Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 25 Agustus 2019 12:13
Tandingkan 10 Kelas, 108 Pembalap Berpacu Cepat di HDC 2019 Pekanbaru

Ahad, 25 Agustus 2019 10:53
Berakhir, 4 Kecamatan Jadi yang Terbaik di Festival Tari Daerah Kampar

Ahad, 25 Agustus 2019 10:04
Minggu Pagi, PLN UP3 Pekanbaru Gelar Promo Gebyar Kemerdekaan*

Ahad, 25 Agustus 2019 09:08
Pedayung Kuansing Bersama Tim Kembali Raih Emas di Kejuaraan Dunia di Thailand

Ahad, 25 Agustus 2019 06:50
Uniknya Pentas Seni Kemerdekaan RI Anak-anak Perbatasan Negara di Rohil

Sabtu, 24 Agustus 2019 21:16
Festival Mangonang Kampuong Lamo,
Kisah Pilu Masyarakat Pulau Godang, Kampar Meniggalkan Tanah Leluhur untuk Listrik Negara


Sabtu, 24 Agustus 2019 21:09
Meski Limbago Pulangkan Siposan, Pecinta FPJ Lebih Unggulkan Pahlawan Kuantan Jadi Juara

Sabtu, 24 Agustus 2019 19:35
Diramaikan dan Permainan Rakyat,
Besok Penutupan Hortikultura Festival


Sabtu, 24 Agustus 2019 19:28
Dihadapan Gubri, Pedagang Tembilahan Menangis Minta Dibangunkan Kios Sementara

Sabtu, 24 Agustus 2019 14:24
Ini Data Pemilik Ruko yang Hangus Terbakar di Pasar Sungai Apit

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 14 Agustus 2019 13:18
LSM Kuansing Cium Aroma Kongkalingkong di Pembabatan Hutan Lindung dan Galian C Ilegal

Terjadi pembabatan hutan lindung dan kegiatan galian C tak berizin. LSM di Kuansi g curiga ada kongkilingkong.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Hutan Kuansing mulai dari Hulu hingga Hilir saat ini sudah porak poranda di babat habis pihak-pihak yang tidak beraggungjawab. Sementara Galian C di keruk habis secara ilegal. Siapa kah yang paling diuntungkan atas prilaku ilegal ini.

Pertanyaan ini dilontarkan Ketua LSM Suluh Kuansing, Nerdi Wantomes, SH ia meyakini adanya pihak-pihak tertentu yang diuntungkan dalam usaha ilegal ini. Sebab kondisi ini masih saja tetap berlanjut sejak beberapa tahun tetakhir.

"Tentunya ini menjadi pertanyaan bagi kita mengapa pelaku usaha ilegal ini bisa aman dalam menjalankan aktifitas tersebut. Tentu ada pihak yang diuntungkan dalam hal ini," ungkapnya Rabu (14/8/2019) kepada riauterkini.com.

Seperti baru-baru ini kata Nerdi, hutan Kuansing di Bukit Batabuah Kecamatan Kuantan Mudik jadi sarang pembalakan liar oknum-oknum yang mencari keuntungan pribadi, tanpa memikirkan keselamatan alam.

"Padahal hutan ini merupakan hutan lindung. Seharusnya pelestariannya dijaga. Namun, kita lihat penjahat-penjahat hutan ini tetap bebas dan leluasa menjalankan aksinya," kata Nerdi.

Kemudian kata Nerdi galian tambang ilegal jenis C juga banyak beroperasi di Kuansing, seperti di Desa Petapahan, Desa Jake dan di Muara Lembu. Untuk galian C ini ia sudah turun ke lokasi melakukan peninjauan langsung.

Memang menurutnya, kondisi di beberapa lokasi ini sudah porak poranda di keruk menggunakan alat berat. Seharusnya kata dia usaha ini menjadi pemasukan bagi Daerah. Namun, saat ini Daerah justru dirugikan.

"Belum lagi alam yang berantakan, selain tak adanya pemasukan. Ini tentu cukup miris, semestinya ini menjadi perhatian bersama bagi kita. Terutama kita yang merasa memiliki Kabupaten ini," sebutnya.

Disebutkan Nerdi, kekayaan alam milik Daerah ini sudah seharusnya berkontribusi bagi Daerah, sehingga tidak ada pihak tertentu yang menikmati hasil dari usaha ilegal ini selain untuk Daerah itu sendiri.

Terkait perizinan galian ini, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Mardansyah, melalui pernyataannya di media menyebutkan galian C ini ia pastikan satupun tidak berizin.

"Bisa dipastikan galian tambang C yang ada saat ini tidak berizin," katanya melalui media.* (Jok)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Sidang Kasus Sabu 37 Kg di Bengkalis,
PH Lima Terdakwa Minta Wartawan Lokal Simpulkan Sendiri Nota Pledoi

- Bacakan Pledoi, Terdakwa Narkotika 37 Kilogram Kupas Tuntas Kelemahan Pembuktian Penuntut Umum
- Info Awal Senpi, Polisi Rohul Justru Tangkap Terduga Pengedar Sabu di Pasar Rabu Rantau Sakti
- 'Mancing', Polisi Berhasil Ringkus Tersangka Pengedar Sabu di Bengkalis
- Hasil.Cek Lapangan, Kapolda Pastikan Kebakaran Lahan Disengaja
- Terjerat Korupsi Pengadaan Alkes,
Banding Dikabulkan, Pengadilan Tinggi Riau Bebaskan Tiga Dokter RSUD Arifin Achmad

- Terjerat Korupsi Dana Pendamping Desa di BPMD, Tiga PNS Pemkab Inhu Diadili
- Ludeskan 300-an Kios, Kebakaran Pasar Tembilahan Bakal Diteliti Puslabfor
- Rumahnya Terbakar, Seorang PNS Pengadilan Agama Pasirpangaraian Tewas
- Puluhan Kios di Pasar Tembilahan, Inhil Ludes Terbakar
- Diduga Tewas Dibunuh,
Sosok Mayat Pria di Kebun Sawit Lahan Pemko Pekanbaru Gegerkan Warga

- Seorang Pelaku Tersangka,
Tim Satgas Karlahut Rohul Amankan 2 Terduga Pembakar Lahan di Rambah Hilir

- Mahfud MD Sebut Kasus Ustadz Abdul Somad Sudah Kadaluarsa
- Penikaman Kanit Reskrim, Diawali Keributan Pelaku dengan Warga
- Dilantik Wakapolda Riau, AKBP Andri Sudarmadi Jabat Direktur Reskrim
- Rok Terlilit Rantai Motor, Seorang Ibu di Perawang Terhempas ke Aspal
- Tikam Kanit Reskrim, Warga Inhil Tewas Ditembak
- Korupsi Pembangunan Gedung Fisipol Unri,
Jaksa Nyatakan Banding Atas Vonis Dosen dan Kontraktor

- BNNP Riau Sita 8 Kilogram Sabu Dari Jaringan Internasional
- Enam Personil Polda Riau di Berhentikan Secara Tidak Hormat


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com