Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 21 Juli 2019 19:06
Jelang Subuh, Sebuah Mobil dan Sepeda Motor Terbakar Misterius di Lintas Duri - Dumai

Ahad, 21 Juli 2019 19:02
Gubernur Buka Liga Berjenjang U-16 Menpora 2019 Seri Provinsi Riau di Rohul

Ahad, 21 Juli 2019 18:59
Bupati Rohul Dukung Budaya Melayu Riau Menjadi Muatan Lokal Wajib‎ di Sekolah

Ahad, 21 Juli 2019 17:31
Hancurkan Galaxi Hitam 6 Gol Tanpa Balas, Galaxi Merah Wakili Bengkalis di Menpora Cup U -12 2019 

Ahad, 21 Juli 2019 17:07
Muscab Perdana, Aiptu KH Siregar Nahkodai IOF Bengkalis

Ahad, 21 Juli 2019 15:44
65 Peserta Festival Layang-layang Meriahkan Hari Adhiyaksa

Ahad, 21 Juli 2019 15:41
24 Sekolah di Bengkalis Ikuti Seleksi Adiwiyata Lingkungan

Ahad, 21 Juli 2019 12:59
Pemkab Gandeng IKKS Pekanbaru Diskusikan Masalah Kekinian Kuansing

Ahad, 21 Juli 2019 10:40
Seminar Sejarah Melayu Tua Minanga Kanwa Sempena KIDBF Buka Wawasan Masyarakat Kampar

Ahad, 21 Juli 2019 09:24
Kebakaran Lahan di Rupat Meluas, Pemadaman Dibantu Alat Berat dan Helikopter

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 9 Juli 2019 15:13
Mesum dengan Gadis di Bawah Umur,
Pelajar SMK di Bengkalis Divonis Setahun Penjara


Seorang pelajar SMK di Bengkalis divonis hukuman setahun 11 bulan 15 hari penjara plus pelatihan kerja di Dinas Sosial selama sebulan. Ia dinyatakan bersalah telah berbuat asusila dengan gadis di bawah umur.

Riauterkini-BENGKALIS- Dua pelajar di Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, masing AD (17) pelajar SMK kelas 3 dan NA (13), masih bersekolah dasar (SD) kelas 5 divonis hukuman berbeda oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis atas kasus pencabulan terhadap seorang remaja perempuan berumur 16 tahun.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Bengkalis, Iwan Roy Charles, SH, didampingi JPU Eriza Susila, SH mengatakan, bahwa kedua anak yang sama-sama dibawah umur tersebut dihukum berbeda pada sidang putusan yang digelar Kamis (4/7/19) kemarin.

Dijelaskan Eriza, terdakwa NA merupakan pelajar SD itu divonis dengan tindakan dikembalikan kepada orang tuanya sesuai rekomendasi dari Badan Pemasyarakatan (Bapas). Sedangkan terdakwa AD, pelajar SMK dihukum dengan penjara 1 tahun 11 bulan 15 hari dan pelatihan kerja di Dinas Sosial (Dinsos) selama 1 bulan. Sementara itu, tuntutan JPU dengan terhadap terhadap terdakwa khususnya AD, selama kurungan 2 tahun penjara dan pelatihan kerja 3 bulan.

“Kedua pelaku anak di bawah umur tersebut, setelah mendengarkan vonis dari majelis langsung menerima tanpa melakukan banding," imbuh Eriza.

Diberitakan sebelumnya, diduga bertindak asusila terhadap seorang gadis berumur 16 tahun, dua remaja ini terpaksa harus berurusan dengan aparat penegak hukum.

Berkas sebagai tersangka dan barang bukti kedua remaja ini sudah dinyatakan lengkap (P21) dan dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bengkalis atau sudah tahap dua, pada Senin (17/6/19) lalu.

Kasus melibatkan anak di bawah umur ini, terungkap pada Jum'at (1/3/19) lalu sekitar pukul 15.00 WIB. Dua orang saksi Feb dan Fan yang sedang melintas di perkebunan kelapa sawit, Jalan Ahmad Yani, Desa Sejangat, Kecamatan Bukit Batu, mendengar suara orang di dalam semak-semak.

Kemudian mendekati suara tersebut dan menegur, dari arah semak itu muncul remaja perempuan (korban) NNS (16).

Lalu, warga menanyakan tujuan korban di semak-semak. Dan pada saat itu NNS mengatakan, telah disetubuhi oleh terdakwa.

Memperoleh keterangan itu, kemudian korban dihantarkan saksi ke rumah keluarganya. Keluarga korban yang tidak diterima, kemudian melaporkannya ke Polsek Bukit Batu.

Sementara itu, AD yang sempat berhasil ditemui mengaku sangat menyesal. Tindakan persetubuhan yang dituduhkan terhadap dirinya itu bukan atas kemauannya sendiri, akan tetapi, terpengaruh oleh ajakan korban NNS.

"Pak saya menyesal, perbuatan itu dilakukan karena diajak oleh korban bukan semata-mata kemauan saya sendiri," ucapnya.

Akibat perbuatan asusila itu, kedua remaja ini dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) Jo ayat (2) atau Pasal 82 ayat (1) UU RI Nomor 35/2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak Jo UU Nomor 11/2012 tentang Sistem Peradilan Anak.***(dik)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Terus Gencarkan Razia, Polsek Mandau Amankan Sejumlah Motor Balapan Liar
- Kebakaran Ludeskan 11 Rumah Warga Tembilahan Hulu
- Hindari Tabrakan, Satu Truk Terguling di Kuansing
- Polres Kampar Gulung 4 Anggota Sindikat Narkoba
- Sedang Rekap Nomor,
2 Juru Tulis Togel di Bonai Darussalam Ditangkap Polisi Rohul

- Diangkut Mabes Polri, Lapas Bengkalis Belum Pastikan Napi Terlibat Temuan Sabu 18,8 Kg
- Tersangka Korupsi Reatribusi, Dua ASN Dishub Meranti Ditahan Jaksa
- Selama Tiga Jam, Polisi Periksa Ketua KPU Pekanbaru Terkait Dugaan Suap Anggota DPRD
- Merasa Tertipu, Nasabah PT RFB Akan Lapor ke Polisi
- Seorqng PNS, Polda Riau Amankan 30 Pengunjung Tempat Hiburan di Pekanbaru
- Kapolda Riau Lepas 100 Personil BKO ke Polda Papua
- Polda Riau Tangkap Amankan Dua Truk Bermuatan Kayu Ilegal
- Kejari Pelalawan Musnahkan Barang Bukti Tindak Pidana
- Dari 271 Perkara, Kejari Bengkalis Musnahkan 1,29 Kg Sabu, Ektstasi dan Senpi
- Polres Siak Tangkap 4 Pencuri Minyak PT Chevron di Minas
- Diambil Alih Mabes Polri, Dikabarkan Seorang Ditangkap Dalam Temuan 18,8 Kilogram Sabu di Bengkalis
- Tangkap 3 Tersangka, Polda Riau Sita 10 Kg Sabu dan 15 Ribu Butir Ekstasi
- Polisi Lakukan Penyelidikan Crash Maut Kejurda Balap Motor di Bengkalis
- Dua Lagi Terdakwa Korupsi Penyelewengan Dana Cetak Sawah di Pelalawan Diadili.
- Lundup Bawang Merah 6,7 Ton,  Tekong di Bengkalis Segera Disidang


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com