Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 18 Agustus 2019 09:33
Pemkab Meranti Gelar Gerak Jalan Santai Sempena HUT RI Ke-74

Ahad, 18 Agustus 2019 09:31
Idrus Terpilih Secara Aklamasi Pimpin PGSI KOTA Pekanbaru

Ahad, 18 Agustus 2019 09:29
Bupati Meranti Gelar Malam Syukuran Sempena HUT RI ke- 74

Sabtu, 17 Agustus 2019 21:03
Polda Riau gagalkan penyelundupan 95.000 Ekor Baby Lobster

Sabtu, 17 Agustus 2019 20:38
Festival Pesona Danau Sipogas‎ 2019 Dimulai, Hari Kedua Bakal Lebih Ramai Lagi

Sabtu, 17 Agustus 2019 20:19
163 Penghuni Lapas Kelas IIb Telukkuantan Dapat Remisi di HUT ke 74 RI

Sabtu, 17 Agustus 2019 20:14
Bakal Diresmikan Jokowi, November, Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Tuntas

Sabtu, 17 Agustus 2019 18:12
Pijar Melayu Tantang Gubri Buktikan Tertibkan Lahan Illegal

Sabtu, 17 Agustus 2019 17:57
Warga Tumpah Saksikan Pesta Rakyat Bersama Husni Tamrin di Pelalawan

Sabtu, 17 Agustus 2019 17:53
Wabup Zardewan Irup HUT RI di Riau Komplek RAPP,
Indonesia Maju karena SDM yang Unggul


loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 13 Agustus 2019 17:22
Geledah Tiga Lokasi di Dumai, KPK Sita Sejumlah Dokumen

Penyidik KPK menuntaskan penggeledahan di tiga lokasi di Dumai. Meninggalkan lokasi dengan membawa sejumlah dokumen.

Riauterkini-DUMAI- Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) mengirim beberapa penyidik mendalami kasus dugaan suap terkait usulan dana perimbangan keuangan daerah pada Rancangan APBN Perubahan Tahun Anggaran 2018, di mana Walikota Dumai Zulkifli AS sudah ditetapkan sebagai tersangka, Selasa (13/8/19).

Juru bicara KPK Febri Ardiansyah mengatakan, tim KPK dikirim ke Dumai dan melakukan penggeledahan di tiga lokasi. Yaitu di Kantor Dinas Kesehatan Kota Dumai, kemudian Kantor LPSE Kota Dumai dan di Rumah Dinas Walikota Dumai.

"Dari tiga lokasi tersebut penyidik mengamankan sejumlah dokumen terkait lelang beberapa proyek di Kota Dumai yang berasal dari alokasi dana perimbangan keuangan daerah dan pusat," papar Febri menjawab riauterkini.com.***(had)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Polda Riau gagalkan penyelundupan 95.000 Ekor Baby Lobster
- 647 Napi Lapas Bengkalis Terima Remisi Kemerdekaan
- Diungkap Pengacara Pemko di Sidang KIP, Seluruh Billboard, Neonbox dan Bando di Pekanbaru Illegal
- Miliki Lahan 300 Hektar di TNTN,
Kasat Teddy: Belum Bisa Kita Pastikan Cirus Sinaga adalah Mantan Jaksa

- 6.109 Napi Riau Dapat Remisi HUT RI
- Dapat Ide dari Menonton TV,
Dua Pria di Pekanbaru ini Nekat Jadi Polisi Gadungan dan Peras Warga

- Dilaporkan Hilang, Bunaren Calon Pengantin di Bengkalis Ditemukan di Tenggayun
- Prihatin Jaksa Tuntut Mati, Kuasa Hukum Terdakwa 37 Kg Sabu Fokus Siapkan Pledoi
- Korupsi Pembangunan Gedung Fisipol Unri, Oknum Dosen dan Kontraktor Divonis 2 Tahun Penjara
- Berbuat Asusila dengan Pacar,
Remaja 16 Tahun di Bengkalis Berurusan dengan Polisi

- Tambah Empat Orang, Tersangka Karhutla di Riau Jadi 35
- Avanza Terjun ke Jurang di Kampar, Dua Korban Tewas
- Anggota DPRD Pekanbaru Terpilih,
Diduga Gunakan Ijazah Palsu, LAMI Adukan KH ke Polda Riau

- Terjerat Korupsi Roro Bengkalis,
Mantan Kasidhub Bengkalis Dituntut 2 Tahun Penjara

- Rentut Kejagung Belum Turun, Pembacaan Tuntutan Sabu 37 Kg Kembali Ditunda
- Polda Riau Tetapkan 31 Tersangka Karhutla
- Pelaku Penggelapan Honda BeAT di Tambusai Ditangkap Polisi Rohul di Rambah Hilir
- Jaksa Tetapkan Tiga Tersangka Kredit Rp1,2 Miliar Macet di PT PER
- LSM Kuansing Cium Aroma Kongkalingkong di Pembabatan Hutan Lindung dan Galian C Ilegal
- Disorot Publik, KY Pantau Sidang Sabu 37 Kg Sabu di PN Bengkalis


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com