Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 18 Oktober 2019 17:39
Kolaborasi Dengan SD Islam As Shofa,
ACT dan Yayasan Fajar Imran Azzahra Galang Dana Untuk Korban Bencana


Jum’at, 18 Oktober 2019 17:37
Azan Berkumandang, Dandim Inhil Spontan Hentikan Sambutan

Jum’at, 18 Oktober 2019 16:36
Ciptakan Kamtibmas, Polsek Kabun Kumpulkan Pemilik Pakter Tuak dan Pemilik Meja Bilyard

Jum’at, 18 Oktober 2019 16:02
Azan Berkumandang, Dandim Inhil Spontan Hentikan Sambutan

Jum’at, 18 Oktober 2019 15:50
Harapkan Saran, Dandim Inhil Silaturrami Bersama Insan Pers

Jum’at, 18 Oktober 2019 15:46
PTUN Segera Eksekusi Putusan Ki Riau Terkait Izin Reklame di Pekanbaru

Jum’at, 18 Oktober 2019 15:44
KPw BI Riau Resmikan BI Corner di PCR

Jum’at, 18 Oktober 2019 13:52
Jaga Kamtibmas Jelang Pelantikan Presiden, TNI dan Polri di Rohul Kompak Patroli Bersama

Jum’at, 18 Oktober 2019 13:49
Penyiar Agama Imbau Warga Bengkalis Tidak Terpancing Isu Menyesatkan

Jum’at, 18 Oktober 2019 13:25
Perekrutan Panwascam untuk Pilkada Rohul 2020 Baru Diumumkan Desember 2020

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 20 September 2019 13:59
Jaksa Kasasi, Tiga Dokter RSUD Arifin Achmad Terjerat Korupsi Pengadaan Alkes Bebas di Pengadilan Tinggi

JPU tak terima atas putusan vonis bebas terhadap dokter yang terjerat korupsi pengadaan Alkes. Jaksa telah mengajukan kasasi ke MA.

Riauterkini-PEKANBARU- Vonis bebas yang diterima tiga dokter spesialis RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru. Setelah upaya banding mereka dikabulkan Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru satu bulan lalu. Belumlah membuat tenang bagi tiga dokter yang menjadi terdakwa tindak pidana korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) tersebut.

Pasalnya, jaksa penuntut yang tak terima atas putusan vonis bebas terhadap dokter spesialis itu telah mengajukan upaya kasasi ketingkat Mahkamah Agung (MA) RI.

"Setelah menerima salinan putusan banding pada dua pekan lalu, dan langsung menyatakan kasasi. Kemarin, jaksa penuntut Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru telah mengirimkan memory kasasinya," terang Panmud Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Rosdiana Sitorus kepada riauterkini.com, Jumat (20/9/19) siang.

Saat ini berkas memory jaksa tersebut sedang di resgristrasi untuk dikirim ke MA," sambung Rosdiana.

Sebelumnya, dr Welly Zulfikar, dr Kuswan Ambar Pamungkas dan drg Masrial dinyatakan tidak terbukti bersalah dan divonis bebas oleh majelis hakim pengadilan tinggi. Atas tindak pidana korupsi pengadaan Alkes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

Putusan tersebut berbalik arah dengan putusan vonis pengadilan tipikor Pekanbaru yang menyatakan ketiga terdakwa terbukti bersalah.

Majelis hakim PN Pekanbaru yang diketuai Saut Maruli Tua Pasaribu, menghukum terdakwa dr Welly Zulfikar dengan pidana penjara selama1 tahun 8 bulan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan. dr Welly juga diwajibkan membayar kerugian negara sebesar Rp 132 juta atau dapat diganti (subsider) selama 6 bulan kurungan.

Terdakwa dr Masrial dihukum 1 tahun 4 bulan penjara denda Rp 50 juta subsider 3 bulan. dr Masrial juga diwajibkan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 127 juta subsider 6 bulan. Drg Kuswar Ambar Pamungkas, dihukum selama 1 tahun penjara, denda Rp 50 juta subsider 3 bulan.

Sementara seorang terdakwa yang merupakan rekanan dalam pengadaan alkes tersebut yakni, Yuni Efrianti, direktur CV Prima Mustika Raya (PMR), dan Muklis selaku staff CV PMR. dihukum selama 1 tahun 2 bulan penjara denda Rp 50 juta subsider 3 bulan.

Kelima terdakwa ini terbukti secara melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 30 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dalam UU Nomor 20 tahun 2001, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP," sambung Saut.

Atas putusan hakim tipikor PN Pekanbaru tersebut, tiga dokter langsung menyatakan banding. Sementara terdakwa Yuni Efrianti menyatakan pikir pikir.

