Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Selasa, 23 Juli 2019 18:02
Disinggung Soal Pokir, Anggota DPRD Pelalawan Junaidi Purba Marah-marah 

Selasa, 23 Juli 2019 17:29
Diguyur Hujan Lebat, Karla di Pulau Rupat Dilaporkan Padam

Selasa, 23 Juli 2019 17:10
"Anak Kami Bisa Bekerja Pak"
Masyarakat Sangat Menyayangkan Jika AKN Bengkalis Ditutup


Selasa, 23 Juli 2019 16:31
Lebarkan Sayap, The Daily Wash Laundromat Kembali Buka Dua Cabang di Pekanbaru

Selasa, 23 Juli 2019 16:26
Hasil Pleno Penetapan KPU, Ini 45 Nama Calon Anggota DPRD Rohul yang akan Dilantik

Selasa, 23 Juli 2019 16:21
Tertembak Saat Grebek Buron Pecatan Polisi, Bripka Lius Bakal Diganjar Penghargaan

Selasa, 23 Juli 2019 16:17
KPPBC Dumai Tangkap 2 Pelaku Penyelundupan Narkotika dari Malaysia

Selasa, 23 Juli 2019 15:48
Ada Granat, Berikut Barang Bukti Pengrebekan Bandar Sabu di Pekanbaru

Selasa, 23 Juli 2019 15:44
Dalam 4 Jam, 10 Pelaku Pengedar Narkoba Ditangkap Polres Inhu

Selasa, 23 Juli 2019 15:36
Mahasiswa Kukerta UR di Desa Ranah Sungkai Ini Berhasil Membuat Pestisida dari Daun Sirih

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 16 Juni 2019 18:57
Diduga Cbuli Adik Ipar Berusia 13 Tahun,
Tukang Panen Sawit di Kepenuhan Diciduk Polisi Rohul


Seorang warga Kepenuhan, Rohil diamankan polisi. Pelaku dilaporkan telah mencabuli adik iparnya yang masih belasan tahun.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Aksi pencabulan anak di bawah umur dilakukan orang terdekat korban kembali terjadi di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Kali ini bahkan pelakunya merupakan abang ipar korban sendiri.

Diduga telah melakukan pencabulan terhadap adik iparnya inisial K, atau sebut saja Mawar yang masih berusia 13 tahun, pria berusia 33 tahun inisial DG, warga Kecamatan Kepenuhan ini harus berurusan dengan polisi setempat.

Kapolres Rokan Hulu AKBP Muhammad Hasyim Risahondua SIK., M.Si, melalui Paur Humas Polres Rokan Hulu Ipda Feri Fadli SH, mengungkapkan terduga pelaku pencabulan terhadaap adik iparnya, DG, berhasil ditangkap anggota Polsek Kepenuhan‎ pada Sabtu siang (15/6/2019) sekira pukul 11.30 WIB.

Ipda Feri mengatakan DG sempat buron selama 2 bulan setelah aksinya diketahui, dan dilaporkan ke Polsek Kepenuhan. Hasil penyelidikan didapat informasi bahwa terduga pelaku tengah berada di Desa Kasang Padang Kecamatan Bonai Darussalam.

"Atas perintah Kapolsek Kepenuhan (AKP Dasril) melakukan penangkapan terhadap pelaku di sebuah rumah yang berada dalam perkebunan sawit warga," ungkap Ipda Feri, Ahad (16/6/2019).

Ipda Feri menambahkan saat akan ditangkap di sebuah rumah di Desa Kasang Padang, pelaku tidak mau membuka pintu rumah, sehingga polisi terpaksa melepaskan 2 tembakan ke udara.‎

"Akhirnya pelaku membuka pintu rumah yang dalam kondisi gelap tanpa penerangan dan langsung dibekuk," ujar Ipda Feri dan mengaku pelaku tidak melawan saat ditangkap.

Saat interogasi, terduga pelaku mengakui telah beberapa kalinya mencabuli adik iparnya. Perbuatan itu dilakukan DG saat tengah panen buah kelapa sawit.

Aksi bejad dilakukan DG terjadi pada April 2019 lalu. Saat itu korban diajak pelaku mengutip brondolan buah kelapa sawit di perkebunan sawit SP 5 Desa Kepenuhan Sei Mandian, Kecamatan Kepenuhan.

"Di sanalah pelaku melancarkan aksinya dengan menyetubuhi korban berulang kali," kata Ipda Feri.

Aksi pelaku akhirnya terbongkar, setelah‎ abang kandungnya menjemput Mawar di rumah kakaknya, dua hari pasca pencabulan. Mawar sendiri sudah sekira 3 tahun tinggal di rumah kakaknya.

Saat tinggal bersama abang kandungnya, Mawar jatuh sakit. Wajahnya terlihat pucat, sehingga dirinya sempat dibawa berobat.‎ Karena tidak tahan, akhirnya korban menceritakan kejadian yang menimpanya selama ini kepada abang kandungnya.

Korban mengaku sering disetubuhi abang iparnya di salah satu kebun sawit. Korban takut dan tidak melawan karena diancam jika menolak keinginan terduga pelaku, apalagi sampai memberitahu kelakuan bejatnya kepada orang lain.

Setelah buron sekira 2 bulan, DG diamankan di Mapolsek Kepenuhan untuk diproses lebih lanjut. Bila terbukti, pelaku terancam dijerat Undang-Undang 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.***(zal)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Tertembak Saat Grebek Buron Pecatan Polisi, Bripka Lius Bakal Diganjar Penghargaan
- KPPBC Dumai Tangkap 2 Pelaku Penyelundupan Narkotika dari Malaysia
- Ada Granat, Berikut Barang Bukti Pengrebekan Bandar Sabu di Pekanbaru
- Dalam 4 Jam, 10 Pelaku Pengedar Narkoba Ditangkap Polres Inhu
- Tembak Mati Buron Pecatan Polisi, Aparat Sita Senapan dan Granat
- Kesaksian Warga Lokasi Penyergapan,
Dengar Tiga Tembakan dan tak Tau Bertetangga Residivis

- Termasuk Pecatan Polisi, Dua Bandar Besar Narkoba Tewas Baku-tembak dengan Polisi di Pekanbaru
- Dugaan Korupsi DPRD Inhu Dalam Tahap Penyelidikan
- Dugaan Korupsi MTQ, Kabag Kesra Pemkab Inhu Jadi Tersangka
- Polda Riau Periksa Lima Saksi Perkara Dugaan Penghinaan Gubernur Riau
- Pendemo Desak Polda Riau Kawal Penyidikan Dugaan SPPD Fiktif 40 Anggota DPRD Inhu
- Gagalkan Peredaran 12,4 Kg Sabu, Polresta Pekanbaru Selamatkan 74 Ribu Jiwa
- Karlahut Melanda, Izin Terbang 5 Helikopter Pemadam di Riau Justru Habis
- Polresta Pekanbaru sita 12,4 Kg Sabu dari Kurir Jaringan Malaysia Asal Banjarmasin
- Terus Gencarkan Razia, Polsek Mandau Amankan Sejumlah Motor Balapan Liar
- Kebakaran Ludeskan 11 Rumah Warga Tembilahan Hulu
- Hindari Tabrakan, Satu Truk Terguling di Kuansing
- Polres Kampar Gulung 4 Anggota Sindikat Narkoba
- Sedang Rekap Nomor,
2 Juru Tulis Togel di Bonai Darussalam Ditangkap Polisi Rohul

- Diangkut Mabes Polri, Lapas Bengkalis Belum Pastikan Napi Terlibat Temuan Sabu 18,8 Kg


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com