Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 23 September 2019 20:13
Lima Bakal Cabup Rohul Kembalikan Formulir Penjaringan ke PDIP, 2 Lagi Tidak Ada Kabar

Senin, 23 September 2019 20:05
Ingin Desanya Lebih Maju,
Masyarakat Bantan Sari, Bengkalis Sampaikan Aspirasi ke DPRD


Senin, 23 September 2019 19:00
Peduli Korban Kabut Asap, DPC Peradi Pekanbaru Bagikan Satu Juta Masker

Senin, 23 September 2019 18:17
Launching Keterbukaan Informasi Publik, Fitra Riau Nilai 3 Kabupaten Ini Tertutup

Senin, 23 September 2019 17:33
Bupati Rohul Keluarkan Surat Edaran Sholat Istisqo Serentak di Islamic Center Selasa Besok

Senin, 23 September 2019 17:25
Simpati Asap Karlahut, DPD PKS Rohul Buka Posko Siaga Korban Asap

Senin, 23 September 2019 16:46
Alhamdulillah, Sejumlah Wilayah di Riau Diguyur Hujan

Senin, 23 September 2019 15:17
Peduli Kabut Asap, PPMR Bengkalis Bagikan Ribuan Masker Gratis

Senin, 23 September 2019 15:13
Dua Perusahaan di Riau Ditetapkan Tersangka Karhutla

Senin, 23 September 2019 15:11
‎Asap Dampak Karlahut di Rohul Semakin Pekat, Penderita ISPA Terus Meningkat

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 19 Agustus 2019 11:41
Pintu Masuk Diblokir, PT Adei Plantation di Pelalawan Didemo Sekelompok Warga

Sejumlah warga Pelalawan memblokir pintu masuk areal PT Adei Plantation. Perusahaan dituding tanam sawit di lahan warga.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Sekelompok massa dari desa Batang Nilo, kecamatan Pelalawan menggelar unjuk rasa didepan akses pintu masuk PT Adei Plantation  Senin (19/8/19).

  Aksi unjuk rasa ini, digelar didepan akses utama PT Adei tepatnya didesa Kemang, kecamatan Pangkalan Kuras dengan cara membentang sepanduk dan menutup akses pintu masuk perusahaan asal negara asing ini. Pemicu unjuk rasa ini ditengarai pihak perusahaan menanam kebun kelapa sawit di pokok kepung Sialang milik masyarakat setempat.

Dari spanduk berwarnaputih, lebar satu penter dan panjang kurang lebih delapan meter, nyaris menutupi semua akses pintu masuk PT Adei Plantation. Pada badan spanduknya, bertuliskan warna merah dengan tulisan huruf besar, 'PT Adei P 8 I, menanam sawit diatas lahan kepong Sialang 8 hektar, Kembalikan hak kami!!," tulis isi pesan dispanduk dipajang massa.

Akibat unjuk rasa ini, aktivitas mobil pengangkut CPO perusahaan mendadak berhenti. Massa memberikan toleransi dan mempersilah mobil-mobil pengangkut Tandan Buah Segar (TBS) dari luar menuju Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik perusahaan.

Erzefen selaku koordinator aksi, mengatakan unjuk rasa ini, dimotori oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peduli Riau. Kata dia, aksi ini berawal dengan tindakan semena-mena yang dilakukan PT Adei Plantation terhadap lahan milik masyarakat.

Termasuk penanaman kebun kelapa sawit dilahan seluas delapan hektar yang didalamnya, kata Erzefen merupakan pokok Kepung Sialang. Aksi penanaman sawit di Kepung Sialang sebutnya, adalah sebuah kejahatan lingkungan.

Secara rinci, Erzefen menjelaskan bahwa PT Adei ini menanam sawit dilahan Kepung Sialang, di desa Batang Nilo kecamatan Pelalawan seluas 9,5 hektar dan sekarang hanya tersisa 1,5 hektar.

