Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 21 Oktober 2019 12:35
Pimpin DPRD Dumai, Agus Purwanto dan Dua Wakilnya Dilantik

Senin, 21 Oktober 2019 11:52
Pembangunan Kebudayaan Riau di Atas Angka Nasional

Senin, 21 Oktober 2019 07:16
Tunggangi Trail, Bupati Kuansing Pimpin Parade Kebangsaan dan Merah Putih

Ahad, 20 Oktober 2019 18:00
DPRD Desak Pemkab Bengkalis Sampaikan RAPBD 2020

Ahad, 20 Oktober 2019 17:15
Gelar Konferensi IV, Ini Nama-Nama Calon Ketua PWI Rohil

Ahad, 20 Oktober 2019 17:12
Terkesan Diskriminasi,
Kalangan di Bengkalis Kecewa Beasiswa Pemprov Riau Abaikan PT di Pesisir


Ahad, 20 Oktober 2019 13:41
Bupati Kuansing Lepas Peserta Jelajah Alam Kota Jalur 6

Ahad, 20 Oktober 2019 12:47
Dihadiri Ratusan Kader Baru, DPD PKS Bengkalis Gelar TO

Ahad, 20 Oktober 2019 11:12
Setelah Dilaporkan, Rektor UIN Suska Bakal Hadapi Gelombang Protes Mahasiswanya Pekan Ini

Ahad, 20 Oktober 2019 11:07
Bupati Kuansing Hadiri Apel Pengamanan Jelang Pelantikan Presiden

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 18 Juli 2019 19:45
Selama Tiga Jam, Polisi Periksa Ketua KPU Pekanbaru Terkait Dugaan Suap Anggota DPRD

Polresta Pekanbaru telah periksa Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pekanbaru Anton Marciyanto. Pemeriksaan ini terkait dugaan perkara suap yang dilakukan anggota DPRD Riau berinisial NJ.

Riauterkini - PEKANBARU - Anton Marciyanto selaku Ketua KPU Pekanbaru diperiksa Polresta Pekanbaru terkait adanya dugaan kasus suap yang menyeret nama anggota DPRD Riau,NJ kepada oknum Ketua KPPS di Pekanbaru. Ia diperiksa seputaran tugas dan fungsi Ketua KPU termasuk perekrutan KPPS selama tiga jam.

Dijelaskan Anton Marciyanto, Ia dimintai keterangan soalan tupoksi KPU Pekanbaru sampai dengan Kelompok Penyelenggara Pungutan Suara (KPPS). "Kita dimintai keterangan soal tupoksi KPU Kota Pekanbaru sampai dengan KPPS serta proses rekrutmen lembaga adhock itu," Terangnya.

Dalam perkara ini, menurutnya KPU Pekanbaru akan membantu mempwrcepat penyelesaian perkara dengan memberikan keterangan yang memang dibutuhkan. "Kita akan berikan keterangan dan semua kita serahkan kepada pihak kepolisian," paparnya.

Untuk diketahui sebelumnya KPU Pekanbaru juga telah memberikan sanksi kepada Ketua KPPS yang berinisial Is yang dinyatakan melanggar kode etik beberapa waktu lalu. Namun ternyata sanksi yang diberikan secara tertulis saat aksi Aliansi Mahasiswa Riau Bersatu (AMRB) melakukan aksi unjuk rasa di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru beberapa waktu lalu itu adalah sanksi akibat memilih anggota KPPS di daerahnya tanpa koordinasi terlebih dahulu. Bukan terkait gratifikasi itu.

"Kalau masalah gratifikasi itu bukan ranah kami karena KPU tidak bisa melakukan proses penyidikan maupun penyelidikan. Kecuali sudah ada putusan dari pihak kepolisian atau Gakkumdu," Jelasnya.

Anton mengatakan, untuk proses hukum terutama soal dugaan suap sudah tepat dilaporkan kepada pihak kepolisian, selanjutnya KPU hanya menindaklanjuti saja hasil putusan.

