Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 18 Agustus 2019 20:40
Dinkes Bengkalis Sosialisasikan Gerakan Cerdas Gunakan Obat

Ahad, 18 Agustus 2019 16:53
Memeriahkan HUT Ke-74, Kodim 0314/Inhil Gelar Kegiatan Gowes Merdeka

Ahad, 18 Agustus 2019 14:46
Sambut Pacu Jalur, Para Pedagang Perindah Taman Jalur

Ahad, 18 Agustus 2019 13:23
Tampil di Istana Negara, MB BCK Duri Main di Parade Senja Penurunan Bendera

Ahad, 18 Agustus 2019 13:11
Seorang Guru SD di Pekanbaru Ditemukan Tewas Tergantung di Kos-kosan

Ahad, 18 Agustus 2019 13:08
Peringatan HUT RI Ke 74 di Duri, Family Gathering Polsek Mandau Meriahkan

Ahad, 18 Agustus 2019 13:04
Wujudkan Kebanggaan pada Indonesia, Bikers Honda Tanah Air Rayakan HUT RI ke-74

Ahad, 18 Agustus 2019 12:51
Semangat HUT RI ke-74, SMPN 3 XIII Koto Kampar Bertekad Tuntaskan Pembangunan Kolam Renang

Ahad, 18 Agustus 2019 09:33
Pemkab Meranti Gelar Gerak Jalan Santai Sempena HUT RI Ke-74

Ahad, 18 Agustus 2019 09:31
Idrus Terpilih Secara Aklamasi Pimpin PGSI KOTA Pekanbaru

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 14 Agustus 2019 09:31
Jaksa Tunda Tuntutan Oknum Kades Cabul di Bengkalis

Seorang kepala desa di Bengkalis tersangkut kasus asusila. Proses pembacaan tuntutannya ditunda jaksa.

Riauterkini-BENGKALIS- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis tunda membacakan tuntutan terdakwa Kepala Desa (Kades) Pedekik, Kecamatan Bengkalis, Jan alias Kijan (53) atas dugaan tindak pidana pencabulan terhadap warganya sendiri yang masih pelajar setingkat menengah pertama.

Kepastian ditundanya tersebut disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis, Eriza Susila, S.H.

"Sidang ditunda karena tuntutannya belum selesai. Dijadwalkan Senin atau Selasa pekan depan sidang kembali digelar," ungkap Eriza kepada wartawan, Selasa (13/8/19).

Disidang sebelumnya, berdasarkan dari kesaksian korban pelajar berumur 15 tahun yang menjadi korban, di atas sumpah dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis menyebutkan, oknum Kades Jan telah berbuat tidak senonoh sebanyak lima kali.

"Saksi korban maupun keluarga sudah menjelaskan di persidangan sebagaimana dakwaan terdakwa yang sudah dibacakan. Dan memang terjadi perbuatan itu (cabul, red) lima kali sebagaimana keterangan korban dan keterangan yang diberikan itu telah di bawah sumpah," ungkap Eriza beberapa waktu lalu.

Terhadap keterangan saksi korban sendiri, terdakwa Kades Jan membantah dengan alasan bermuatan politik terkait pemilihan kepala desa. Perkara ini mengada-ngada hanya bertujuan untuk menjatuhkan dirinya sebagai Kades.

"Itu salah satu alasannya, terdakwa membantah keterangan saksi korban yaitu untuk menurunkan terdakwa sebagai Kades. Sidang selanjutnya akan menghadirkan saksi dari sekolah korban, teman korban, dan saksi yang bekerja di Kantor Desa Pedekik," katanya lagi.

Seperti diberitakan sebelumnya Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bengkalis menetapkan Jan, Kepala Padekik sebagai tersangka dugaan tindak pidana pencabulan yang dilakukannya. Penetapan tersangka dilakukan setelah Satreskrim melakukan gelar perkara dari penyelidikan yang dilakukan.

Hasil gelar perkara Satreskrim menetapkan Jan, Kades Padekik sebagai tersangka dan langsung dilakukan penahanan.

