Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 26 Agustus 2019 10:20
Kampus Jelang Ditutup, Mahasiswa AKN Bengkalis Juara Nasional Pasang Sepanduk Minta Perhatian Presiden di Pekanbaru

Senin, 26 Agustus 2019 08:22
Jadwal Penerbangan Normal, BMKG Pastikan Kabut Asap Kian Pekat

Senin, 26 Agustus 2019 08:00
Udara tak Sehat, Sekolah di Pekanbaru Diizinkan Liburkan Murid

Ahad, 25 Agustus 2019 21:23
Buat Limbago Tak Berkutik, Pahlawan Kuantan Juara FPJ 2019

Ahad, 25 Agustus 2019 16:49
Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat

Ahad, 25 Agustus 2019 16:46
Lahan di Bengkalis Kembali Terbakar

Ahad, 25 Agustus 2019 16:43
DPO Perkara Narkoba Ditangkap Polisi Rohul di Bengkalis, 300 Gram Ganja‎ Disita

Ahad, 25 Agustus 2019 16:36
Pansus Penyelenggara Pendidikan DPRD Bengkalis Sempurnakan Naskah Akademis

Ahad, 25 Agustus 2019 12:13
Tandingkan 10 Kelas, 108 Pembalap Berpacu Cepat di HDC 2019 Pekanbaru

Ahad, 25 Agustus 2019 10:53
Berakhir, 4 Kecamatan Jadi yang Terbaik di Festival Tari Daerah Kampar

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 13 Juni 2019 15:33
Diduga Mencoba Bunuh Diri, Pria di Pekanbaru ini Ditemukan Berlumuran Muntah di Kamar Hotel

Seorang pria diduga telah melakukan percobaan bunuh diri. Ia ditemukan berlumuran muntah di kamar Hotel Rainbow di Kelurahan Kampung Dalam, Pekanbaru.

Riauterkini-PEKANBARU-Karyawan di Hotel Rainbow, Jalan khadijah Ali, No 27, Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Senapelan mendadak geger saat mendapati seorang tamu pria yang menginap di kamar 201 dalam keadaan tak sadarkan diri dan berlumuran muntah di atas kasur. Tamu yang diketahui bernama Eka Harry Putra (26) tersebut ditemukan nyaris tewas diduga hendak melakukan bunuh diri.

Menurut Kapolsek Senapelan, Kompol Kari Amsah Ritonga, peristiwa itu sendiri terjadi pada Rabu (12/06/19) pukul 12.00 WIB siang kemarin. Mantan Kapolsek Tampan ini menjelaskan, sebelum ditemukan tak sadarkan diri di kamar, sekitar pukul 11.00 WIB, korban sempat ditelpon oleh saksi mata sekaligus resepsionis hotel, Riza (30). Saat itu, sambung Kapolsek, saksi menanyakan mengenai status kamar yang disewa korban, apakah akan diperpanjang atau tidak.

Dalam percakapan di telpon itu, korban pun menegaskan bahwa sewa kamar yang ditempatinya akan diperpanjang. Begitu korban memberikan kepastian, saksi lalu menyuruh cleaning service hotel, Sahrul (26) untuk mendatangi kamar korban dan meminta deposit atau uang sewa kamar.

"Tapi ketika cleaning service tersebut mengetuk pintu kamar sambil memanggil korban, korban sama sekali tidak menjawab. Selanjutnya, yang bersangkutan pun memberitahukan hal itu pada resepsionis hotel. Tapi tidak berapa lama kemudian, keluarga korban datang ke TKP untuk bertemu dengan korban. Setelah pihak hotel menjelaskan kalau korban tak mau membuka pintu kamar, keluarga korban langsung meminta pihak hotel untuk membuka kamar tersebut menggunakan kunci master atau kunci cadangan," ujarnya kepada riauterkini.com, Kamis (13/06/19).

Ketika pintu kamar terbuka, kata dia lagi, pihak hotel bersama keluarga korban pun kaget karena melihat korban sudah dalam keadaan tergeletak berlumuran muntah di atas tempat tidur dan tidak sadarkan diri. Beruntung saat itu korban masih bernyawa. Tanpa membuang-buang waktu, korban langsung dibawa oleh keluarganya ke RS Bina Kasih di Jalan Samanhudi, Kelurahan Sago dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Sementara itu, dari hasil olah TKP di lokasi kejadian, pihaknya menemukan sejumlah barang bukti satu buah sangkur, satu botol Viksal pembersih lantai, 2 bungkus racun tikus, seprai bekas muntahan korban, satu unit handphone milik korban, jam tangan, buku tabungan dan kartu identitas korban. Dari beberapa barang bukti yang ditemukan tersebut, polisi pun menduga kuat bahwa korban hendak melakukan bunuh diri.

"Saat ini korban masih dirawat di RS Bina Kasih, korban diduga hendak melakukan percobaan bunuh diri. Tapi (penyelidikan) masih kita dalami, termasuk meminta keterangan dari keluarga korban," tutupnya.*(gas)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- DPO Perkara Narkoba Ditangkap Polisi Rohul di Bengkalis, 300 Gram Ganja‎ Disita
- Sidang Kasus Sabu 37 Kg di Bengkalis,
PH Lima Terdakwa Minta Wartawan Lokal Simpulkan Sendiri Nota Pledoi

- Bacakan Pledoi, Terdakwa Narkotika 37 Kilogram Kupas Tuntas Kelemahan Pembuktian Penuntut Umum
- Info Awal Senpi, Polisi Rohul Justru Tangkap Terduga Pengedar Sabu di Pasar Rabu Rantau Sakti
- 'Mancing', Polisi Berhasil Ringkus Tersangka Pengedar Sabu di Bengkalis
- Hasil.Cek Lapangan, Kapolda Pastikan Kebakaran Lahan Disengaja
- Terjerat Korupsi Pengadaan Alkes,
Banding Dikabulkan, Pengadilan Tinggi Riau Bebaskan Tiga Dokter RSUD Arifin Achmad

- Terjerat Korupsi Dana Pendamping Desa di BPMD, Tiga PNS Pemkab Inhu Diadili
- Ludeskan 300-an Kios, Kebakaran Pasar Tembilahan Bakal Diteliti Puslabfor
- Rumahnya Terbakar, Seorang PNS Pengadilan Agama Pasirpangaraian Tewas
- Puluhan Kios di Pasar Tembilahan, Inhil Ludes Terbakar
- Diduga Tewas Dibunuh,
Sosok Mayat Pria di Kebun Sawit Lahan Pemko Pekanbaru Gegerkan Warga

- Seorang Pelaku Tersangka,
Tim Satgas Karlahut Rohul Amankan 2 Terduga Pembakar Lahan di Rambah Hilir

- Mahfud MD Sebut Kasus Ustadz Abdul Somad Sudah Kadaluarsa
- Penikaman Kanit Reskrim, Diawali Keributan Pelaku dengan Warga
- Dilantik Wakapolda Riau, AKBP Andri Sudarmadi Jabat Direktur Reskrim
- Rok Terlilit Rantai Motor, Seorang Ibu di Perawang Terhempas ke Aspal
- Tikam Kanit Reskrim, Warga Inhil Tewas Ditembak
- Korupsi Pembangunan Gedung Fisipol Unri,
Jaksa Nyatakan Banding Atas Vonis Dosen dan Kontraktor

- BNNP Riau Sita 8 Kilogram Sabu Dari Jaringan Internasional


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com