Sementara, pemeriksaan terhadap Ketua KPU ini dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Awaluddin Syam. "Iya betul, diperiksa kemarin siang. Kita mintai keterangan saja," ujarnya.

Sementara, sebelumnya Awal juga menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) guna mengetahui SK milik Is. "Saat ini kita tengah berkoordinasi dengan KPU untuk mengetahui SK miliknya Is dan meningkatkan ke tahap penyidikan," tambahnya lagi.

Lanjutnya, SK tersebut merupakan dokumen penting agar petugas dapat meningkatkan ke tahap penyidikan. Sementara, dalam kasus ini baik penerima maupun pemberi dapat dijerat dengan pidana korupsi. "Ini kan menggunakan Undang-undang pidana korupsi, gratifikasi. Baik pemberi dan penerima merupakan tersangka pidana. Dan itu prosesnya harus gelar di Polda Riau," katanya.

Hingga saat ini jelas Awal, pihaknya telah memeriksa empat saksi dalam perkara ini. Namun, dua saksi lainnya hingga kini belum pernah datang memenuhi panggilan pemeriksaan. Mereka adalah orang yang diduga memberikan uang suap tersebut

"Tidak hadir, tidak masalah. Tidak menjadi hambatan dalam penyelidikan. Nanti bisa kita panggil paksa kalau sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan," terangnya.***(rul)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Bupati Kuansing Hadiri Apel Pengamanan Jelang Pelantikan Presiden
- Terjatuh dari Rakit Penyeberangan di Pulau Kijang, Mahasiswi UNISI Ditemukan Tewas
- Tingkatkan Pelayanan, Polres Inhu Luncurkan Aplikasi SIPEKA
- Ciptakan Kamtibmas, Polsek Kabun Kumpulkan Pemilik Pakter Tuak dan Pemilik Meja Bilyard
- PTUN Segera Eksekusi Putusan Ki Riau Terkait Izin Reklame di Pekanbaru
- Teken Pernyataan Menolak,Pemilik Kebun di Pangkalan Libut, Bengkalis Bertahun Dipalak
- Gugatan Koperasi BBL Desa Ulak Patian dengan Tergugat PT PISP II Dikabulkan Majelis‎ Hakim
- Polda Riau Bekuk 8 Bandar Narkoba Pemilik 89,7 Kg Sabu dan 24 Ribu Butir Ekstasi
- Gerebek Rumah di Belakang‎ RS Az-Zahra Ujung Batu, Polisi Rohul Ciduk 3 Pria dan Seorang Perempuan
- Harus Dimanfaatkan untuk Keadilan, Pesan Jaksa Agung Saat Resmikan Gedung Kejati Riau
- 9 Petak Ruko  Hangus Terbakar di Pangkalankerinci
- Terduga Pengedar di Ujung Batu Ditangkap, 18 Paket Sabu dan Mobil Avanza Disita
- Seorang Germo Ditangkap, Polisi Ungkap Prostitusi Anak di Mandau, Bengkalis
- Kredit Macet, Mantan Kacab BRK Dalu-dalu Dituntut 13,5 Tahun Penjara
- Polisi Tangkap Kurir 27,1 Kg Sabu dan 19.463 Butir Pil Ekstasi di Roro Air Putih, Bengkalis
- Gerebek Transaksi Narkoba, Polsek Sukajadi Sita Ribuan Ekstasi dan 1 Kg Sabu
- Ketua Pengelola Jalan Diperiksa Dugaan Pungli,
Ratusan Masyarakat Desa Batang Kumu Ikut Mengawal di Polres Rohul

- Antar Sabu ke Pembeli, IRT di Desa Mahato Ditangkap Pol‎isi Rohul, Suaminya DPO
- Tingkatkan Pemahaman Terkait Pemeriksaan Genomik, Prodia Gelar Seminar Prodia Genomik
- Warga Sialang Jaya Rohul Tembak Tetangga‎ Pakai Senapan Angin, Diduga ini Pemicunya


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com