Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 19 Agustus 2019 20:28
Korupsi Pembangunan Gedung Fisipol Unri,
Jaksa Nyatakan Banding Atas Vonis Dosen dan Kontraktor


Senin, 19 Agustus 2019 19:31
BNNP Riau Sita 8 Kilogram Sabu Dari Jaringan Internasional

Senin, 19 Agustus 2019 18:16
Hari Jadi ke-74 MA, PN Bengkalis Bertekad Tingkatkan Kualitas Pelayanan Berbasis Teknologi

Senin, 19 Agustus 2019 17:24
Dituduh Menista Agama, LAM Riau Tetap Dampingi UAS

Senin, 19 Agustus 2019 16:44
RAPP Turut Sukseskan Iven Pacu Jalur 2019

Senin, 19 Agustus 2019 16:32
BI Riau Launching QRIS

Senin, 19 Agustus 2019 16:29
FIFGroup Grebeg Pekanbaru Tebar Promo di Perumahan Permata Bukit Raya

Senin, 19 Agustus 2019 15:46
Niat Tampil Siswa SD Benai di Pembukaan FPJ Batal

Senin, 19 Agustus 2019 15:38
Ini Penjelasan MPW PP Riau Terkait Kisruh Dualisme di MPC PP Rohul

Senin, 19 Agustus 2019 15:31
RUPS BRK Bahas Pengesahan Pejabat Komut dan Seleksi Calon Direksi

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 15 Juli 2019 17:24
Nyawa Diujung Tanduk, Bandar Narkoba 98 Kg Berharap Belas Kasihan Hakim

Pengadilan Negeri Pekanbaru kembali sidangkan perkara kepemilikan narkoba 98 kg. Syamsudin alias Syam sampaikan pembelaan dengan berharap belas kasihan hakim.

Riauterkini-PEKANBARU-Perjalanan hidup Syamsudin alias Syam, yang terjerumus kedalam lingkaran peredaran narkoba jaringan international. Dikarenakan atas desakan biaya untuk mencari anaknya yang hilang.

Dalam sidang lanjutan Senin (15/7/19) siang. Syamsudin yang dituntut hukuman mati oleh jaksa penuntut atas kepemilikan barang haram jenis sabu sabu dan pil ekstasi seberat 98 Kilogram, dalam pembelaan (pledoi) yang disampaikan kepada majelis hakim menuturkan, sebelum terjerumus kedalam lingkaran jaringan narkoba. Syamsudin mengaku jika dulunya dirinya adalah seorang nalayan.

Tahun 2015, anak pertamanya yang berusia 10 tahun hilang tak tahu kemana rimbanya. Kendati telah berusaha mencari. Namun sang anak tak kunjung ditemukan. Bahkan harta benda yang ia miliki juga habis terjual untuk biaya mencari anaknya.

" Karena tak ada biaya lagi untuk mencari anak tertuanya. Akhirnya saya menerima tawaran dari saudara Iwan menjemput narkoba dua rekannya Edo Ronaldi dan Idrizal Efendi dipelabuhan tikus di Batu Kundur," ungkap terdakwa melalui kuasa hukumnya Yoga SH dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Kepada majelis hakim yang dipimpin Nurul Hidayah SH. Terdakwa Syamsudin Berharap dan memohon kepada majelis untuk menjatuhkan vonis hukuman yang lebih ringan dari tuntutan jaksa.

" Memohon kepada Yang Mulia Hakim untuk tidak menjatuhkan pidana mati kepada kliennya Syamsudin, dan berharap majelis hakim untuk dapat menjatuhkan hukuman maksimal selama 20 tahun penjara," pinta terdakwa.

Atas pembelaan terdakwa tersebut, jaksa penuntut yang dimintai hakim yang menanggapinya menegaskan tetap pada tuntutannya.

" Kami selaku jaksa penuntut tetap pada tuntutan kami Yang Mulia," ucap jaksa penuntut Tengku Harli.

Selanjutnya, majelis hakim menyampaikan bahwa sidang selanjutnya yaitu agenda pembacaan amar putusan dijadwalkan pada Senin tanggal 22 Juli mendatang.

Sebelumnya, terdakwa yang merupakan warga Komplek Perumahan Indah Megah, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan Pekanbaru. Dijatuhi jaksa dengan tuntutan pidana mati. Karena terbukti secara sah melanggar Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Dimana terdakwa yang ditangkap Tim Direktorat Penindakan dan Pengejaran Badan Narkotika Nasional (BNN) didepan sebuah ruko di Jalan Cipta Karya, Kecamatan Tampan, pada tanggal 18 November 2018 lalu itu. Merupakan target pengejaran pihak BNN, setelah dinyatakan buron (DPO) selama 2 tahun. Dua rekan terdakwa yaitu, Edo Ronaldi dan Idrizal Efendi (telah divonis) mengakui jika pada tanggal 4 Agustus 2016 lalu mereka bertiga disuruh Iwan (DPO) menjemput narkoba jenis sabu sabu seberat 73,6 Kg dan pil ekstasi sebanyak 88 ribu butir seberat 24,3 Kg disebuah pelabuhan tikus di Batu Kundur, Karimun, Kepri.***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Korupsi Pembangunan Gedung Fisipol Unri,
Jaksa Nyatakan Banding Atas Vonis Dosen dan Kontraktor

- BNNP Riau Sita 8 Kilogram Sabu Dari Jaringan Internasional
- Enam Personil Polda Riau di Berhentikan Secara Tidak Hormat
- Pintu Masuk Diblokir, PT Adei Plantation di Pelalawan Didemo Sekelompok Warga
- Sadis, Gadis 14 Tahun di Kandis Dicangkul lalu Diperkosa Saat Sekarat
- Digelar Sertijab Posisi Kasat Lantas Polres Bengkalis
- Praktisi Hukum Menduga Ada Kejanggalan Dokumen Pemenang Proyek Perpustakaan Kuansing
- Dugaan Suap Anggota DPRD Riau,
Polresta Pekanbaru Periksa Saksi Kunci Ar

- Seorang Guru SD di Pekanbaru Ditemukan Tewas Tergantung di Kos-kosan
- Polda Riau gagalkan penyelundupan 95.000 Ekor Baby Lobster
- 647 Napi Lapas Bengkalis Terima Remisi Kemerdekaan
- Diungkap Pengacara Pemko di Sidang KIP, Seluruh Billboard, Neonbox dan Bando di Pekanbaru Illegal
- Miliki Lahan 300 Hektar di TNTN,
Kasat Teddy: Belum Bisa Kita Pastikan Cirus Sinaga adalah Mantan Jaksa

- 6.109 Napi Riau Dapat Remisi HUT RI
- Dapat Ide dari Menonton TV,
Dua Pria di Pekanbaru ini Nekat Jadi Polisi Gadungan dan Peras Warga

- Dilaporkan Hilang, Bunaren Calon Pengantin di Bengkalis Ditemukan di Tenggayun
- Prihatin Jaksa Tuntut Mati, Kuasa Hukum Terdakwa 37 Kg Sabu Fokus Siapkan Pledoi
- Korupsi Pembangunan Gedung Fisipol Unri, Oknum Dosen dan Kontraktor Divonis 2 Tahun Penjara
- Berbuat Asusila dengan Pacar,
Remaja 16 Tahun di Bengkalis Berurusan dengan Polisi

- Tambah Empat Orang, Tersangka Karhutla di Riau Jadi 35


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com