Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 15 September 2019 15:03
Ini Posko Kesehatan Tempat Pelayanan Kesehatan dan Obat Gratis Akibat Asap

Ahad, 15 September 2019 14:25
Datangkan Artis Ibukota, PT TPP Gelar Hiburan Karyawan

Ahad, 15 September 2019 13:39
Ditunjuk DPP Golkar, Eet si Budak Parit Bangkung Siap Pimpin DPRD Riau

Ahad, 15 September 2019 13:33
Memohon Diturunkan Hujan, Masyarakat Logas Tanah Darat, Kuansing Sholat Istisqa

Ahad, 15 September 2019 11:57
Warga Dihimbau Waspada, Buaya Sungai Kuantan di Kuansing Naik ke Darat

Ahad, 15 September 2019 11:51
Kapolri dan Panglima TNI Tinjau Karhutla di Pelalawan

Ahad, 15 September 2019 09:52
.Mahasiswa Riau di Jakarta Gelar Aksi Keprihatinan Asap Karhutla di Bundaran HI

Sabtu, 14 September 2019 21:49
Dua Hari Hilang, Warga Inhil Ditemukan Tewas Dalam Pompong

Sabtu, 14 September 2019 21:43
Bupati Mursini Hadiri Rakor Penanggulangan Karhutla Bersama Panglima TNI

Sabtu, 14 September 2019 20:36
Tiga Pesawat Dikerahkan, 350 Personil TNI Segera Didatangkan Bantu Padamkan Karhutla di Riau

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 13 Juni 2019 15:33
Diduga Mencoba Bunuh Diri, Pria di Pekanbaru ini Ditemukan Berlumuran Muntah di Kamar Hotel

Seorang pria diduga telah melakukan percobaan bunuh diri. Ia ditemukan berlumuran muntah di kamar Hotel Rainbow di Kelurahan Kampung Dalam, Pekanbaru.

Riauterkini-PEKANBARU-Karyawan di Hotel Rainbow, Jalan khadijah Ali, No 27, Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Senapelan mendadak geger saat mendapati seorang tamu pria yang menginap di kamar 201 dalam keadaan tak sadarkan diri dan berlumuran muntah di atas kasur. Tamu yang diketahui bernama Eka Harry Putra (26) tersebut ditemukan nyaris tewas diduga hendak melakukan bunuh diri.

Menurut Kapolsek Senapelan, Kompol Kari Amsah Ritonga, peristiwa itu sendiri terjadi pada Rabu (12/06/19) pukul 12.00 WIB siang kemarin. Mantan Kapolsek Tampan ini menjelaskan, sebelum ditemukan tak sadarkan diri di kamar, sekitar pukul 11.00 WIB, korban sempat ditelpon oleh saksi mata sekaligus resepsionis hotel, Riza (30). Saat itu, sambung Kapolsek, saksi menanyakan mengenai status kamar yang disewa korban, apakah akan diperpanjang atau tidak.

Dalam percakapan di telpon itu, korban pun menegaskan bahwa sewa kamar yang ditempatinya akan diperpanjang. Begitu korban memberikan kepastian, saksi lalu menyuruh cleaning service hotel, Sahrul (26) untuk mendatangi kamar korban dan meminta deposit atau uang sewa kamar.

"Tapi ketika cleaning service tersebut mengetuk pintu kamar sambil memanggil korban, korban sama sekali tidak menjawab. Selanjutnya, yang bersangkutan pun memberitahukan hal itu pada resepsionis hotel. Tapi tidak berapa lama kemudian, keluarga korban datang ke TKP untuk bertemu dengan korban. Setelah pihak hotel menjelaskan kalau korban tak mau membuka pintu kamar, keluarga korban langsung meminta pihak hotel untuk membuka kamar tersebut menggunakan kunci master atau kunci cadangan," ujarnya kepada riauterkini.com, Kamis (13/06/19).

Ketika pintu kamar terbuka, kata dia lagi, pihak hotel bersama keluarga korban pun kaget karena melihat korban sudah dalam keadaan tergeletak berlumuran muntah di atas tempat tidur dan tidak sadarkan diri. Beruntung saat itu korban masih bernyawa. Tanpa membuang-buang waktu, korban langsung dibawa oleh keluarganya ke RS Bina Kasih di Jalan Samanhudi, Kelurahan Sago dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Sementara itu, dari hasil olah TKP di lokasi kejadian, pihaknya menemukan sejumlah barang bukti satu buah sangkur, satu botol Viksal pembersih lantai, 2 bungkus racun tikus, seprai bekas muntahan korban, satu unit handphone milik korban, jam tangan, buku tabungan dan kartu identitas korban. Dari beberapa barang bukti yang ditemukan tersebut, polisi pun menduga kuat bahwa korban hendak melakukan bunuh diri.

"Saat ini korban masih dirawat di RS Bina Kasih, korban diduga hendak melakukan percobaan bunuh diri. Tapi (penyelidikan) masih kita dalami, termasuk meminta keterangan dari keluarga korban," tutupnya.*(gas)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Dua Hari Hilang, Warga Inhil Ditemukan Tewas Dalam Pompong
- Dua Hari Berlalu, Kapal Bermuatan Sayur Belum Ditemukan
- Lanal Dumai Amankan 15 Kg Sabu, Tapi Pelaku Berhasil Kabur
- Lahan Sering Terbakar, MPC PP Pelalawan Desak Izin PT Adei Dicabut
- Menolak Mati Karena Asap, Seribuan Mahasiswa Geruduk Kantor Gubri
- Ke Thailand Saat Riau Dikepung Asap, Pendemo Sebut Gubri Kelayapan
- Lengkapi Gugatan, Posko Pengaduan KorbanAsap Dibuka IKA FH Unri
- Termasuk ‎190,63 Gram Sabu dan 5 Pucuk Senjata,
Kejari Rohul Musnahkan BB dari 159 Perkara‎ 2018-2019

- Satu Kapal Maling Ikan di Perairan Indonesia Dibakar dan Ditenggelamkan di Selat Bengkalis
- Overstay dan tak Berduit, WN Inggris Diamankan Imigrasi Bengkalis
- Menjelang Berakhir Operasi Patuh 2019, 1.338 Ranmor di Bengkalis Ditilang
- Dugaan Fiktif UED SP Rp1,8 M,
Kades dan Bendahara Bukit Batu, Bengkalis Dimintai Keterangan

- Sempat Kabur Saat Sidang,
Pelaku Perampokan Pembunuhan di Rumbai Pekanbaru Dituntut 20 Tahun Penjara

- Polres Dumai Turunkan Tim Usut Proyek Gedung Tenis Pertamina Roboh
- Dinilai Cemarkan Nama Baik,
Kadis PU Siak Laporkan Korlap Aksi BEM Unilak ke Polda Riau

- Divonis 7 Tahun Atas Korupsi Jalan di Bengkalis, Mantan Sekda Dumai Ajukan Banding
- Warga Tiga Desa Demo Kantor PT HKI di Bhatin Solapan, Bengkalis
- Kerap Beroperasi di Bengkalis, Polisi Ringkus Jambret Setelah Buron 5 Bulan
- Bawa Sabu dan Todong Polisi Razia, Warga Pekanbaru Tewas Ditembak di Sumbar
- Bentangkan Spanduk Saat Pelantikan DPRD Riau, Empat Mahasiswa Diamankan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com