Lahan ini tegas dia sesungguhnya, atas ahli waris Ibrahim alias Nantan. Ironisnya, lagi, lahan kepung Sialang seluas 8 hektar sudah ditanami kelapa sawit semenjak tahun 2000. Ia mendesak, agar lahan yang sudah digarap agar dikembali lagi, seperti sedia kalah dan meminta agar pihak perusahaan membayar kompensasi.

Bahkan sebelum digelar aksi ini, sebut Erzefen sudah dilakukan pendekatan kepada pihak perusahaan dengan cara memediasi melibatkan kepala desa Batang Nilo, akan tetapi pihak perusahaan menganggap atas nama Nantan itu, tidak memiliki kekuatan hukum dengan alasan surat ahli waris bukan alas hak.

"Mereka ini kan tidak tahu, tatanan adat kita ini, dia (perusahaan red) bukan lahir disini, ketuban pecah disini. Jadi jika ketuban pecah disini pasti mereka tahu," tegas Erzefen.

Ditempat terpisah Humas PT Adei Plantation, Budi Simanjutak memberikan penjelasan singkat tentang aksi unjuk rasa yang dilakukan sekelompok massa ini. Menurutnya, sudah ada surat yang diterbitkan pada tahun 1986 yang berisikan tentang keterangan masalah Kepong Sialang.

"Kepong Sialang itu berada di dalam wilayah desa Telayap (milik persukuan) semua permasalahan baik lahan, kuburan dan Sialang, sudah pernah diselesaikan tahun 1991 dan tahun 1999," tulis Budi Simanjutak melalui pesan singkat WhattsAppnya.

Terkait ada surat LSM yang masuk kepada pihak perusahaan, sebut Budi Simanjutak, sudah dibalas akan tetapi mereka tetap menggelar aksi damai. "Surat LSM juga sudah kita balas, yang menggelar aksi damai tersebut, tapi dari LSM tetap mau aksi," tandasnya.***(feb)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Dua Perusahaan di Riau Ditetapkan Tersangka Karhutla
- Terduga Pembakar Lahan Gambut di Bonai Darussalam Diamankan Tim Satgas Karlahut Rohul
- Diduga Diperkosa dan Dibunuh, Mayat Gadis 14 Tergeletak di Kebun Karet di Rohil
- Diduga Edar Barang Haram Sabu 1 Kg, Dua Oknum Polisi di Bengkalis Dijebloskan ke Penjara
- Bareskrim Polri, Turun Tangan Sikat Lahan Gambut PT Adei Terbakar di Pelalawan
- Jaksa Kasasi, Tiga Dokter RSUD Arifin Achmad Terjerat Korupsi Pengadaan Alkes Bebas di Pengadilan Tinggi
- Polres Siak Ekspos Oknum Wartawan Tersangka Kurir Narkoba Seharga Milliaran Rupiah
- Skandal Suap DAK, Dua Anggota DPRD Dumai Dipanggil KPK
- Terus Bertambah, Polda Riau Tetapkan 56 Tersangka Karhutla
- Kades Sako Pangean Ditangkap Tim Tipikor Polres Kuansing Tadi Malam
- Serukan 4 Tuntutan Terkait Asap, Ratusan Mahasiswa UPP Demo Bupati Rohul
- Berduaan dengan Istri Orang, Presdir PT KLK di Dumai Digerebek dan Dibawa Warga ke Polisi
- Tersangka TPPU, Terpidana Narkoba Praperadilankan Polres Bengkalis
- Inspektorat Pelalawan Nyatakan Tak Ada Temuan Realisasi DD Tambun TA 2018
- Tak Mau Dihukum Dua Kali, Dirut Travel JPW Minta Air Asia Kembalikan Dana Tiket Jamaah Umrah
- Persiapkan Jaga Desa, Linmas 13 Desa di Bathin Solapan, Bengkalis Dilatih Ketat
- Inspektorat Pelalawan Nyatakan tak Ada Temuan Realisasi Dana Desa Tambun 2018
- Stop PETI Dekat Tiang Jembatan Lubuk Ambacang, Polres Kuansing Pasang Garis Polisi
- Pembakar Lahan Ditangkap Polisi di Rohil
- Korban Dermaga Roro Buton Ambruk Ditemukan Tewas


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com