Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 19 Juli 2019 17:58
Bersama Polres Kampar,
Tim Kukerta Tematik Unri Gelar Penyuluhan Narkoba dan Etika Berlalu Lintas di SMAN 2 XIII Koto Kampar


Jum’at, 19 Juli 2019 17:54
Lahan Gambut Pulau Rupat Kembali Terbakar

Jum’at, 19 Juli 2019 17:02
Dinas PUPR Rohul Bangun Jalan Baru Sepanjang 30 Kilometer

Jum’at, 19 Juli 2019 16:43
Sedang Rekap Nomor,
2 Juru Tulis Togel di Bonai Darussalam Ditangkap Polisi Rohul


Jum’at, 19 Juli 2019 16:34
Tuntut Diskualifikasi NJ, Puluhan Massa Geruduk Kantor KPU Pekanbaru

Jum’at, 19 Juli 2019 15:42
Sabtu Besok Berangkat ke Pekanbaru,
4 JCH Rohul Tunda Keberangkatan dan 2 Di Antaranya Sakit


Jum’at, 19 Juli 2019 14:42
Capai Satu Kilometer Lebih, Abrasi di Bengkalis jadi Perhatian Menko Kemaritiman

Jum’at, 19 Juli 2019 13:51
BUMD Pelalawan Bungakan Dana Penyertaan Modal TA 2017 Senilai Rp6,1 Miliar

Jum’at, 19 Juli 2019 13:01
Ditinggal ke Pasar,
Rumah Semi Permanen Milik Lansia di Bathin Solapan, Bengkalis Ludes Dilalap Api


Jum’at, 19 Juli 2019 12:30
Sektor Migas Beri Andil Pertumbuhan Ekonomi Riau 2,3 Persen

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 13 Juni 2019 21:40
Bareskrim Polri Gelar Perkara Dugaan Korupsi Pipa PDAM Indragiri Hilir

Breskrim Polri gelar perkara kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pipa transmisi PDAM Inhil. Hal ini dilakukan guna mencari tersangka baru dalam perkara tersebut.

Riauterkini - PEKANBARU - Bareskrim Polri laksanakan gelar perkara kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pipa transmisi PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Wakil Bupati Bengkalis, Muhammad, menjadi orang yang di dibahas dalam hal ini tersebut.

Hal itu, muncul dari beredar nota dinas Bareskrim yang menyebutkan pembahasan gelar perkara untuk tersangka atas nama Muhammad selaku Kuasa Pengguna Anggaran dalam kasus tersebut. Kala itu, Muhammad menjabat sebagai Kabid Cipta Karya di Dinas Pekerjaan Umum Pemprov Riau pada 2013 silam.  

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto, membenarkan adanya gelar perkara ini. "Iya benar, gelar perkaranya sore tadi di Mabes Polri baru saja selesai," terangnya.  

Meski begitu, Ia menuturkan, untuk status Muhammad masih menunggu hasil dari penyidik Mabes Polri. “Berkas (Muhammad) itu masih perlu pendalaman lagi," kata Sunarto.  

Diketahui, kasus ini sudah sampai di persidangan Pengadilan Negeri Pekanbaru. Dalam dakwaan jaksa Kejari Indragiri Hilir, perbuatan para terdakwa dilakukan pada tahun 2013 di Kantor Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Sumber Daya Air Provinsi Riau.

Dalam pelaksanaan terdapat penyimpangan dalam proses pelelangan. Terdapat kesamaan dukungan teknis barang atau spesifikasi teknik yang ditawarkan antara dokumen ketiga perusahaan fiktif.

Terdakwa Sabar bersama Harris Anggara secara leluasa melaksanakan pekerjaan pengadaan dan pemasangan pipa transmisi PE 100 DN 500 mm TA 2013 dengan tidak benar. Pipa transmisi yang dipasang tidak sesuai dengan SNI Nomor 4829.2:2012 maupun SNI Nomor 06-4829-2005, yang berarti material atau bahan baku yang digunakan tidak sesuai dengan standar mutu.

