Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 19 Agustus 2019 20:28
Korupsi Pembangunan Gedung Fisipol Unri,
Jaksa Nyatakan Banding Atas Vonis Dosen dan Kontraktor


Senin, 19 Agustus 2019 19:31
BNNP Riau Sita 8 Kilogram Sabu Dari Jaringan Internasional

Senin, 19 Agustus 2019 18:16
Hari Jadi ke-74 MA, PN Bengkalis Bertekad Tingkatkan Kualitas Pelayanan Berbasis Teknologi

Senin, 19 Agustus 2019 17:24
Dituduh Menista Agama, LAM Riau Tetap Dampingi UAS

Senin, 19 Agustus 2019 16:44
RAPP Turut Sukseskan Iven Pacu Jalur 2019

Senin, 19 Agustus 2019 16:32
BI Riau Launching QRIS

Senin, 19 Agustus 2019 16:29
FIFGroup Grebeg Pekanbaru Tebar Promo di Perumahan Permata Bukit Raya

Senin, 19 Agustus 2019 15:46
Niat Tampil Siswa SD Benai di Pembukaan FPJ Batal

Senin, 19 Agustus 2019 15:38
Ini Penjelasan MPW PP Riau Terkait Kisruh Dualisme di MPC PP Rohul

Senin, 19 Agustus 2019 15:31
RUPS BRK Bahas Pengesahan Pejabat Komut dan Seleksi Calon Direksi

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 13 Agustus 2019 10:26
Praktisi Hukum Kiritisi Proyek Gedung Perpustakaan Kuansing

Pembangunan Gedung Perpustaka Kuansing dikritisi praktisi hukum. Dianggap memboroskan anggaran yang mestinya digunakan sejahterakan rakyat.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Praktisi hukum Kuansing Zubirman, SH menilai pembangunan Gedung Pustaka Daerah Kuansing belum urgen. Terlebih menghabiskan miliaran rupiah.

"Kita menilai ada beberapa kejanggalan yang kita cium dalam pembangunan Gedung tersebut. Terkesan dipaksakan," ujar Zubirman Selasa (13/8/2019) di Telukkuantan kepada riauterkini.com.

Dikatakan Zubirman, pembangunan Gedung ini terkesan seperti pesanan, karena masih banyak Gedung milik pemerintah yang bisa dimanfaatkan untuk penempatan pustaka. Namun, tetap juga ingin membangun Gedung baru, menurutnya termasuk janggal.

"Gedung lama masih ada, seperti Pustaka lama sebaiknya di renovasi dan lengkapi dengan fasilitas memadai tentu tidak akan mengeluarkan biaya banyak. Sementara Pembangunan Gedung baru nilainya mencapai miliaran rupiah, kan cukup mubazir. Ada apa dibalik semua itu," kata Zubirman.

Tidak hanya itu, dalam pemenangan tender proyek ini kata Zubirman juga terkesan seperti pesanan, karena apa, karena pelaksana proyek ini di tahun 2018 perna mengerjakan bangunan SDN 018 Koto Taluk, dalam perjalanannya diduga perna mengalami gagal beton meskipun diperbaiki ulang.

"Seharusnya perusahaan ini menjadi catatan bagi pemerintah. Tapi sebaliknya malahan mereka kembali memenangkan proyek dengan perusahaan yang sama, tentu ini menimbulkan kecurigaan," ungkap Zubirman.


Lebih lanjut Zubirman mengatakan, berdasarkan UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi di ubah dengan UU No 21 tahun 2000 ada beberapa jenis tindak pidana korupsi.

"Antaranya menerima hadiah/ gratifikasi. Perbuatan curang dan suap menyuap. Jika proyek tersebut terindikasi seperti yang disebutkan UU ini, tentu memenuhi unsur korupsi dan penegak hukum wajib menindak lanjutinya," jelas Zubirman.

Terkait pemenangan tender proyek ini, Kabag Pembangunan Kuansing Andre Yama, selaku penangggungjawab ULP sebelumnya memastikan tidak ada permainan dalam pemenangan proyek ini.

Karena menurutnya, evaluasi berdasarkan dokumen penawaran yang disampaikan rekanan sehingga perusahaan yang memenuhi syarat lah yang ditetapkan sebagai pemenang.

Sementara pelaksana proyek Jondri Sahwana, dikonfirmasi Senin (12/8/2019) kemarin via WhatsApp terkait perusahaan yang sama memenangkan Pustaka dan SDN 018 Koto Taluk Kecamatan Kuantan Tengah, hingga kini belum memberikan jawaban. * (Jok)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Korupsi Pembangunan Gedung Fisipol Unri,
Jaksa Nyatakan Banding Atas Vonis Dosen dan Kontraktor

- BNNP Riau Sita 8 Kilogram Sabu Dari Jaringan Internasional
- Enam Personil Polda Riau di Berhentikan Secara Tidak Hormat
- Pintu Masuk Diblokir, PT Adei Plantation di Pelalawan Didemo Sekelompok Warga
- Sadis, Gadis 14 Tahun di Kandis Dicangkul lalu Diperkosa Saat Sekarat
- Digelar Sertijab Posisi Kasat Lantas Polres Bengkalis
- Praktisi Hukum Menduga Ada Kejanggalan Dokumen Pemenang Proyek Perpustakaan Kuansing
- Dugaan Suap Anggota DPRD Riau,
Polresta Pekanbaru Periksa Saksi Kunci Ar

- Seorang Guru SD di Pekanbaru Ditemukan Tewas Tergantung di Kos-kosan
- Polda Riau gagalkan penyelundupan 95.000 Ekor Baby Lobster
- 647 Napi Lapas Bengkalis Terima Remisi Kemerdekaan
- Diungkap Pengacara Pemko di Sidang KIP, Seluruh Billboard, Neonbox dan Bando di Pekanbaru Illegal
- Miliki Lahan 300 Hektar di TNTN,
Kasat Teddy: Belum Bisa Kita Pastikan Cirus Sinaga adalah Mantan Jaksa

- 6.109 Napi Riau Dapat Remisi HUT RI
- Dapat Ide dari Menonton TV,
Dua Pria di Pekanbaru ini Nekat Jadi Polisi Gadungan dan Peras Warga

- Dilaporkan Hilang, Bunaren Calon Pengantin di Bengkalis Ditemukan di Tenggayun
- Prihatin Jaksa Tuntut Mati, Kuasa Hukum Terdakwa 37 Kg Sabu Fokus Siapkan Pledoi
- Korupsi Pembangunan Gedung Fisipol Unri, Oknum Dosen dan Kontraktor Divonis 2 Tahun Penjara
- Berbuat Asusila dengan Pacar,
Remaja 16 Tahun di Bengkalis Berurusan dengan Polisi

- Tambah Empat Orang, Tersangka Karhutla di Riau Jadi 35


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com