Pencabulan dilakukan oknum Kades ini pertama kali dilakukan kepada korbannya bernisial BS (15) pada Desember tahun lalu. Jan awalnya menghubungi korban dengan modus akan membantu pengurusan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Ketika korban dihubungi Jan dia meminta untuk bertemu korban. Saat bertemu korban dibawa jalan-jalan dengan menggunakan roda empat milik Jan.

Tidak dapat mengelakkan nafsu birahinya, Jan melakukan rayuan kepada korban. Saat itulah terjadi pencabulan terhadap korban.

Bahkan korban diberikan uang setelah dicabuli. Selain itu oknum Kades ini juga memberikan bantuan kepada keluarga korban demi menutupi perbuatannya itu.

Tidak hanya sampai disitu, ternyata perbuatan cabul tersebut tidak hanya dilakukan sekali. Tersangka J terus melakukan perbuatan tersebut beberapa kali dan akhirnya diketahui orang tua korban pada Januari.

Tidak terima perlakuan cabul dilakukan terhadap anaknya Ibu korban Mah langsung melaporkan perbuatan tersangka ke Mapolres Bengkalis.

Akibat perbuatan ini Jan terancam hukuman penjara di atas lima tahun, dijerat dengan Pasal 82 Junto Pasal 76 Huruf e Undang-undang Nomor 35/2014 <352014>tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 23/2002 <232002> tentang Perlindungan Anak.***(dik)

Foto : Jan alias Kijan, Kades Pedekik, Kecamatan Bengkalis (kiri) ketika dilimpahkan ke Jaksa Penuntut untuk diadili ke pengadilan beberapa waktu lalu.

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Seorang Guru SD di Pekanbaru Ditemukan Tewas Tergantung di Kos-kosan
- Polda Riau gagalkan penyelundupan 95.000 Ekor Baby Lobster
- 647 Napi Lapas Bengkalis Terima Remisi Kemerdekaan
- Diungkap Pengacara Pemko di Sidang KIP, Seluruh Billboard, Neonbox dan Bando di Pekanbaru Illegal
- Miliki Lahan 300 Hektar di TNTN,
Kasat Teddy: Belum Bisa Kita Pastikan Cirus Sinaga adalah Mantan Jaksa

- 6.109 Napi Riau Dapat Remisi HUT RI
- Dapat Ide dari Menonton TV,
Dua Pria di Pekanbaru ini Nekat Jadi Polisi Gadungan dan Peras Warga

- Dilaporkan Hilang, Bunaren Calon Pengantin di Bengkalis Ditemukan di Tenggayun
- Prihatin Jaksa Tuntut Mati, Kuasa Hukum Terdakwa 37 Kg Sabu Fokus Siapkan Pledoi
- Korupsi Pembangunan Gedung Fisipol Unri, Oknum Dosen dan Kontraktor Divonis 2 Tahun Penjara
- Berbuat Asusila dengan Pacar,
Remaja 16 Tahun di Bengkalis Berurusan dengan Polisi

- Tambah Empat Orang, Tersangka Karhutla di Riau Jadi 35
- Avanza Terjun ke Jurang di Kampar, Dua Korban Tewas
- Anggota DPRD Pekanbaru Terpilih,
Diduga Gunakan Ijazah Palsu, LAMI Adukan KH ke Polda Riau

- Terjerat Korupsi Roro Bengkalis,
Mantan Kasidhub Bengkalis Dituntut 2 Tahun Penjara

- Rentut Kejagung Belum Turun, Pembacaan Tuntutan Sabu 37 Kg Kembali Ditunda
- Polda Riau Tetapkan 31 Tersangka Karhutla
- Pelaku Penggelapan Honda BeAT di Tambusai Ditangkap Polisi Rohul di Rambah Hilir
- Jaksa Tetapkan Tiga Tersangka Kredit Rp1,2 Miliar Macet di PT PER
- LSM Kuansing Cium Aroma Kongkalingkong di Pembabatan Hutan Lindung dan Galian C Ilegal


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com