Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Selasa, 20 Agustus 2019 18:56
Menteri Arief Yaya Genapkan Hadiah Pacu Jalur Juara 1 Jadi 100 Juta

Selasa, 20 Agustus 2019 18:22
RSUD Indrasari Inhu Tak Miliki SCF Jadi Kendala BPJS Kesehatan Lunasi Claim

Selasa, 20 Agustus 2019 18:11
Mendarat di Kuansing, Menteri Arief Yaya Disambut Wabup Kuansing

Selasa, 20 Agustus 2019 17:26
Tingkatkan Kesejahteraan, Dinsos Bengkalis akan Salurkan Bantuan 36 KUBE Produktif

Selasa, 20 Agustus 2019 16:40
Dari ‎RAT 2019, KONI Rohul Akan Sinergikan Program Kegiatan dengan Pengurus Cabor

Selasa, 20 Agustus 2019 16:33
Isi Air Baku Waduk Wonosari Bengkalis, Blok Kanal Perkebunan Sawit PT. MAS 'Dijebol'

Selasa, 20 Agustus 2019 16:29
Tim Satgas Karlahut Rohul Padamkan Api di Rambah Tengah Barat‎, Polisi Usut Pelaku

Selasa, 20 Agustus 2019 14:17
15 Sekolah di Bengkalis Dinobatkan sebagai Sekolah Berwawasan Lingkungan

Selasa, 20 Agustus 2019 13:47
Mahfud MD Sebut Kasus Ustadz Ubdul Somad Sudah Kadaluarsa

Selasa, 20 Agustus 2019 13:43
Penikaman Kanit Reskrim, Diawali Keributan Pelaku dengan Warga

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 15 Juli 2019 16:18
Tiga Buron, Dua Copet Spesialis Angkot di Pekanbaru Dibekuk Polisi

Aparat Polsek Bukitraya, Pekanbaru membekuk dua spesialis copet di angkutan kota. Tiga lagi masih diburu.

Riauterkini-PEKANBARU-Bermodalkan angkutan kota (angkot) yang digunakan untuk mengantar jemput penumpang, Tomi Lembang Putra dan Arif Putra justru menyalahgunakan transportasi darat tersebut untuk mencopet harta sejumlah penumpangnya. Untuk menjalankan aksi copet itu, kedua tersangka juga dibantu oleh 3 rekannya yang kini masih menjadi buronan polisi, yakni De, Ce dan Un.

Menurut Kapolsek Bukit Raya, Kompol Bainar, komplotan tersangka memiliki peran yang berbeda-beda. Tersangka Tomi Lembang sendiri berperan sebagai supir, Arif membantu supir, sedangkan 3 rekannya yang DPO ada yang berperan sebagai kenek angkot serta berperan sebagai penumpang. Sasarannya tak lain adalah penumpang lain yang berada di dalam angkot tersebut.

"Komplotan mereka ini ada 5 orang, 2 sudah kita tangkap dan 3 orang lagi masih DPO. Modusnya, mereka narik angkot mencari penumpang, kemudian setelah dapat penumpang, ditengah perjalanan angkot mereka pura-pura kempes ban. Lalu saat itulah satu persatu dari mereka mulai menjalankan perannya masing-masing," ujarnya ketika ekpose tersangka dan barang bukti, Senin (15/07/19) siang.

Komplotan copet spesialis angkot itu sendiri, terungkap saat tersangka dan rekan-rekannya tertangkap tangan mencopet korbannya, Apriyan Santoso (25) pada Selasa, (09/07/19) sore pekan lalu. Kala itu, korban yang sedang menumpangi angkot tersangka di Jalan Tuanku Tambusai diberitahukan oleh kenek angkot Un, bahwa angkot tersebut kempes ban dan harus berhenti. Korban sendiri duduk dibangku penumpang ditengah-tengah dua rekan tersangka lain yang berpura-pura sebagai penumpang, De dan Ce.

Ketika angkot sudah berhenti, komplotan copet itupun mulai menjalankan perannya. Beruntung upaya mereka kepergok oleh korban karena melihat dompetnya jatuh di lantai angkot. Korban juga sempat membuka dompet miliknya itu, tapi begitu dompet dibuka ternyata uangnya sudah tidak lagi.

"Jadi korban memergoki ulah para tersangka, lalu berteriak sehingga memancing kedatangan warga. Tersangka Tomi dan Arif tertangkap oleh warga saat itu juga. Sementara 3 orang lagi berhasil melarikan diri," gumamnya.

Masih kata Bainar, dalam melakukan aksi pencopetan, komplotan tersangka sudah terbilang sering. Lokasinya adalah penumpang di sepanjang Jalan Tuanku Tambusai - Jalan HR Soebrantas.

"Pengakuan tersangka sering, tapi dia tak ingat lagi berapa kali (mencopet). Kita juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati jika menaiki angkot di sekitar Jalan Nangka (Tuanku Tambusai) dan Panam (Jalan HR Soebrantas), karena lokasi sasaran mereka mencari penumpang di daerah tersebut. Untuk kedua tersangka, kita jerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara," tutupnya.***(gas)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Mahfud MD Sebut Kasus Ustadz Ubdul Somad Sudah Kadaluarsa
- Penikaman Kanit Reskrim, Diawali Keributan Pelaku dengan Warga
- Dilantik Wakapolda Riau, AKBP Andri Sudarmadi Jabat Direktur Reskrim
- Rok Terlilit Rantai Motor, Seorang Ibu di Perawang Terhempas ke Aspal
- Tikam Kanit Reskrim, Warga Inhil Tewas Ditembak
- Korupsi Pembangunan Gedung Fisipol Unri,
Jaksa Nyatakan Banding Atas Vonis Dosen dan Kontraktor

- BNNP Riau Sita 8 Kilogram Sabu Dari Jaringan Internasional
- Enam Personil Polda Riau di Berhentikan Secara Tidak Hormat
- Pintu Masuk Diblokir, PT Adei Plantation di Pelalawan Didemo Sekelompok Warga
- Sadis, Gadis 14 Tahun di Kandis Dicangkul lalu Diperkosa Saat Sekarat
- Digelar Sertijab Posisi Kasat Lantas Polres Bengkalis
- Praktisi Hukum Menduga Ada Kejanggalan Dokumen Pemenang Proyek Perpustakaan Kuansing
- Dugaan Suap Anggota DPRD Riau,
Polresta Pekanbaru Periksa Saksi Kunci Ar

- Seorang Guru SD di Pekanbaru Ditemukan Tewas Tergantung di Kos-kosan
- Polda Riau gagalkan penyelundupan 95.000 Ekor Baby Lobster
- 647 Napi Lapas Bengkalis Terima Remisi Kemerdekaan
- Diungkap Pengacara Pemko di Sidang KIP, Seluruh Billboard, Neonbox dan Bando di Pekanbaru Illegal
- Miliki Lahan 300 Hektar di TNTN,
Kasat Teddy: Belum Bisa Kita Pastikan Cirus Sinaga adalah Mantan Jaksa

- 6.109 Napi Riau Dapat Remisi HUT RI
- Dapat Ide dari Menonton TV,
Dua Pria di Pekanbaru ini Nekat Jadi Polisi Gadungan dan Peras Warga



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com