Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 18 Agustus 2019 16:53
Memeriahkan HUT Ke-74, Kodim 0314/Inhil Gelar Kegiatan Gowes Merdeka

Ahad, 18 Agustus 2019 14:46
Sambut Pacu Jalur, Para Pedagang Perindah Taman Jalur

Ahad, 18 Agustus 2019 13:23
Tampil di Istana Negara, MB BCK Duri Main di Parade Senja Penurunan Bendera

Ahad, 18 Agustus 2019 13:11
Seorang Guru SD di Pekanbaru Ditemukan Tewas Tergantung di Kos-kosan

Ahad, 18 Agustus 2019 13:08
Peringatan HUT RI Ke 74 di Duri, Family Gathering Polsek Mandau Meriahkan

Ahad, 18 Agustus 2019 13:04
Wujudkan Kebanggaan pada Indonesia, Bikers Honda Tanah Air Rayakan HUT RI ke-74

Ahad, 18 Agustus 2019 12:51
Semangat HUT RI ke-74, SMPN 3 XIII Koto Kampar Bertekad Tuntaskan Pembangunan Kolam Renang

Ahad, 18 Agustus 2019 09:33
Pemkab Meranti Gelar Gerak Jalan Santai Sempena HUT RI Ke-74

Ahad, 18 Agustus 2019 09:31
Idrus Terpilih Secara Aklamasi Pimpin PGSI KOTA Pekanbaru

Ahad, 18 Agustus 2019 09:29
Bupati Meranti Gelar Malam Syukuran Sempena HUT RI ke- 74

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 16 Juli 2019 09:16
Dua Terdakwa Korupsi Sarpras Dispora Riau Dituntut 7,5 Tahun dan 5,5 Tahun Penjara.

JPU mengajukan tuntutan berbeda untuk dua terdakwa korupsi Sarpas Dispora Riau. 7,5 dan 5,5 tahun penjara.

Riauterkini-PEKANBARU -Mislan, mantan Kepala Bidang (Kabid) di Dispora Riau selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Abdul Haris selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), pada kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana (sarpras) di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Riau. Dituntut jaksa dengan hukuman pidana penjara selama 7,5 tahun dan 5,5 tahun penjara.

Amar tuntutan dibacakan jaksa penuntut Novrizal, pada sidang Senin (15/7/2019) malam itu. Kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

"Menuntut terdakwa Mislan dengan pidana penjara selama 7 tahun 6 bulan dan terdakwa Abdul Haris dengan pidana 5 tahun 6 bulan penjara, dipotong masa tahanan sementara yang sudah dijalani," terang Novrizal dalam sidang Tipikor di Pengadilan Negeri Pekanbaru yang diketuai Saut Maruli Tua Pasaribu.

Selain hukuman penjara, Mislan dan Abdul Harus juga dikenakan hukuman denda sebesar Rp 200 juta subsider 6 bulan.

Mislan juga dituntut membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp1.675,970.952,52. Apabilan setelah satu bulan setelah putusan inkrah, harta benda terdakwa disita dan dilelang untuk mengganti kerugian negara, jika tidak dapat diganti hukuman kurungan selama 4 tahun," kata Nofrizal lagi.

Sementara Abdul Haris tidak dibebankan lagi membayar uang penganti kerugian negara.  Sebab uang sebesar Rp13 juta yang dikembalikan terdakwa dihitung sebagai pengganti kerugian negara," tutur JPU

Atas tuntutan tersebut, kedua terdakwa akan mengajukan pembelaan pada sidang pekan depan.

Perbuatan Mislan yang merupakan mantan Kepala Bidang (Kabid) di Dispora Riau dan juga Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Abdul Haris selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), terjadi tahun 2016 lalu.

Dimana pada tahun tersebut, Dispora mendapat anggaran sebesar Rp 16 miliar, untuk kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana. Dana yang bersumber dari dana APBD Perubahan Provinsi Riau tahun anggaran 2016.

Anggaran sebesar itu diketahui dipecah-pecah untuk beberapa proyek pengadaan dan pemeliharaan, dengan dilakukan penunjukan langsung (PL) oleh terdakwa Dalam pelaksanaan proyek tersebut, ditemukan adanya kelebihan bayar yang menyebabkan terjadinya kerugian negara.

Pada kegiatan pemeliharaan dana Sarpras ini, telah terjadi penyelewengan anggaran yang merugikan negara sebesar Rp 2.247.000.000.***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Seorang Guru SD di Pekanbaru Ditemukan Tewas Tergantung di Kos-kosan
- Polda Riau gagalkan penyelundupan 95.000 Ekor Baby Lobster
- 647 Napi Lapas Bengkalis Terima Remisi Kemerdekaan
- Diungkap Pengacara Pemko di Sidang KIP, Seluruh Billboard, Neonbox dan Bando di Pekanbaru Illegal
- Miliki Lahan 300 Hektar di TNTN,
Kasat Teddy: Belum Bisa Kita Pastikan Cirus Sinaga adalah Mantan Jaksa

- 6.109 Napi Riau Dapat Remisi HUT RI
- Dapat Ide dari Menonton TV,
Dua Pria di Pekanbaru ini Nekat Jadi Polisi Gadungan dan Peras Warga

- Dilaporkan Hilang, Bunaren Calon Pengantin di Bengkalis Ditemukan di Tenggayun
- Prihatin Jaksa Tuntut Mati, Kuasa Hukum Terdakwa 37 Kg Sabu Fokus Siapkan Pledoi
- Korupsi Pembangunan Gedung Fisipol Unri, Oknum Dosen dan Kontraktor Divonis 2 Tahun Penjara
- Berbuat Asusila dengan Pacar,
Remaja 16 Tahun di Bengkalis Berurusan dengan Polisi

- Tambah Empat Orang, Tersangka Karhutla di Riau Jadi 35
- Avanza Terjun ke Jurang di Kampar, Dua Korban Tewas
- Anggota DPRD Pekanbaru Terpilih,
Diduga Gunakan Ijazah Palsu, LAMI Adukan KH ke Polda Riau

- Terjerat Korupsi Roro Bengkalis,
Mantan Kasidhub Bengkalis Dituntut 2 Tahun Penjara

- Rentut Kejagung Belum Turun, Pembacaan Tuntutan Sabu 37 Kg Kembali Ditunda
- Polda Riau Tetapkan 31 Tersangka Karhutla
- Pelaku Penggelapan Honda BeAT di Tambusai Ditangkap Polisi Rohul di Rambah Hilir
- Jaksa Tetapkan Tiga Tersangka Kredit Rp1,2 Miliar Macet di PT PER
- LSM Kuansing Cium Aroma Kongkalingkong di Pembabatan Hutan Lindung dan Galian C Ilegal


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com