Putusan hakim Saut Maruli Tua ini, jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru. Dimana, dr Welly Zulfikar dituntut hukuman, 2 tahun 6 bulan penjara denda Rp 50 juta atau subsider 6 bulan. Selain itu, terdakwa juga diwajibkan membayar kerugian negara sebesar Rp 213 juta, dan jika tidak dibayar dapat diganti hukuman, (subsider) selama 1 tahun 3 bulan. Dr Masrial, dituntut hukuman pidana penjara selama 2 tahun, denda Rp 50 juta subsider 6 bulan. Terdakwa Dr Masrial juga diwajibkan membayar kerugian negara sebesar Rp 131 juta subsider 1 tahun. drg Kuswan Ambar Pamungkas, dituntut hukuman pidana penjara selama 1 tahun 8 bulan, denda Rp 50 juta subsider 6 bulan kurungan.

Dua rekanan dalam pengadaan alat kesehatan tersebut,Yuni Effianti dan Muklis. Masing masing dituntut hukuman selama 1 tahun 8 bulan penjara denda Rp 50 juta subsider 6 bulan.

Perbuatan kelima ini telah merugikan negara sebesar Rp 420 juta. Dimana pada tahun 2012- 2013 lalu, RSUD Arifin Achmad mendapat pagu anggaran sebesar Rp5 miliar untuk pengadaan alkes.

Dalam prosesnya, disinyalir tidak sesuai prosedur. Dimana pihak rumah sakit menggunakan nama rekanan CV PMR untuk pengadaan alat bedah senilai Rp1,5 miliar. Namun dalam prosesnya, justru pihak dokterlah yang membeli langsung alat-alat tersebut kepada distributor melalui PT Orion Tama, PT Pro-Health dan PT Atra Widya Agung.

Nama CV PMR diketahui hanya digunakan untuk proses pencairan, dan dijanjikan mendapat keuntungan sebesar lima persen dari nilai kegiatan.

Hasil audit BPKP Riau, tindakan kelima terdakwa telah menyebabkan terjadinya kerugian negara sebesar Rp 420.205.222. ****(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Ciptakan Kamtibmas, Polsek Kabun Kumpulkan Pemilik Pakter Tuak dan Pemilik Meja Bilyard
- PTUN Segera Eksekusi Putusan Ki Riau Terkait Izin Reklame di Pekanbaru
- Teken Pernyataan Menolak,Pemilik Kebun di Pangkalan Libut, Bengkalis Bertahun Dipalak
- Gugatan Koperasi BBL Desa Ulak Patian dengan Tergugat PT PISP II Dikabulkan Majelis‎ Hakim
- Polda Riau Bekuk 8 Bandar Narkoba Pemilik 89,7 Kg Sabu dan 24 Ribu Butir Ekstasi
- Gerebek Rumah di Belakang‎ RS Az-Zahra Ujung Batu, Polisi Rohul Ciduk 3 Pria dan Seorang Perempuan
- Harus Dimanfaatkan untuk Keadilan, Pesan Jaksa Agung Saat Resmikan Gedung Kejati Riau
- 9 Petak Ruko  Hangus Terbakar di Pangkalankerinci
- Terduga Pengedar di Ujung Batu Ditangkap, 18 Paket Sabu dan Mobil Avanza Disita
- Seorang Germo Ditangkap, Polisi Ungkap Prostitusi Anak di Mandau, Bengkalis
- Kredit Macet, Mantan Kacab BRK Dalu-dalu Dituntut 13,5 Tahun Penjara
- Polisi Tangkap Kurir 27,1 Kg Sabu dan 19.463 Butir Pil Ekstasi di Roro Air Putih, Bengkalis
- Gerebek Transaksi Narkoba, Polsek Sukajadi Sita Ribuan Ekstasi dan 1 Kg Sabu
- Ketua Pengelola Jalan Diperiksa Dugaan Pungli,
Ratusan Masyarakat Desa Batang Kumu Ikut Mengawal di Polres Rohul

- Antar Sabu ke Pembeli, IRT di Desa Mahato Ditangkap Pol‎isi Rohul, Suaminya DPO
- Tingkatkan Pemahaman Terkait Pemeriksaan Genomik, Prodia Gelar Seminar Prodia Genomik
- Warga Sialang Jaya Rohul Tembak Tetangga‎ Pakai Senapan Angin, Diduga ini Pemicunya
- Polda Riau Terapkan Metode  Scientific Crime Investigation Tangani Karhutla di Riau
- Polres Kuansing Gelar BINLAT untuk Calon Polisi
- Sehari, Enam Jaringan Pengedar, Pemakai Barang Haram Diringkus Polres Bengkalis


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com