"Pengujian terhadap tebal dinding pipa, hasilnya menunjukan ketebalan minimum 23,79 mm sampai dengan maksimum 27,08 mm. Padahal syarat mutunya adalah minimum 29,7 mm sampai maksimum 32,8 mm," ujar JPU Kejari Indragiri Hilir Ahmad Dice.

Selanjutnya, pengujian terhadap kekuatan hidrostatik pipa selama 65 jam pada suhu 80c akan tetapi pada saat dilakukan pengujian yaitu pada jam ke 36:24 pipa yang diuji tersebut pecah.

Selain itu, pekerjaan pengadaan dan pemasangan pipa transmisi PE 100 DN 500mm TA 2013 telah terjadi keterlambatan 28 hari kerja.

Seharusnya, kontraktor pelaksana PT Panotari Raja diberlakukan denda keterlambatan, pemutusan kontrak, dan pencairan jaminan pelaksanaan. "Dinas PU Riau tidak melakukan denda, tidak memutus kontrak, dan tidak mencairkan jaminan pelaksanaan," ucap JPU. Diduga, Dinas PU Riau merekayasa serah terima pertama pekerjaan atau Provisional Hand Over sebagaimana tertuang dalam Berita Acara Serah Terima Pertama Pekerjaan/PHO Nomor: 0/BA.ST-I/FSK.PIPA.TBH.XII/2013 tanggal 13 Desember 2013.

Dalam proses pelaksanaan pengawasan pekerjaan oleh CV Safta Ekatama Konsultan yang dilaksanakan terdakwa Syafrizal Thaher dengan nilai Rp 114.981.818, belum dipotong pajak 10 persen. Laporan dibuat secara tidak benar.

Akibat perbuatan itu, negara dirugikan Rp 2.639.090.623 miliar. Angka itu didasarkan dari hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Provinsi Riau. Dari kerugian negara itu, menguntungkan Sabar Stefanus P Simalongi sebesar Rp 35.000.000 dan Harris Anggara Rp 2.604.090.623.*(rul)  

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Sedang Rekap Nomor,
2 Juru Tulis Togel di Bonai Darussalam Ditangkap Polisi Rohul

- Diangkut Mabes Polri, Lapas Bengkalis Belum Pastikan Napi Terlibat Temuan Sabu 18,8 Kg
- Tersangka Korupsi Reatribusi, Dua ASN Dishub Meranti Ditahan Jaksa
- Selama Tiga Jam, Polisi Periksa Ketua KPU Pekanbaru Terkait Dugaan Suap Anggota DPRD
- Merasa Tertipu, Nasabah PT RFB Akan Lapor ke Polisi
- Seorqng PNS, Polda Riau Amankan 30 Pengunjung Tempat Hiburan di Pekanbaru
- Kapolda Riau Lepas 100 Personil BKO ke Polda Papua
- Polda Riau Tangkap Amankan Dua Truk Bermuatan Kayu Ilegal
- Kejari Pelalawan Musnahkan Barang Bukti Tindak Pidana
- Dari 271 Perkara, Kejari Bengkalis Musnahkan 1,29 Kg Sabu, Ektstasi dan Senpi
- Polres Siak Tangkap 4 Pencuri Minyak PT Chevron di Minas
- Diambil Alih Mabes Polri, Dikabarkan Seorang Ditangkap Dalam Temuan 18,8 Kilogram Sabu di Bengkalis
- Tangkap 3 Tersangka, Polda Riau Sita 10 Kg Sabu dan 15 Ribu Butir Ekstasi
- Polisi Lakukan Penyelidikan Crash Maut Kejurda Balap Motor di Bengkalis
- Dua Lagi Terdakwa Korupsi Penyelewengan Dana Cetak Sawah di Pelalawan Diadili.
- Lundup Bawang Merah 6,7 Ton,  Tekong di Bengkalis Segera Disidang
- Modal Dua Ribu Rupiah, Penganguran di Pekanbaru Culik dan Gauli Siswi SD
- Total 140 Kios Pasar Sungai Salak, Inhil Ludes Terbakar
- Dua Terdakwa Korupsi Sarpras Dispora Riau Dituntut 7,5 Tahun dan 5,5 Tahun Penjara.
- Puluhan Kios Pasar Sungai Salak, Inhil Ludes Terbakar


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com