Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 16 Oktober 2019 22:53
Terduga Pengedar di Ujung Batu Ditangkap, 18 Paket Sabu dan Mobil Avanza Disita

Rabu, 16 Oktober 2019 22:04
Melalui Rakor, DKP Rohul Susun ‎Peta Ketahanan dan Kerawanan Pangan

Rabu, 16 Oktober 2019 20:43
Ikasmansa Pekanbaru Segera Gelar Rakernas Kedua

Rabu, 16 Oktober 2019 20:05
Putra Sulung Bupati Harris Nyatakan Diri Maju di Pilkada 2020 Pelalawan

Rabu, 16 Oktober 2019 20:00
Diberangkatkan Umroh ACT, Pasutri Lansia di Duri Menangis Bahagia

Rabu, 16 Oktober 2019 17:53
Dukung Pertumbuhan Industri di Riau, Trakindo Gelar Roadshow 2019

Rabu, 16 Oktober 2019 17:39
RPH Pasirpangaraian Sudah Difungsikan, Tapi Masih Ada Pemilik TPH Tanpa Izin yang Bandel

Rabu, 16 Oktober 2019 17:04
Seorang Germo Ditangkap, Polisi Ungkap Prostitusi Anak di Mandau, Bengkalis

Rabu, 16 Oktober 2019 16:43
Peringati Hari Pangan Sedunia, BEM Fakultas Pertanian UPP Gelar Lomba Masak‎ di Kebun Sawit

Rabu, 16 Oktober 2019 15:22
Tim Unri Raih Medali Emas di Macau

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 17 September 2019 16:02
Dituntut 3 Tahun dan 1 Tahun 10 Bulan,
Dua Terdakwa Tipikor Cetak Sawah Baru di Pelalawan Mohon Keringanan


Dua terdakwa kasus tipikor dana pembuatan sawah baru di Pelalawan ini, memohon keringanan hukuman kepada majelis hakim setelah jaksa menuntut mereka hukuman masing-masing penjara tiga tahun dan setahun 10 bulan.

Riauterkini-PEKANBARU- M Yunus dan Sutrisno, dua terdakwa korupsi cetak sawah di Dinas Pertanian Kabupaten Pelalawan, yang dituntut hukuman bersalah oleh jaksa penuntut pada sidang pekan lalu. Hari ini, Selasa (17/9/19), dalam sidang lanjutan dengan agenda pembelaan (pledoi). Memohon kepada majelis hakim untuk dapat memberikan keringanan hukuman seringan ringannya kepada mereka.

Keduanya menilai, tuntutan hukuman pidana penjara selama 3 tahun 1 tahun 10 bulan yang dijatuhkan jaksa kepada mereka dinilai sangat tinggi.

"Pada pembelaan kami ini, kami memohon kepada majelis hakim untuk dapat memberikan hukuman yang seringan ringannya," ucap terdakwa diruang sidang tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru yang diketuai majelis hakim Dahlia Panjaitan.

Sebelumnya, M.Yunus, selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) pada kegiatan cetak sawah tersebut, dituntut pidana penjara selama 3 tahun denda Rp 50 juta subsider 3 bulan. Selain tuntutan hukuman, M Yunus juga diwajibkan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 185 juta atau subsider selama 1 tahun 6 bulan kurungan.

Sementara rekannya, Sutrisno, selaku Kepala UPTD Kecamatan Teluk Meranti, dan juga koordinator lapangan. Dituntut hukuman pidana penjara selama 1 tahun 10 bulan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan. Sutrisno juga diwajibkan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 20 juta subsider selama 1 tahun.

Perbuatan kedua terdakwa ini terbukti melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Perkara kedua terdakwa yang merupakan berkas splitan (berkas terpisah) dengan terpidana Jumaling dan Kaharudin ini. Mereka didakwa turut serta melakukan penyelewengan kegiatan bantuan cetak sawah di Desa Gambut Mutiara Kecamatan Teluk Meranti.

Berawal, tahun 2012 Kelompok Tani (Poktan) Bina Permai Desa Gambut Mutiara, yang dipimpin Jumalingn mendapat bantuan dana hibah cetak sawah dari APBN melalui DIPA Ditjen Prasarana dan Prasarana Pertanian pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Pelalawan sebesar Rp1 miliar.

Dalam pelaksanaannya, pengerjaan proyek yang dilakukan terpidana Kaharudin, selaku kontraktor pelaksana tak berjalan sebagaimana mestinya.

Dari anggaran Rp1 miliar, kedua terdakwa selaku PPL dan Kepala UPTD yang turut serta dalam pelaksanaan kegiatan cetak sawah tersebut. Tak bisa mempertanggung jawabkan dana bantuan pemerintah. Sehingga negara dirugikan sebesar Rp750 juta.

Untuk diketahui, terdakwa Jumaling dan Kaharudin telah dijatuhi vonis hukuman masing-masing selama 6 tahun, denda Rp200 juta atau subsider 3 bulan penjara.

Selain itu, kedua terdakwa juga dihukum membayar uang pengganti kerugian negara. Untuk terdakwa Jumaling membayar uang pengganti Rp130.050.000 sedangkan Baharudin membayar Rp584.950.000.***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Terduga Pengedar di Ujung Batu Ditangkap, 18 Paket Sabu dan Mobil Avanza Disita
- Seorang Germo Ditangkap, Polisi Ungkap Prostitusi Anak di Mandau, Bengkalis
- Kredit Macet, Mantan Kacab BRK Dalu-dalu Dituntut 13,5 Tahun Penjara
- Polisi Tangkap Kurir 27,1 Kg Sabu dan 19.463 Butir Pil Ekstasi di Roro Air Putih, Bengkalis
- Gerebek Transaksi Narkoba, Polsek Sukajadi Sita Ribuan Ekstasi dan 1 Kg Sabu
- Ketua Pengelola Jalan Diperiksa Dugaan Pungli,
Ratusan Masyarakat Desa Batang Kumu Ikut Mengawal di Polres Rohul

- Antar Sabu ke Pembeli, IRT di Desa Mahato Ditangkap Pol‎isi Rohul, Suaminya DPO
- Tingkatkan Pemahaman Terkait Pemeriksaan Genomik, Prodia Gelar Seminar Prodia Genomik
- Warga Sialang Jaya Rohul Tembak Tetangga‎ Pakai Senapan Angin, Diduga ini Pemicunya
- Polda Riau Terapkan Metode  Scientific Crime Investigation Tangani Karhutla di Riau
- Polres Kuansing Gelar BINLAT untuk Calon Polisi
- Sehari, Enam Jaringan Pengedar, Pemakai Barang Haram Diringkus Polres Bengkalis
- Pengedar Barang Haram di Bengkalis Diringkus Polisi
- Polres Inhil Segel 50 Hektar Lahan Terbakar di Kecamatan Keritang
- Gara-gara Sepeda Motor, Abang Kandung di Bengkalis Tega Tikam Adiknya Sendiri
- Kaca Mobil Pelanggan Nasi Ampera di Duri Jadi Sasaran Maling Pecah Kaca
- Ditinggal Makan Siang, Mobil yang Terparkir di duri Jadi Sasaran Pencuri
- Kisruh Pilkades Kesumbo Ampai, Bengkalis Berujung Demo, Minta Tahapan Dilanjutkan  
- Terlindas Truk, Karyawan Leasing di Duri Tewas Mengenaskan
- Tunggu Pembeli di Jembatan, Pengedar Sabu di Desa Rambah Tengah Barat Ditangkap Polisi Rohul


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com