaan Korupsi Pipa PDAM
- Seorang Warga Temukan Belasan Bungkus Diduga Sabu dan Pil Ekstasi di Pinggir Jalan Batang Duku, Bengkalis


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com