Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 19 Agustus 2019 20:28
Korupsi Pembangunan Gedung Fisipol Unri,
Jaksa Nyatakan Banding Atas Vonis Dosen dan Kontraktor


Senin, 19 Agustus 2019 19:31
BNNP Riau Sita 8 Kilogram Sabu Dari Jaringan Internasional

Senin, 19 Agustus 2019 18:16
Hari Jadi ke-74 MA, PN Bengkalis Bertekad Tingkatkan Kualitas Pelayanan Berbasis Teknologi

Senin, 19 Agustus 2019 17:24
Dituduh Menista Agama, LAM Riau Tetap Dampingi UAS

Senin, 19 Agustus 2019 16:44
RAPP Turut Sukseskan Iven Pacu Jalur 2019

Senin, 19 Agustus 2019 16:32
BI Riau Launching QRIS

Senin, 19 Agustus 2019 16:29
FIFGroup Grebeg Pekanbaru Tebar Promo di Perumahan Permata Bukit Raya

Senin, 19 Agustus 2019 15:46
Niat Tampil Siswa SD Benai di Pembukaan FPJ Batal

Senin, 19 Agustus 2019 15:38
Ini Penjelasan MPW PP Riau Terkait Kisruh Dualisme di MPC PP Rohul

Senin, 19 Agustus 2019 15:31
RUPS BRK Bahas Pengesahan Pejabat Komut dan Seleksi Calon Direksi

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 16 Juli 2019 13:31
Dua Lagi Terdakwa Korupsi Penyelewengan Dana Cetak Sawah di Pelalawan Diadili.

Perkara korupsi proyek cetak sawah di Pelalawan berlanjut. Dua terdakwa lagi disidang di Pengadilan Tipikor PN Pekanbaru.

Riauterkini-PEKANBARU- Dua terdakwa korupsi cetak sawah di Dinas Pertanian Kabupaten Pelalawan yang merupakan splitan (berkas tambahan) dengan berkas terpidana Jumaling dan Kaharudin. Selasa (16/7/19) siang, disidangkan di pengadilan Tipikor Pekanbaru.

Kedua terdakwa yang menyusul Jumaling dan Kaharudin itu adalah, M.Yunus dan Sutrisno. Terdakwa M.Yunus saat itu menjabat sebagai Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Sedangkan Sutrisno menjabat sebagai kepala UPTD kecamatan Teluk Meranti, dan selaku koordinator lapangan.

Berdasarkan dakwaan jaksa penuntut umum Andre SH. Keduanya didakwa turut serta melakukan penyelewengan kegiatan bantuan cetak sawah di desa Gambut Mutiara kecamatan Teluk Meranti.

Berawal, tahunn 2012 Kelompok Tani (Poktan) Bina Permai Desa Gambut Mutiara, yang dipimpin Jumalingn mendapat bantuan dana hibah cetak sawah dari APBN melalui DIPA Ditjen Prasarana dan Prasarana Pertanian pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Pelalawan sebesar Rp1 miliar.

Dalam pelaksanaannya, pengerjaan proyek yang dilakukan terpidana Kaharudin, selaku kontraktor pelaksana tak berjalan sebagaimana mestinya.

" Dari anggaran Rp1 miliar, kedua terdakwa selaku PPL dan Kepala UPTD yang turut serta dalam pelaksanaan kegiatan cetak sawah tersebut. Tak bisa mempertanggung jawabkan dana bantuan pemerintah. Sehingga negara dirugikan sebesar Rp750 juta," ujar JPU.

Atas perbuatannya, kedua terdakwa dijerat Pasal 2 ayat (1) Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Usai pembacaan dakwaan perkara, majelis hakim yang diketuai Dahlia Panjaitan SH, menunda sidang selama, dengan agenda pemeriksaan saksi. Karena kedua terdakwa tidak mengajukan eksepsi.

Untuk diketahui, pada hari Senin tanggal 9 April 2018 lalu. Majelis hakim yang diketuai Bambang Myanto SH, menjatuhkan vonis pidana penjara kepada terdakwa Jumaling dan Kaharudin masing-masing selama 6 tahun, denda Rp200 juta atau subsider 3 bulan penjara.

  Selain itu, kedua terdakwa juga dihukum membayar uang pengganti kerugian negara. Untuk terdakwa Jumaling membayar uang pengganti Rp130.050.000 sedangkan Baharudin membayar Rp584.950.000.***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Korupsi Pembangunan Gedung Fisipol Unri,
Jaksa Nyatakan Banding Atas Vonis Dosen dan Kontraktor

- BNNP Riau Sita 8 Kilogram Sabu Dari Jaringan Internasional
- Enam Personil Polda Riau di Berhentikan Secara Tidak Hormat
- Pintu Masuk Diblokir, PT Adei Plantation di Pelalawan Didemo Sekelompok Warga
- Sadis, Gadis 14 Tahun di Kandis Dicangkul lalu Diperkosa Saat Sekarat
- Digelar Sertijab Posisi Kasat Lantas Polres Bengkalis
- Praktisi Hukum Menduga Ada Kejanggalan Dokumen Pemenang Proyek Perpustakaan Kuansing
- Dugaan Suap Anggota DPRD Riau,
Polresta Pekanbaru Periksa Saksi Kunci Ar

- Seorang Guru SD di Pekanbaru Ditemukan Tewas Tergantung di Kos-kosan
- Polda Riau gagalkan penyelundupan 95.000 Ekor Baby Lobster
- 647 Napi Lapas Bengkalis Terima Remisi Kemerdekaan
- Diungkap Pengacara Pemko di Sidang KIP, Seluruh Billboard, Neonbox dan Bando di Pekanbaru Illegal
- Miliki Lahan 300 Hektar di TNTN,
Kasat Teddy: Belum Bisa Kita Pastikan Cirus Sinaga adalah Mantan Jaksa

- 6.109 Napi Riau Dapat Remisi HUT RI
- Dapat Ide dari Menonton TV,
Dua Pria di Pekanbaru ini Nekat Jadi Polisi Gadungan dan Peras Warga

- Dilaporkan Hilang, Bunaren Calon Pengantin di Bengkalis Ditemukan di Tenggayun
- Prihatin Jaksa Tuntut Mati, Kuasa Hukum Terdakwa 37 Kg Sabu Fokus Siapkan Pledoi
- Korupsi Pembangunan Gedung Fisipol Unri, Oknum Dosen dan Kontraktor Divonis 2 Tahun Penjara
- Berbuat Asusila dengan Pacar,
Remaja 16 Tahun di Bengkalis Berurusan dengan Polisi

- Tambah Empat Orang, Tersangka Karhutla di Riau Jadi 35


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com