Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 18 Juli 2019 16:35
Bupati Apresiasi Panitia Pacu Jalur Rayon II Kecamatan Pangean

Kamis, 18 Juli 2019 16:32
Demo di Kantor Bupati, Masyarakat Tiga Desa di Tambusai Desak Pemkab Rohul Tuntaskan Lahan KKPA di PT. Hutahaean

Kamis, 18 Juli 2019 16:27
Petenis Cilik Binaan RAPP Torehkan Prestasi di Tingkat Internasional

Kamis, 18 Juli 2019 16:16
AHM Mulai Pasarkan Motor Ikonik dan Unik Honda Monkey

Kamis, 18 Juli 2019 13:14
BAZ Puji Unit Pengumpul Zakat Disdik Pekanbaru

Kamis, 18 Juli 2019 12:57
Kelak Perda KLA Jadi Dasar Kebijakan Pembangunan Bebasis Hak Anak di Pekanbaru

Kamis, 18 Juli 2019 11:01
Sukseskan Pacu Jalur 2019, ASN Goro Bersihkan Hotel Kuansing

Kamis, 18 Juli 2019 10:53
Pertamina EP Asset 1 Lirik Field Bersihkan Ceceran Crude Oil

Kamis, 18 Juli 2019 10:22
Seorqng PNS, Polda Riau Amankan 30 Pengunjung Tempat Hiburan di Pekanbaru

Kamis, 18 Juli 2019 10:14
Cari Solusi Penyelamatan, Komisi I DPRD Pelalawan Kunjungi AKN Bengkalis

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 16 Juni 2019 18:57
Diduga Cbuli Adik Ipar Berusia 13 Tahun,
Tukang Panen Sawit di Kepenuhan Diciduk Polisi Rohul


Seorang warga Kepenuhan, Rohil diamankan polisi. Pelaku dilaporkan telah mencabuli adik iparnya yang masih belasan tahun.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Aksi pencabulan anak di bawah umur dilakukan orang terdekat korban kembali terjadi di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Kali ini bahkan pelakunya merupakan abang ipar korban sendiri.

Diduga telah melakukan pencabulan terhadap adik iparnya inisial K, atau sebut saja Mawar yang masih berusia 13 tahun, pria berusia 33 tahun inisial DG, warga Kecamatan Kepenuhan ini harus berurusan dengan polisi setempat.

Kapolres Rokan Hulu AKBP Muhammad Hasyim Risahondua SIK., M.Si, melalui Paur Humas Polres Rokan Hulu Ipda Feri Fadli SH, mengungkapkan terduga pelaku pencabulan terhadaap adik iparnya, DG, berhasil ditangkap anggota Polsek Kepenuhan‎ pada Sabtu siang (15/6/2019) sekira pukul 11.30 WIB.

Ipda Feri mengatakan DG sempat buron selama 2 bulan setelah aksinya diketahui, dan dilaporkan ke Polsek Kepenuhan. Hasil penyelidikan didapat informasi bahwa terduga pelaku tengah berada di Desa Kasang Padang Kecamatan Bonai Darussalam.

"Atas perintah Kapolsek Kepenuhan (AKP Dasril) melakukan penangkapan terhadap pelaku di sebuah rumah yang berada dalam perkebunan sawit warga," ungkap Ipda Feri, Ahad (16/6/2019).

Ipda Feri menambahkan saat akan ditangkap di sebuah rumah di Desa Kasang Padang, pelaku tidak mau membuka pintu rumah, sehingga polisi terpaksa melepaskan 2 tembakan ke udara.‎

"Akhirnya pelaku membuka pintu rumah yang dalam kondisi gelap tanpa penerangan dan langsung dibekuk," ujar Ipda Feri dan mengaku pelaku tidak melawan saat ditangkap.

Saat interogasi, terduga pelaku mengakui telah beberapa kalinya mencabuli adik iparnya. Perbuatan itu dilakukan DG saat tengah panen buah kelapa sawit.

Aksi bejad dilakukan DG terjadi pada April 2019 lalu. Saat itu korban diajak pelaku mengutip brondolan buah kelapa sawit di perkebunan sawit SP 5 Desa Kepenuhan Sei Mandian, Kecamatan Kepenuhan.

"Di sanalah pelaku melancarkan aksinya dengan menyetubuhi korban berulang kali," kata Ipda Feri.

Aksi pelaku akhirnya terbongkar, setelah‎ abang kandungnya menjemput Mawar di rumah kakaknya, dua hari pasca pencabulan. Mawar sendiri sudah sekira 3 tahun tinggal di rumah kakaknya.

Saat tinggal bersama abang kandungnya, Mawar jatuh sakit. Wajahnya terlihat pucat, sehingga dirinya sempat dibawa berobat.‎ Karena tidak tahan, akhirnya korban menceritakan kejadian yang menimpanya selama ini kepada abang kandungnya.

Korban mengaku sering disetubuhi abang iparnya di salah satu kebun sawit. Korban takut dan tidak melawan karena diancam jika menolak keinginan terduga pelaku, apalagi sampai memberitahu kelakuan bejatnya kepada orang lain.

Setelah buron sekira 2 bulan, DG diamankan di Mapolsek Kepenuhan untuk diproses lebih lanjut. Bila terbukti, pelaku terancam dijerat Undang-Undang 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.***(zal)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Seorqng PNS, Polda Riau Amankan 30 Pengunjung Tempat Hiburan di Pekanbaru
- Kapolda Riau Lepas 100 Personil BKO ke Polda Papua
- Polda Riau Tangkap Amankan Dua Truk Bermuatan Kayu Ilegal
- Kejari Pelalawan Musnahkan Barang Bukti Tindak Pidana
- Dari 271 Perkara, Kejari Bengkalis Musnahkan 1,29 Kg Sabu, Ektstasi dan Senpi
- Polres Siak Tangkap 4 Pencuri Minyak PT Chevron di Minas
- Diambil Alih Mabes Polri, Dikabarkan Seorang Ditangkap Dalam Temuan 18,8 Kilogram Sabu di Bengkalis
- Tangkap 3 Tersangka, Polda Riau Sita 10 Kg Sabu dan 15 Ribu Butir Ekstasi
- Polisi Lakukan Penyelidikan Crash Maut Kejurda Balap Motor di Bengkalis
- Dua Lagi Terdakwa Korupsi Penyelewengan Dana Cetak Sawah di Pelalawan Diadili.
- Lundup Bawang Merah 6,7 Ton,  Tekong di Bengkalis Segera Disidang
- Modal Dua Ribu Rupiah, Penganguran di Pekanbaru Culik dan Gauli Siswi SD
- Total 140 Kios Pasar Sungai Salak, Inhil Ludes Terbakar
- Dua Terdakwa Korupsi Sarpras Dispora Riau Dituntut 7,5 Tahun dan 5,5 Tahun Penjara.
- Puluhan Kios Pasar Sungai Salak, Inhil Ludes Terbakar
- Dugaan Korupsi Cuci Danau, SY Anggota DPRD Kampar tak Bisa Dimintai Pertanggungjawaban Materil
- Nyawa Diujung Tanduk, Bandar Narkoba 98 Kg Berharap Belas Kasihan Hakim
- Datang ke Pekanbaru jadi Begal Bersamurai, Pria ini Ternyata Residivis Penyelundupan BBM
- Tiga Buron, Dua Copet Spesialis Angkot di Pekanbaru Dibekuk Polisi
- Dijambret, Ibu Bercadar Pingsan di Trotoar Jalan Sumatera Pekanbaru


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com