Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 22 September 2019 21:04
Riau Dikepung Asap, WCD Riau tetap Lakukan Aksi Bersih-bersih

Ahad, 22 September 2019 20:57
Lanjut di Tengah Kabut Asap,
Pembalap BSP Siak Juarai Etape Akhir di Tour de Siak 2019


Ahad, 22 September 2019 20:13
Asap Kian Pekat, Dua Kali PKKBM dan Masta Umri Ditunda

Ahad, 22 September 2019 20:03
Sekda Rohul Ingin Panen Ikan di Rantau Larangan Kubang Buaya Jadi Even Wisata

Ahad, 22 September 2019 20:03
Sekda Rohul Ingin Panen Ikan di Rantau Larangan Kubang Buaya Jadi Even Wisata

Ahad, 22 September 2019 19:19
Bencana Kabut Asap, Volunteer Earth Hour Pekanbaru Salurkan Bantuan

Ahad, 22 September 2019 19:17
Dompet Dhuafa Riau dan Komunitas TDA Beri Layanan Kesehatan Gratis bagi Masyarakat Terdampak Asap

Ahad, 22 September 2019 18:45
Terduga Pembakar Lahan Gambut di Bonai Darussalam Diamankan Tim Satgas Karlahut Rohul

Ahad, 22 September 2019 16:34
Berharap Langit Biru,
RT, RW dan LPMK Duri Timur Bagikan Masker


Ahad, 22 September 2019 16:28
Gubri Serukan Bupati/Walikota Gelar Salat Istisqo Serentak

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 19 Agustus 2019 20:28
Korupsi Pembangunan Gedung Fisipol Unri,
Jaksa Nyatakan Banding Atas Vonis Dosen dan Kontraktor


Jaksa nilai vonis dua terdakwa korupsi pembangunan gedung Fisipol Unri terlalu ringan. JPU Kejari Pekanbaru nyatakan banding ke tingkat pengadilan tinggi.

Riauterkini-PEKANBARU-Vonis hukuman dua terdakwa korupsi pembangunan gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Unri, dinilai jaksa terlalu ringan. Sehingga jaksa penuntut Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru yang menyidangkan perkara terdakwa DR Zulfikar Jauhari, dosen Unri dan Beni Johan, Direktur CV Reka Cipta Konsultan, menyatakan banding ketingkat pengadilan tinggi.

" Hari ini kita sampaikan pernyataan banding ke Pengadilan Tinggi Riau, melalui Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru," ucap jaksa penuntut Nofrizal dan Lusimanmora kepada riauterkini.com, Senin (19/8/19) sore.

Pernyataan banding ini dilayangkan, karena vonis kedua terdakwa yang dijatuhkan majelis hakim dinilai lebih ringan dari tuntutan kita. Dimana sebelumnya terdakwa Zulfikar dituntut hukuman pidana penjara selama 3 tahun denda Rp 50 juta subsider 6 bulan. Dan terdakwa Beni Johan dituntut hukuman selama 3 tahun 6 bulan denda Rp 50 juta subsider 6 bulan. Selain itu Beni juga diwajibkan membayar kerugian negara Rp 43 juta. Jika tidak dibayar, maka dapat diganti (subsider) selama 1 tahun 10 bulan," katanya lagi.

Sebelumnya, pada sidang putusan Kamis kemarin. Majelis hakim yang diketuai Dahlia Panjaitan. Kedua terdakws dihukuman masing masing selama 2 tahun penjara, denda Rp 50 juta subsider 3 bulan. Dan kerugian negara dibebankan kepada terdakwa Beni Johan, selaku konsultan perencana. Beni diwajibkan membayar kerugian negara sebesar Rp 43.200.000.

Zulfikar dan Beni Johan, dihadirkan ke persidangan atas tindak pidana korupsi pembangunan gedung Fisipol Unri pada tahun 2012 lalu,

Dimana pembangunan gedung senilai Rp 9, 5 miliar yang bersumber dari APBN Perubahan Tahun 2012 itu, telah terjadi penyimpangan anggaran yang dilakukan kedua terdakwa secara bersama dengan Heri Suryadi, mantan Pembantu Dekan (PD) II. Ruswandi, Komisaris PT Usaha Kita Abadi selaku kontraktor (telah divonis) dan Ekki Ganafi (berkas terpisah).

Penyimpangan itu sudah terlihat dari awal proses lelang yang gagal hingga dua kali, hingga panitia lelang melakukan penunjukkan langsung untuk menentukan pelaksana kegiatan.

Akhir Desember 2012, pekerjaan tidak selesai, hanya sekitar 60 persen tapi anggaran tetap dicairkan 100 persen. Rekanan juga tidak dikenakan denda. Sehingga negara dirugikan sebesar Rp 940.245.271,82.

Masih dalam perkara ini. Pada Kamis 27 Desember 2018 lalu. Hakim tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru yang diketuai Bambang Myanto SH. Telah Menjatuhkan vonis pidana penjara terdakwa lainnya yakni, Heri Suryadi, mantan Pembantu Dekan (PD) II dan Ruswandi, Komisaris PT Usaha Kita Abadi selaku kontraktor. Dengan pidana penjara masing masing selama 2 tahun denda Rp 50 juta subsider 3 bulan. ***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Terduga Pembakar Lahan Gambut di Bonai Darussalam Diamankan Tim Satgas Karlahut Rohul
- Diduga Diperkosa dan Dibunuh, Mayat Gadis 14 Tergeletak di Kebun Karet di Rohil
- Diduga Edar Barang Haram Sabu 1 Kg, Dua Oknum Polisi di Bengkalis Dijebloskan ke Penjara
- Bareskrim Polri, Turun Tangan Sikat Lahan Gambut PT Adei Terbakar di Pelalawan
- Jaksa Kasasi, Tiga Dokter RSUD Arifin Achmad Terjerat Korupsi Pengadaan Alkes Bebas di Pengadilan Tinggi
- Polres Siak Ekspos Oknum Wartawan Tersangka Kurir Narkoba Seharga Milliaran Rupiah
- Skandal Suap DAK, Dua Anggota DPRD Dumai Dipanggil KPK
- Terus Bertambah, Polda Riau Tetapkan 56 Tersangka Karhutla
- Kades Sako Pangean Ditangkap Tim Tipikor Polres Kuansing Tadi Malam
- Serukan 4 Tuntutan Terkait Asap, Ratusan Mahasiswa UPP Demo Bupati Rohul
- Berduaan dengan Istri Orang, Presdir PT KLK di Dumai Digerebek dan Dibawa Warga ke Polisi
- Tersangka TPPU, Terpidana Narkoba Praperadilankan Polres Bengkalis
- Inspektorat Pelalawan Nyatakan Tak Ada Temuan Realisasi DD Tambun TA 2018
- Tak Mau Dihukum Dua Kali, Dirut Travel JPW Minta Air Asia Kembalikan Dana Tiket Jamaah Umrah
- Persiapkan Jaga Desa, Linmas 13 Desa di Bathin Solapan, Bengkalis Dilatih Ketat
- Inspektorat Pelalawan Nyatakan tak Ada Temuan Realisasi Dana Desa Tambun 2018
- Stop PETI Dekat Tiang Jembatan Lubuk Ambacang, Polres Kuansing Pasang Garis Polisi
- Pembakar Lahan Ditangkap Polisi di Rohil
- Korban Dermaga Roro Buton Ambruk Ditemukan Tewas
- Dermaga Pelabuhan Buton Ambruk,
Ini Kronologis Tenggelamnya Seorang Honorer Dishub Riau di Siak



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com